Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Media Pembelajaran Interaktif dan Kepuasan Mahasiswa Selama Pandemi Covid-19 Murbiah Murbiah; Maya Fadlilah; Paray Theo Lonando; Zairinayati Zairinayati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i3.1943

Abstract

 Efforts to reduce the spread of Covid-19 in the education sector are by implementing online learning. Some online learning media are interactive media and e-learning. Student satisfaction in the online learning process is very important to increase student motivation and achievement during the Covid-19 pandemic. The purpose of this study was to determine the difference in student satisfaction between the use of interactive learning media without a network and with a network during the Covid-19 pandemic. This study was applied with a cross-sectional design. The sample is Semester IV students of the Nursing Science Study Program who take maternity nursing courses. This study compares the difference in satisfaction of 2 groups, each of which is learning with a network and without a network. The results of the analysis show that the average satisfaction of the interactive learning group without the network is 34.36 and with the network is 33.38. The results of the comparison test show the value of t = 3.040 with a value of p = 0.003. It was concluded that there was a difference in student satisfaction between those using interactive media without a network and with a network.Keywords: satisfaction; interactive media; network; Covid-19 pandemic ABSTRAK Upaya pengurangan penyebaran Covid-19 pada bidang pendidikan adalah dengan memberlakukan pembelajaran daring. Beberapa media pembelajaran daring adalah media interaktif dan e-learning. Kepuasan mahasiswa dalam proses pembelajaran daring sangat penting untuk meningkatkan motivasi dan prestasi mahasiswa selama pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kepuasan mahasiswa antara penggunaan media pembelajaran interaktif tanpa jarigan dan dengan jaringan selama masa pandemi Covid-19. Penelitian ini diterapkan dengan desain cross-sectional. Sampel adalah mahasiswa Semester IV Program Studi Ilmu Keperawatan yang mengambil mata kuliah keperawatan maternitas. Studi ini membandingkan perbedaan kepuasan 2 kelompok, masing-masing adalah pembelajaran dengan jaringan dan tanpa jairngan. Hasil analisis menunjukkan bahwa rerata kepuasan kelompok pembelajaran interaktif tanpa jaringan adalah 34,36 dan dengan jaringan adalah 33,38. Hasil uji komparasi menunjukkan nilai t = 3,040 dengan nilai p = 0,003. Disimpulkan bahwa ada perbedaan kepuasan mahasiswa antara yang menggunakan media interaktif tanpa jaringan dan dengan jaringan.Kata kunci: kepuasan; media interaktif; jaringan; pandemi Covid-19
Literature Review Of Physical Exercise, Anxiety In Menopause Women Maya Fadlilah; Chun Hoe Tan; Norhashima Abd Rashid
Jurnal Inspirasi Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Spesial Edisi Khusus (Proceeding)
Publisher : Fakultas Kesehatan IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/jika.v1i2.28

Abstract

Introduction: Menopause is defined as the cessation of monthly cycles for at least 12 months, and menopause syndrome, which includes symptoms of psychological illnesses including anxiety, is experienced by many women practically everywhere in the globe. Increased physical exercise is one non-pharmacological method for treating anxiety issues in menopausal women. According to several studies, exercising helps menopausal women's anxiety and depression levels. Method: The goal of this literature review is to examine physical exercise therapies against anxiety in menopausal women. This study technique uses literature review with secondary data gathered not from direct observation. Results: Based on the results of literature review analysis in 8 (eight) national and international journals showed that from the results of statistical tests of all physical exercise conducted in the study can reduce anxiety with a significance value of p < 0.05 which means physical exercise can reduce anxiety levels. Discussion: Physical exercise or exercise is very good for menopausal women because it can prevent or reduce the risk of cardiovascular disease, diabetes, osteoporosis, breast cancer, anxiety, alzaimer, and depression, regular exercise can be effective in reducing anxiety in menopausal women.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG SISTEM PENANGGULANGAN GAWAT DARURAT TERPADU (SPGDT) TERHADAP PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN KELOMPOK RENTAN : LANSIA Maya Fadlilah
Masker Medika Vol 12 No 1 (2024): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v12i1.567

Abstract

Pendahuluan: Sistem Penanggulangan gawat darurat Terpadu (SPGDT) adalah sebuah sistem yang dibuat untuk menangani korban yang terkena suat Cedera, bencana, kecelakaan, dan kejadiaan yang dapat mengancam kehidupan, Penanganan SPGDT ini terdiri dari tiga waktu yaitu sebelum korban ke Rumah Sakit, Saat korban di Rumah Sakit, dan antar Rumah Sakit (rujuk). Dalam sistem penanganan gawat darurat terpadu ini, orang yang terlibat bukan hanya tim medis, tapi semua orang yang memungkinkan dapat membantu pasien, termasuk orang awam sekalipun (Depkes.2006). Lansia merupakan kelompok rentan yang mempunyai risiko lebih besar bila terjadi kondisi kegawatdaruratan medis yang tidak segera dilakukan pertolongan segera dengan benar. Beberapa keadaan kegawatdaruratan pada lansia antara lain stroke, diabetes tidak terkontrol atau gula darah terlalu rendah, trauma, hipertensi tidak terkontrol serta penyakit jantung, pada lansia kondisi tersebut memerlukan penatalaksanaan yang cepat dan tepat agar dapat mengurangi resioko penurunan fungsi organ atau terjadinya komplikasi. Metode: quasi eksperimen dengan one group pre-post desing untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) terhadap pengetahuan keluarga dengan kelompok rentan : lansia Hasil: Berdasarkan hasil analisis uji statistik dengan menggunakan uji T-Test Paired dengan nilai ρ value = 0.000 jika dibandingkan dengan α = 0,05 maka ρ value < α 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini terdapat hubungan antara pendidikan kesehatan mengenai pengaruh pendidikan kesehatan tentang Sistem Penaggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) dengan pengetahuan responden setelah diberikan pendidikan kesehatan yang dilakukan pada keluarga yang memiliki lansia di desa kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Komering Ilir. Diskusi: Menurut Lestari (2015), faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah tingkat pengetahuan, informasi, pengalaman, budaya dan sosial ekonomi. Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Wardani, 2011) yang berjudul pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi remaja, dalam penelitian ini memiliki responden 61 dengan sampel 30 perlakukan dan 31 sampel kontrol didapatkan terdapat perbedaan rata-rata pengetahuan sebelum dan setelah diberikan penyuluhan. Kata Kunci: SPGDT,Lansia,Pengetahuan Keluarga
Pemberian Air Rebusan Jagung (Zea Mays L) terhadap Kadar Kolesterol pada Remaja dengan Obesitas dalam Pencegahan Kegawatdarurat Kardiovaskuler Fadlilah, Maya; Febrilia, Nia
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 6 No 2 (2024): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v6i2.12889

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of corn decoction (Zea Mays L) on cholesterol levels in obese adolescents in the prevention of cardiovascular emergencies. The method used in this research is a pre-experimental design with a one group pre-post design. The results of this study indicate that the administration of corn decoction given in the morning and evening has an effect on obese adolescents with abnormal cholesterol levels, with a p-value of 0.000 < 0.05, which means H0 is accepted. The conclusion of this study is that the administration of boiled corn water in the morning and evening for one week affects the cholesterol levels of obese adolescents at the Muhammadiyah University of Palembang's Faculty of Health Sciences. Therefore, the importance of utilizing non-pharmacological measures such as consuming corn boiled water in lowering cholesterol levels. Keywords: Corn Boiled Water, Cholesterol, Obesity.
HUBUNGAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN MINAT MELANJUTKAN PROFESI NERS MAHASISWA S1 KEPERAWATAN REGULER SEMERTER VIII Fadlilah, Maya; Komala, Tutri
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 5, No 2: Agustus 2020 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v5i2.403

Abstract

Latar belakang: Untuk meningkatkan minat mahasiswa melanjutkan profesi ners dipengaruhi oleh dukungan orang tua. Dukungan orang tua merupakan salah satu kebutuhan dasar menurut Maslow yaitu kebutuhan dicintai dan mencintai. Dukungan orang tua bedampak positif pada harga diri, penurunan prilaku agresi, dan motivasi anak, sehingga anak bisa mencapai prestasi akademik yang baik. Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan orang tua dengan minat melanjutkan profesi ners Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan menggunakan desain cross sectional, dengan jenis analisa data univariat dan bivariat, teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total Sampling berjumlah 71 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dukungan orang tua dengan minat melanjutkan profesi ners. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19-20 Maret 2018. Hasil: dari hasil penelitian didapatkan dukungan orang tua dengan kategori tinggi yaitu 50 responden (70,4%), minat melanjutkan profesi ners dengan kategori tinggi yaitu 44 responden (62,0%). Hasil uji Chi Square untuk hubungan dukungan orang tua dengan minat melanjutkan profesi ners diperoleh nilai P value = 0,016. Saran: Institusi  meningkatkan pemahaman kepada orang tua mahasiswa terhadap pentingnya dukungan orang tua dengan peminatan mahasiswa melanjutkan profesi ners, melalui media informasi langsung kepada orang tua saat program pengenalan kampus serta surat edaran yang dikeluarkan oleh pimpinan institusi.Kata Kunci: Dukungan Orang Tua, Minat, Profesi Ners
The Effect Of Yoga Exercise On Sleep Quality Among Menopausal Women : Literature Review Fadlilah, Maya; Rashid, Norhashima Abd; Tan, Chun Hoe
International Journal of Health Sciences Vol. 1 No. 4 (2023): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v1i4.207

Abstract

Introduction: Menopause causes changes in ovarian function which will automatically affect hormone production, which can cause various complaints. The increase in the number of elderly women will certainly cause its own problems, namely the emergence of complaints during menopause which can affect health. It causes discomfort and sometimes causes disruption in daily work, so it can affect the quality of life of menopausal women. Yoga is an effort to unite physical and physical strength and stimulate increased production of beta endorpine to reduce complaints due to menopause. The aim of this research is to determine the effect of yoga exercise on sleep quality and cognitive function in the elderly. This research is a literature review research. Material and Methods: This research examines topics related to the effect of yoga exercise on sleep quality in the elderly and menopause from previous studies. The literature reviewed and studied was 15 pieces of literature with 6 pieces of literature discussing the effect of yoga exercise on sleep quality in the elderly, especially during menopause. The literature consists of journals with a travel year from 2017 to 2023. Literature collection was done through Google scholar, Pubmed, and Science Direct by PRISMA. Results: The results of this study show that yoga exercises carried out regularly, both in the long and short term, can improve and improve the sleep quality of the elderly, especially menopausal women. Yoga exercise can also maintain the cognitive function of the elderly and prevent the elderly from dementia and Alzheimer's disease. Conclusion : The evidence is insufficient to suggest that yoga is an effective intervention for menopause. Further research is required to investigate whether there are specific benefits of yoga for treating menopausal symptoms.
Triple herbal therapy geriatri terhadap penurunan kecemasan dan tekanan darah dalam pencegahan kegawatdaruratan kardiovaskuler Fadlilah, Maya; Wulandari, Febri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 7 (2025): Volume 19 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i7.1259

Abstract

Background: The urgency of this research is evident in the fact that cardiovascular problems are a leading cause of death in the elderly (geriatric) population. Risk factors for common degenerative and non-communicable diseases, such as hypertension, are common in the community. Hypertension can trigger bodily responses that result in physical symptoms such as heart palpitations, dizziness, and muscle tension. These symptoms can trigger or exacerbate existing anxiety, contributing to an increase in cardiovascular emergencies, such as heart attacks and strokes, and even becoming a leading cause of death worldwide. Pharmacological interventions to address hypertension and anxiety include the use of medications. Purpose: To analyze the effect of three herbal therapies for geriatrics in reducing anxiety and blood pressure in preventing cardiovascular emergencies. Method: This study was a pre-experimental study with a quasi-experimental design: pretest-posttest with multiple groups. The sample for each intervention consisted of 15 participants, who received the intervention in the morning and evening for one week. The analyses used were univariate and bivariate, including the Wilcoxon test to compare two paired data groups, the Kruskall-Wallis test to compare more than two independent groups, and a post hoc test to determine which pairs of groups differed significantly. Results: The post hoc test showed that the combination of bay leaves and soursop leaves had a statistically significant difference in reducing anxiety levels (p = 0.036). Conclusion: There was a significant difference between three geriatric herbal therapies: bay leaf (Syzygium polyanthum) decoction, moringa (Moringa oleifera) leaf decoction, and soursop (Annona muricata L.) leaf decoction in reducing anxiety and blood pressure in the prevention of cardiovascular emergencies. Of the three herbal decoctions, soursop leaf decoction was more effective in reducing anxiety levels than bay leaf decoction. Suggestion: Future researchers are advised to consider other factors that may influence blood pressure and anxiety levels.   Keywords: Anxiety; Blood Pressure; Geriatrics; Herbal Therapy.   Pendahuluan: Urgensi dari penelitian ini dilihat bahwa masalah kardiovaskuler menjadi penyebab utama kematian pada populasi lanjut usia (geriatri). Faktor risiko penyakit degeneratif dan penyakit tidak menular yang umum dimasyarakat seperti hipertensi. Hipertensi dapat memicu respons tubuh yang mengakibatkan gejala fisik seperti jantung berdebar (palpitasi), pusing, dan ketegangan otot, gejala-gejala ini dapat memicu perasaan cemas atau memperburuk kecemasan yang sudah ada hal ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan kejadian kegawatdaruratan kardiovaskuler, seperti serangan jantung dan stroke dan bahkan ini penyebab utama kematian di dunia. Intervensi yang dapat dilakukan dalam mengatasi hipertensi dan kecemasan dapat dilakukan secara farmakologi dengan menggunakan obat-obatan. Tujuan: Untuk menganalisis triple herbal therapy geriatri terhadap penurunan kecemasan dan tekanan darah dalam pencegahan kegawatdaruratan kardiovaskuler. Metode: Jenis penelitian ini pra eksperimen dengan Quasi-experimental design: pretest-posttest with multiple groups. Sampel dari masing-masing intervensi adalah 15 partisipan yang diberikan intervensi  pada pagi dan sore hari selama satu minggu. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariate yakni uji wilcoxon untuk membandingkan dua kelompok data berpasangan, uji kruskall Wallis untuk membandingkan lebih dari dua kelompok independen, uji post hoc untuk mengetahui pasangan mana dari kelompok-kelompok yang berbeda secara signifikan. Hasil: Berdasarkan uji post hoc, menunjukkan bahwa pasangan daun salam vs daun sirsak memiliki perbedaan yang signifikan secara statistik dalam penurunan tingkat kecemasan (p = 0.036). Simpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan triple herbal terapi geriatric. air rebusan daun salam (syzygium polyanthum), air rebusan daun kelor (moringa oleifera) serta air rebusan daun sirsak (annona muricata l) terhadap penurunan kecemasan dan tekanan darah dalam pencegahan kegawatdaruratan kardiovaskuler serta dari ketiga rebusan herbal, intervensi rebusan daun sirsak lebih effektif memberikan efek yang lebih besar dalam menurunkan tingkat kecemasan dibandingkan dengan daun salam. Saran: Peneliti di masa depan disarankan untuk mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi tekanan darah dan tingkat kecemasan.   Kata Kunci: Geriatri; Kecemasan; Tekanan Darah; Terapi Herbal.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KESIAPAN MENGIKUTI PROSES BELAJAR MAHASISWA S1 KEPERAWATAN SEMERTER IV STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG Maya Fadlilah; Aristoteles Aristoteles; Bella Pebyana
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i1.573

Abstract

Pendahuluan : Tidur merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh setiap individu. Perubahan pola prilaku dan gaya hidup dapat mempengaruhi kualitas tidur, khususnya pada mahasiswa. Kualitas tidur yang buruk dapat mempengaruhi proses belajar karena mengantuk dan lelah akibat kurang tidur, sehingga mengakibatkan terganggunya kesiapan dalam proses belajar. Berdasarkan studi pendahuluan yang peneliti lakukan, kepada 15 orang mahasiswa/i PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang yang diwawancarai, di dapatkan bahwa 6 orang memiliki kualitas tidur baik dan 9 orang lainnya memiliki kualitas tidur kurang baik, dikarenakan tidur yang larut malam. Kebiasaan yang menyebabkan mereka tidur larut yaitu memainkan handphone dan laptop sebelum tidur. Sedangkan, untuk kesiapan mengikuti proses belajar di dapatkan 8 orang memiliki kesiapan belajar baik, 7 orang memiliki kesiapan belajar cukup, dikarenakan tidur larut malam, tidak sarapan, kurang konsentrasi saat mengikuti proses belajar (mengobrol dan memainkan handphone) dan mengantuk di kelas. Hal tersebut dapat mempengaruhi proses belajar mahasiswa.Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Tehnik sampling adalah Quota Sampling pada mahasiswa S1 Keperawatan semester IV yang berjumlah 91 orang dari populasi 118 orang. Hasil Penelitian : dari hasil penelitian didapatkan ada 24 responden yang memiliki kualitas tidur baik dengan hasil 17 responden memiliki kesiapan belajar baik dan 7 responden memiliki kesiapan belajar kurang baik. Sementara itu, ada 67 responden yang memiliki kualitas tidur buruk, 29 responden diantaranya memiliki kesiapan belajar baik dan 38 responden lainnya memiliki kesiapan belajar kurang baik. Berdasarkan uji statistik dengan menggunakan uji Chi Square diperoleh nilai p value = 0,038 (p value ≤ 0,05), artinya  diterima. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan kesiapan mengikuti proses belajar mahasiswa/i S1 Keperawatan semester IV.