Wahyu Adi Priyono
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

DESAIN VIDEO ON DEMAND (VOD) MENGGUNAKAN HIGH SPEED DOWNLINK PACKET ACCESS (HSDPA) DI WILAYAH URBAN KOTA MALANG Kalvin Winata Marpaung; Wahyu Adi Priyono; Rusmi Ambarwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.061 KB)

Abstract

Layanan Video On Demand (VOD) adalah salah satu dari kegiatan streaming. Layanan VOD membutuhkan alokasi bandwidth yang lebih besar daripada aplikasi streaming suara. High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) adalah jaringan generasi 3,5G dengan bandwidth 5 MHz dan data rate mencapai 13,6 Mbps. HSDPA secara teoretis mampu memenuhi kebutuhan untuk layanan VOD. Pada penelitian dilakukan desain konfigurasi layanan VOD pada HSDPA dan kajian penerapannya. Parameter yang digunakan untuk menentukan Quality of Service (QoS) layanan VOD pada HSDPA adalah delay end to end, packet loss dan throughput yang dihitung dengan pendekatan teoretis dan pengamatan langsung menggunakan perangkat analisis jaringan (Wireshark). Wireshark adalah perangkat lunak untuk analisis paket jaringan (packet sniffer). Pada penelitian digunakan 3 jenis resolusi video,yakni 144p, 240p, 360p. Kualitas performansi layanan VOD di daerah Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang menggunakan High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) adalah sesuai dengan standar ITU-T G.1010 untuk delay dan packet loss ratio (PLR), jika menggunakan video dengan resolusi 144p, 240p.Kata Kunci—VOD, HSDPA, QoS, ITU.
SIMULASI SERANGAN BLACK HOLE PADA MANET (MOBILE AD HOC NETWORK) Firman Ardiyansyah; Wahyu Adi Priyono; Rusmi Ambarwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MANET (Mobile Ad Hoc Network) adalah kumpulan perangkat mobile yang digunakan untuk berkomunikasi secara nirkabel tanpa otoritas jaringan terpusat atau terstruktur. MANET memiliki beberapa karakteristik khusus seperti media yang terbuka, topologi yang dinamis, kurangnya pemantauan pusat, algoritma yang sederhana, dan tidak ada mekanisme pertahanan yang jelas. Dalam sistem jaringan yang terbuka, MANET mudah terkena berbagai jenis serangan, salah satunya adalah serangan blackhole. Serangan black hole adalah sejenis serangan Denial of Service(DoS) pada MANET dimana node berbahaya menyatakan kepada node sumber bahwa node tersebut memiliki rute terbaik untuk mencapai node tujuan. Masalah utama yang timbul pada saat terjadi serangan black hole adalah bagaimana untuk mendeteksi black hole, sambil menghindari sebanyak mungkin diagnosa yang salah, seperti RREP palsu. Dalam simulasi ini  diusulkan mekanisme watchdog yang mengintegrasikan teknik dari Bayesian filtering. Mekanisme watchdog bertujuan memantau aktivitas node dalam jaringan untuk mendeteksi node bermasalah yang merugikan jaringan. Simulasi dilakukan menggunakan protocol routing AODV dengan dua skenario, yaitu simulasi serangan black hole dengan dan tanpa mekanisme watchdog menggunakan perangkat lunak NS-2.  Hasil perbandingan performansi pada saat tidak menggunakan mekanisme watchdog dan dengan mekanisme watchdog diukur berdasarkan parameter packet loss, delay, dan throughput. nilai packet loss tanpa mekanisme watchdog sebesar nilai paket yang terkirim yaitu 100% untuk ukuran paket 1000 byte sementara pada saat penggunaan mekanisme watchdog nilai packet loss sebesar 0% untuk ukuran 1000 byte. Semakin kecil nilai packet loss, tingkat keberhasilan pencegahan serangan black hole dengan mekanisme watchdog semakin tinggi.   Kata Kunci : Serangan Black Hole, AODV, Mekanisme watchdog, NS2
Implementasi Algoritma Kriptografi RC4 Pada DSP TMS320C6713 Sebagai Pendukung Sekuritas Jaringan Komunikasi Voice over Internet Protocol (VoIP) Muhammad Fauzan Edy Purnomo; Wahyu Adi Priyono; Sapriesty Nainy Sari; Rusmi Ambarwati; Asri Wulandari
Jurnal EECCIS Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.739 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi VoIP yang berbasis IP dapat memberikan efek samping, seperti penyadapan yang tidak menguntungkan bagi pengguna teknologi tersebut. Beberapa kasus penyadapan informasi berupa paket data VoIP, yang mungkin terjadi adalah penyadapan pada jaringan server VoIP, maupun pembuatan jalur baru yang paralel dengan jalur yang ditentukan oleh server VoIP. Sehingga untuk mengatasi beberapa kasus tersebut diperlukan sebuah sistem pengamanan data (informasi). Dalam penelitian ini akan dieksplorasi secara khusus masalah sekuritas jaringan VoIP dengan menggunakan algoritma kriptografi RC4 yang diterapkan pada DSP TMS320C6713, yaitu bagaimana merancang algoritma enkripsi dan menganalisa performansi dari kriptografi RC4 dengan memanfaatkan TMS320C6713 dan jaringan VoIP berbasis SIP (Session Initiation Protocol). Hasil pembahasan yang dilakukan, menunjukkan bahwa sistem perancangan pada penerapan kriptografi RC4 terdiri dari sistem pengacak dan penerjemah. Sistem pengacak dan penerjemah terdiri dari blok sinyal masukan, blok TMS320C6713 yang diprogram algoritma kriptografi RC4 sebagai interface untuk memproses sinyal secara digital. Sehingga hasil secara keseluruhan dalam hal sekuritas akan sangat berpengaruh terhadap kualitas layanan komunikasi.Kata kunci: VoIP, Kriptografi RC4, TMS320C6713, enkripsi.
ANALISIS KINERJA LAYANAN INTERNET PROTOCOL TELEVISION (IPTV) PADA JARINGAN VIRTUAL LOCAL AREA NETWORK (VLAN) WIMAX IEEE 802.16d Arief Priwibowo; Wahyu Adi Priyono; Muhammad Fauzan Edy Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet Protocol Television (IPTV) secara umum merupakan sistem transmisi digital yang menggunakan protocol internet (IP). Layanan IPTV membutuhkan jaringan akses dengan kecepatan 2 sampai dengan 8 Mbps. Pada artikel ilmiah ini akan membahas tentang analisis kinerja layanan Internet Protocol Television (IPTV) pada jaringan Virtual Local Area Network (VLAN) WiMAX IEEE 802.16d. Parameter kinerja jaringan yang diamati yaitu delay, packet loss, dan throughput. Agar mencerminkan kondisi jaringan yang sebenarnya maka dilakukan variasi beban trafik dan jenis resolusi yang digunakan adalah resolusi HDTV yaitu format 1280  720 dan resolusi full HDTV yaitu format 1080  1920. Hasil analisis kinerja layanan IPTV pada jaringan VLAN WiMAX menunjukkan bahwa resolusi full HDTV memiliki nilai parameter delay tertinggi yang terjadi selama proses pengamatan adalah sebesar 11,37 ms dengan besar packet loss 0,60% dan nilai throughput sebesar 2,04 Mbps. Sedangkan pada resolusi HDTV besar nilai parameter delay tertinggi yang terjadi selama proses pengamatan adalah sebesar 10,79 ms dengan besar packet loss 0,44% dan nilai throughput sebesar 1,57 Mbps. Berdasarkan rekomendasi standar ITU-T G.1010 dan G.114 untuk layanan IPTV telah memenuhi standar. Kata Kunci: IPTV, WiMAX, VLAN, HDTV, full HDTV, ITU-T.
Quality Of Service (Qos) Layanan Video Conference Pada Jaringan High Speed Packet Access (HSPA) Menggunakan Emulator Graphical Network Simulator (GNS) 3. Reno Muktiaji Herdhiansyah; Wahyu Adi Priyono; Dwi Fadila Kurniawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.202 KB)

Abstract

Video conference adalah layanan yang meliputi Pelayanan data, voice, multimedia dan internet. Video conference membutuhkan kecepatan data yang relative tinggi dan bandwidth relative lebar. High speed packet access (HSPA) adalah jaringan generasi 3.75G yang mampu memberikan layanan kecepatan hingga 14,4 Mbps pada downlink dan 7,2 Mbps pada uplink sehingga jaringan ini mampu memenuhi kebutuhan untuk layanan video conference. Pada penelitian ini dibahas konfigurasi video conference pada jaringan High speed packet access (HSPA) dan pengamatan melalui software emulator GNS3. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah troughput, packet loss, delay end-to-end dan jitter. Kualitas layanan yang didapatkan dengan membandingkan hasil pengamatan dengan hasil simulasi.Dari hasil pengamatan didapat nilai untuk resolusi 640x480p memiliki nilai delay end-to-end 148.150,75 ms. Kualitas performansi layanan video conference di daerah pengambilan data menggunakan High Speed Packet Access (HSPA) adalah sesuai dengan standar ITU-T G.1010 untuk delay (delay end to end < 10 s) dan packet loss (packet loss < 1%) pada resolusi 320x240p dan 640x480p. Nilai tersebut dikategorikan buruk menurut standar ITU-T G.114, sehingga butuh pengembangan yang mendalam dalam penerapan teknologi ini kedepannya.Kata Kunci— Video conference, Quality of Service (QoS), GNS3.
Analisis Implementasi Jaringan CDMA20001X EVDO REV-A Di Kota Malang Alvita Arini; Wahyu Adi Priyono; Asri Wulandari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265 KB)

Abstract

Salah satu teknologi yang menyediakanlayanan data dengan kecepatan tinggi yang sedangberkembang saat ini adalah teknologi CDMA20001xEVDO. Jaringan CDMA mengalami perkembangandimana pada umumnya dengan melakukanperubahan/ upgrade pada modul-modul dan softwarepada sisi Base Station sehingga didapatkanpeningkatan data rate baik dari segi forward linkmaupun reverse link. Jaringan CDMA20001x EVDOmemiliki kelebihan seperti kecapatan transfer datayang tinggi dan kapasitas sistem yang lebih besardibandingkan dengan CDMA20001x.Pada penelitian ini akan dibahas mengenaiperkiraan jumlah pelanggan provider Flexi di KotaMalang tahun 2013 menggunakan perhitungan trenyang tepat. Melakukan analisis performansi kapasitasBTS pada jaringan CDMA20001x EVDO Rev-Auntuk layanan data yang berlokasi di lima kecamatandi Kota Malang. Adapun parameter yang diamatiantara lain kapasitas sistem, OBQ (Offered BitQuantity), MAPL (Maximum Allowable Pathloss)dan radius sel.Berdasarkan data yang didapatkan, teknologiEVDO Rev-A mengalami peningkatan pada OBQdan kapasitas sistem dibandingkan dengan teknologi1x. OBQ pada Wilayah Urban meningkat dari 109,6kbps/km2 menjadi 4720,6 kbps/km2. Sedangkan untukdaerah Sub-Urban OBQ meningkat mencapai 1006,3kbps/km2. Kapasitas sistem maksimum yangdisediakan pada teknologi EVDO Rev-A untukWilayah Urban yaitu sebesar 643 user sedangkanuntuk Wilayah Sub-Urban sebesar 935 user. Nilaidari parameter interference margin mempengaruhibesarnya pathloss, radius sel dan jumlah user dalamsel. Semakin besar nilai interference margin makanilai pathloss akan menurun dan mengakibatkanradius di dua lingkungan propagasi yang berbeda(urban dan Sub-urban) ikut menurun. Denganberkurangnya nilai radius di suatu daerah akanmempengaruhi jumlah user yang dapat terlayani didaerah tersebut.
PENGARUH KAPASITAS KANAL TERHADAP PERFORMANSI INTERNET PROTOCOL TELEVISION (IPTV) PADA WiMAX IEEE 802.16d Firman Adendro Sasotyo; Wahyu Adi Priyono; Ali Mustofa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IPTV adalah teknologi yang menyediakan layanan konvergen dalam bentuk siaran radio dan televisi, video, audio, teks, grafik dan data yang disalurkan ke pelanggan melalui jaringan IP (Internet Protocol). IPTV sendiri merupakan teknologi yang menggabungkan televisi dan internet. IPTV merupakan sistem transmisi televisi digital menggunakan internet protocol (IP) yang melewati infrastruktur jaringan IP dengan pita lebar. Karena membutuhkan pita lebar salah satu teknologi yang bisa digunakan adalah teknologi WiMAX. WiMAX adalah teknologi transmisi informasi dengan kecepatan tinggi dan efisien. WiMAX dapat mentransmisikan data dengan kecepatan hingga 75 Mbps. Dalam praktiknya banyak sekali pengguna yang mengeluhkan tentang terputusnya koneksi atau keterbatasan sinyal yang ditangkap modem pelanggan. Salah satunya penyebabnya adalah terbatasnya ketersediaan kanal. WiMAX IEEE 802.16d menyediakan kanal yang cukup besar yaitu 0 sampai 40 Mbps. Kapasitas kanal adalah kemampuan kanal untuk mentransmisikan berapa banyak data yang dapat dikirim Besarnya kapasitas kanal akan mempengarui kualitas layanan. Pada penilitian ini akan membahas tentang performansi layanan IPTV terhadap pengaruh kapasitas kanal. Penelitian ini bersifat eksperimen dengan menggunakan Redline WiMAX AN-100U yang berada di Laboratorium Telekomunikasi Teknik Elektro Universitas Brawijaya. Parameter dari analisis performansi layanan IPTV yang akan dihitung dalam penelitian ini adalah parameter QoS yaitu delay, throughput dan packet loss. Dimana dihasilkan bahwa Berdasarkan hasil simulasi analisis delay menggunakan packet analyzer Wireshark didapatkan ketika kapasitas kanal semakin besar maka delay yang dihasilkan dari simulasi semakin kecil. Sedangkan pada analisis simulasi throughput didapatkan nilai semakin besar kapasitas kanal maka throughput semakin besar. Pada simulasi Packet loss semakin besar kapasitas kanal maka packet loss akan semakin kecil.   Kata Kunci – IPTV, Kapasitas Kanal, WIMAX IEEE 802.16d, Delay, Throughput, Packet Loss