Wahyu Adi Priyono
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

RANCANG BANGUN PENERIMA TV DIGITAL STANDAR T2 (DVB-T2) DENGAN MENGGUNAKAN USRP N 210 Muhamad Rifaldi Putra; Sigit Kusmaryanto; Wahyu Adi Priyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-- DVB-T2 (Digital Video Broadcasting – Second Generation Terrestrial) merupakan pengembangan standar televisi yang menawarkan bit rate mencapai 50 Mbps dan mentransmisikan video, audio terkompresi digital, serta data lain dalam "pipa lapisan fisik" (PLP). Pengembangan standar tersebut dapat dipenuhi oleh Software Define Radio (SDR), sistem komunikasi nirkabel yang fleksibel dan dapat dikonfigurasi ulang sehingga perubahan standar dapat dilakukan pada perangkat lunaknya saja. Sistem ini dapat diterapkan melalui aplikasi GNU Radio pada perangkat keras USRP N210 yang juga memiliki keunggulan mudah dipindah tempatkan. Dalam membangun sistem tersebut akan diuji kapasitas kanal dan frekuensi yang dapat digunakan pada rentang 478 MHz – 694 MHz dengan bandwidth 8 MHz. Kesimpulan yang didapatkan adalah rancang bangun dapat dilakukan dengan menggunakan Operating System Linux Ubuntu 18.04 LTS dan aplikasi GNU Radio serta 27 kanal yang tersedia untuk siaran televisi digital dapat diterima oleh USRP N210. Kata Kunci-- DVB-T2, Software Define Radio (SDR), GNU Radio, USRP N210. Abstract-- DVB-T2 (Digital Video Broadcasting - Second Generation Terrestrial) is a television standard development that offers bit rates reaching 50 Mbps and transmits video, digital compressed audio, and other data in "physical layer pipes" (PLP). The development of these standards can be met by Software Define Radio (SDR), a wireless communication system that is flexible and can be reconfigured so that standard changes can be made to the software only. This system can be implemented through the GNU Radio application on USRP N210 hardware which also has the advantage of being portable. In building the system will be tested channel capacity and frequency that can be used in the range of 478 MHz - 694 MHz with a bandwidth of 8 MHz. The conclusion is that the design can be done using the Linux Ubuntu 18.04 LTS Operating System and the GNU Radio application. Also, 27 channels available for digital television broadcasting can be received by USRP N210. Keywords-- DVB-T2, Software Define Radio (SDR), GNU Radio, USRP N210.
PERANCANGAN LOKASI CELL SITE (BTS) JARINGAN 3G DI KOTA MALANG MENGGUNAKAN GEOGRAFIS INFORMATION SYSTEM (ArcGIS) Feraldi Alif Pratama; Wahyu Adi Priyono; Sigit Kusmaryanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengguna telekomunikasi di Indonesia semakin meningkat, prediksi pengguna telekomunikasi pada tahun 2020 khususnya jaringan 3G sebesar 40% dari pengguna telekomunikasi di Indonesia dan berdasarkan survey penetrasi APJII pada tahun 2014, pengguna internet di Jawa Timur mencapai 31% dan pada wilayah Jawa dan Bali yang menggunakan telepon seluler untuk mengakses internet sebesar 92%. Untuk menunjang jaringan 3G dibutuhkan menara agar dapat menempatkan peralatan dan menjalankan proses telekomunikasi tersebut. Menara di Kota Malang terdapat 205 menara, lebih dari 50% menara yang ada digunakan secara tunggal bahkan terdapat menara yang tidak digunakan atau tidak mempunyai tenant. Peneitian ini, merencanakan lokasi BTS di Kota Malang sesuai dengan peraturan dan kebutuhan yang ada. Penelitian ini berupa rekomendasi lokasi BTS di Kota Malang berdasarkan analisis capacity dan coverage area dengan metode analisis spasial menggunakan software ArcGIS. Hasil dari penelitian ini berupa rancangan lokasi BTS dengan jumlah kebutuhan BTS di Kota Malang sebesar 50 BTS. Kata Kunci: 3G, Menara, BTS, ArcGIS
Implementasi PCM (Pulse Code Modulation) sebagai Pengolah Sinyal pada Sistem Pendeteksi Musik untuk Aplikasi Robot Albar Rizka Bahar; Wahyu Adi Priyono; Ali Mustofa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.202 KB)

Abstract

Dalam kontes robot seni Indonesia, setiap robot diharuskan menari pada saat musik dimainkan, kemudian berhenti menari ketika musik tidak dimainkan, sehingga robot membutuhkan sistem pendeteksi suara yang tepat. Pulse code modulation (PCM) adalah metode modulasi yang dapat digunakan sebagai pengolah sinyal suara yang dihasilkan microphone melalui proses filterisasi (lowpass filter dengan frekuensi cutoff dibawah 4kHz), penyamplingan (frekuensi sinyal penyampling 8 kHz), proses kuantisasi 10 bit ADC dan pengkodean NRZ(non return to zero) 1 bit. Lagu uji yang digunakan dalam penelitian adalah jiyuu e no shotai. Hasil pengujian menunjukan sistem yang dibuat telah dapat mengenali musik dan menyalakan LED biru ketika lagu uji dimainkan serta menyalakan LED merah ketika musik tidak dimainkan atau lagu yang dimainkan bukan lagu uji, sehingga dapat disimpulkan prinsip PCM dapat diimplementasikan sebagai pengolah sinyal dalam sistem pendeteksi musik untuk robot seni. Kata Kunci— PCM, Musik, Robot Penari, Pengolah Sinyal, microphone
Performansi Layanan Video Conference Pada Jaringan Wide Area Network (WAN) Di Chevron Indonesia Company Ardent Religian Putra; Wahyu Adi Priyono; Dwi Fadila Kurniawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.087 KB)

Abstract

Jaringan Wide Area Network (WAN) sangat cocokdigunakan pada perusahaan sebesar Chevron IndonesiaCompany untuk menunjang layanan pertukaran informasiyang dapat diandalkan. Jaringan WAN mampumenghubungkan seluruh wilayah operasional ChevronIndonesia Company. Salah satu layanan yang digunakan olehadalah video conference. Teknologi video conference yangsedang dikembangkan oleh Chevron Indonesia Companyadalah Personal Video, dimana video conference dapatdilakukan dari ruang kerja dengan menggunakan PC.Parameter Quality of Service (QoS) yang berupa delay end-toenddan packet loss diukur pada saat sesi video conferenceantara Balikpapan dan Jakarta selama 15 menit, denganbantuan software Wireshark dan hasil Statistic pada perangkatPolycom. Nilai Mean Opinion Score (MOS) diperoleh dengandua metode: metode kuesioner berdasarkan opini end userdan metode matematis dengan pendekatan faktor kualitastransmisi (faktor R) berdasarkan faktor penurunan kualitasakibat delay (Id) dan packet loss (If) yang terjadi.Dari hasil perhitungan didapat nilai delay end-to-endmencapai 428,3627509 ms, nilai tersebut dikategorikan burukmenurut standar ITU-T G.114, sehingga butuhpengembangan yang mendalam dalam penerapan teknologiini kedepannya. Sedangkan nilai packet loss sebesar0,265339966 % dan dikategorikan baik menurut standarTIPHON. Nilai MOS yang diperoleh dari hasil kuesioneradalah sebesar 3,75. Sebagai pembuktian, nilai MOSmatematis adalah sebesar 3,86011907.Menurut standar ITU-T P800, kedua hasil perhitungan MOSini termasuk kategori C atau acceptable, yaitu kualitas videoconference akan mengalami beberapa gangguan namunsecara umum layanan lainnya akan baik-baik saja.Kata Kunci— WAN, Video Conference, QoS, MOS
PERANCANGAN JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) UNTUK LAYANAN VIDEO CONFERENCE DENGAN STANDAR WIFI 802.11G Panji Krisna Dwi Cahya; Wahyu Adi Priyono; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.897 KB)

Abstract

Video conference adalah seperangkat teknologi telekomunikasi interaktif yang memungkinkan dua pihak atau lebih di lokasi berbeda dapat berinteraksi melalui pengiriman dua arah audio dan video secara bersamaan. Komunikasi yang sering dilakukan dalam lingkup jaringan kecil (Local Area Network, atau jaringan LAN) saat ini juga mulai menggunakan teknologi informasi yang canggih. Jaringan wireless LAN atau jaringan Wifi adalah jaringan local yang menggunakan sinyal elektromagnetik dengan frekuensi 2,4 GHz sebagai media transmisi menggantikan kabel tembaga untuk LAN.Penggunaan teknologi Wifi dapat digunakan untuk mengirimkan data seperti data teks hingga video. Standar 802.11g adalah sebuah standar jaringan nirkabel yang bekerja pada frekuensi 2,45 GHz. Standar 802.11g yang dipublikasikan pada bulan Juni 2003 mampu mencapai kecepatan hingga 54 Mb/s pada pita frekuensi 2,45 GHz. Pada penelitian ini dilakukan perancangan layanan video conference pada jaringan local area network dengan menggunakan standar Wi-Fi 802.11g.Parameter yang digunakan untuk menentukan Quality of Service (QoS) layanan video conference pada jaringan WLAN adalah delay end to end, packet loss, dan throughtput yang dihitung dengan pendekatan perhitungan teoritis dan pengamatan langsung menggunakan perangkat analisis jaringan (Wireshark). Kualitas performansi layanan Video conference pada jaringan Wireless Local Area Netwok (WLAN) adalah sesuai dengan standar ITU-T G.1010 untuk delay (delay end to end < 10 s) pada video resolusi pengujian dan packet loss (packet loss < 1%) untuk video resolusi 704x576pKata Kunci: Video conference, LAN, QoS, 802.11g, ITU-T G.101
Rancang Bangun Digital Bandpass Filter sebagai Aplikasi Sound Activation pada Kontes Robot Pemadam Api Indonesia Guntur Eka Putro; Wahyu Adi Priyono; Ali Mustofa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) merupakan sistem robot cerdas, dimana robot diberikan kecerdasan buatan untuk melaksanakan tugasnya. Robot diaktifkan dengan memberikan sinyal suara yang memiliki frekuensi 3,8 kHz. Sistem sound activation pada robot KRPAI berfungsi untuk mendeteksi sumber audio berupa suara dengan frekuensi 3,8 kHz. Digital bandpass filter adalah salah satu jenis filter digital yang berfungsi untuk meloloskan sinyal yang memiliki range frekuensi diantara frekuensi batas bawah dan frekuensi batas atas. Untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital dilakukan proses analog to digital converter (ADC) yang terdiri dari sampling, kuantisasi, dan coding. Tujuan akhir penelitian ini adalah aplikasi digital bandpass filter pada sistem sound activation sehingga mampu mendeteksi sumber audio berupa suara dengan frekuensi 3,8 kHz dengan baik.Kata kunci: KRPAI, frekuensi, analog to digital converter, lowpass filter, digital bandpass filter
Analisis Kualitas Jaringan Internet Berbasis High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) Pada Wilayah Urban Di Kota Malang Dengan Metode Drive Test Dista Narulina Riyasa; Wahyu Adi Priyono; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.779 KB)

Abstract

merupakan teknologi 3,5G yang merupakan pengembangan dari teknologi 3G atau UMTS yang berbasis WCDMA. Pada teknologi HSDPA, kecepatan akses pada kanal downlink mencapai 14,4 Mbps dan bandwidth 5 MHz. Teknologi HSDPA menawarkan fitur-fitur tambahan yang dapat mengurangi nilai delay dan menaikkan nilai throughput. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi nilai delay dan throughput adalah faktor utilisasi dan redaman propagasi atau pathloss. Wilayah urban merupakan wilayah perkotaan yang memiliki faktor utilisasi dan nilai pathloss yang beragam karena kepadatan penduduknya yang tinggi dan memiliki gedung-gedung dengan ketinggian yang beragam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati kualitas jaringan internet yang meliputi delay end-to-end, probabilitas packet loss, dan throughput pada wilayah urban di Kota Malang, yaitu di Universitas Brawijaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode drive test yang dilakukan oleh salah satu provider telekomunikasi di Indonesia, kemudian hasil pengukuran tersebut akan dibandingkan dengan perhitungan secara teori. Hasil analisis membuktikan bahwa semakin tinggi gedung yang menjadi penghalang dalam propagasi gelombang, maka semakin besar nilai pathloss yang didapatkan. Dari hasil analisis didapatkan, jika semakin besar faktor utilisasi, maka semakin besar nilai delay end-to-end, hal tersebut ditunjukkan pada saat faktor utilisasi mengalami kenaikan sebesar 88,89 %, maka nilai delay end-to-end mengalami kenaikan sebesar 27,78 %. Semakin besar nilai pathloss, maka semakin besar nilai probabilitas packet loss yang menyebabkan menurunnya nilai throughput, hal tersebut ditunjukkan pada saat nilai pathloss mengalami kenaikan sebesar 9,07 %, maka nilai throughput mengalami penurunan sebesar 56 %. Kata Kunci—HSDPA, Kualitas Jaringan Internet, Wilayah Urban, Drive Test.
RANCANG BANGUN PEMANCAR TV DIGITAL DVB-T2 BERBASIS SOFTWARE DEFINE RADIO MENGGUNAKAN USRP N210 Alfian Indra Prasetya; Sigit Kusmaryanto; Wahyu Adi Priyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-- Berkembangnya teknologi penyiaran televisi digital di dunia menjanjikan banyak kesempatan baru. Teknologi DVB-T2 menawarkan penghematan bandwith dibandingkan dengan siaran televisi analog. Perkembangan teknologi saat ini menghadirkan SDR (Software Define Radio) yang mampu melakukan modifikasi atau mengganti program yang ada sehingga dapat mengubah fungsinya secara total dan dapat mengaplikasikan berbagai layanan berupa suara, teks, data, atau jenis layanan lainnya. Keunggulan SDR ini dapat diaplikasikan menggunakan USRP N210. Dalam pengujian ini akan dilakukan tahapan uji performansi sistem meliputi daya pancar dan frekuensi yang dapat digunakan pada rentang 478 MHz – 694 MHz. Kesimpulan yang didapatkan adalah bahwa rancang bangun ini dapat dilakukan dengan menggunakan sistem operasi linux ubuntu 18.04 menggunakan aplikasi GNU Radio serta hasil pengujian yang didapat bahwa daya pancar yang didapatkan pada seluruh 27 kanal yang ada relatif konstan dengan nilai rata-rata sebesar 1,678 dBm. Kata Kunci -- DVB-T2, GNU Radio, USRP N210. Abstract-- The development of digital television broadcasting technology in the world promises many new opportunities. DVB-T2 technology offers bandwidth savings compared to analog television broadcasts. Current technological developments bring SDR (Software Define Radio) that is able to modify or replace existing programs so that it can change its function totally and can apply various services in the form of voice, text, data, or other types of services. The advantages of this SDR can be applied using USRP N210. In this test the system performance test stages will be carried out including the transmit power and frequency which can be used in the range of 478 MHz - 694 MHz. The conclusion is that the design can be done using the Ubuntu Linux operating system 18.04 using the GNU Radio application and the test results obtained that the transmit power obtained on all 27 channels is relatively constant with an average value of 1,678 dBm. Keywords -- DVB-T2, GNU Radio, USRP N210.
APLIKASI VOICE OVER IP (VOIP) PADA SERVER HP ML110G7-SATA DENGAN KOMUNIKASI BERBASIS SESSION INITIATION PROTOCOL (SIP) Fajar Pamungkas; Wahyu Adi Priyono; Ali Mustofa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi Voice Over Ip (VoIP) pada Server Hp Ml110g7-Sata Komunikasi Berbasis Sip adalah Aplikasi yang memanfaatkan Server Hp Ml110g7-Sata sebagai server VoIP untuk komunikasi pada jaringan VoIP dengan Trixbox sebagai system operasi utamanya yang diinstal pada server Hp Ml110g7-Sata yang digunakan untuk mendaftarkan client agar bisa terhubung dan berkomunikasi pada jaringan VoIP. Layanan Voice over Internet Protocol (VoIP) adalah teknologi yang memanfaatkan  jaringan internet (Internet Protokol) untuk menyediakan komunikasi suara secara elektronik dan realtime dengan cara mengubah format suara ke dalam bentuk digital melalui suatu standar untuk voice coding yang direkomendasikan oleh International Telecommunication Union – Telecommunication Sector (ITU-T), sehingga komunikasi jarak jauh dapat dilakukan dengan biaya lokal saja. Layanan VoIP dapat di gunakan pada perangkat mobile dengan  sistem  operasi Android maupun PC melalui layanan data internet baik WIFI / Hotspot, Handphone, Kabel Modem, dll. Unsur pembentuk VoIP adalah User agent, Proxy, Protocol dan Coder-Decoder (CODEC). Trixbox merupakan softswicth untuk mengoperasikan proxy, yang berbasis session initiation protocol (SIP). Pada penelitian dilakukan desain konfigurasi layanan mobile VoIP pada Aplikasi Server Hp Ml110g7-Sata dan kajian penerapannya. Parameter yang akan diukur adalah QoS serta performansi server dengan jumlah user aktif  meliputi delay, jitter, packet loss berserta beban prosesor maupun app memori pada server untuk melihat kinerja server.   Kata kunci : Server VoIP, Trixbox, ITU T, Hp Ml110g7-Sata, Performansi server, Quality of Service (QoS)   ABSTRACT Voice Over Ip (VoIP) Application on Hp Server Ml110g7-Sata Sip-Based Communication is an Application that utilizes Hp Ml110g7-Sata Server as a VoIP server for communication on VoIP network with Trixbox as its main operating system installed on Hp Ml110g7-Sata server which is used for Register client to be able to connect and communicate on VoIP network. The Voice over Internet Protocol (VoIP) service is a technology that utilizes Internet (Internet Protocol) network to provide voice communications electronically and realtime by converting voice formats into digital form through a standard for voice coding recommended by International Telecommunication Union - Telecommunication Sector (ITU-T), so remote communication can be done at local cost only. VoIP services can be used on mobile devices with Android operating system or PC via internet data services either WIFI / Hotspot, Mobile, Modem Cable, etc. VoIP forming elements are User agents, Proxy, Protocol and Coder-Decoder (CODEC). Trixbox is a softswicth for operating proxies, based on session initiation protocol (SIP). In this study, the design of VoIP mobile service configuration on the Hp Ml110g7-Sata Application Server and its application implementation. The parameters to be measured are QoS as well as the performance of the server with the number of active ussers including delay, jitter, packet loss along with the processor load and app memory on the server to see server performance. Keyword : VoIP Server, Trixbox, ITU T, Hp Ml110g7-Sata, Server Performance, Quality of Service (QoS)
ANALISIS PERFORMANSI LAYANAN INTERNET PROTOCOL TELEVISION (IPTV) BERDASARKAN VARIASI KELAS LAYANAN (SERVICE CLASSES) PADA WIMAX 802.16D Muhamad Naufal; Wahyu Adi Priyono; Muhammad Fauzan Edy Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IPTV merupakan layanan televisi digital yang menggunakan metode arsitektur dan jaringan Internet Protocol melalui infrastruktur jaringan packet switched. WiMAX adalah teknologi telekomunikasi yang bertujuan untuk menyediakan akses data nirkabel jarak jauh. Kemampuan WiMAX menyalurkan data hingga kecepatan 100 Mbps dan cangkupan yang cukup luas hingga radius 50 Km. Lapisan MAC pada WiMAX membuat teknologi ini memiliki fleksibilitas dalam pengaturan QoS (Quality of Service) berupa kelas layanan atau service class, Standar WiMAX IEEE802.16d  memiliki empat kategori untuk QoS kelas layanan yang disediakan: (1) Unsolicited Grant Service (UGS), (2) Real-Time Service Polling (rtPS), (3) Non-Real Time Service Polling (nrtPS), dan (4) Best Effort (BE). Analisis performansi IPTV pada WiMAX ini dilakukan dengan melihat perubahan pada parameter QoS yang akan dianalisis yaitu delay, throughput, dan packet loss. Sehingga berdasarkan hasil pengukuran yang sudah didapatkan maka delay yang paling besar diberikan saat BE sedangkan delay yang paling kecil diberikan oleh UGS. Sedangkan berdasarkan hasil pengukuran yang sudah didapatkan maka packet loss yang paling besar diberikan saat BE sedangkan packet loss yang paling kecil diperoleh oleh UGS. Throughput yang paling besar diberikan saat rtPS, sedangkan throughput yang paling kecil diberikan oleh BE. Sehingga untuk layanan IPTV, UGS memiliki parameter terbaik.   Kata Kunci - WiMAX, IPTV, UGS, BE, rtPS, nrtPS, Delay, Packet Loss, Throughput