Muhammad Julius St.
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

APLIKASI RFID UNTUK SISTEM PRESENSI MAHASISWA DI UNIVERSITAS BRAWIJAYA BERBASIS PROTOKOL INTERNET Bima Aditia M. S.; Muhammad Julius St.; Raden Arief Setyawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.294 KB)

Abstract

Di dalam universitas yangmemiliki ribuan mahasiswa, sistem presensimenjadi kendala tersendiri dari segikepraktisan dan perekapan ke server pusat.Terlebih jika presensi tersebut dilakukan secaramanual, membutuhkan waktu yang cukup lamadan memberikan ruang lebih kemungkinanterjadinya human error dalam prosesperekapan presensinya. Maka penerapanteknologi untuk mempermudah sistem presensimenjadi sebuah keharusan, sebuah alat yangdirancang khusus untuk otomasi sistempresensi. Sistem presensi menggunakan RFIDsebagai kartu pengenal mahasiswa. Danpembaca kartu RFID adalah modul ACM 120syang bekerja pada frekuensi 13,65 Mhz. Datadari modul ACM 120s akan dibaca dan diprosesoleh mikrokontroler Atmega 328 yang manasebagai pusat sistem pembaca presensi.Mikrokontroler Atmega 328 kemudianmengirimkan data presensi ke server melaluijaringan intranet menggunakan modulWIZ812MJ. Sistem komunikasi yang digunakanadalah protocol TCP/IP. Kemudian datapresensi yang dikirim akan diproses, dikoreksidan direkap di server. Hasilnya alat ini mampumelakukan presensi dengan rata-rata waktuyang dibutuhkan dari proses pembacaan hinggamenerima respon dari server sebesar 40 ms.Hal ini menandakan sistem perangkat keras danperangkat lunak yang dirancang telah bekerjadengan baik.Kata kunci – Mikrokontroler Atmega 328,Modul ACM 120, Modul WIZ812MJ, ProtocolTCP/IP, RFID, Sistem Presensi
Pemasangan Sensor CO2 dan Suhu dalam Sistem Live Cell Chamber Septian Ade Himawan; n/a Nurussa'adah; Muhammad Julius St.
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.852 KB)

Abstract

Sel merupakan kumpulan materi paling sederhana dan unit penyusun semua makhluk hidup. Penelitian sel sekarang masih menggunakan metode uji tabung. Metode ini mempunyai kelemahan yaitu penggantian cairan pada cawan petri seringkali terkontaminasi fungi dan cuci ulang ulang inkubator meninggalkan formaldehid yang sulit dihilangkan. Sehingga perlu dirancang sebuah media dimana sel bisa tumbuh dengan parameter-parameter (suhu, pH, kelembaban, CO2) yang dapat terdeteksi langsung dan dikontrol tanpa harus mengganti cairan cawan petri secara manual.Tujuan penelitian ini adalah merancang pengaturan sensor yang mendeteksi perubahan CO2 dan suhu yang terjadi dalam sistem Live Cell Chamber. Penelitian ini memakai modul sensor CO2 CDM 4160 dan sensor suhu memakai DS18B20 serta mikrokontroler ATMega 128 sebagai pengatur utama sistem. Sensor tersebut digunakan untuk mendeteksi perubahan CO2 dan suhu yang terjadi dakam incubator. Keluaran dari kedua sensor sudah berupa digital yang langsung dapat diproses oleh mikrokontroler. Hasil pengujian menunjukan bahwa modul sensor CDM 4160 memiliki error maksimal sebesar 0.2% dan error minimal sebesar 0.03%. Pada modul sensor temperature DS18B20 memiliki error maksimal sebesar 0.4°C dan error minimal sebesar 0.1°C.Kata kunci : sel, CO2, suhu, one wire, ATMega 128.
Perancangan Dan Pembuatan Pembangkit Medan Listrik DC Pulsa Dengan Pengaturan Frekuensi Untuk Proses Antibakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) Secara In Vitro Anas Setiawan; Muhammad Julius St.; Ponco Siwindarto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.047 KB)

Abstract

Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) adalah jenis spesifik dari bakteri Staphylococcus aureus yang tahan terhadap methicillin (jenis antibiotik). MRSA adalah bakteri yang menyebabkan infeksi di beberapa tempat berbeda pada tubuh. Sangat sulit menyembuhkan luka yang sebagian besar diakibatkan oleh kuman staphylococcus aureus atau biasa disingkat staph, karena ketahanannya terhadap berbagai antibiotik. Skripsi ini membahas pengaruh pemberian medan listrik DC pulsa dengan frekuensi yang variabel pada bakteri MRSA. Penelitian ini dilakukan secara In Vitro dengan menggunakan tabung reaksi yang sudah diberi elektroda sebagai tempat untuk pengujian bakteri. Elektroda yang digunakan adalah Stainless steel 314L dengan dimensi 100 x 10 x 0,8 mm. Jenis sinyal yang digunakan adalah DC pulsa dengan Duty Cycle 50%, Amplitudo 12 V dan dengan 3 macam variable frekuensi sebesar 300 Hz, 600 Hz, 900 Hz. Tujuan penelitian yang akan diamati yang pertama adalah untuk membandingkan penurunan jumlah koloni bakteri dengan menggunakan antibiotik dibandingkan dengan menggunakan medan listrik DC pulsa. Yang kedua untuk mengetahui pengaruh frekuensi sinyal DC pulsa terhadap penurunan jumlah  koloni bakteri. Hasil pengujian dan analisis menyatakan bahwa medan listrik DC pulsa mempunyai daya bunuh bakteri yang lebih besar daripada antibiotik. Semakin besar frekuensi sinyal DC pulsa, semakin besar pula penurunan jumlah koloni bakteri MRSA.
PERANCANGAN SENSOR KONDUKTIVITAS DENGAN TEKNOLOGI FILM TEBAL (THICK FILM) Nano Bagus Septyanto; Muhammad Julius St.; Raden Arief Setyawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.614 KB)

Abstract

Sensor konduktivitas bekerja sebagai alat ukur daya hantar listrik (konduktivitas) suatu fluida. Sebagai contoh dalam dunia industi alat ini beperan penting dalam kelancaran proses, oleh karenanya ia harus dapat mengukur, mengontrol, mendeteksi dan menganalisa suatu input dengan baik dan benar. Saat ini sensor konduktivitas konvensional memiliki dimensi yang relatif besar, dan dengan harga yang cukup mahal. Berbagai usaha telah dilakukan untuk miniaturisasi sensor konduktivitas dengan menggunakan teknologi monolitik dan teknologi film tanpa mengubah fungsinya agar dapat lebih menghemat ruang dan biaya. Oleh karena itu teknologi film merupakan salah satu solusi dalam mengatasi masalah diatas.Hasil pengujian untuk pengukuran molaritas larutan tertentu selam 60 menit secara kontinyu, maka terlihat sering terjadi perubahan beda potensial atau berfluktuasi yang meskipun tidak terlampau jauh berbeda (maksimum fluktuansi sebesar ± 1,3% volt).Kata kunci : Teknologi Film Tebal,Sensor Konduktivitas,Sesnitivitas Sensor.
Perancangan Monitoring pH dan Kelembaban dalam Live Cell Chamber Mudito A. Wardhana; Muhammad Julius St.; n/a Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.186 KB)

Abstract

Sel merupakan kumpulan materi paling sederhana dan unit penyusun semua makhluk hidup. Penelitian sel sekarang masih menggunakan metode uji tabung. Metode ini mempunyai kelemahan yaitu penggantian cairan pada cawan petri seringkali terkontaminasi fungi dan cuci ulang ulang inkubator meninggalkan formaldehid yang sulit dihilangkan. Sehingga perlu dirancang sebuah media dimana sel bisa tumbuh dengan parameter-parameter (suhu, pH, kelembaban, CO2) yang dapat terdeteksi langsung dan dikontrol tanpa harus mengganti cairan cawan petri secara manual.Tujuan penelitian ini adalah merancang sensor yang mendeteksi perubahan pH dan kelembaban yang terjadi dalam sistem Live Cell Chamber. Penelitian ini memakai sensor pH Glass Electrode, sensor suhu dan kelembaban SHT 11 serta mikrokontroler ATMega 128 sebagai pengatur utama sistem. Hasil pengujian menunjukan bahwa sensor elektroda pH memiliki nilai keluaran sebesar ± 56mV per satuan pH. RPS menghasilkan tegangan 2,49 V pada pH = 7 dan tegangan berubah naik sekitar 0,37 V/pH jika kondisi pH menurun (asam) dan turun 0,37 V/pH jika kondisi pH naik (basa). Tingkat kesalahan 1,234% untuk pH meter dan 0,306% untuk sensor kelembaban ketika masing-masing dikalibrasi dengan alat ukur lain.Kata kunci : sel, pH, kelembaban, Glass Electrode, ATMega 128.
Charging Breaker Pada Laptop Axioo Neon Tipe MNC Ovan Endik Hendra Ristya; Muhammad Julius St.; Mochammad Rif'an
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.28 KB)

Abstract

Laptop merupakan komputer kecil yang dapat dibawa ke mana-mana dengan mudah atau biasa disebut portabel yang terintregrasi dengan chasing. Baterai atau adaptor merupakan sumber listrik dari laptop dan dapat bertahan sekitar satu hingga enam jam, tergantung dari pemakaian, spesifikasi, dan ukuran baterai. Kemajuan teknologi yang terjadi itu juga harus diimbangi dengan pemahaman pengguna dalam merawat segala perangkat yang ada di laptopnya. Berdasarkan dari penglaman penulis, banyak pengguna yang kurang paham mengenai perawatan baterai laptop yang baik dan benar, sehingga seringkali lalai dalam melakukan pencabutan charger dari laptop ketika baterai laptop sudah penuh. Bila charger tidak dicabut dari laptop maka daya akan tetap dikirimkan ke baterai walaupun baterai sudah penuh dan dapat membuat baterai laptop menjadi bocor dan rusak. Melihat hal di atas, perangkat auto stop and play charger merupakan salah satu jawaban untuk menanggulangi hal tersebut. Pada jurnal ini membahas tentang auto stop and play charger untuk tipe laptop Axioo Neon tipe MNC. Sehingga charger laptop akan otomatis berhenti mamberi daya (autostop) ke laptop ketika baterainya sudah penuh, dan akan otomatis mengisi baterai (autoplay) ketika baterai laptop kita hendak kosong. Berdasarkan hasil pengujian, alat akan langsung menyambung charger ke baterai apabila pada awal alat diaktifkan, tingkat persentase baterai di bawah 10%. Kondisi tersebut akan terus berlangsung hingga tingkat persentase baterai naik mencapai 100%. Sedangkan apabila pada awal alat diaktifkan, tingkat persentase baterai di atas 10%, alat akan langsung memutus charger ke baterai. Kondisi tersebut akan terus berlangsung hingga tingkat persentase baterai turun mencapai 9%.