Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI WILAYAH HUKUM POLRES SUBANG Ningsih, Lis Diana; Rizky, Ajeng Meiliana; Hadi, Prayoga Luthfil; Santosa, Wimpy
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v11i1.9068.75-82

Abstract

Abstract Traffic accidents are in the top 5 causes of death in the world. Therefore, it is important to study the factors that cause traffic accidents. This study uses law enforcement theory and criminal responsibility theory with an empirical juridical approach and analytical descriptive nature. Data was collected through literature study to obtain primary, secondary and tertiary legal materials, which were analyzed qualitatively. This study shows that the main factor causing traffic accidents is human negligence, followed by unfit vehicles, poor road con-ditions, and environmental or weather factors. Criminal liability for negligent drivers involves a legal process, from investigation, prosecution, to trial. In practice, traffic accident cases are often resolved through conciliation at the investigation stage, although dissatisfied parties can take the case to court. Keywords: traffic accident; law enforcement; driver negligence; legal process Abstrak Kecelakaan lalu lintas menempati 5 besar penyebab kematian di dunia. Karena itu, penting dilakukan kajian terhadap faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintas. Studi ini menggunakan teori penegakan hukum dan teori pertanggungjawaban pidana dengan pendekatan yuridis empiris dan sifat deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan untuk memperoleh bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas adalah kelalaian manusia, diikuti oleh kendaraan yang tidak layak, kondisi jalan yang buruk, serta faktor lingkungan atau cuaca. Pertanggungjawaban pidana terhadap pengemudi yang lalai melibatkan proses hukum, mulai dari penyidikan, penuntutan, hingga persidangan. Dalam praktiknya, kasus kecelakaan lalu lintas sering diselesaikan melalui perdamaian pada tahap penyidikan, meskipun pihak yang tidak puas dapat melanjutkan perkara hingga ke pengadilan. Kata-kata kunci: kecelakaan lalu lintas; penegakan hukum; kelalaian pengemudi; proses hukum
STUDI KELAYAKAN JALAN PENGHUBUNG PELAWAN DAN BIATAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Wasanta , Tilaka; Tridamayanti, Alfina; Hadi, Prayoga Luthfil; Santosa, Wimpy
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v11i2.9516.113-126

Abstract

Abstract Road infrastructure development plays a crucial role in driving economic growth and equitable development. One effort to strengthen interregional connectivity in East Kalimantan Province is the construction of a connecting road between Pelawan (Nibung Bridge) and Biatan (Simpang KM. 46). This paper presents a feasibility study of the proposed connecting road, including a review of technical, economic, and spatial planning aspects. Three alternative routes are examined in this study. Furthermore, the study includes an analysis of the initial road design, including geometric and pavement design. This study indicates that alternative 2 is the best alternative and is recommended for designation as the selected route. Keywords: road infrastructure; feasibility study; connecting road; road route Abstrak Pembangunan infrastruktur jalan memegang peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta pemerataan pembangunan. Suatu upaya untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di Provinsi Kalimantan Timur adalah melaksanakan pembangunan jalan penghubung antara Pelawan (Jembatan Nibung) dan Biatan (Simpang KM. 46) di Provinsi Kalimantan Timur. Pada makalah ini dilakukan studi kelayakan terhadap ren-cana pembangunan jalan penghubung tersebut, yang mencakup tinjauan terhadap aspek-aspek teknis, ekonomi, dan kesesuaian tata ruang. Terdapat 3 trase alternatif yang dikaji pada studi ini. Selain itu, studi ini juga memuat analisis terhadap desain awal jalan, yang meliputi desain geometrik dan desain perkerasan Jalan. Studi ini menunjukkan bahwa alternatif 2 merupakan alternatif terbaik dan direkomendasikan untuk ditetapkan sebagai trase terpilih. Kata-kata kunci: infrastruktur jalan; studi kelayakan; jalan penghubung; trase jalan
PEMODELAN TRANSPORTASI MAKRO PADA RENCANA PENGEMBANGAN JARINGAN JALAN DI PROVINSI JAWA BARAT Wasanta, Tilaka; Nainggolan, Fransiskus Ferdinand; Hadi, Prayoga Luthfil; Santosa, Wimpy
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v11i1.9064.27-38

Abstract

Abstract Along with economic growth, the mobility of transportation of people and goods to various regions has also increased. This is where the transportation sector plays a very important role to smooth the wheels of the economy and serve the need for transportation services for people and goods within cities, between cities, and throughout the country. Therefore, a macrosimulation transportation model is needed in order to have a well-connected road network system throughout the region. The study approach is based on road performance analysis using the PKJI 2023 method and macro modeling using the four-stage modeling method. By adding road network plans from Tatrawil, RUJJN, and RTRW documents to the do-something scenario, the road network of west java province has better performance. This shows that the road network plan developed in the previous documents can overcome future traffic problems. This is indicated by more road sections performing well in 2040 and 2045 compared to the do-nothing scenario. Keywords: road performance; modeling; road network; traffic Abstrak Seiring dengan pertumbuhan perekonomian, mobilitas angkutan orang dan barang ke berbagai wilayah juga turut meningkat. Di sinilah sektor transportasi memegang peranan yang sangat penting untuk memperlancar roda perekonomian dan melayani kebutuhan akan jasa angkutan orang dan barang di dalam kota, antarkota, dan keseluruh pelosok tanah air. Oleh karena itu diperlukan pemodelan transportasi makro dalam rencana pengembangan jaringan jalan yang terkoneksi dengan baik ke seluruh wilayah. Pendekatan kajian didasari oleh analisis kinerja jalan dengan metode PKJI 2023 dan pemodelan makro dengan metode pemodelan empat tahap. Dengan menambahkan rencana jaringan jalan dari dokumen Tatrawil, RUJJN, dan RTRW pada skenario do something menyebabkan jaringan jalan Provinsi Jawa Barat memiliki kinerja yang lebih baik. Ini menunjukkan bahwa rencana jaringan jalan yang sudah disusun pada dokumen terdahulu dapat mengatasi masalah lalu lintas di masa mendatang. Hal ini ditunjukkan dengan lebih banyaknya ruas jalan berkinerja baik di tahun 2040 dan 2045 dibandingkan dengan skenario do nothing. Kata-kata kunci: kinerja jalan; pemodelan transportasi; jaringan jalan; lalu lintas
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI WILAYAH HUKUM POLRES SUBANG Ningsih, Lis Diana; Rizky, Ajeng Meiliana; Hadi, Prayoga Luthfil; Santosa, Wimpy
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v11i1.9068.75-82

Abstract

Abstract Traffic accidents are in the top 5 causes of death in the world. Therefore, it is important to study the factors that cause traffic accidents. This study uses law enforcement theory and criminal responsibility theory with an empirical juridical approach and analytical descriptive nature. Data was collected through literature study to obtain primary, secondary and tertiary legal materials, which were analyzed qualitatively. This study shows that the main factor causing traffic accidents is human negligence, followed by unfit vehicles, poor road con-ditions, and environmental or weather factors. Criminal liability for negligent drivers involves a legal process, from investigation, prosecution, to trial. In practice, traffic accident cases are often resolved through conciliation at the investigation stage, although dissatisfied parties can take the case to court. Keywords: traffic accident; law enforcement; driver negligence; legal process Abstrak Kecelakaan lalu lintas menempati 5 besar penyebab kematian di dunia. Karena itu, penting dilakukan kajian terhadap faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintas. Studi ini menggunakan teori penegakan hukum dan teori pertanggungjawaban pidana dengan pendekatan yuridis empiris dan sifat deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan untuk memperoleh bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas adalah kelalaian manusia, diikuti oleh kendaraan yang tidak layak, kondisi jalan yang buruk, serta faktor lingkungan atau cuaca. Pertanggungjawaban pidana terhadap pengemudi yang lalai melibatkan proses hukum, mulai dari penyidikan, penuntutan, hingga persidangan. Dalam praktiknya, kasus kecelakaan lalu lintas sering diselesaikan melalui perdamaian pada tahap penyidikan, meskipun pihak yang tidak puas dapat melanjutkan perkara hingga ke pengadilan. Kata-kata kunci: kecelakaan lalu lintas; penegakan hukum; kelalaian pengemudi; proses hukum
STUDI KELAYAKAN JALAN PENGHUBUNG PELAWAN DAN BIATAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Wasanta , Tilaka; Tridamayanti, Alfina; Hadi, Prayoga Luthfil; Santosa, Wimpy
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v11i2.9516.113-126

Abstract

Abstract Road infrastructure development plays a crucial role in driving economic growth and equitable development. One effort to strengthen interregional connectivity in East Kalimantan Province is the construction of a connecting road between Pelawan (Nibung Bridge) and Biatan (Simpang KM. 46). This paper presents a feasibility study of the proposed connecting road, including a review of technical, economic, and spatial planning aspects. Three alternative routes are examined in this study. Furthermore, the study includes an analysis of the initial road design, including geometric and pavement design. This study indicates that alternative 2 is the best alternative and is recommended for designation as the selected route. Keywords: road infrastructure; feasibility study; connecting road; road route Abstrak Pembangunan infrastruktur jalan memegang peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta pemerataan pembangunan. Suatu upaya untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di Provinsi Kalimantan Timur adalah melaksanakan pembangunan jalan penghubung antara Pelawan (Jembatan Nibung) dan Biatan (Simpang KM. 46) di Provinsi Kalimantan Timur. Pada makalah ini dilakukan studi kelayakan terhadap ren-cana pembangunan jalan penghubung tersebut, yang mencakup tinjauan terhadap aspek-aspek teknis, ekonomi, dan kesesuaian tata ruang. Terdapat 3 trase alternatif yang dikaji pada studi ini. Selain itu, studi ini juga memuat analisis terhadap desain awal jalan, yang meliputi desain geometrik dan desain perkerasan Jalan. Studi ini menunjukkan bahwa alternatif 2 merupakan alternatif terbaik dan direkomendasikan untuk ditetapkan sebagai trase terpilih. Kata-kata kunci: infrastruktur jalan; studi kelayakan; jalan penghubung; trase jalan