Lusiana Wahyu Ratna Wijayanti
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Penggunaan Gawai Dan Kecanduan Game Online Dengan Insomnia Pada Siswa Sma N 2 Mataram I Kadek Wahyu Sanjaya Kusuma; Lusiana Wahyu Ratna Wijayanti; Nisia Putri Rinayu; I Wayan Tunjung
Journals of Ners Community Vol 13 No 2 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.2518

Abstract

Insomnia merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan untuk tidur atau gangguan saat tidur, sehingga dapat mempengaruhi aktivitasnya. National Sleep Foundation (NSF) menyatakan prevalensi insomnia di Indonesia mencapai angka 70% dengan mengalami keluhan kesulitan untuk tidur setidaknya selama satu minggu sekali dan terdapat 30 juta orang sulit tertidur. Salah satu dari faktor yang menyebabkan seseorang mengalami insomnia diantaranya adalah perubahan gaya hidup termasuk penggunaan gawai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan gawai dan kecanduan game online dengan insomnia pada siswa SMA N 2 Mataram.Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Penelitian dilakukan di SMA N 2 Mataram pada tanggal 11 Januari 2023. Sampel penelitian sebanyak 100 responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Chi-square.Responden yang menggunakan gawai berlebihan sebanyak 81 responden(81%) dan responden yang tidak menggunakan gawai berlebihan sebanyak 19 responden (19%). Diperoleh hasil bahwasanya terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan gawai dengan insomnia pada siswa SMA N 2 Mataram, dengan p-value 0,00 (p-value < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan game online dengan insomnia pada siswa SMA N 2 Mataram, dengan p-value 0,01 (p-value < 0,05).Terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan gawai dan kecanduan game online dengan insomnia pada siswa SMA N 2 Mataram.
Hubungan Kecanduan Smartphone, Jenis Kelamin dan Usia terhadap Kecemasan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Angkatan 2020, 2021 dan 2022 I Putu Andre Wibawa Saputra; Danang Nur Adiwibawa; Nurkomariah Zulhijjah; Lusiana Wahyu Ratna Wijayanti
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24663

Abstract

ABSTRACT Anxiety is described as an unpleasant mood condition accompanied by a subjective feeling of uncertainty and threat in the future. There are two factors that can influence anxiety, namely internal factors (gender, age, level of education, and experience in care) and external factors (medical condition/disease diagnosis, access to information, therapeutic communication, environment, health facilities, threat), conflict. (contradictory), approach (approach), avoidance (evasion), fear (fear of missing out on information, for example resulting from smartphone addiction) and unfulfilled need (needs that are not met). Anxiety disorders can occur at all ages, more often in adulthood. Anxiety is common among medical students. Globally, medical students have a prevalence of anxiety (41.6%) followed by depression (36%). Meanwhile in Indonesia anxiety reaches 22.4%, and female students experience moderate to severe levels of anxiety compared to female students. men, of which 91.6% experienced anxiety. This research was conducted to find out whether there is a relationship between smartphone addiction, gender and age and anxiety among students at the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University Class of 2020, 2021 and 2022. The type of research used is observational analytics using a cross sectional study research design. The sampling technique uses stratified random sampling. This research was carried out at the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University. The data obtained were analyzed using the chi-square test.In the bivariate analysis, the results showed that there was a significant relationship between age and smartphone addiction on anxiety with a p-value of 0.000. There was no relationship found between gender and anxiety with a p-value of 0.289. Based on the results of statistical tests carried out, there is a relationship between age and Smartphone addiction and anxiety among students at the Faculty of Medicine, Al-Azhar University Class of 2020, 2021 and 2022. However, no relationship was found between gender and anxiety among students at the Faculty of Medicine, Al-Azhar University. Classes of 2020, 2021 and 2022. Keywords: Age, Gender, Smartphone Addiction, Anxiety.  ABSTRAK Kecemasan digambarkan sebagai kondisi mood yang tidak menyenangkan disertai rasa subyektif tentang ketidakpastian dan ancaman di masa depan. Terdpat dua faktor yang dapat mempengaruhi kecemasan yaitu faktor internal (jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan pengalaman di rawat) dan eksternal (kondisi medis/diagnosis penyakit, akses informasi, komunikasi terapeutik, lingkungan, fasilitas kesehatan, threat (ancaman), conflict(pertentangan), approach (pendekatan), avoidance (pengelakan), fear (ketakutan akan tertinggal suatu informasi contohnya yang di akibatkan karna kecanduan Smartphone) dan unfuled need (kebutuhan yang tidak terpenuhi). Gangguan kecemasan dapat terjadi pada semua usia, lebih sering pada usia dewasa. Kecemasan umum terjadi pada mahasiswa kedokteran. Secara global, mahasiswa kedokteran memiliki prevalensi kecemasan (41.6%) yang diikuti adanya depresi (36%). Sedangkan di Indonesia kecemasannya mencapai 22.4%, dan mahasiswa perempuan mengalami kecemasan tingkat sedang hingga berat dibanding mahasiswa laki-laki, dimana 91.6% mengalami kecemasan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan kecanduan Smartphone, jenis kelamin dan usia terhadap kecemasan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Angkatan 2020, 2021 dan 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar . Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi-square. Karakteristik responden sebagian besar di dominasi oleh anak remaja usia 19-20 tahun dan jenis kelamin laki-laki. Pada analisis bivariat didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan kecanduan smartphone terhadap kecemasan dengan p-value 0,000. Tidak ditemukan hubungan antara jenis kelamin terhadap kecemasaan dengan p-value 0,289. Berdasarkan hasil uji statistik yang dilakukan, terdapat hubungan antara usia dan kecanduan Smartphoneterhadap Kecemasan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas al-azhar Angkatan 2020, 2021 dan 2022. Namun tidak ditemukan hubungan antara jenis kelamin terhadap kecemasan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas al-azhar Angkatan 2020, 2021 dan 2022. Kata Kunci : Usia, Jenis Kelamin, Kecanduan Smartphone, Kecemasan.
Hubungan Penggunaan Media Sosial, Jenis Kelamin, dan Teman Sebaya Terhadap Perilaku Bullying pada Anak Kelas XI SMAN 5 Mataram Nusa Tenggara Barat Nurhafizhah Nurhafizhah; Dian Rahadianti; Lusiana Wahyu Ratna Wijayanti; Alfian Muhajir
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24831

Abstract

ABSTRACT Bullying is an aggressive behavior carried out repeatedly and is one form of violence that frequently occurs in the school environment, making it a serious concern in the field of education. This phenomenon is a major problem among senior high school adolescents because it has negative impacts on mental, social, and academic health. To determine the relationship between social media use, gender, and peer influence on bullying behavior among eleventh-grade students at SMAN 5 Mataram, West Nusa Tenggara. This study was a quantitative analytical observational study with a cross-sectional design. The study population consisted of all eleventh-grade students at SMAN 5 Mataram, totaling 445 students. The sample included 95 respondents selected using stratified random sampling. Data were collected using questionnaires, namely the Adolescent Peer Relations Instrument (APRI) to measure bullying behavior, as well as questionnaires on social media use, gender, and peer influence. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses to determine relationships between research variables. Most respondents were 16 years old (56.84%), male (52.6%), and had parents with elementary school education as the highest educational level (30.53%). Moderate social media use was reported by 49.50% of respondents, low peer influence by 37.9%, and almost all respondents had experienced bullying behavior (52.6%). There is a relationship between social media use, gender, and peer influence with bullying behavior among eleventh-grade students at SMAN 5 Mataram. Keywords: Bullying, Social Media, Gender, Peers.  ABSTRAK Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara berulang kali dan salah satu bentuk kekerasan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Fenomena ini menjadi masalah serius pada remaja sekolah menengah atas karena berdampak negatif terhadap kesehatan mental, sosial, dan akademik. Untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial, jenis kelamin, dan pengaruh teman sebaya terhadap perilaku bullying pada siswa kelas XI SMAN 5 Mataram, Nusa Tenggara Barat. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 5 Mataram sebanyak 445 siswa. Sampel penelitian berjumlah 95 responden yang dipilih menggunakan metode random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, yaitu Adolescent Peer Relations Instrument (APRI) untuk mengukur perilaku bullying, serta kuesioner penggunaan media sosial, jenis kelamin, dan pengaruh teman sebaya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk mengetahui hubungan antar variabel penelitian. Responden penelitian sebagian besar berusia 16 tahun (56,84%), berjenis kelamin laki-laki (52,6%), pendidikan orang tua sebagian besar lulusan SD (30,53%), penggunaan media sosial sedang (49,50%), teman sebaya rendah (37,9%), dan perilaku bullying  (52,6%). Terdapat hubungan antara penggunaan media sosial, jenis kelamin, dan teman sebaya dengan perilaku bullying pada siswa kelas XI SMAN 5 Mataram.  Kata Kunci: Bullying, Media Sosial, Jenis Kelamin, Teman Sebaya.
Hubungan Jenis Kelamin, Persepsi Citra Tubuh, dan Penggunaan Media Sosial Dengan Body Dysmorphic Disorder Pada Remaja di SMA X Mataram Ida Bagus Ari Satya Daniswara; Lusiana Wahyu Ratna Wijayanti; Nisia Putri Rinayu; Dewi Utary
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 8 (2026): Volume 6 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i8.24476

Abstract

ABSTRACT Body Dysmorphic Disorder (BDD) is a psychological disorder characterized by excessive preoccupation with perceived physical flaws that are minimal or not objectively observable. Factors presumed to contribute to BDD include gender, body image perception, social media use, and bullying. Objective to determine the relationship between gender, body image perception, and social media influence with the incidence of Body Dysmorphic Disorder among adolescents at SMA X Mataram. This study employed a cross-sectional design using a cluster sampling technique with a total of 103 respondents. Data were analyzed using univariate and bivariate methods, with the Spearman’s Rank test applied for correlation analysis. The findings showed a significant relationship between gender and the level ofBody Dysmorphic Disorder (BDD) (p- value = 0.013), a significant relationship between body image perception and BDD (p-value = 0.000), and a significant relationship between social media use and BDD (p-value = 0.003). There is a significant association between gender, body image perception, and social media use with the level of Body Dysmorphic Disorder among adolescents. These findings indicate that BDD is a multifactorial condition influenced by the interaction of various contributing factors. Keywords: Body Dysmorphic Disorder (BDD), Gender, Body Image Perception, Social Media Use.  ABSTRAK Body Dysmorphic Disorder (BDD) merupakan gangguan psikologis yang ditandai dengan preokupasi berlebihan terhadap kekurangan fisik yang bersifat minimal atau tidak tampak secara objektif. Faktor yang berperan meliputi jeniskelamin, persepsi citra tubuh, penggunaan media sosial, dan bullying. Tujuan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin, persepsi citra tubuh, dan pengaruh media sosial dengan kejadian Body Dysmorphic Disorder pada remaja di SMA X Mataram. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan teknik cluster sampling pada 103responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman’s Rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin dengan tingkat Body Dysmorphic Disorder (BDD) (p-value 0,013), terdapat hubungan signifikan antara persepsi citra tubuh dengan tingkat BDD (p-value 0,000), serta terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan tingkat BDD (p-value 0,003). Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, persepsi citra tubuh, dan penggunaan media sosial dengan tingkat Body Dysmorphic Disorder (BDD) pada remaja. Temuan ini menunjukkan bahwa BDD merupakan kondisi multifaktorial yang dipengaruhi oleh interaksi berbagai faktor. Kata Kunci: Body Dysmorphic Disorder (BDD), Jenis Kelamin, Persepsi Citra Tubuh, Penggunaan Media Sosial.