Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EDUKASI DETEKSI DINI KEKERASAN DAN SOSIALISASI APLIKASI DETEKSI DINI KEKERASAN ANAK PADA GURU DAN SISWA JAKARTA TIMUR Ningsih, Ratna; Sulastri, Tri; Tambunan, Eviana Sumarti; Supartini, Yupi; Carolina, Dina; Rizki Rubiyanto, M. Vito; Fitrianti, Putri Nabila
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2023.264

Abstract

Di Indonesia, kekerasan pada remaja tetap menjadi fenomena yang dapat meyebabkan gangguan kesehatan mental anak. Payung hukum dan lembaga perlindungan yang menangani kekerasan anak di Indonesia belum mampu menekan angka korban kekerasan anak. Pada kenyataannya tidak cukup hanya komitmen pemerintah saja yang melakukan berbagai upaya perlindungan anak, masyarakat dapat berkontribusi aktif dimulai dari upaya pencegahan, peningkatan (promosi) dan pelaporan jika ada indikasi kejadian kekerasan pada anak, baik di tingkat keluarga, lingkungan sekolah, dan masyarakat pada umumnya. Salah satu solusi adalah edukasi untuk meningkatkan kemampuan remaja dalam melakukan deteksi dini kekerasan pada dirinya maupun oranglain. Selain pemberian edukasi dan pendampingan pada remaja, deteksi dini kekerasan juga dapat dinilai dari penggunaan aplikasi, yaitu Aplikasi Denican, yang merupakan produk hasil penelitian. Mitra merupakan guru dan siswa di SMPN 208 Jakarta dan SMPN 6 Bekasi. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan kemampuan siswa SMP di wilayah Jakarta Timur dalam mendeteksi adanya kekerasan pada dirinya dengan menggunakan aplikasi Denican. Kegiatan yang dilakukan adalah 1).Pembuatan video penggunaan Aplikasi Denican, 2). Sosialisasi Aplikasi Denican pada guru-guru sekolah, 3). Pemberian edukasi tentang deteksi dini kekerasan pada remaja, dan 4). Pendampingan cara menggunakan aplikasi Denican untuk siswa. Target dan luaran adalah 1). Publikasi artikel, 2). Video Aplikasi Denican, dan 3). Mempersiapkan pembentukan fasilitator siswa untuk mendeteksi kekerasan. Perubahan yang terjadi setelah dilakukan pelatihan pada siswa adalah peningkatan pengetahuan dan sikap dengan nilai rata-rata 16,29 (pre test 15,53), hasil uji statistik didapatkan nilai 0,001 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan nilai pengetahuan sebelum dan setelah pelatihan. Sebanyak 60% siswa mengalami perbaikan sikap, namun sekitar 40% siswa masih cenderung bersikap statis. Keterlibatan mitra dalam hal ini sekolah memiliki peran penting untuk melakukan intervensi tingkat masyarakat meliputi program integrasi penerimaan teman sebaya untuk siswa dan modifikasi dalam lingkungan fisik sekolah.
PENGGUNAAN APLIKASI UNTUK MEMANTAU STATUS KESEHATAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI WILAYAH MITRA PUSKESMAS PASAR REBO JAKARTA TIMUR Ningsih, Ratna; Tambunan, Eviana; Sulastri, Titi; Supartini, Yupi; Carolina, Dina; Rizki Rubiyanto, M. Vito; Nabila Fitrianti, Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 3 No 01 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2024.317

Abstract

Latar Belakang: Kemajuan dalam kelangsungan hidup bayi berat lahir rendah (BBLR) di rumah sakit ditandai dengan pulangnya BBLR ke rumah. Peralihan BBLR dari rumah sakit ke rumah harus dipersiapkan sebagai langkah penting untuk kelangsungan hidup BBLR selanjutnya (Wade et al., 2008; Underwood et al., 2007). Perawatan berkelanjutan hingga ke rumah dinilai menjadi komponen penting dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan terutama untuk pasien rentan, seperti BBLR (Guthrie et al., 2008). Metode: menjelaskan tentang aplikasi Chubby BBLR dan melakukan wawancara peserta berdasarkan kuesioner. Kuesioner terdiri dari dua komponen, yaitu karakteristik peserta dan pengetahuan tentang aplikasi Chubby BBLR. Hasil: 93% kader menyatakan bahwa aplikasi Chubby BBLR mudah dipahami, dapat menambah wawasan tentang perawatan BBLR di rumah, dan menu-menu yang ada di aplikasi memberikan kejelasan dan kemudahan untuk memahami informasi tentang perawatan BBLR. 90% kader menyatakan bahwa penyajian gambar-gambar dalam aplikasi jelas, penyajian grafik pertumbuhan mudah digunakan, materi atau bahan bacaan dalam aplikasi mudah dipelajari, video-video pembelajaran dalam aplikasi juga mudah dipahami, kalimat yang digunakan dalam aplikasi komunikatif dan bahasa yang digunakan dapat mempermudah ibu untuk memahami isinya. 86% kader menyatakan penyusunan layout dan desain aplikasi menarik, cetakan gambar dan tulisan dalam aplikasi jelas. Kesimpulan: Aplikasi ini sangat membantu kader dan orang tua yang memiliki bayi BBLR dalam mendapatkan layanan kesehatan secara jarak jauh.
THE EFFECT OF AUDIOVISUAL-BASED HEALTH EDUCATION ON PARENTS' KNOWLEDGE OF FIRST HANDLING OF FEBRILE SEIZURES IN CHILDREN Sulastri, Titi; Ningsih, Ratna; Fajri, Hafid Ainun; Hapsari, Dina Carolina; Tambunan, Eviana S; Supartini, Yupi
Jurnal Keperawatan Vol 10 No 2 (2025): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v10i2.2330

Abstract

Febrile seizures are prevalent from 3 to 5 years of age. A sudden increase in body temperature is one of the causes of seizures. The role of parents is very influential in managing febrile seizures in children. Adequate parental knowledge can effectively manage febrile seizures. Effective first treatment of febrile seizures in children can prevent post-febrile seizure trauma. Increased knowledge can be achieved through health education, one of the effective health education media is audiovisual media. Analyze the effect of audiovisual-based health education on parents’ knowledge about the first treatment of febrile seizures in children. The type of research used is quantitative with a Quasi-experimental design, a non-randomized pretest, and a posttest with a control group design. The sampling technique used purposive sampling. The sample size used was 82 respondents (41 intervention group and 41 control group) and data analysis using the Wilcoxon signed rank test. Data analysis was carried out with the Wilcoxon Signed Rank Test where the average knowledge score before the audiovisual-based health education intervention with a mean knowledge score was 11.73, while the mean score of knowledge after the intervention was 14.80 with a p-value 0f 0.000 which proves the data is significant. There is a difference in parents’ knowledge about the first treatment of febrile seizures in children before and after being given an audiovisual-based health education intervention.