Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGGUNAAN APLIKASI UNTUK MEMANTAU STATUS KESEHATAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI WILAYAH MITRA PUSKESMAS PASAR REBO JAKARTA TIMUR Ningsih, Ratna; Tambunan, Eviana; Sulastri, Titi; Supartini, Yupi; Carolina, Dina; Rizki Rubiyanto, M. Vito; Nabila Fitrianti, Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 3 No 01 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2024.317

Abstract

Latar Belakang: Kemajuan dalam kelangsungan hidup bayi berat lahir rendah (BBLR) di rumah sakit ditandai dengan pulangnya BBLR ke rumah. Peralihan BBLR dari rumah sakit ke rumah harus dipersiapkan sebagai langkah penting untuk kelangsungan hidup BBLR selanjutnya (Wade et al., 2008; Underwood et al., 2007). Perawatan berkelanjutan hingga ke rumah dinilai menjadi komponen penting dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan terutama untuk pasien rentan, seperti BBLR (Guthrie et al., 2008). Metode: menjelaskan tentang aplikasi Chubby BBLR dan melakukan wawancara peserta berdasarkan kuesioner. Kuesioner terdiri dari dua komponen, yaitu karakteristik peserta dan pengetahuan tentang aplikasi Chubby BBLR. Hasil: 93% kader menyatakan bahwa aplikasi Chubby BBLR mudah dipahami, dapat menambah wawasan tentang perawatan BBLR di rumah, dan menu-menu yang ada di aplikasi memberikan kejelasan dan kemudahan untuk memahami informasi tentang perawatan BBLR. 90% kader menyatakan bahwa penyajian gambar-gambar dalam aplikasi jelas, penyajian grafik pertumbuhan mudah digunakan, materi atau bahan bacaan dalam aplikasi mudah dipelajari, video-video pembelajaran dalam aplikasi juga mudah dipahami, kalimat yang digunakan dalam aplikasi komunikatif dan bahasa yang digunakan dapat mempermudah ibu untuk memahami isinya. 86% kader menyatakan penyusunan layout dan desain aplikasi menarik, cetakan gambar dan tulisan dalam aplikasi jelas. Kesimpulan: Aplikasi ini sangat membantu kader dan orang tua yang memiliki bayi BBLR dalam mendapatkan layanan kesehatan secara jarak jauh.
THE EFFECT OF AUDIOVISUAL-BASED HEALTH EDUCATION ON PARENTS' KNOWLEDGE OF FIRST HANDLING OF FEBRILE SEIZURES IN CHILDREN Sulastri, Titi; Ningsih, Ratna; Fajri, Hafid Ainun; Hapsari, Dina Carolina; Tambunan, Eviana S; Supartini, Yupi
Jurnal Keperawatan Vol 10 No 2 (2025): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v10i2.2330

Abstract

Febrile seizures are prevalent from 3 to 5 years of age. A sudden increase in body temperature is one of the causes of seizures. The role of parents is very influential in managing febrile seizures in children. Adequate parental knowledge can effectively manage febrile seizures. Effective first treatment of febrile seizures in children can prevent post-febrile seizure trauma. Increased knowledge can be achieved through health education, one of the effective health education media is audiovisual media. Analyze the effect of audiovisual-based health education on parents’ knowledge about the first treatment of febrile seizures in children. The type of research used is quantitative with a Quasi-experimental design, a non-randomized pretest, and a posttest with a control group design. The sampling technique used purposive sampling. The sample size used was 82 respondents (41 intervention group and 41 control group) and data analysis using the Wilcoxon signed rank test. Data analysis was carried out with the Wilcoxon Signed Rank Test where the average knowledge score before the audiovisual-based health education intervention with a mean knowledge score was 11.73, while the mean score of knowledge after the intervention was 14.80 with a p-value 0f 0.000 which proves the data is significant. There is a difference in parents’ knowledge about the first treatment of febrile seizures in children before and after being given an audiovisual-based health education intervention.
Hubungan Durasi Penggunaan Gadget Sebelum Tidur Dengan Kejadian Insomnia Pada Remaja Clarisha Putri Devira; Yupi Supartini; Eviana Sumarti Tambunan; Titi Sulastri
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Terapan (E-Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v11i1.5613

Abstract

Abstrak: Insomnia merupakan gangguan tidur yang umum terjadi pada remaja dan sering dikaitkan dengan perilaku penggunaan gadget, terutama sebelum tidur. Durasi penggunaan gadget yang melebihi waktu ideal dapat mengganggu produksi hormon melatonin dan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan gadget sebelum tidur dengan kejadian insomnia pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 285 siswa yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Sebanyak 77,5% responden menggunakan gadget lebih dari 30 menit sebelum tidur. Sebanyak 83,9% responden mengalami gejala insomnia, dengan rincian 35,4% insomnia ringan, 41,1% insomnia sedang, dan 7,4% insomnia berat. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan gadget sebelum tidur dan kejadian insomnia (p-value = 0,000). Terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan gadget sebelum tidur dengan kejadian insomnia pada remaja. Penggunaan gadget lebih dari 30 menit sebelum tidur meningkatkan risiko terjadinya insomnia. Diperlukan edukasi mengenai kebiasaan tidur sehat dan pembatasan penggunaan gadget sebelum tidur.