Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analysis of Factors That Influence Bullying Behavior in Adolescents in Public Middle School in East Jakarta Region Amin, Ade Nuriah; Supartini, Yupi; Tambunan, Eviana Sumarti; Sulastri, Titi; Ningsih, Ratna; Hapsari, Dina Carolina
Jurnal Keperawatan Vol 9 No 2 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v9i2.1678

Abstract

Bullying is intentional aggressive behavior by a stronger individual or group of peers against a weaker individual or group of peers, whether physically, verbally, or psychologically. This behavior occurs repeatedly and has a negative impact on the victim. The discussion in this research that will be examined are the factors that influence bullying behavior, including: age, gender, parents' educational background, parents' parenting patterns, and peer factors. This research was conducted to determine the factors that influence bullying behavior among teenagers at State Middle Schools in the East Jakarta Region. This type of research is quantitative correlation research with a cross sectional approach and the sampling technique in the research was carried out using non-random sampling with a purposive sampling technique. The sample size in this study was 115 respondents and was analyzed using the chi square test for bivariate and univariate analysis. Based on the results of the analysis, there is a relationship between parental parenting factors and bullying behavior (p value 0.014), and peer factors (p value 0.006) and bullying behavior. Based on the research results from the data presentation and discussion as described in the previous chapter, the results of this research explain based on the characteristics of the respondents (age, gender, and educational background of parents) which are of particular concern regarding internal factors that can be formed in the family to pay attention to each age stage of their child's development.
Adaptive Coping Strategies Positively Correlate with Maternal Knowledge among Low Birth Weight Infants Tambunan, Eviana Sumarti; Malau, Paulus
Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v19i1.3911

Abstract

Uncertainty about newborn care can lead to stress and inadequate coping mechanisms in mothers of low-birth-weight (LBW) infants. This study aimed to assess mothers' knowledge of LBW infant care and its relationship with coping mechanisms. The study variables included maternal knowledge of LBW care and coping strategies. The study used a descriptive correlational design, with 90 mothers of LBW infants selected through purposive sampling. Data were collected using a questionnaire consisting of three sections: Coping Strategies Scale, the Maternal Knowledge Score, and demographic information. Statistical analysis was performed descriptively and inferentially using Pearson's correlation test. The results showed significant differences in LBW-care knowledge (p=0.02) and coping strategies (p=0.003). A significant correlation was found between maternal knowledge and coping strategies (r=0.242, p<0.015). This conclusion indicates that mothers with greater knowledge have better coping mechanisms. It is recommended that nurses provide proactive and engaging learning opportunities in health education programs on infant care to enhance the confidence and coping strategies of mothers with LBW infants..
Hubungan Durasi Penggunaan Gadget Sebelum Tidur Dengan Kejadian Insomnia Pada Remaja Devira, Clarisha Putri; Supartini, Yupi; Tambunan, Eviana Sumarti; Sulastri, Titi
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Terapan (E-Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v11i1.5613

Abstract

Abstrak: Insomnia merupakan gangguan tidur yang umum terjadi pada remaja dan sering dikaitkan dengan perilaku penggunaan gadget, terutama sebelum tidur. Durasi penggunaan gadget yang melebihi waktu ideal dapat mengganggu produksi hormon melatonin dan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan gadget sebelum tidur dengan kejadian insomnia pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 285 siswa yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Sebanyak 77,5% responden menggunakan gadget lebih dari 30 menit sebelum tidur. Sebanyak 83,9% responden mengalami gejala insomnia, dengan rincian 35,4% insomnia ringan, 41,1% insomnia sedang, dan 7,4% insomnia berat. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan gadget sebelum tidur dan kejadian insomnia (p-value = 0,000). Terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan gadget sebelum tidur dengan kejadian insomnia pada remaja. Penggunaan gadget lebih dari 30 menit sebelum tidur meningkatkan risiko terjadinya insomnia. Diperlukan edukasi mengenai kebiasaan tidur sehat dan pembatasan penggunaan gadget sebelum tidur.
EDUKASI DETEKSI DINI KEKERASAN DAN SOSIALISASI APLIKASI DETEKSI DINI KEKERASAN ANAK PADA GURU DAN SISWA JAKARTA TIMUR Ningsih, Ratna; Sulastri, Tri; Tambunan, Eviana Sumarti; Supartini, Yupi; Carolina, Dina; Rizki Rubiyanto, M. Vito; Fitrianti, Putri Nabila
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2023.264

Abstract

Di Indonesia, kekerasan pada remaja tetap menjadi fenomena yang dapat meyebabkan gangguan kesehatan mental anak. Payung hukum dan lembaga perlindungan yang menangani kekerasan anak di Indonesia belum mampu menekan angka korban kekerasan anak. Pada kenyataannya tidak cukup hanya komitmen pemerintah saja yang melakukan berbagai upaya perlindungan anak, masyarakat dapat berkontribusi aktif dimulai dari upaya pencegahan, peningkatan (promosi) dan pelaporan jika ada indikasi kejadian kekerasan pada anak, baik di tingkat keluarga, lingkungan sekolah, dan masyarakat pada umumnya. Salah satu solusi adalah edukasi untuk meningkatkan kemampuan remaja dalam melakukan deteksi dini kekerasan pada dirinya maupun oranglain. Selain pemberian edukasi dan pendampingan pada remaja, deteksi dini kekerasan juga dapat dinilai dari penggunaan aplikasi, yaitu Aplikasi Denican, yang merupakan produk hasil penelitian. Mitra merupakan guru dan siswa di SMPN 208 Jakarta dan SMPN 6 Bekasi. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan kemampuan siswa SMP di wilayah Jakarta Timur dalam mendeteksi adanya kekerasan pada dirinya dengan menggunakan aplikasi Denican. Kegiatan yang dilakukan adalah 1).Pembuatan video penggunaan Aplikasi Denican, 2). Sosialisasi Aplikasi Denican pada guru-guru sekolah, 3). Pemberian edukasi tentang deteksi dini kekerasan pada remaja, dan 4). Pendampingan cara menggunakan aplikasi Denican untuk siswa. Target dan luaran adalah 1). Publikasi artikel, 2). Video Aplikasi Denican, dan 3). Mempersiapkan pembentukan fasilitator siswa untuk mendeteksi kekerasan. Perubahan yang terjadi setelah dilakukan pelatihan pada siswa adalah peningkatan pengetahuan dan sikap dengan nilai rata-rata 16,29 (pre test 15,53), hasil uji statistik didapatkan nilai 0,001 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan nilai pengetahuan sebelum dan setelah pelatihan. Sebanyak 60% siswa mengalami perbaikan sikap, namun sekitar 40% siswa masih cenderung bersikap statis. Keterlibatan mitra dalam hal ini sekolah memiliki peran penting untuk melakukan intervensi tingkat masyarakat meliputi program integrasi penerimaan teman sebaya untuk siswa dan modifikasi dalam lingkungan fisik sekolah.
Pengembangan Aplikasi Berbasis Android ”MAKU-PIKU” (Makananku Pilihanku), Terhadap Tingkat Pengetahuan dalam Mencegah Resiko GGK Penyebab Jajan Sembarangan Pada Anak Sekolah Dasar Hapsari, Dina Carolina; Badriah, Siti; Tambunan, Eviana Sumarti; Sulastri, Titi; Ningsih, Ratna; Puspita, Shilfa; Ghifara, Rantis Aulia; Pratomo, Rayhana Kaela Hatika
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus gagal ginjal pada anak mengalami peningkatan. Menurut data dari Kemenkes, Data hingga 5 Februari 2023 tercatat 326 kasus GGAPA dari sejumlah tersebut 116 kasus dinyatakan sembuh, sementara enam kasus masih menjalani perawatan di RSCM Jakarta. kebiasaan dalam mengkonsumsi jajanan yang tinggi gula, garam, atau lemak dapat memicu ginjal untuk bekerja berlebihan dalam menyaring zat yang tidak diperlukan sehingga dapat beresiko menyebabkan rusaknya ginjal. Kurangnya edukasi dan pengawasan orang tua terhadap anak dapat meningkatkan anime anak dalam memilih jajanan yang berpotensi meningkatkan resiko gagal ginjal. Satu alternative peneliti dalam mencegah adalah penggunaan aplikasi MAKU-PIKU. Pengembangan aplikasi ini telah di sesuaikan dengan perkembangan teknologi di dunia kesehatan yang mengikuti perkembangan dan kemajuan IPTEK. Hal ini sesuai dengan transformasi 6 pilar kesehatan yang salah satunya yaitu pengembangan Teknologi Kesehatan dan Bio Teknologi serta edukasi yang mampu meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya anak-anak Indonesia.Tahapan metode penelitian ini menggunakan 2 sekolah dasar yaitu SD 02 dan SD 04 Jatiwarna, yang menggunakan total sampling berjumlah 151, dengan pembagiann kelompok kontrol dan eksperimen. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment, (Pre-Post tes) uji t tes. Sebelum di lakukan penyebaran aplikasi di lakukan penilaian oleh ahli terlebih dahulu dan di dapatkan hasil rata-rata skor uji kelayakan media adalah 4,2 dengan kategori Baik. kemudian di lakukan pengujian Uji T-Dependent (Paired Samples T-Test) rata-rata skor pengetahuan pada kelompok eksperimen (n=83) meningkat secara signifikan, dari pretest 11,75 dengan standar deviasi (SD) 2,781 menjadi 14,21 dengan SD 1,243 saat posttest. Hasil uji t-test berpasangan ini menunjukkan nilai P value <0,001. hal ini berarti mengindikasikan bahwa intervensi yang diberikan berhasil meningkatkan pengetahuan pada kelompok eksperimen