Sri Murwani
Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pertumbuhan dan Kandungan Nutrisi Tetraselmis sp. dari Lampung Mangrove Center pada Kultur Skala Laboratorium dengan Pupuk Pro Analis dan Urea yang Berbeda Lia Setiani Hermawan; Tugiyono Tugiyono; Emmy Rusyani; Sri Murwani
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v4i1.124

Abstract

STRUKTUR KOMUNITAS FORAMINIFERA BENTIK DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEMELIMPAHAN PLANKTON TERHADAP TERUMBU KARANG DI GOSONG SUSUTAN DAN PASIR TIMBUL, TELUK LAMPUNG Amalia Kurnia Putri; Sayu Kadek Dwi Dani; Endang L. Widiastuti; Kresna T. Dewi; Sri Murwani
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v4i1.125

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada 01 Agustus sampai 21 Oktober 2016 di Laboratorium Petrologi dan Mineralogi Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) Bandung. Sampel yang digunakan berasal dari Pasir Timbul dan Gosong Susutan, Teluk Lampung. Sampel sedimen berjumlah 32 set yang diambil pada 4 titik stasiun dan 2 kali pengambilan yaitu disekitar tepian, pada kedalaman 5m, pada daerah terumbu karang kedalaman 7 dan 15 meter, sampel plankton diambil pada 0 meter, 7 meter, dan 15 meter dengan tiga kali pengambilan. Identifikasi foraminifera menggunakan buku acuan Barker (1960) dan Loebich dan Tappan (1994). Hasil penelitian ini didapat 5 bangsa yang ditemukan, yaitu Rotaliida, Textulariida, Miliolida, Robertinida, dan Lagenida. Sebanyak 52 jenis berhasil diidentifikasi dengan Amphistegina lessonii yang paling melimpah sebagai foraminifera penciri terumbu karang. Analisis data menggunakan PAST version 2.09 diketahui kisaran nilai indeks keanekaragaman 0,57-2,21, nilai indeks keseragaman 0,24-0,65, dan nilai indeks dominansi 0,15-0,76. Nilai korelasi 0,53 – 0,87 menunjukkan adanya hubungan antara foraminifera dan kemelimpahan plankton terhadap pertumbuhan terumbu karang di perairan Gosong Susutan, Lampung. FORAM Index (FI) digunakan sebagai bioindikator kualitas perairan terhadap terumbu karang, nilai FI yang tinggi menunjukkan lokasi tersebut baik dan cocok untuk pertumbuhan terumbu karang, 5,04 untuk nilai terendah dan 9,02 untuk nilai tertinggi.
KETERKAITAN DIVERSITAS PLANKTON SEBAGAI ZOOXANTHELLA TERHADAP WARNA KIMA (Tridacna sp.) PADA BEBERAPA PULAU DI TELUK LAMPUNG Choirun Nisa; Endang L. Widiastuti; Sri Murwani; Gregorius Nugroho Susanto
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v4i1.126

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui diversitas jenis plankton di sekitar kerang kima dan keterkaitan antara diversitas plankton terhadap warna kima di beberapa pulau-pulau kecil di Teluk Lampung. Variabel yang diamati adalah jenis kima yang ditemukan dan keberagaman plankton yang berada di sekitar kima, variable pendukung yakni factor lingkungan. Data plankton yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan rumus indeks keragaman, keseragaman, dan dominansi. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober di perairan sekitar Gosong Susutan, PulauKelagian, dan PulauUnang-Unang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kerang kima yang ditemukan pada tiap lokasi berjumlah satu dan termasuk spesies Tridacna squamasa. Kelompok fitoplankton yang ditemukan antara lain Bacillariophyta, Pyrrophyta, Cyanophyta, dan Chlorophyta. Bacilllariophyta adalah kelompok yang paling banyak ditemukan pada ketiga lokasi penelitian (52-59%), sementara Chlorophyta adalah kelompok yang paling sedikit ditemukan (3-5%). Banyaknya Bacillariophyta yang ditemukan di sekitar kima menyebabkan mantel kima berwarna kuning kecoklatan seperti warna pigmen yang dimiliki oleh kelompok ini. Hasil parameter lingkungan menunjukkan masih dapat mendukung kehidupan kerang kima.
LAJU PERTUMBUHAN ZOOPLANKTON Diaphanosoma sp. DENGAN PEMBERIAN PAKAN KOMBINASI FITOPLANKTON Tetraselmis sp., Nannochloropsis sp. DAN Dunaliella sp. DI LABORATORIUM Bertha Wina; Sri Murwani; Emy Rusyani
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v1i2.136

Abstract

Diaphanosoma sp. atau dikenal sebagai kutu laut, berpotensi sebagai pakan hidup untuk larva ikan dan udang karena siklus hidupnya relatif singkat sehingga memungkinkan untuk diproduksi secara masal. Untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan kombinasi fitoplankton Tetraselmis sp., Nannochloropsis sp. dan Dunaliella sp terhadap laju pertumbuhan populasi Diaphanosoma sp. maka dilakukan serangkaian penelitian pada skala laboratorium dari bulan Maret sampai April 2013 di Laboratorium Pakan hidup Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan, 1064 Ind/L dan pertumbuhan populasi tertinggi, 87,634 %, terdapat pada kultur yang diberi pakan 50 %Tetraselmis sp. + 25 % Nannochloropsis sp. + 25 % Dunaliella sp.. Hasil analisis proksimat menunjukkan bahwa pakan kombinasi Tetraselmis sp. 50 % + Nannochloropsis sp. 25 % + Dunaliella sp. 25 % memiliki kandungan gizi yang paling baik yaitu protein 44,46 %, karbohidrat 10,34 % dan lemak 4,21 %.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN TERFERMENTASI DAN PAKAN ALAMI TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN Diaphanosoma sp. DI LABORATORIUM Fajar Pramudyastuty; Sri Murwani; Emy Rusyani
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v1i2.137

Abstract

Diaphanosoma sp. adalah anggota Cladocera yang lebih dikenal sebagai kutu laut. Zooplankton ini berpotensi sebagai pakan alami bagi benih atau larva ikan karena siklus hidupnya yang relatif singkat dan mudah dikultur. Untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan terfermentasi dengan campuran pakan alami terhadap laju pertumbuhan Diaphanosoma sp. maka telah dilakukan penelitian di Laboratorium Pakan Hidup Balai Besar Pengambangan Budidaya Laut Lampung dari bulan Maret hingga April 2013 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Parameter yang diamati adalah kepadatan populasi, laju pertumbuhan populasi spesifik, analisa proksimat dan kualitas air. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pakan terfermentasi dan pakan alami meningkatkan kepadatan dan laju pertumbuhan populasi spesifik Diaphanosoma sp. Kombinasi 25% pakan terfermentasi dan 75% pakan alami menghasilkan kepadatan populasi (1.10 ind/l) dan laju pertumbuhan populasi spesifik Diaphanosoma sp. tertinggi (21,7 %/hari).