Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH PUPUK TANKOS (TANDAN KOSONG) DAN FREKUENSI PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) PRE NURSERY Anjas Kurniadi; Neny Andayani; Enny Rahayu
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.352 KB) | DOI: 10.55180/agi.v4i2.183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk tankos yang baik dalam meningkatakan pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery, untuk mengetahui pengaruh frekuensi penyiraman yang baik dalam meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery dan untuk mengetahui interaksi pupuk tankos dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. Penelitian dilaksanakan di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Waktu penilitian dilaksanakan dalam jangka waktu sekitar 3 bulan. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan melakukan penanaman. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu metode rancangan acak lengkap (RAL) atau Complet Randomized Design (CRD) yang terdiri dari dua faktor. Faktor yang pertama dosis tankos yang terdiri dari 4 aras : T0 = 0 gram/polybag (kontrol), T1 = 30 gram/polybag, T2 = 60 gram/polybag dan T3 = 90 gram/polybag. Faktor yang kedua frekuensi penyiraman : A1 = penyiraman 1 hari sekali, A2 = penyiraman 2 hari sekali, A3 = penyiraman 3 hari sekali. Dengan sususan diatas diperoleh 12 kombinasi perlakuan. Masing-masing kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan, sehingga seluruhnya adalah 4 x 3 x 3 = 36 tanaman. Hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam (analisis of variance) pada jenjang nyata 5% untuk mengetahui perbedaan nyata antara perlakuan digunakan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi nyata antara dosis pupuk tankos dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit, aplikasi pupuk tankos memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun bibit kelapa sawit, frekuensi penyiraman tidak berpengaruh nyata pada pertumbuhan bibit kelapa sawit. Kata Kunci: Dosis tangkos, frekuensi penyiraman, bibit kelapa sawit
PEMANFAATAN KOTORAN SAPI PADA JENIS TANAH YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DI PRE-NURSERY Catur Pamungkas; Enny Rahayu; Dian Pratama Putra
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.615 KB) | DOI: 10.55180/agi.v4i2.186

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui interaksi pertumbuhan dengan pemberian pupuk kandang kotoran sapi terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery telah akan dilaksanakan di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta pada ketinggian tempat 118 mdpl pada bulan Maret sampai Mei 2019. Penelitian ini menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu macam dosis kotoran sapi yang terdiri dari 5 aras yaitu k=NPK, P1=10g, P2=50g, P3=100g, P4=200g. Sedangkan faktor kedua macam komposisi tanah yang terdiri dari 3 macam yaitu pasir (regosol), lempung (grumusol), pasir+lempung dengan demikian diperoleh 15 kombinasi perlakuan, yang masing masing kombinasi perlakuan diulang 5 kali. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam (Anova) pada jenjang nyata 5%. Apabila terdapat beda nyata, dilanjutkan dengan uji DMRT pada jenjang nyata 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata antara dosis kotoran sapi dan media tanam terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. Pemanfaatan semua dosis kotoran sapi memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. Penggunaan komposisi jenis tanah memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan bibit. Penggunaan pasir sebagai jenis tanah memberikan pengaruh yang lebih rendah dibandingkan penggunaan lempung dan pasir + lempung sebagai media tanam terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. Kata kunci: Kelapa sawit, produk sampingan pabrik kelapa sawit, komposisi media tanam