Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JURNAL AGROHITA

PENGARUH SUBTITUSI SEKAM PADI DAN KONSENTRASI AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEAE. BULL) Novia Hermawati; Ani Lestari; Hayatul Rahmi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6808

Abstract

Jamur merang merupakan jamur yang membutuhkan media tumbuh yang mengandung selulosa. Jerami padi yang digunakan sebagai media tumbuh jamur merang keberadaannya terbatas sehingga dibutuhkan media alternatif yang memiliki kualitas yang sama dengan jerami. Sekam padi merupakan salah satu dari pengolahan padi yang memiliki kandungan berupa selulosa, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media tumbuh jamur merang.Dalam penelitian ini digunakan media tambahan berupa sekam padi dan pemberian konsentrasi air kelapa.Percobaan ini dilaksanakan di kumbung jamur merang, Desa Pacing Kecamatan Jatisari, pada bulan Juni hingga Juli 2021.Metode percobaan yang dilakukan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 4 ulangan. Terdapat 7 perlakuan yaitu A (tanpa perlakuan sekam padi dan air kelapa), B (sekam padi 75% + jerami 25%+ air kelapa 125 ml), C (sekam padi 75% + jerami 25% + 250 ml), D (sekam padi 50% + jerami 50%+ air kelapa 125 ml), E (sekam padi 50% + jerami 50%+ air kelapa 250 ml), F (sekam padi 25% + jerami 75%+ air kelapa 125 ml), G (sekam padi 25%+ jerami 75%+ air kelapa 250ml). apabila data dianalisis dengan sidik ragam dan uji taraf 5% menunjukkan hasil yang signifikan, maka dilakukan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% untuk mengetahui perlakuan yang paling baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sekam padi dan konsentrasi air kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil jamur merang (Volvariella volvaceae Bull) memberikan pengaruh yang tidak nyata pada setiap parameter.
PERTUMBUHAN TANAMAN KAILAN (Brassica Oleraceae Var. Acephala) KULTIVAR YAMA F1 AKIBAT PEMBERIAN FERMENTASI AIR CUCIAN BERAS Yusi Suciati; Elia Azizah; Hayatul Rahmi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.3864

Abstract

Kailan termasuk dalam sayuran daun yang memiliki nilai ekonomis tinggi serta mengandung gizi tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mendapatkan konsentrasi fermentasi air cucian beras yang optimal untuk pertumbuan tanaman kailan (Brassica oleraceae L. var. acephala). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal, dengan perlakuan pemberian fermentasi air cucian beras yang terdiri dari 7 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali sehingga didapat 28 unit percobaan. Perlakuan sebagai berikut : A (kontrol (-) tanpa perlakuan), B (fermentasi air cucian beras 20 ml/L), C (fermentasi air cucian beras 40 ml/L), D (fermentasi air cucian beras 60 ml/L), E (fermentasi air cucian beras 80 ml/L), F (fermentasi air cucian beras 100 ml/L), G (kontrol (+) NPK 1 gram/tanaman). Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai) yang dilakukan pada tanaman umur 14 hst, 21 hst, 28 hst, dan 35 hst. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan E dengan fermentasi air beras 80 ml/L memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap tinggi tanaman (28,40 cm) dan jumlah daun (11,85 helai) tanaman kailan umur 35 hst.
PENGARUH PEMBERIAN FERMENTASI AIR CUCIAN BERAS TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L. var. mira) Larasati Dwi Wahyuni; Sulistyo Sidik Purnomo; Hayatul Rahmi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.4036

Abstract

Sayuran merupakan produk pangan yang disajikan sebagai makanan pelengkap dan penyeimbang. Salah satu tanaman sayuran yang sering dibudidayakan di Indonesia adalah bayam. Air cucian beras merupakan salah satu sumber pupuk organik cair yang dapat diberikan dan diserap oleh tanaman. Penelitian ini dilakukan di Desa Ciherang, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang - Jawa Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2021 sampai dengan Juni 2021. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal menggunakan perlakuan fermentasi air limbah cucian beras. Perlakuan yang diujikan dalam penelitian adalah 6 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Keenam perlakuan dengan kadar tertentu dirancang sebagai berikut: kontrol P0 (tanpa pemberian air cucian beras), P1 (konsentrasi 20%), P2 (konsentrasi 40%), P3 (konsentrasi 60%), P4 (konsentrasi 80%), P5 (konsentrasi 100%). Analisis data menggunakan uji F taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan P3 (Konsentrasi 60%) menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 28 hst dan jumlah daun pada umur 14 hst, 21 hst.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN LOBAK (Raphanus sativus L.) KULTIVAR CHERRY BELLE AKIBAT PENAMBAHAN FERMENTASI LIMBAH AIR KELAPA Tri Widianingsih; Hayatul Rahmi; Muhammad ’i Syafi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i1.3758

Abstract

Lobak Cherry Belle merupakan jenis sayuran berumbi yang cukup populer, memiliki tampilan yang menarik dan nilai gizi yang cukup lengkap sehingga baik untuk memelihara kesehatan sekaliguas pengobatan herbal. Pemanfaatan limbah air kelapa sebagai pupuk organik diperlukan, guna memperoleh produk yang aman bagi kesehatan disamping untuk meningkatkan produksi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mempelajari dan mendapatkan konsentrasi pemberian fermentasi limbah air kelapa yang mampu memberikan respon tertinggi pada pertumbuhan tanaman lobak. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental, dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 6 perlakuan dalam 5 kali ulangan yaitu : L0+ (Kontrol Positif/NPK); L0- (Kontrol Negatif/ tanpa perlakuan); L1 (Konsentrasi 25% fermentasi air kelapa); L2 (Konsentrasi 50% fermentasi air kelapa); L3 (Konsentrasi 75% fermentasi air kelapa); dan L4 (Konsentrasi 100% fermentasi air kelapa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi air kelapa pada konsentrasi 25% (L1) dan 75% (L3) memberikan hasil yang tinggi pada parameter tinggi tanaman dan pada konsentrasi 50% (L2) memberikan hasil yang tinggi pada parameter jumlah daun, namun secara analisis menunjukkan tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pemberian fermentasi air kelapa tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman lobak kultivar Cherry Belle.
KERAGAMAN GENETIK 30 GENOTIPE PADI(ORYZA SATIVA L) BERDASARKAN 9 MARKA SSR TERPAUT KANDUNGAN ZN Rischa Ainunnisa Febriella; Untung Susanto; Fawzy Muhammad Bayfurqon; Hayatul Rahmi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6811

Abstract

Aplikasi marka SSRs (Simple Sequence Repeats) dapat digunakan untuk menentukan keragaman genetik padi (Oryza sativa L.).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman genetik padi yang diuji berdasarkan aplikasi marka SSR yang dilaporkan terpaut dengan sifat kandungan Zn tinggi.Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, di Kabupaten Subang Jawa Barat pada bulan Mei 2021 sampai Agustus 2021. Hasil penelitian ini mendeteksi sebanyak 41 alel dengan rata-rata jumlah alel per marka 4,56 dan kisaran 2-10 alel per lokus. Rata-rata frekuensi alel mayor adalah 0,61 dengan nilai terendah 0,27 pada marka RM23 dan nilai tertinggi adalah 0,97 pada marka RM247. Nilai diversitas gen berkisar antara 0,06 (RM247) hingga 0,79 (RM23) dengan rata-rata 0,51. Nilai PIC (polymorphic information content) berkisar antara 0,06 (RM247) hingga 0,76 (RM23) dengan rata-rata 0,48. Analisis filogenetik menunjukan bahwa 30 genotipe padi terbagi menjadi 4 kelompok utama pada koefisien kemiripan genetic sebesar 0,44. Cluster pertama terdiri dari 15 genotipe padi, cluster kedua terdiri dari 12 genotipe padi, cluster ketiga terdiri dari 2 genotipe dan cluster keempat terdiri 1 genotipe padi
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) AKIBAT PEMBERIAN AIR FERMNETASI DARI SISA BAHAN ORGANIK Indah Haerunisa; Hayatul Rahmi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 3 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i3.11572

Abstract

Selada merupakan tanaman hortikultura yang memiliki nilai jual tinggi. Upaya untuk meningkatkan produksi tanaman selada dapat dilakukan melaui teknik budidaya salah satunya yaitu pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air fermentasi dari bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada varietas Grand Rapids. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal. Faktor yang diuji adalah penambahan air fermentasi bahan organik yang terdiri dari 7 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang digunakan adalah A0 (kontrol 0 ml/l), A1 (konsentrasi 100 ml/l), A2 (konsentrasi 200 ml/l), A3 (konsentrasi 300 ml/l), A4 (konsentrasi 400 ml/l), A5 (konsentrasi 500 ml/l), dan A6 (POC NASA 6 ml/l).  Pengaruh perlakuan dianalisis dengan sidik ragam  dan jika uji F taraf 5% signifikan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Muliple Range Test) taraf 5%. Hasil menunjukkan terdapat pengaruh nyata pemberian air fermentasi bahan organik terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun umur 14 hst, 21 hst, 28 hst, dan 35 hst, tetapi berbeda nyata pada umur 7 hst. Perlakuan dengan konsentrasi 100 ml/l memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman dan jumlah daun umur 14 hst, 21 hst, 28 hst, dan 35 hst.