Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHATANI PADI SAWAH DI DESA PARIT KELADI KECAMATAN SUNGAI KAKAP Chesa Vira Paskila; Erlinda Yurisinthae; Pamela Pamela
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 9, No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v9i2.1860

Abstract

Desa Parit Keladi merupakan desa yang terletak di wilayah Kecamatan Sungai Kakap Di Kabupaten Kuburaya yang dahulu dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Kabupaten Kubu Raya, kini mengalami fluktuasi produksi padi yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko produksi dan faktor- faktor produksi yang mempengaruhi risiko usahatani padi sawah di Desa Parit Keladi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dimana data primer dan sekunder dikumpulkan sebagai sumber informasi. Jumlah sampel adalah sebanyak 86 responden petani padi sawah yang ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin. Dalam penelitian ini, tingkat risiko produksi diukur dengan menggunakan coefficient variation (CV), sedangkan pengaruh faktor-faktor produksi terhadap risiko dianalisis melalui regresi linier berganda menggunakan pendekatan fungsi varians produksi yang dikembangkan oleh Just dan Pope. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai coefficient variation (CV) sebesar 63,07% yang mengindikasikan risiko produksi usahatani padi sawah tergolong tinggi. Sementara itu luas lahan dan penggunaan pupuk NPK memiliki pengaruh yang signifikan terhadap risiko produksi. Luas lahan berkontribusi meningkatkan risiko (risk-inducing), sementara pupuk NPK berperan dalam mengurangi risiko (risk-reducing). Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya mengukur tingkat risiko produksi, tetapi juga mengidentifikasi peran faktor produksi sebagai risk-inducing dan risk-reducing, sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan bagi petani dalam pengelolan input produksi guna mengurangi risiko produksi.
Analisis Komparatif Tingkat Kesejahteraan Petani Kelapa Sawit Swadaya Dengan Petani Kelapa Sawit Plasma di Desa Sebatih Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak Susilo; Erlinda Yurisinthae; Shenny Oktoriana
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 12 No. 2 (2025): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v12i2.10814

Abstract

There are several types of partnerships in the palm oil industry, including swadaya and plasma, each of which generates different incomes and influences the welfare levels of farmers. Therefore, this study aims to explore the differences in welfare levels between swadaya and plasma palm oil farmers in Sebatih Village. This study uses a descriptive quantitative method with snowball sampling technique for random sample selection. The data obtained were analyzed through household income calculation, food expenditure, measurement of farmers' welfare levels, and ttest. The results show that the welfare level of palm oil farmers in Sebatih Village, Sengah Temila District, both swadaya farmers (14.62%) and plasma farmers (28.89%), falls into the high category, with a significant difference between them (t calculated = 22.80 > t table = 2.23).
STRUKTUR PERILAKU DAN KINERJA PASAR TBS KELAPA SAWIT DI KECAMATAN NGABANG Ella Putriana; Dewi Kurniati; Erlinda Yurisinthae
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 11 No. 1 (2023): Juni 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2023.11.1.75-86

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi saluran pemasaran TBS kelapa sawit di wilayah Kecamatan Ngabang dan menganalisis struktur perilaku dan kinerja pasarnya. Lokasi penelitian ditentukan menggunakan metode purporsive sampling sehingga diperoleh tiga desa di wilayah Kecamatan Ngabang. Responden penelitian ini adalah produsen atau petani kelapa sawit dan semua organisasi yang berperan dalam pemasaran TBS kelapa sawit. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya tiga saluran pemasaran untuk TBS kelapa sawit: Saluran pemasaran 1 yaitu, dimulai dari petani menjual ke pedangang pengumpul dan kemudian ke agen besar yang mendistribusikan TBS ke pabrik. Selanjutnya saluran pemasaran ke 2, dimulai dari petani menjual ke agen besar kemudian langsung menuju ke pabrik. Serta saluran Pemasaran ke 3, di mulai dari petani menjual kepada pedagang pengumpul dan langsung menuju pabrik pengolahan. Struktur pasar pasar TBS kelapa sawit diidentifikasikan sebagai pasar oligopoli, hasil ini ditunjukan dari nilai pangsa pasar (market share), konsentrasi rasio (CR4), indeks Herfindahl, dan hambatan untuk masuk dan keluar pasar setiap lembaga pemasaran yang ada menunjukan nilai yang tidak berbeda jauh. Kinerja atau market performance masing-masing saluran pemasaran menunjukkan bahwa margin, bagian yang diterima petani dan keuntungan terbesar terdapat pada saluran pemasaran II.
PENINGKATAN LITERASI PEMASARAN DIGITAL SISWA SMK MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN Erlinda Yurisinthae; Josua Parulian Hutajulu; Irba Muhlas Sambodo; Nur Inda Sari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40307

Abstract

Abstrak: Keterbatasan pemahaman siswa dalam memanfaatkan media digital untuk memasarkan produk agribisnis menjadi kendala utama di SMK. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan literasi dan keterampilan pemasaran digital siswa melalui pelatihan terstruktur dan pendampingan praktis. Metode pelaksanaan melibatkan 36 siswa jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura melalui metode penyuluhan konsep dasar pemasaran digital berbasis aplikasi Canva, dilanjutkan praktikum laboratorium berupa perbanyakan pupuk hayati Bacillus Plus. Evaluasi program diukur menggunakan instrumen kuesioner sebelum (pre-test 10 pertanyaan) dan sesudah (post-test 10 pertanyaan) kegiatan indikator keberhasilan dari kegiatan ini siswa dapat memahami tentang pemasaran digital serta pengaplikasian pupuk hayati. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pemahaman literasi digital yang nyata pada siswa, dengan kenaikan nilai rata-rata dari 33,06 menjadi 36,31, atau mengalami progres peningkatan kompetensi sebesar 9,83% dari kondisi awal. Integrasi pelatihan pemasaran digital dan praktik inovasi produk agribisnis terbukti efektif memberikan pengalaman belajar yang utuh bagi siswa vokasi.Abstract: Students' limited understanding of utilizing digital media to market agribusiness products remains a major obstacle in vocational high schools. This Community Service (PKM) activity aims to improve students' digital marketing literacy and skills through structured training and practical mentoring. The implementation method involved 36 students from the Agribusiness of Food Crops and Horticulture department, utilizing counseling methods on the basic concepts of digital marketing based on the Canva application, followed by laboratory practice for multiplying Bacillus Plus biological fertilizer. Program evaluation was measured using questionnaire instruments before (pre-test 10 questions) and after (post-test 10 questions) success indicator activities from this activity students can understand about digital marketing and the application of biofertilizers. The implementation results showed a noticeable improvement in students' digital literacy understanding, with an increase in the mean score from 33.06 to 36.31, or experiencing a competence improvement progress of 9.83% from the initial condition. The integration of digital marketing training and agribusiness product innovation practice proved effective in providing a holistic learning experience for vocational students.