Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Siswa dalam Penanganan Sampah Efendi, Rusman; Hanifah, Nadiyah; Effendi, Luqman; Fauzi, Ridhwan
J-Mestahat Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/j-mestahat.v4i2.123

Abstract

Sampah merupakan faktor pencetus penyakit yang ditularkan melalui vektor. Sampah berfungsi sebagai makanan bagi serangga dan hama, memberi nutrisi dan mendorong pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa dalam melakukan pengelolaan sampah. Metode penelitian menggunakan rancangan deskriptif, subjek penelitian adalah siswa SMPN 1 Gunung Sindur dengan jumlah sampel sebanyak 74 orang. Pengmpulan data dilakukan dengan cara angket menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menemukan secara umum siswa di SMPN 1 Gunung Sindur memiliki pengetahuan yang baik tentang penanganan sampah, tetapi secara umum sikapnya menunjukan sikap yang negatif terhadap penanganan sampah. Pada aspek perilaku siswa secara umum menunjukan perilaku yang baik dalam menangani sampah. Kesimpulannya bahwa pengetahuan dan perilaku penangan sampah sudah baik, sedangkan untuk sikap masih banyak yang bersikap negatif. Saran dari hasil penelitian ini agar terus dilakukan edukasi secara berkelanjutan untuk mempertahankan pengetahuan yang baik guna membentuk sikap yang positif dari siswa, dan mempertahankan perilaku penanganan sampah yang baik.
Gambaran Higiene Sanitasi dan Kepadatan Kecoa di Kantin Universitas Muhammadiyah Jakarta Kampus A Cireundeu Tahun 2024 Hasanudin, Iqbal Maulana; Fauzi, Ridhwan
AN-NUR: Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): AN-NUR: Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/annur.6.1.65-82

Abstract

Keberadaan kecoa di kantin dan kurangnya higiene sanitasi merupakan masalah yang sering dijumpai, berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penyajian, pengemasan, persiapan, dan pengolahan pangan di gerai kantin Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Kampus A Cireundeu pada tahun 2024. Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data dari gerai kantin mengenai praktik higiene dan sanitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar gerai telah menerapkan prosedur yang memadai dalam menjaga keamanan dan kebersihan pangan. Namun, masih terdapat beberapa kelemahan, seperti penggunaan wadah pengemasan yang tidak memenuhi standar, kurangnya penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh penjamah makanan, dan kondisi ventilasi yang buruk di beberapa gerai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun gerai kantin di UMJ Kampus A umumnya telah mematuhi standar higiene dan sanitasi, perlu adanya peningkatan dalam aspek penyimpanan pangan mentah, pengemasan makanan, dan penggunaan APD untuk memastikan keamanan pangan yang lebih baik bagi konsumen.
Hubungan Stres Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Pekerja di Proyek Hotel Soll Marina Halim, Muhammad Raihan; Ridhwan Fauzi; Dihartawan; Nurfadhilah
AN-NUR: Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): AN-NUR: Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/annur.6.1.10-17

Abstract

Produktivitas kerja merupakan salah satu aspek penting yang di butuhkan oleh perusahaan karena kemajuan atau kemunduran perusahaan dapat di pengaruhioleh produktivitas kerja para pekerja. Namun rintangan yang seringkali dialamioleh para pekerja dan perusahaan untuk menjaga produktivitas kerja para pekerja yaitu stres kerja. Stres kerja adalah akibat dari setiap bagian pekerjaanyang dapat menimbulkan ketegangan atau ancaman bagi pekerja baik secarapsikologis ataupun fisik. Penelitian ini menggunakan data primer dengankuesioner dan desain penelitian cross sectional. Sampel menggunakan metodetotal sampling dengan jumlah sampel 75 responsden. Analisis dilakukanmenggunakan uji chi square α = 0,05 . Dari 75 responden pekerja di proyekhotel soll marina dalam penelitian hubungan stres kerja terhadap produktivitaskerja pekerja, dalam kategori stres ringan dari 17 pekerja, didapatkan hasilsebesar 41,2% pekerja yang mempunyai produktivitas rendah. Lalu dalamkategori stres berat dari 58 pekerja, sebesar 74,1% pekerja yang memilikiproduktivitas rendah.  Dari perhitungan uji statistic Chi-Square menggunakanCrostabulation α = 0.05, di dapatkan p-value pada Continuity Correction sebesar 0,025 yang berarti p-value <0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwaterdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja terhadap produktivitaskerja pekerja di proyek hotel soll marina. Terdapat Hubungan Stres KerjaTerhadap Produktivitas Kerja Pekerja Di Proyek Hotel Soll Marina. Proyekkonstruksi diharapkan agar lebih memperhatikan kondisi stres pekerja nya agar produktivitas kerja tetap terjagaKata Kunci : Pekerja Konstruksi, Stres Kerja, Produktivitas Kerja
Economic or Public Health? Southeast Asia’s Tackling of COVID-19 a Year Later Arumsari, Imas; Fauzi, Ridhwan; Maruf, Mohammad Ainul; Bigwanto, Mouhamad
Kesmas Vol. 16, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The world has been challenged by rapidly spreading COVID-19 outbreaks for a year now. Southeast Asian countries have had different strategies to deal withthe pandemic. This review aimed to elaborate on Southeast Asian countries’ strategies in managing the trade-off between economic and public health, withfurther consideration of how such approaches were associated with the dynamics of the number of cases and the speed of economic recovery. This reviewevaluated the COVID-19 mitigation efforts spanning one year in the Southeast Asian (SEA) countries listed based on the Bloomberg COVID ResilienceRanking. As of May 24, 2021, three SEA countries (Thailand, Malaysia, and Indonesia) were chosen from the better (27th), moderate (35th), and worst (42nd)SEA country rankings. Peer-reviewed articles were obtained from Google Scholar and PubMed databases, and news articles were retrieved from GoogleNews. The data from government websites were also included. Sources were limited to those in the English and Indonesian languages that could be accessedbetween January 2020 and May 2021. Thailand, Malaysia, and Indonesia were found to have significantly prioritized consideration of the economy in handlingthe pandemic. Malaysia and Thailand had more stringent policies of imposing national lockdowns, while Indonesia had a partial lockdown. It was found thata weak pandemic response may result in substantial economic loss.
Comparative analysis of HIV epidemiology and program coverage in ASEAN countries Ridhwan Fauzi; Refi Yulita
TROPHICO Vol. 6 No. 1 (2026): TROPHICO: Tropical Public Health Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/trophico.v6i1.26658

Abstract

HIV/AIDS remains a substantial public health challenge in the ASEAN region. Although ASEAN countries have committed to achieving the UNAIDS 95-95-95 targets, significant variation persists in HIV epidemiology and program coverage across member states. This study aims to compare sociodemographic characteristics, epidemiology, and HIV program coverage among ASEAN countries. A descriptive comparative approach was employed using secondary data from UNAIDS, WHO, UNDP, and the World Bank. Variables analyzed included demographic indicators, human development, economic capacity, health financing, HIV epidemiology, antiretroviral therapy (ART) coverage, and prevention of mother-to-child transmission (PMTCT). (Results) The findings revealed wide disparities in demographic indicators, health financing, HIV epidemiology, and program coverage among ASEAN member states. Thailand reported the highest HIV prevalence, while the Philippines recorded the highest number of new infections. Thailand and Indonesia had the largest populations of people living with HIV. Cambodia, Malaysia, and Thailand demonstrated the highest ART and PMTCT coverage, whereas other countries reported relatively lower service coverage (Conclusions) The HIV epidemic and program coverage in ASEAN remain marked by substantial disparities. Strengthening health systems, expanding comprehensive HIV care, and enhancing regional collaboration are critical to accelerating progress toward the 2030 AIDS elimination target.