Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

GAMBARAN PELAKSANAAN PERMIT TO WORK DI PT. X DALAM PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL Safirah, Hanifati; Hananingtyas, Izza
Journal of Religion and Public Health Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Journal of Religion and Public Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jrph.v3i1.28808

Abstract

The construction industry has a very high recorded accident rate, from demolition work, excavation work in underground tunnels, lifting operations involving mobile tower or crawler cranes, piling work, tunneling work. So that we need a system to be able to minimize the risk of accidents by implementing a work permit system by determining the necessary preventive measures. This research is a descriptive qualitative research. This research technique uses in-depth interviews, observation and document review by triangulating data. The research was conducted in May-August 2020. The results showed that there was a mismatch in its implementation in the field, namely the signature variable that was not completed by the authorized party. In addition, the display permit variable is not displayed in each work area and the work permit monitoring variable is not subject to a review of the work permit form that has been issued. Meanwhile, the variable of recording or documenting work permits is not recording the results of the published work permit forms.The advice given is to run the permit register according to procedure, provide a permit box or permit holder and do routine evaluations at least once a week on the implementation of the work permit system.Keywords: Permit To Work Systems, Job Safety Analysis (JSA), ConstructionAbstractIndustri konstruksi memiliki tingkat kecelakaan yang tercatat sangat tinggi, mulai dari pekerjaan pembongkaran, pekerjaan penggalian di terowongan bawah tanah, operasi pengangkatan yang melibatkan tower mobile atau crawler crane, pekerjaan tiang pancang, pekerjaan tunneling. Sehingga diperlukan sebuah sistem untuk dapat meminimalisir risiko kecelakaan tersebut dengan menerapkan sistem izin kerja dengan menetapkan tindakan pencegahan yang diperlukan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Teknik penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen dengan melakukan triangulasi data, dengan informan utama adalah manajer SHE dan Safety Officer, sedangkan informan pendukung adalah pelaksana dan pekerja dari di PT. X . Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Agustus 2020. Hasil penelitian menunjukkan terdapat ketidaksesuaian dalam pengimplementasiannya dilapangan, yaitu variabel tanda tangan yang belum dilengkapi oleh pihak yang berwenang. Selain itu variabel display permit tidak ter display di setiap area kerja serta pada variabel pemantauan izin kerja tidak dilakukan peninjauan terhadap formulir izin kerja yang sudah dikeluarkan. Sedangkan variabel pencatatan atau pendokumentasian izin kerja tidak dilakukan pencatatan hasil dari formulir izin kerja yang telah diterbitkan. Kesimpulannya adalah tahap persiapan, pelaksanaan, dan penyelesaian program permit to work sudah berjalan baik. Saran yang diberikan yaitu menjalankan permit register sesuai prosedur, menyediakan box permit atau permit holder dan melakukannya evaluasi rutin minimal satu minggu sekali terhadap pelaksanaan sistem izin kerja.Kata Kunci: Permit To Work Systems, Job Safety Analysis (JSA), Konstruksi
Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Perilaku Vulva Hygiene pada Remaja Putri di SMP X Kota Bekasi Indonesia Wardani, Arum Cahya; Nasir, Narila Mutia; Alkaff, Raihana Nadra; Hananingtyas, Izza
Journal of Religion and Public Health Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Journal of Religion and Public Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jrph.v4i1.28841

Abstract

Adolescent girls are vulnerable to reproductive health problems such as vulva hygiene behavior. Data indicated that they do not understand about vulva hygiene, especially those who in early adolescent stage. Thus, this study aims to know the factors associated with vulva hygiene behavior among adolescent girls of X Junior High School in Bekasi City, Indonesia. Using quantitative research design with cross-sectional study, 82 respondents who participated in this research were recruited as sample by utilizing proportional stratified random sampling. The data were collected online through google form. Data analysis was performed using chi-square test. The results illustrate that 48.8% of adolescent girls had poor vulva hygiene behavior, 62.2% of them had poor knowledge. 74.4% adolescent girls had lack exposure to information, and 85.4% of them did not get enough support from health workers. Furthermore, data analysis shows there were relationships between knowledge behavior (p value = 0.014), information exposure (p value = 0.031), and teacher support (p value = 0.004) with vulva hygiene behavior. It is important to pay attention to vulva hygiene behavior as early as possible to prevent a negative impact to the future. Reproductive health education and providing information especially about vulva hygiene behavior should be improved at school through collaboration with the health workers, such as counseling or peer-group training.  Keywords: adolescent, vulva hygiene, behaviorAbstrakRemaja putri merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi, salah satunya adalah mengenai perilaku vulva hygiene. Data menunjukkan bahwa masih banyak remaja putri terutama remaja awal yang kurang memahami tentang vulva hygiene. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku vulva hygiene pada remaja putri SMP X di Kota Bekasi, Indonesia. Dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif secara cross-sectional, 82 responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini diambil sebagai sampel dengan menggunakan propotional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan secara online menggunakan google form. Analisa data dilakukan dengan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa 48.8% remaja memiliki perilaku vulva   hygiene yangburuk. Sebanyak 62.2% remaja memiliki pengetahuan buruk tentang vulva hygiene, 74.4% remaja kurang mendapatkan paparan informasi, dan 85.4% remaja tidak mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan. Selanjutnya, analisis data menunjukkan bahwa terhadap hubungan antara pengetahuan dan perilaku vulva hygiene (p value= 0.014), paparan informasi dan perilaku vulva hygiene (p value= 0.031), dan dukungan guru dan perilaku vulva hygiene (p value= 0.004). Perilaku vulva hygiene perlu diperhatikan sejak dini agar tidak berdampak negatif terhadap kesehatan dimasa yang akan datang. Pendidikan kesehatan reproduksi dan penyediaan informasi terutama mengenai perilaku vulva hygiene perluditingkatkan di sekolah melalui kerja sama dengan tenaga kesehatanseperti melakukan penyuluhan atupun melatih konselor teman sebaya.Kata Kunci: remaja, vulva hygiene, perilaku
Bahaya Kontaminasi Logam Berat Merkuri (Hg) dalam Ikan Laut dan Upaya Pencegahan Kontaminasi pada Manusia Hananingtyas, Izza
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2017): March
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v2i2.120

Abstract

Produk pangan mentah terutama dari hasil laut memiliki tingkat pencemaran logam berat yang mengkhawatirkan akibat semakin banyaknya bahan pencemar yang masuk dalam lingkungan perairan Indonesia yang berasal dari pembuangan limbah industri di sepanjang wilayah pantai dapat menjadi sumber racun bagi kehidupan perairan. Adanya kandungan logam berat di perairan Laut Jawa, memungkinkan adanya kotaminasi pada ikan laut hasil Laut Jawa yang didistribusikan ke masyarakat. Hal ini tidak sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur dan melindungi keamanan pangan yaitu PP Nomor 28 tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu, dan Gizi Pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengukur kadar logam berat merkuri (Hg) pada hasil laut di Pantai Utara Jawa dan menjelaskan upaya pencegahan kontaminasi pada manusia. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Akumulasi logam berat di dalam tubuh manusia dalam jangka waktu yang lama dapat mengganggu sistem peredaran darah, urat syaraf dan kerja ginjal. Kadar rata - rata logam berat merkuri (Hg) pada ikan tongkol (Euthynnus sp.) di Pantai Utara Jawa sebesar 0,141 mg/kg. Langkah pengendalian yang dapat diterapkan untuk mencegah bahaya logam berat Hg yaitu dengan pengendalian pencemaran limbah dari industri yang berlokasi disekitar wilayah perairan Laut Utara Jawa. Upaya pencegahan akumulasi kontaminasi logam berat Hg pada manusia yaitu mengatur konsumsi ikan laut setiap harinya dengan perhitungan ADI (Acceptable Daily Intake) diperoleh hasil 0,168 μg/kg BB per minggu. Akan tetapi bila konsumsi ikan seseorang melebihi rata-rata konsumsi perhari, dan weekly intake-nya melebihi PTWI (provisional tolerable weekly intake) yang telah ditetapkan WHO, maka dapat berefek negatif pada kesehatan.