Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembuatan Sabun Aroma Teraphi untuk Masyarakat Pedesaan Aman Santoso; Ida Bagus Suryadarma; Sumari Sumari; Dedek Sukarianingsih
Jurnal KARINOV Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i1p5-9

Abstract

Kelompok tani wilayah ponggok berpotensi sebagai penghasil  produk agro seperti buah-buahan dan juga minyak atsiri seperti bunga kenanga, nilam, sereh dan  cengkeh. Minyak atsiri dapat diisolasi dengan cara destilasi  air, dan destilasi air-uap. Masyarakat banyak menghasilkan limbah minyak goreng. Limbah minya tidak baik untuk kesehatan dn juga mencemari lingkungan. Hasil potensi desa bisa dimanfaatkan sebagai unggulan masyarakat desa. Dengan reaksi saponifikasi minyak dapat diubah menjadi sabun. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias dan bisa membuat sabun cair dengan bahan baku minyak goreng, dikatalis  basa, sedikit texafone, serta gloserin serta sedikti aroma minyak aisiri.  Kata kunci—minyak atsiri, sabun, minyak sawit, masyarakat desa. Abstract Ponggok area farmers groups have the potential to produce agro products such as fruits and essential oils such as cananga, patchouli, lemongrass and clove. Essential oils can be isolated by water distillation, and water-steam distillation. Many people produce cooking oil waste. Oil waste is not good for health and also pollutes the environment. Village results can be used as a superior village community. With the saponification reaction the oil can be turned into soap. The findings of these activity showed that the community is very enthusiastic and can make liquid soap with raw materials for cooking oil, alkaline catalysts, a little texafone, as well as gloserin and a little aroma of essential oils. Keywords—essential oil, soap, palm oil, rural communities
Analysis Students’ Scientific Explanation Skills Using Explanation Driven Inquiry Learning on Acid-Base Topic Oktavia Sulistina; Hesti Puspitasari; Dedek Sukarianingsih
Jurnal Tadris Kimiya Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Department of Chemistry Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jtk.v6i1.9493

Abstract

This study analyzes students' scientific explanation skills using explanation driven inquiry (EDI) learning on acid-base topics. The method used a quasi-experimental design with a posttest-only control group design. The research sample consisted of two groups that 30 students each in EDI (experimental group) and guided inquiry (GI) (control group). The research instrument was essay questions. The EDI learning model provides better results than the guided inquiry (GI) learning model for students' scientific explanation skills. The quality of the students' scientific explanation skills reached the highest level (level 4). EDI class students were more likely to achieve it than the GI class.
OPTIMASI SINTESIS DAN KARAKTERISASI SABUN CAIR DARI KEMIRI (Aleurites moluccana) DENGAN BANTUAN GELOMBANG ULTRASONIC Aman Santoso Santoso; Syafiuddin Syafiuddin; Dedek Sukarianingsih; Sumari Sumari; Rini Retnosari
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2021): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.552 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v6i1.545

Abstract

Liquid soap has become a basic necessity, especially during the Covid pandemic. The quality of soap is influenced by the type of raw material used. Candlenut oil saponification with potassium hydroxide produces liquid soap which has the potential to be anti-bacterial. Ultrasonic waves (US) produce cavitation which speeds up the reaction. This study aims: (1) Synthesis and characterization of liquid hazelnut oil soap, (2) to determine the antibacterial activity of liquid soap. The stages in this study were: (1) isolation and characterization of hazelnut oil, (2) making liquid soap at various alkaline concentrations with US (3) characterizing liquid soap (4) testing for antibacterial activity. The results showed that liquid soap can be made by saponification with KOH hazelnut oil, obtained physical properties of viscous liquid form, yellowish white color, distinctive aroma. The chemical properties of liquid soap have a pH of 8.46, a density of 1.10 g/mL, a free fatty acid content of 0.34%, a free alkaline content of 0.05%, a viscosity of 1,460 cSt and a surface tension of 4.33 x 10-4 N/m. Candlenut liquid soap has antibacterial activity in the weak category against E. coli bacteria and in the moderate category against S. aureus bacteria
Pengembangan bahan ajar berbasis react (relating, experiencing, applying, cooperating, transferring) berbantuan advance organizer pada materi larutan penyangga untuk peserta didik SMA/MA kelas XI Ilma Ade Restantri; Endang Budiasih; Dedek Sukarianingsih
Jurnal MIPA dan Pembelajarannya (JMIPAP) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1426.996 KB) | DOI: 10.17977/um067v1i6p451–463

Abstract

Pemahaman konsep peserta didik terhadap materi larutan penyangga cukup rendah dan banyak kesulitan yang dialami oleh peserta didik terhadap beberapa konsep. Hal ini disebabkan karena penggunaan bahan ajar yang bersifat deskriptif. Bahan ajar kimia masih berupa buku teks yang menuntut peserta didik untuk menghafal bukan memperoleh pengetahuannya sendiri, sehingga berakibat pada hasil belajar peserta didik. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah mengembangkan bahan ajar dengan model pembelajaran berbasis kontekstual yaitu REACT karena sesuai dengan karakteristik materi larutan penyangga dengan melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran yang nyata. Adanya advance organizer dalam bahan ajar digunakan sebagai penguat struktur kognitif peserta didik yaitu memberikan gambaran mengenai keterkaitan antar konsep pada materi larutan penyangga. Penerapan model REACT berbantuan advance organizer diharapkan dapat membantu peserta didik mempelajari materi secara keseluruhan dan pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan Four-D oleh Thiagarajan, et all (1974) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu define, design, develop, dan disseminate. Penelitian ini hanya sampai pada tahap ketiga yaitu develop. Produk yang dikembangkan berupa bahan ajar yang divalidasi oleh tiga validator yaitu satu orang dosen dan dua orang guru. Data yang dihasilkan berupa data kualitatif dan kuantitatif yang dianalisis dengan teknik analisis persentase dan deskripsi kualitatif. Hasil validasi terhadap buku guru dan buku peserta didik diperoleh rata-rata persentase kelayakan isi sebesar 85,60 persen, kelayakan penyajian dan bahasa sebesar 89,20 persen, serta kelayakan perangkat pembelajaran sebesar 86,70 persen. Hasil uji keterbacaan diperoleh rata-rata persentase aspek tampilan sebesar 92 persen, aspek penyajian materi sebesar 85,60 persen, dan aspek manfaat sebesar 94,80 persen. Berdasarkan kriteria kelayakan bahan ajar menurut Riduwan (2013), bahan ajar yang dikembangkan sangat layak digunakan sebagai sumber belajar.