Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

IDENTIFIKASI ILUSTRASI-TIPOGRAFI GRAPHIC VERNACULAR SEBAGAI SISTEM TANDA & IDENTITAS WARUNG TENDA DI KOTA MALANG Hermanto, Yon Ade Lose; Pahlevi, Andreas Shay; Sutrisno, Andika Agung
JADECS Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.441 KB)

Abstract

Kota Malang merupakan kota yang tengah berkembang dengan potensi dibidang pendidikan dan industri kreatif yang cukup besar, telah menjadi tujuan bagi masyarakat urban yang bermukim di kota-kota lain untuk sekadar belajar atau mencari mata pencaharian. Banyak sekali pendatang yang bermukim sementara atau menetap, karena memang Kota Malang disamping menjadi destinasi pendidikan, juga menjai destinasi wisata. Keberadaan masyarakat urban di Kota Malang membuat geliat ekonomi di kota ini juga terangkat. Termasuk usaha kuliner pinggir jalan. Warung-warung tenda dipinggir jalan tumbuh menjamur dengan beragam pilihan kuliner. Warung-warung tenda ini memiliki berbagai macam identitas ang dibuat dengan teknik mannual untuk dikenal dan diingat oleh masyarakat sebagai konsumennya. Karya-karya ini disebut dengan karya graphic vernacular, yang terdiri dari tipografi dan ilustrasi. Penelitian ini untuk mengkaji faktor-faktor yang bersangkutan dengan graphic vernacular yang dapat dijadikan sebagai alat identitas dan sistem tanda. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa graphic vernakular yang terdapat pada spanduk warung tenda dapat menjadi identitas sekaligus sistem tanda yang mudah untuk diidentifikasi masyarakat.
KAMPUNG ENTREPRENEUR BERBASIS WEB SEBAGAI MEDIA PROMOSI BAGI UMKM Andika Agung Sutrisno; Joko Samodra; Andreas Syah Pahlevi
Jurnal KARINOV Vol 2, No 3 (2019): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.807 KB) | DOI: 10.17977/um045v2i3p171-176

Abstract

Tujuan program ini untuk mengembangkan dan memberikan pelatihan tentang bagaimana menggunakan media promosi yang efektif diwujudkan dalam bentuk sebuah platform pasar digital berbasis web. Sebagai tambahan, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan citra Bumi Tunggul Wulung (BTWI) sebagai kampung entrepreneur, serta market place berbasis koperasi yang akan mewadahi setiap warga yang belum memiliki pasar produk dengan harapan dapat mingkatakan profit usaha serta terjadi kolaborasi antar warga. Kegiatan pengabdian masyrakat ini dilakukan melalui pelatihan branding, photo produk, pengolahan data pada website serta pelatihan e-commerce. Hasil dari kegiatan menjunjukkan bahwa dengan adanya Graphic Standard Manual (GSM) untuk Logo, maka identitas untuk mencapai brand awarness dapat diterapkan dalam berbagai atibut desain yang dialokasikan kedalam media promosi baik cetak maupun digital seperti website yang sudah dikembangkan. Dengan adanya website sebagai platform digital diharapkan dapat menjadi wadah bagi warga BTWI yang ingin meningkatkan profit usahanya dengan nafas kampung etrepreneur sebabagai citra warga.Kata kunci—entrepreneur, branding, marketplace, website, UMKM AbstractThe purpose of this program is to develop and provide training on how to use effective promotion media in the form of a web-based digital market platform. In addition, this activity is carried out to improve the image of Bumi Tunggul Wulung (BTWI) as an entrepreneur village, as well as a cooperative-based market place that will accommodate every citizen who does not yet have a product market in the hope of increasing business profits and collaboration between citizens. Activities in community service are through branding training, product photos, data processing on the website and e-commerce training. The results of the activity show that with the Graphic Standard Manual (GSM) for the Logo, the identity to achieve brand awareness can be applied in a variety of design allocated to print and digital promotional media such as websites that have been developed. With the website as a digital platform it is hoped that it can become a forum for BTWI residents who want to increase their business profits with the breath of the entrepreneur's village because of the citizens' image.Keywords—entrepreneur, branding, marketplace, website, MSME
Job satisfaction and performance: A survey study on internship students of Universitas Negeri Malang Rosyidah Rosyidah; Utami Widiati; Andika Agung Sutrisno; Ary Fauzi; Kukuh Prayitno Subagyo; Nurhidayati Nurhidayati
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol 10, No 1 (2020): February
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpv.v10i1.29874

Abstract

This study aims to describe the satisfaction of host companies to internship students toward their competencies and performance and suggest improvements to the internship program. The research subjects were students who were undertaking internships in 64 institutions in Malang areas, both in the business and industrial world. Research data are obtained from questionnaires. The results showed that the qualifications of the internship students were in the range of good to very good. These findings are following the expectations of host companies, which also recognize that the competencies of internship students are in line with their expectations and needs. However, some students worked less efficiently, so host companies are not really satisfied. According to the host companies, three things need to be improved: (1) the duration of the internship, (2) monitoring, and (3) student readiness. Regarding the length of the internship, host companies suggest that the internship program's duration occupies at least three months. Host companies hope that the supervisors monitor all students who are apprenticed. Besides, the internship students should prepare in advance by giving them special provisions about the company's product knowledge and related hard skills and soft skills needed in the future jobs. These findings suggest the universities, faculties, students, host companies to develop both of the experiences and satisfaction as possible.
REPRESENTASI VISUAL PRASI UNTUK MEMPERTAHANKAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BALI PADA ERA DISRUPTIF 4.0 Novian Wahyu Firmansyah; Andika Agung Sutrisno; Pujiyanto Pujiyanto; Andhika Putra Herwanto
JADECS (Journal of Art, Design, Art Education & Cultural Studies) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um037v6i12021p8-14

Abstract

Eksistensi merupakan  kebutuhan yang mendasar untuk mempertahankan kearifan  lokal di era disrupsi 4.0. Masyarakat bali masih mempertahankan berkarya prasi, yakni menorehkan wujud visual   pada  daun   lontar  dengan   menggunakan   penguprak (sebuah pisau kecil).   Pendekatan  fenomenologi  di gunakan untuk mengalokasikan analasis data  yang diperoleh.  Dalam  perkembangan teknologi di  era  digitalisasi  saat  ini,  eksistesni  karya  tradisi  sangat  dipertaruhkan.  Bukan  menghindar akan tetapi  harus beradaptasi, kompromi dengan  perkembangan teknologi  menjadi strategi. Representasi  visual  menjadi titik awal  dalam  melihat  keberadaan  desain  yang  muncul  pada karya prasi pada era digitalisasi saat ini, wujud desain secara visual membangun  persepsi postif dalam   mempertahakan   seni   tradisi   menjadi   hal   esensial   dari   karya   prasi.   Digitalisasi menggunakan  teknologi manjadi penting mempertahankan eksistensi karya prasi, dikarenakan karya ini dapat diinformasikan secara luas dengan dokumen  yang berbentuk digital. Selain itu, diharapkan penelitian ini dapat memberikan inspirasi bagi karya-karya tradisional lainnya dapat bertahan di era disrupsi 4.0 ini dengan memanfaatkan digitalisasi, tidak hanya di Bali, namun juga di daerah-daerah lainnya di Indonesia.
CONTINOUS LIGHT DAN ARTIFICIAL LIGHT PADA KARYA PORTRAIT FOTOGRAFI BANTENGAN Andhika Putra Herwanto; Andika Agung Sutrisno
JADECS (Journal of Art, Design, Art Education & Cultural Studies) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.878 KB) | DOI: 10.17977/um037v4i12019p32-38

Abstract

Fotografi hadir sebagai unique distinction, yaitu kemampuannya berbicara (spoken) dan tulisan (writen) dan membuat menjadi partially (not complete), out of date (tidak bertahan lama). Pengetahuan subject dan implikasinya menjadi penting bagi fotografer selain persoalan teknikal optimalisasi lensa. Ketika membuat portrait, fotografer melakukan kegiatan menafsirkan objek (model) foto. Dalam fotografi, pencahayaan atau lighting dapat digolongkan ke dalam berbagai topik bahasan. Umumnya pembahasan tersebut berkaitan dengan sumber cahaya. Bila ditinjau dari sumbernya, cahaya yang ada bisa dibagi menjadi dua, yaitu cahaya alam (continous light) dan cahaya buatan (articial light)Kata kunci: fotografi portrait, continuous light, artificial light
Design paradigm and syntagm of woven bamboo packaging (besek) Andika Agung Sutrisno; Bambang Sunarto; Dharsono Dharsono
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 50, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.241 KB) | DOI: 10.17977/um015v50i12022p128

Abstract

Design paradigm and syntagm of woven bamboo packaging (besek)Abstract: Communication becomes a powerful means of cultural diffusion and an alternative choice for the community. Recently, modern society has been observed to be highly consumeris­tic, where the image becomes a consideration in the decision-making to pur­chase. Visual design on the packaging has an effect on consumers' purchasing decisions. The traditional woven bamboo packaging (besek) has an exciting phenomenon in modern society today (urban). The qualitative approach was used with narrative construction or textual de­scriptions of phenomena. Formal analysis and sign interpreta­tion were used to answer research problems. The formal analytical method was used to identify the way syntag­matic shapes produce paradigms in meaning. The alternative modern packaging that follows the recent developments does not significantly replace the presence of besek as a medium to come to the collective memory of the target audi­ence. Besek is a small part of existing past cultural products that compete with the modern packaging para­digm. Every past cultural product that successfully maintains its existence enables the establishment of an image and becomes a bridge to collective memory in the contempo­rary era.Keywords: paradigm, essence, memory  colective, design, packagingParadigma dan syntakmatik desain kemasan anyam bambu (besek)Abstrak: Komunikasi menjadi sarana difusi budaya, sekaligus alternatif pilihan bagi masya­ra­kat. Fenomena pada masyarakat modern kapitalis adalah konsumerisme yang sangat ting­gi, dimana citra menjadi preferensi dalam menimbang sebuah keputusan untuk membeli. Visual desain pada kemasan memiliki pengaruh kepada konsumen dalam ke­putusan pembelian. Kemasan produk masa lalu (besek) memiliki fenomena menarik di masya­rakat modern kini (urban). Pendekatan kualitatif digunakan dalam konstruksi naratif atau deskripsi tekstual atas fenomena. Analisis formal dan pendekatan inter­pretasi tanda digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian. Metode analisis formal yang digunakan guna untuk mengetahui bagaimana bentuk secara syntakmatik yang akan menghasilkan paradigma dalam makna. Medium produk budaya masa lalu (besek) yang memiliki alternatif kemasan dengan wujud yang konvensional, mengikuti perkembangan ternyata tidak secara signifikan mengantikan kehadiran sebagai medi­um untuk masuk kedalam memori kolektif khalayak sasaran. Besek merupakan bagian kecil dari produk budaya masa lalu yang eksistensinya masih bertahan dengan segala pradig­ma kemasan modern yang bersaing. Produk budaya masa lalu dalam wujud apa­pun yang eksisten­sinya bertahan, secara esensial sangat memungkinkan memben­tuk citra dan menjadi jembatan kedalam memori kolektif di era kontemporer.Kata kunci: paradigma, esensi, memori kolektif, desain, kemasan
PENGEMBANGAN KANAL INFORMASI BERBASIS VIDEO ONLINE BAGI KELOMPOK KRPL DUSUN BUNDER DESA TUNJUNGTIRTO KECAMATAN SINGOSARI MALANG Joko Samodra; Arif Sutrisno; Andika Agung Sutrisno
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2020 "Peranan Strategis Teknologi Dalam Kehidupan di Era New Normal"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada sebuah kelompok masyarakat, salah satu kegiatan yang harus dilakukan agar keberadaan, program kerja dan potensi yang dimiliki oleh kelompok masyarakat tersebut dapat dikenal dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas yaitu membangun kanal informasi yang tepat dan memadai. Dan di era digital sekarang ini, kelompok masyarakat di desa harus memiliki keahlian dan keterampilan yang memadai dalam memanfaatkan berbagai media digital sebagai kanal informasi, diantaranya yaitu media video online dan media berbasis web. Permasalahan yang dimiliki oleh kelompok KRPL Dusun Bunder yaitu belum memiliki media informasi yang memadai. Berbagai macam kegiatan, pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dan diterapkan oleh kelompok ini hanya diketahui dan diambil manfaatnya oleh anggota kelompok itu sendiri dan warga kampung di sekitarnya saja. Selain itu, kelompok ini juga belum memiliki keterampilan yang baik dalam hal penataan/pemajangan objek tanaman yang mereka kelola. Metode pemecahan masalah yang digunakan yaitu dengan mengembangkan media informasi yang berupa kanal video online Youtube dan website/blog, kemudian memberikan pelatihan dan pendampingan praktek. Berdasarkan hasil evaluasi dapat diketahui adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota KRPL Dusun Bunder dalam hal perencanaan dan penataan kebun tanaman pangan, produksi video, pembuatan konten website/blog, dan cara mengelola informasi melalui kanal video online Youtube dan media website/blog.
Collective memory in traditional bèsèk packaging: impact on buyer perception at Omah Jenang Blitar Andika Agung Sutrisno; Bambang Sunarto; Pujiyanto Pujiyanto
International Journal of Visual and Performing Arts Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : ASSOCIATION FOR SCIENTIFIC COMPUTING ELECTRICAL AND ENGINEERING (ASCEE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31763/viperarts.v6i1.922

Abstract

This research examines the design of basic packaging for traditional culinary products at Omah Jênang Kêtan Kelapa Sari Blitar, using it as a case study. It critically evaluates the relationship between traditional culinary products, effective packaging, and labels. Bèsèk packaging not only protects culinary products from damage but also enhances their appeal with a natural and traditional look. The packaging label provides essential information about the product, including composition, expiration date, and storage instructions. The aim is to evaluate how traditional packaging influences consumer perceptions and to understand the relationship between traditional culinary products and their packaging and labels. This study offers insights into the significance of preserving traditional elements in packaging design and how these elements can inform more effective marketing strategies. A qualitative data analysis method is employed to assess the packaging design used by Omah Jênang Kêtan Kelapa Sari Blitar, focusing on visual stimuli and their impact on consumer memory. The research found that good packaging design fosters emotional bonds between traders and buyers, rooted in traditional collective memories, which enhances the durability and sustainability of the packaging. Additionally, Bèsèk's packaging design connects with collective memory, associated with romance and stories of past events, increasing consumer interest in recalling these experiences. The findings provide insights into how various packaging designs influence consumer perceptions and feelings toward traditional culinary products. This research underscores the importance of visual attributes in packaging design, highlighting their ability to stimulate consumer perceptions of collective memory and create meaningful, memorable packaging experiences.
Presentasi Visual dalam Tata Kemas Sego Pincuk Terhadap Persepsi Gastronomi dan Kenikmatan Andika Agung Sutrisno
MAVIS : Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol 6 No 01 (2024): Mavis : Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : LPPM STIKI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32664/mavis.v6i01.1174

Abstract

Food consumption has evolved from a basic human need to a lifestyle choice. Exploration of the role of packaging in shaping consumer perceptions of taste preferences, with a focus on ready-to-eat foods in banana leaf containers known as "pincuk". Sego Pincuk attracts attention not only for its distinctive taste, but also for its simple visual presentation. The use of banana leaves as natural packaging reflects local wisdom in utilizing resources sustainably and enhancing the gastronomic experience with natural sensations. Gastronomy not only includes the taste and texture of food, but also explores the history, traditions, and values ​​associated with food consumption within a culture. Sego Pincuk's visual presentation plays an important role in forming consumers' initial perceptions of the dishes that buyers will choose. The research uses a qualitative descriptive approach to understand the impact of visual presentation on gastronomy and aesthetic experiences due to visual perception. Direct observations, interviews, and content analysis were carried out to examine the sego pincuk phenomenon to gain holistic insight into how visual packaging presentation influences consumer responses and preferences. The visual presentation of traditional packaging acts as an emotional link for consumers to their cultural heritage and culinary preferences. Emotional ties are important to maintain and promote traditional cultural values ​​in a culinary experience rich with authentic flavors and aesthetics.