Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kandungan Protein dan HCN “Wikau Maombo” Hasil Fermentasi Umbi Ubi Kayu Pahit (Manihot aipi Phol) Menggunakan Beberapa Isolat Mikroorganisme Lokal Nurhayani H. Muhiddin; M. Natsir Djide; Suryani Das'ad
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 2 (2013): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat228622013

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perubahan kandungan protein dan HCN umbi ubi kayu pahit melalui fermentasi beberapa isolat mikroorganisme lokal menjadi “Wikau Maombo” dan mengetahui isolat mikroorganisme yang menghasilkan “Wikau Maombo” terbaik. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan teknik fermentasi substrat padat. Inokulum yang digunakan adalah biakan murni sebanyak 35 isolat mikroorganisme lokal hasil isolasi dari “Wikau Maombo” yang terfermentasi secara tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan isolat mikroorganisme memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap perubahan kadar protein dan berbeda nyata terhadap kadar HCN “Wikau Maombo” dibandingkan kontrol. Kontrol umbi ubi kayu segar (KS) mengandung kadar protein sebesar 0,7221% dan HCN sebesar 103,8352 ppm. Produk “Wikau Maombo” berkualitas baik dari hasil fermentasi isolat bakteri M (FM) mengandung protein 0,8805% dan HCN 23,0555 ppm. Produk “Wikau Maombo” hasil fermentasi isolat kapang KpC (FKpC) mengandung protein 0,6505% dan HCN 25,7719 ppm, sedang hasil fermentasi isolat khamir HC (FHC) mengandung protein 0,7608% dan HCN 25,7447 ppm.Kata kunci: Umbi Kayu Pahit, Fermentasi, Mikroorganisme Lokal, Protein, HCN.
Ekstraksi Isoflavon Kedelai dan Penentuan Kadarnya Secara Ultra Fast Liquid Chromatography (UFLC) . Sartini; M. Natsir Djide; A. Dian Permana; . Ismail
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 3, No 2 (2014): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat3211202014

Abstract

Isoflavon merupakan komponen polifenol utama dalam kacang kedelai. Isoflavon kedelai utamanya dalam bentuk glikosida (Genistin dan Daidzin) dibanding bentuk aglikonnya (Genistein dan Daidzein). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode ekstraksi terhadap kandungan isoflavonnya (Genistein, Daidzein, Genistin, Daidzin). Isoflavon kedelai diekstraksi dengan beberapa cara, yaitu: 1) kacang kedelai tanpa kulit ari diblender dengan air panas, 2). Kacang kedelai tanpa kulit ari diblender dengan etanol 70 % , 3) kacang kedelai utuh diekstraksi secara maserasi dengan aseton 70 %, dan 4) kacang kedelai utuh diekstraksi secara maserasi dengan metanol.. Perbandingan kacang kedelai dan cairan penyari 1:10. Ekstrak yang diperoleh dianalisis kadar isoflavonnya menggunakan kromatografi cair kecepatan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan total isoflavon tertinggi (dihitung sebagai total genistein, daidzein, genistin, daidzin) ada pada kacang kedelai utuh yang diekstraksi dengan metanol.Kata Kunci : Metode Ekstraksi, Isoflavon, Kedelai (Glycine max L.), Ultra Fast Liquid Chromatography