Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Psychometric Evaluation of the Stakeholder Support Questionnaire for Integrated Primary Care: Evidence of a Multidimensional and Hierarchical Construct in Indonesia Wiwin Wiarsih; Utami Rachmawati; Muhamad Jauhar; Megah Andriany; Endang Triyanto; Lita Heni Kusumawardani; Maula Mar'atus Solikhah; Umi Hani; Kinantika Nur Dewanti; M.Agung Akbar
An Idea Health Journal Vol 6 No 02 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v6i02.638

Abstract

Background: Integrated primary care (IPC) is recognized as essential for strengthening health systems. However, Indonesia currently lacks a validated instrument to assess stakeholder support, which is a critical determinant of successful IPC implementation. This study evaluated the content validity, internal structure, and reliability of the newly developed Stakeholder Support Questionnaire for Integrated Primary Care (SSQ-IPC), grounded in Freeman’s Stakeholder Theory. Methods: A cross-sectional psychometric validation was conducted with 570 primary healthcare nurses recruited through stratified random sampling across Indonesia. The initial 18-item instrument, encompassing four constructs, underwent content validation by a panel of seven experts. Data analysis included calculating the Content Validity Index (CVI), conducting exploratory factor analysis (EFA), confirmatory factor analysis (CFA), and second-order CFA. Model fit was assessed using multiple fit indices, while construct validity and reliability were evaluated through factor loadings, Average Variance Extracted (AVE), Cronbach’s alpha, and McDonald’s omega. Results: EFA supported a four-factor structure. First-order CFA indicated acceptable model fit (CFI = 0.933, TLI = 0.921, SRMR = 0.037), with all factor loadings statistically significant (p<.001) and strong indicator reliability. Convergent validity was established with AVE values ranging from 0.650 to 0.869, and internal consistency was high across constructs (α= 0.877–0.978; ω = 0.884–0.973). Second-order CFA supported a hierarchical model, with all four constructs significantly loading onto a higher-order factor. Conclusion: The SSQ-IPC demonstrates strong evidence of validity and reliability, supporting its multidimensional and hierarchical structure. This instrument provides a robust tool for research and practice, facilitating.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DENGAN MOTIVASI KADER POSYANDU LANSIA DALAM MELENGKAPI PENGISIAN KARTU MENUJU SEHAT Yosiana Nur Alifah; Asep Iskandar; Lita Heni Kusumawardani
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v10i2.640

Abstract

Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi dengan motivasi kader posyandu lansia dalam melengkapi pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS). Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah responden 103 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner persepsi dan motivasi yang menggunakan skala likert. Analisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Somers’d. Hasil: Hasil univariat menunjukkan karakteristik responden mayoritas berusia 45 – 55 tahun. Mayoritas kader berpendidikan terakhir SMA ibu rumah tangga dengan pendapatan < UMK Banyumas tahun 2024. Mayoritas kader sudah menjabat ≥ 3 tahun. Kader sudah pernah mengikuti pelatihan mengenai tata cara pengisian KMS lansia. Selain itu, semua kader telah mendapatkan insentif dan mayoritas mendapatkan satu tahun sekali. Mayoritas kader memiliki persepsi dengan kategori sedang sebesar 85,4% dan motivasi dengan kategori rendah sebesar 56,3%. Analisis uji Somers’d diperoleh hasil nilai p-value = 0,001 (p<0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi dan motivasi kader dalam melengkapi pengisian KMS. Kekuatan hubungan termasuk dalam kategori sedang dengan nilai r = 0,429 dan menunjukkan arah hubungan positif. Diskusi: Motivasi kader posyandu lansia yang rendah dalam melengkapi pengisian KMS menghambat pemantauan kesehatan lansia. Motivasi ini dipengaruhi oleh persepsi keyakinan diri kader terhadap kemampuan yang dimiliki. Kesimpulan: Semakin baik persepsi kader, maka motivasi kader dalam melengkapi pengisian KMS cenderung meningkat.Kata Kunci: Kader, Kartu Menuju Sehat (KMS), motivasi, persepsi, posyandu lansia.