Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Bibliometrik Pola Produktivitas Pengarang Bidang Ilmu Perpustakaan Terindeks SINTA dengan Pendekatan Hukum Lotka Sulis, Nurmianti; Ibrahim, Cecep; Jaya, Asrul; Handayani, Rivi
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 8, No 2 (2022): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v8i2.46998

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian yang bertujuan untuk menganalisis pola produktivitas pengarang  pada artikel jurnal terindeks SINTA  dengan pendekatan strategi count. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengambilan data, dimana pengumpulan data unit analisis di lakukan dengan mengakses internet dan merekapitulasi data yang telah dikumpulkan. Penentuan jurnal bidang ilmu perpustakaan  diambil dari database SINTA berdasarkan Keyword “Ilmu Perpustakaan” Pada artikel jurnal terindeks SINTA yaitu terdapat 1796 artikel dan 1787 pengarang kemudian data dianalisis. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh  nilai parameter n  sebesar 3,3572 dan c sebesar  0,8761. Hasil Kolmogorov Smirnov menunjukan bahwa Dmaks = 0,36522 dan nilai kritis taraf  α 0,05 yaitu nilai kritis 0,0321 sedangkan pada taraf  α = 0,01, nilai Dmaks 0,36522 pada nilai kritis 0,288. Hal tersebut menunjukan bahwa Dmaks lebih besar dari pada nilai kritis yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara distribusi pengarang pada artikel jurnal terindeks SINTA dengan teori hukum lotka. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengarang yang paling produktif  adalah Ika Krismayani dengan jumlah artikel 20, sedangkan artikel yang paling banyak dikutip Technology Acceptance model (TAM) untuk menganalisis penerimaan terhadap sistem informasi di perpustakaan informasi perpustakaan dengan jumlah sitasi 233 dan jurnal yang paling banyak disitir adalah Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan dengan jumlah sitasi 953. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola produktivitas pengarang artikel jurnal terindeks SINTA bidang ilmu perpustakaan tahun tidak sesui dengan hokum lotka. 
The politics of women’s subjectivity in the discourse of Indonesia’s Kabhantapi costume transformation Lusianai, Wa Ode; Putra, Heddy Shri Ahimsa; Wahyono, Sugeng Bayu; Handayani, Rivi
SIMULACRA: JURNAL SOSIOLOGI Vol 8, No 2: 2025
Publisher : Center for Sociological Studies and Community Developmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/sml.v8i2.31749

Abstract

This study aims to problematize the position of women as subjects in the discourse of kabhantapi, the traditional costume of the Muna ethnic group in Southeast Sulawesi, Indonesia. Drawing on Laclau and Mouffe's discourse analysis, the study unpacks the hegemonic processes through which dominant groups have shaped women’s subjectivities in the contestation surrounding kabhantapi. The findings reveal that women are positioned as consumptive subjects, shaped by the intersection of democratized clothing practices-framed as ‘freedom’-and market logics conditioned by fashion capitalism. Thus, the political subject born from dislocation cannot be reduced merely to an emancipatory subject as envisioned by Laclau and Mouffe, particularly in the context of fashion. This article argues that the lack not only creates space for political subjectivation but also operates as an arena of capitalist co-optation, underscoring the need to situate women’s subjectivity within the framework of the political economy of discourse.
Digitalisasi Ideologi: Mediatisasi Hegemoni Ritual Rambu Solo di Media Sosial Handayani, Rivi; Ahimsa-Putra, Heddy Shri; Budiman, Christian
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol. 4 No. 1. June (2020): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v4i1.8493

Abstract

This article argues that the emergence of contents related to the Rambu Solo ritual on social media is a manifestation of the hegemonic ideology that was digitalized by the new generation of Toraja. Using the theoretical framework of mediatization, this article aims to explore how the hegemony of Rambu solo ritual operates in social media context. By using virtual ethnography method, it can be explained that the mediatization of the hegemony of Rambu Solo rituals on social media are basically implying three things; firstly, the narrative about the Rambu Solo ritual on social media has given birth to a new form of interaction and communication in a broader scope; secondly, the narrative of Rambu Solo ritual on social media has made the media as a new domain to find meanings about the Rambu Solo ritual; and third, the narrative of Rambu Solo ritual indicates the accommodation efforts of the Torajanese new generation towards the rules that apply in the context of social media with the general characteristics of user-generated content. The Torajanes new generation has voluntarily "continued" this ritual hegemony.Artikel ini berargumen bahwa kehadiran konten-konten ritual Rambu Solo di media sosial merupakan manifestasi dari ideologi hegemonik yang mengalami digitalisasi oleh generasi baru Toraja. Menggunakan kerangka teori mediatisasi, artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi tentang bagaimana hegemoni ritual Rambu Solo ini beroperasi dalam konteks media sosial. Dengan menggunakan metode etnografi virtual, dapat diuraikan bahwa mediatisasi hegemoni ritual Rambu Solo di media sosial ini telah mengimplikasikan tiga hal; Pertama, narasi tentang ritual Rambu Solo di media sosial telah melahirkan bentuk baru dari interaksi dan komunikasi dengan cakupan yang lebih luas; kedua, narasi ritual Rambu Solo di media sosial telah menjadikan media sebagai ranah baru untuk menemukan makna-makna tentang ritual Rambu Solo; dan ketiga, narasi ritual Rambu Solo mengindikasikan adanya upaya akomodasi yang dilakukan oleh para generasi muda Toraja terhadap aturan-aturan yang berlaku dalam konteks media sosial dengan ciri umum user-generated content. Generasi baru Toraja secara sukarela telah “melanjutkan” hegemoni ritual ini.