Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISA BIAYA PERKERASAN ASPAL DENGAN SUBSTITUSI PLASTIK Embun Sari Ayu; Yulcherlina
JURNAL REKAYASA Vol 10 No 1 (2020): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37037/jrftsp.v10i1.49

Abstract

Cina dan Indonesia adalah sumber utama botol plastik, tas dan sampah lain yang menyumbat jalur laut global (McCarthy, 2018). Untuk itu perlu dilakukan upaya guna mengurangi permasalahan tersebut, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengolah kembali limbah tersebut menjadi sesuatu yang berguna, salah satunya sebagai bahan pengganti agregat penyusun perkerasan jalan sehingga dalam perencanaan biaya perkerasan jalan akan berkurang. Hal inilah yang melatarbelakangi penelitian ini dimana penggunaan limbah plastik akan digunakan sebagai bahan pengganti campuran pada aspal. Limbah plastik yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis low density polyethylene (LDPE), jenis limbah plastik yang banyak dihasilkan namun kurang dimanfaatkan karena dinilai kurang menarik dan memiliki harga jual yang rendah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan LDPE sebagai pengganti agregat campuran AC-WC yang ditinjau dari karakteristik Marshall pada Kadar Aspal Optimum (KAO) yang kemudian dilakukan penggantian sebagian dari total agregat. Variasi kadar LDPE yang digunakan adalah 0%, 2%, 4%, 6% dan 8%. Setiap variasi dibuat sebanyak tiga buah sampel. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa dengan penggantian LDPE dalam range 0.1% - 4% cenderung meningkatkan Nilai Stabilitas, VIM, VMA dan Marshall Quotient (MQ), dan nilai Flow dan VFB cenderung menurun. Dengan sebuah perencanaan perkerasan jalan dengan lebar 7 m, tebal 6 cm dan panjang 1 km setelah melakukan substitusi terhadap berat total agregat campuran dapat menghemat biaya perencanaan sebesar Rp. 78.720.030 dan mengurangi jumlah plastik sebanyak 12.933,99 kg.
Pengaruh Efektivitas Pembelajaran dan Kemandirian Belajar terhadap Hasil Belajar Mata Kuliah “Kebung Hattan” Berdasarkan Perspektif Ekonomi Herawati, Susi; Fauziati, Popi; Yulcherlina, Yulcherlina; Gustika, Roza; Putri, Somi Nana
JPEK: Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan Vol 8 No 3 (2024): JPEK (Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jpek.v8i3.27924

Abstract

This study highlights  the influence of learning effectiveness and learning independence on the learning outcomes of the "Kebung Hattaan" course based on an sconomic perspective.  Bung Hatta is highly active in offering insights on economic concepts, particularly focusing on the core economic values he aims to promote, which include the value of ownership, justice, togetherness, and brotherhood. His notable economic philosophy emphasizes the people's economy, advocating for the development of the economy for farmers, fishermen, and others through cooperative efforts. The purpose of this study is to analyze the influence  of learning effectiveness and learning independence on learning outcomes. This study used 232 respondents who were randomly selected.  The collected data was processed using SPSS software and the hypothesis was proven by multiple regression. The results of the study show that the effectiveness of learning and learning independence affect student learning outcomes
The Construction and Structure Reliability of Jam Gadang: The Heritage of West Sumatera Khadavi, Khadavi; Yulcherlina, Yulcherlina
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 1 No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4281.331 KB) | DOI: 10.54367/jrkms.v1i1.232

Abstract

The Big Ben (Jam Gadang) is a tower building of 28.295 meters height positioned as the landmark and the heritage of both Bukittinggi city and West Sumatra province. It was built in 1926 by architects Yazin and Sutan Gigi Ameh as the gift from the Queen of the Netherlands to the controleur (secretary of Bukittinggi City). Major perception of the people that Jam Gadang was build by using masonry for the entire building. Following massive earthquakes in 2007 the Indonesian Heritage Trust in cooperation with the Shared Heritage Program of the Netherlands initiate full investigation of the tower. The activity was aimed at gathering data of the structure and analyzes the reliability of the current structure of the building. The result of such activities found that the construction of Jam Gadang consist of reinforced concrete with the compressive strength ≥ 25Mpa on average, the foundation consists of full stone with the prism shape until -1,800 mm. The column have a dimension with variation of 800 mm x 800 mm at the first floor and 400 mm x 400 mm at the top floor of the tower, with 18 mm longitudinal and 10 mm shear reinforcement, the beam and plate have the composite structure of steel beam H 105.90.10.25. The modeling and analysis of the structural reliability of Jam Gadang tower for earthquake load based on the Indonesian Code SNI-03-2847- 2002, with maximum lateral deformation of (δmax) 63.00 mm which is smaller than lateral deformation limit of 83.70 mm.
Innovation in Using Ferro Cement Technology for Kelulut Bee Breeders in Kampung Temenin Lama Village – Malaysia Khadavi, Khadavi; Sama, Abdul Rahman Mohd; Yulcherlina, Yulcherlina; Fauziati, Popi; Zalmi, Deri; Purwandi, Yan
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18444

Abstract

Background: Budidaya lebah kelulut adalah salah satu program yang dikembangkan melalui program Koperasi Kampung Temenin Kota Tinggi Berhad di Negeri Koto Tinggi Johor Malaysia dengan 2 Universitas yaitu Universitas Bung Hatta, Indonesia dan Universiti Teknologi Malaysia Usaha budidaya lebah kelulut yang dikembangkan koperasi ini masih berbasis dengan metode tradisional yaitu penggunaan rumah sarang kelulut dan penopang rumah sarang kelulut masih terbuat dari kayu. Pengabdian ini bertujuan untuk membuat inovasi baru dalam pembuatan rumah lebah kelulut dan penopang dari material semenfero sehingga dapat lebih meningkatkan jumlah madu dan perekonomian masyarakat di Kampung Temenin ini. Metode: Pengabdian dilakukan melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan rumah lebah kelulut berbahan semen fero kepada peternak lebah kelulut. Hasil: Penggunaan inovasi semen fero menciptakan lingkungan yang baik dan aman bagi lebah sehingga produksi madu menjadi meningkat. Peningkatan produksi madu terjadi sebanyak 20 % dimana dari 55 log diperoleh madu sebanyak 22 liter. Kesimpulan: Penggunaan semen fero sebagai material pembuatan kotak dan penopang sarang kelulut membuat kotak sarang lebah menjadi lebih kuat dan aman dari gangguan binatang lain. Dengan kondisi kotak yang baik maka jumlah madu yang dihasilkan lebah menjadi meningkat.
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Produktivitas Tenaga Kerjapada Proyek Konstruksi Bangunan Gedung Baru RSU Bunda Padang Rendi Fatria Yusra; Rini Mulyani; Yulcherlina
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2026.V1302.0228-236

Abstract

The implementation of construction projects is required to achieve optimal quality, be completed on time, and within the planned budget. In the effort to achieve that success, labor productivity becomes one of the important factors that greatly influence the smooth execution of the project. A low level of labor productivity can cause various negative impacts, such as delays in project completion, increased implementation costs, and a decline in the quality of the work results. Therefore, an analysis of the factors affecting labor productivity is necessary so that the project implementation can run more effectively and efficiently. This study aims to identify the factor with the highest relative importance that affects labor productivity in the construction project of the RSU Bunda Padang building. The research method used is a quantitative method with data collection thru the distribution of questionnaires to respondents involved in the project. The data obtained were then analyzed using IBM SPSS V20 software to conduct validity and reliability tests. Next, the Relative Importance Index (RII) analysis is used to rank the factors that most influence labor productivity in the construction project. Based on the results of the validity and reliability tests, out of the 20 research variables, 19 variables were declared valid and reliable. The RII analysis results show that the availability of materials is the most influential factor on labor productivity, with an RII value of 0.9608.
Participatory Cost Estimation for the Rehabilitation of Uninhabitable Houses for Stimulant Assistance Recipients in Agam Regency, Indonesia Yulcherlina; Edwina Zainal; Elfida Agus
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i2.1434

Abstract

Abstract   This study identifies the physical conditions and cost requirements for housing stimulant assistance for uninhabitable houses (RTLH) in Agam Regency, West Sumatra. A mixed-methods approach was employed, combining surveys, observations, and cost analysis of 76 BSPS recipient units across 15 villages. The findings reveal that 35–45% of assisted houses remain substandard, with sanitation, ventilation, and flooring as the most deficient components. Actual rehabilitation costs range from IDR 35–50 million per unit, significantly exceeding the IDR 20 million government stimulus, creating a funding gap of IDR 17.5–27.5 million per unit. Community self-reliance averages only IDR 8.45 million, insufficient to bridge this gap. The study contributes a participatory cost estimation framework integrating local knowledge to improve cost accuracy and programme targeting. Recommendations include increasing stimulus amounts, adopting participatory budgeting, and strengthening community participation. These findings inform policy improvements for more effective housing assistance programmes.   Keywords: Uninhabitable houses, housing stimulant assistance, rehabilitation costs, funding gap, participatory cost estimation     Abstrak   Penelitian ini mengidentifikasi kondisi fisik dan kebutuhan biaya bantuan stimulan perumahan bagi rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Metode campuran digunakan, menggabungkan survei, observasi, dan analisis biaya terhadap 76 unit penerima BSPS di 15 nagari. Temuan menunjukkan bahwa 35–45% rumah yang telah dibantu masih berada di bawah standar kelayakan, dengan sanitasi, ventilasi, dan lantai sebagai komponen paling defisien. Biaya rehabilitasi aktual berkisar antara Rp35–50 juta per unit, jauh melebihi bantuan pemerintah sebesar Rp20 juta, sehingga menimbulkan kesenjangan pendanaan sebesar Rp17,5–27,5 juta per unit. Swadaya masyarakat rata-rata hanya Rp8,45 juta, tidak cukup untuk menutupi kesenjangan tersebut. Penelitian ini menyumbangkan kerangka estimasi biaya partisipatif yang mengintegrasikan pengetahuan lokal untuk meningkatkan akurasi biaya dan ketepatan sasaran program. Rekomendasi meliputi peningkatan nilai bantuan, penerapan anggaran partisipatif, dan penguatan partisipasi masyarakat. Temuan ini memberikan masukan bagi perbaikan kebijakan program bantuan perumahan yang lebih efektif.   Kata kunci: rumah tidak layak huni, bantuan stimulan perumahan, biaya rehabilitasi, kesenjangan pendanaan, estimasi biaya partisipatif
Participatory Cost Estimation for the Rehabilitation of Uninhabitable Houses for Stimulant Assistance Recipients in Agam Regency, Indonesia Yulcherlina; Edwina Zainal; Elfida Agus
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i2.1434

Abstract

Abstract   This study identifies the physical conditions and cost requirements for housing stimulant assistance for uninhabitable houses (RTLH) in Agam Regency, West Sumatra. A mixed-methods approach was employed, combining surveys, observations, and cost analysis of 76 BSPS recipient units across 15 villages. The findings reveal that 35–45% of assisted houses remain substandard, with sanitation, ventilation, and flooring as the most deficient components. Actual rehabilitation costs range from IDR 35–50 million per unit, significantly exceeding the IDR 20 million government stimulus, creating a funding gap of IDR 17.5–27.5 million per unit. Community self-reliance averages only IDR 8.45 million, insufficient to bridge this gap. The study contributes a participatory cost estimation framework integrating local knowledge to improve cost accuracy and programme targeting. Recommendations include increasing stimulus amounts, adopting participatory budgeting, and strengthening community participation. These findings inform policy improvements for more effective housing assistance programmes.   Keywords: Uninhabitable houses, housing stimulant assistance, rehabilitation costs, funding gap, participatory cost estimation     Abstrak   Penelitian ini mengidentifikasi kondisi fisik dan kebutuhan biaya bantuan stimulan perumahan bagi rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Metode campuran digunakan, menggabungkan survei, observasi, dan analisis biaya terhadap 76 unit penerima BSPS di 15 nagari. Temuan menunjukkan bahwa 35–45% rumah yang telah dibantu masih berada di bawah standar kelayakan, dengan sanitasi, ventilasi, dan lantai sebagai komponen paling defisien. Biaya rehabilitasi aktual berkisar antara Rp35–50 juta per unit, jauh melebihi bantuan pemerintah sebesar Rp20 juta, sehingga menimbulkan kesenjangan pendanaan sebesar Rp17,5–27,5 juta per unit. Swadaya masyarakat rata-rata hanya Rp8,45 juta, tidak cukup untuk menutupi kesenjangan tersebut. Penelitian ini menyumbangkan kerangka estimasi biaya partisipatif yang mengintegrasikan pengetahuan lokal untuk meningkatkan akurasi biaya dan ketepatan sasaran program. Rekomendasi meliputi peningkatan nilai bantuan, penerapan anggaran partisipatif, dan penguatan partisipasi masyarakat. Temuan ini memberikan masukan bagi perbaikan kebijakan program bantuan perumahan yang lebih efektif.   Kata kunci: rumah tidak layak huni, bantuan stimulan perumahan, biaya rehabilitasi, kesenjangan pendanaan, estimasi biaya partisipatif