Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENYEBAB DAN DAMPAK KETERLAMBATAN PEKERJAAN JALAN DI SUMATERA BARAT INDONESIA Eva Rita; Nasfryzal Carlo; Nandi
JURNAL REKAYASA Vol 11 No 1 (2021): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37037/jrftsp.v11i1.94

Abstract

Pada tahun 2018, Dinas Pekerjaan Umum dan Perencanaan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat, Indonesia memiliki 24 paket pekerjaan kontruksi jalan. Hanya 33.3% yang selesai tepat waktu dan sisanya 66.7% mengalami keterlambatan. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan penyebab keterlambatan dan dampak yang ditimbulkan. Metoda yang dipakai adalah deskritif evaluatif dengan menggunakan instrumen kuesioner. Kuesioner dibuat menggunakan skala Likert 1 sampai dengan 5 dalam form aplikasi google dan didistrusikan melalui WhatsApp. Sebanyak 33 orang responden berpartsisipasi mewakili owner, kontraktor, dan konsultan. Hasil kuesioner dianalisis secara statistik menggunakan SPPS. Ditemukan 10 faktor utama penyebab keterlambatan dengan urutan sebagai berikut kekurangan material, pembebasan lahan, manajamen lapangan kontraktor, perencanaan dan penjadualkan yang tidak efektif, kesulitan keuangan kontraktor, kesalahan disain, kurangnya peralatan, rendahnya sumberdaya manusia kontraktor, kondisi lapangan proyek yang tidak terduga dan peralatan yang rusak. Akibat keterlambatan tersebut terjadi pembengkakan biaya, pertambahan waktu, dan pelanggaran kontrak. Hasil studi ini sangat bermanfaat bagi pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pekerjaan jalan untuk melakukan perbaikan manajemen sehingga faktor keterlambatan tersebut dapat dihilangkan.
PENENTUAN SKALA PRIORITAS KEGIATAN PEMELIHARAAN JALAN KABUPATEN DI KABUPATEN PASAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT Aufaa Rozaan; Eva Rita; Dwifitra Y Jumas
Structure Vol 5, No 1 (2023): STRUCTURE (JURNAL SIPIL)
Publisher : University of Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/civil.v5i1.8265

Abstract

Menurunnya kemantapan jalan di Kabupaten Pasaman Sumatera Barat pada dua tahun terakhir disebabkan antara lain oleh terbatasnya anggaran dan meningkatnya analisis standar belanja jalan setiap tahun anggaran. Sehingga belum optimal dan meratanya program dan kegiatan untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan. Agar efektifnyapengambilan keputusan untuk menentukan kegiatan skala prioritas kegiatan pemeliharaan jalan di Kabupaten Pasaman dilakukan penelitian terhadap 12 ruas jalan di Kabupaten Pasaman. Pengambilan data primer digunakan kuisioner yang disebarkan kepada 24 responden. Data diolah menggunakan metoda Analytical Hierarchy Process (AHP) dan expert choiceprogram. Hasil yang diharapkan akan mendapatkan kriteria-kriteria untuk menentukan skala prioritas dalam kegiatan pemeliharaan pada ruas-ruas jalan yang diteliti di Kabupaten Pasaman sehingga dapat ditentukan urutan prioritas ruas jalan yang terpilih.Kata kunci:AHP, Expert choice method, Kabupaten Pasaman, pemeliharaan jalan,skala Prioritas
Identifikasi dan Mitigasi Risiko Konstruksi Jalan Tol Menggunakan Survei dan Hirarki Pengendalian Risiko Harmain Piliang; Dwifitra Jumas; Eva Rita
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 1 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-1.2239

Abstract

Proyek Pembangunan Jalan Tol Ruas Pekanbaru-Padang Seksi Sicincin-Lubuk Alung-Padang menghadapi berbagai kendala yang menghambat kelancaran pembangunan, sebagaimana teridentifikasi melalui tinjauan lapangan, wawancara dengan pelaksana proyek, dan informasi dari masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko pada proyek pembangunan Jalan Tol Ruas Pekanbaru–Padang, Seksi Sicincin-Lubuk Alung-Padang menggunakan metode survei kuesioner kepada 95 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh kelompok risiko utama dengan 12 indikator risiko tertinggi dengan nilai rata-rata paling tinggi 20 (F9) yaitu sulitnya pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol. Temuan ini memberikan rekomendasi mitigasi risiko, seperti keterlibatan aktif pemangku adat, pemerintah, masyarakat, dan panitia pengadaan tanah melalui proses yang transparan, konsisten, serta pemberian ganti rugi yang adil. Kontraktor perlu menyusun rencana aksi yang adaptif terhadap kondisi lapangan, sementara manajemen harus memperkuat komitmen pada pelatihan kerja dan penyediaan fasilitas K3. Sinergi antar pihak dengan pendekatan hirarki pengendalian risiko diharapkan dapat mengatasi hambatan pembebasan lahan secara berkelanjutan.
ASSESSMENT OF KEY FACTORS CONTRIBUTING TO COST OVERRUN IN SMALL-SCALE CONSTRUCTION PROJECTS IN WEST SUMATRA PROVINCE THROUGH THE PLS-SEM METHOD Zeni Awalia Putri; Wahyudi P. Utama; Eva Rita
SIGMA TEKNIKA Vol 9, No 1 (2026): SIGMATEKNIKA, VOL.9, N0. 1, JUNI 2026
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v9i1.8447

Abstract

Cost overruns remain one of the most persistent challenges in construction project management, particularly in small-scale projects where limited resources often increase financial risks. This study aims to identify and analyze the factors contributing to cost overruns in small-scale construction projects within the Province of West Sumatra, Indonesia. A quantitative approach was employed using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method. Data were collected through questionnaires distributed to 100 respondents consisting of project owners, consultants, and contractors. The results indicate that all investigated factors significantly influence cost overruns, with contractor site management identified as the most dominant factor. Poor field management, inadequate supervision, and inefficient scheduling were found to contribute substantially to increased project costs. In addition, weaknesses in financial management, low labor productivity, material price fluctuations, and frequent design changes were identified as critical contributors. The study also emphasizes the importance of effective communication, timely decision-making, and comprehensive project management in minimizing cost escalation. The developed PLS-SEM model demonstrated strong predictive relevance (Q² = 1) and a high Goodness of Fit (GoF = 0.851), indicating its robustness in explaining the factors influencing cost overruns in small-scale construction projects.
DETERMINANT FACTORS INFLUENCING THE QUALITY OF RIGID PAVEMENT PROJECT EXECUTION IN SUNGAI PENUH CITY Deri Zalmi; Eva Rita; Rini Mulyani
SIGMA TEKNIKA Vol 9, No 1 (2026): SIGMATEKNIKA, VOL.9, N0. 1, JUNI 2026
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v9i1.8421

Abstract

The quality of road construction projects is a critical determinant of infrastructure performance and sustainability. However, in Sungai Penuh City, several rigid pavement projects have faced issues of poor execution quality, leading to reduced durability and increased maintenance costs. This study was conducted with three main objectives: (1) to identify the factors contributing to low construction quality, (2) to determine the dominant factors influencing project outcomes, and (3) to propose practical solutions for improvement. A mixed-methods approach was adopted, combining quantitative analysis through surveys with qualitative insights from literature reviews and expert interviews. A total of 64 questionnaires were distributed, allowing comprehensive statistical analysis. The results revealed nine major factors influencing construction quality: design, work methods, materials, equipment, workforce, managerial aspects, supervision, financial resources, and environmental conditions. Factor analysis highlighted that material-related issues were the most dominant, accounting for 33.907% of the variance. Key problems included non-compliance of materials with technical specifications, inadequate material testing, procurement delays, and logistical inefficiencies. To address these challenges, a PDCA (Plan–Do–Check–Action) framework was applied as a structured solution, emphasizing systematic planning, effective implementation, quality inspection, and corrective measures. The findings demonstrate that improving material management through PDCA not only enhances compliance with technical standards but also establishes a framework for continuous quality improvement in road construction projects. This study contributes both theoretically by validating critical factors in construction quality and practically by offering actionable strategies for stakeholders to ensure sustainable infrastructure development in Sungai Penuh City.