Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Faktor Yang Memengaruhi Fenomena Menunda Pernikahan Pada Generasi Z Herliana Riska; Nur Khasanah
Indonesian Health Issue Vol. 2 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v2i1.44

Abstract

Salah satu fenomena yang terjadi pada Generasi Z adalah menunda pernikahan.Fenomena inid apat menimbulkan dampak positif dan negatif terhadap kehidupan sosial dan psikologis generasi Z. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi fenomena menunda pernikahan pada Generasi Z serta dampak yang ditimbulkan dari fenomena tersebut.Penelitian ini menggunakan metode survei. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (64,8%) mengatakan bahwa mereka lebih memilih untuk menunda pernikahan hingga meraih kesuksesan dalam karir atau pendidikan. Tekanan dari lingkungan sosial (24,6%) dan perubahan nilai sosial (10,6%) mempengaruhi keputusan mereka dalam menunda pernikahan. Dalam hal dampak dari fenomena menunda pernikahan pada generasi Z, hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (61,2%) menganggap bahwa menunda pernikahan dapat memberikan waktu yang lebih banyak untuk berkembang dan mengembangkan diri. Secara statistik, faktor-faktor yang memengaruhi keputusan generasi Z dalam menunda pernikahan adalah pendidikan, karir, dan tekanan dari lingkungan sosial. Regresi linier menunjukkan bahwa responden yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung lebih memilih untuk menunda pernikahan (β 0,274, p 0,05). Demikian pula, responden yang lebih fokus pada karir cenderung lebih memilih untuk menunda pernikahan (β 0,379, p 0,01). Sementara itu, tekanan dari lingkungan sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan generasi Z dalam menunda pernikahan (β 0,225, p 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi keputusan generasi Z dalam menunda pernikahan adalah pendidikan, karir, dan tekanan dari lingkungan sosial. Menunda pernikahan dapat memberikan waktu yang lebih banyak untuk berkembang dan mengembangkan diri, namun juga dapat memberikan tekanan sosial dan psikologis One of the phenomena that occur in Generation Z is delaying marriage. This phenomenon can have positive and negative impacts on the social and psychological life of Generation Z. The purpose of this study is to determine what factors influence the phenomenon of delaying marriage in Generation Z and the impact arising from this phenomenon. This study uses a survey method. The data analysis technique used is descriptive analysis and linear regression. The results showed that most respondents (64.8%) preferred to postpone marriage until they achieved success in their career or education. Pressure from the social environment (24.6%) and changes in social values (10.6%) influenced their decision to postpone marriage. Regarding the impact of delaying marriage on Generation Z, the results show that most respondents (61.2%) think delaying marriage can give them more time to develop and develop themselves. Statistically, the factors influencing Generation Z's decision to postpone marriage are education, career, and pressure from the social environment. Linear regression shows that respondents with a higher education level tend to prefer to delay marriage (β 0.274, p 0.05). Likewise, more career-focused respondents tend to prefer to postpone marriage (β 0.379, p 0.01). Meanwhile, pressure from the social environment significantly influences the decision of Generation Z to postpone marriage (β 0.225, p 0.05). Based on the results of the research and discussion that has been done, it can be concluded that the factors that influence Generation Z's decision to postpone marriage are education, career, and pressure from the social environment. Delaying marriage can give them more time to grow and develop themself, but it can also put social and psychological pressure..
PERBANDINGAN TERAPI BERMAIN FINGER PAINTING DAN PUZZLE TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK RASEKOLAH DI SLEMAN Nur Khasanah; Melania Wahyuningsih; Uswatun Hasanah
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL PENELITIAN
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.45 KB) | DOI: 10.47710/jp.v4i2.177

Abstract

The prevalence of children experiencing fine motor delays in Indonesia according to the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2018, reached 11.7%. Fine motor delays can cause impaired coordination of hand and eye movements, so they can interfere with children's creativity and skills. There are many ways that can be done to prevent fine motor delays, including by providing therapy to play finger painting and puzzles, but some people do not know this. Based on the results of the preliminary studies, it is known that of 10 children, 6 of them had deviations and 4 children were in the dubious category. Objective: Knowing The Comparison Of Finger Painting And Puzzle Play Therapy To Fine Motor Development Of Preschool Age Children Research Methods: research method quasi experiment design. Design two group posttest only nonequivalent control group. Population 42 and Sample of 32 preschool children using accidental sampling techniques, KPSP instruments and standard operational procedures (SOP). Results: The average fine motor score in the puzzle group was 9.50 while the average fine motor score in the finger painting group was 7.50. with a P-value of 0.000. Conclusion: there was a significant difference of the average postest value of the puzzle group by 23.12 points higher than the finger painting therapy of 9.88 points.
OPTIMALISASI PRODUKSI ASI MELALUI TERAPI BACK ROLLING MASSAGE DAN KONSUMSI GLYCINE MAX L.MERIL (EDAMAME) PADA IBU MENYUSUI DI KOTA YOGYAKARTA Nur Khasanah; Sukmawati Sukmawati; Dheska Arthka P
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 7, No 01 (2022): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v7i01.343

Abstract

Latar Belakang : Cakupan pemberian ASI di Indonesia sampai saat ini masih rendah yaitu 37,3%, termasuk di salah satu kabupaten yang ada di Provinsi DIY yaitu Kab Kota sebesar 66,13%. Berbagai faktor yang menyebabkan ibu tidak memberikan ASI Eksklusif, salah satunya adalah Produksi dan pengeluaran ASI yang tidak lancar, yang mana hal tersebut seharusnya dapat diatasi dengan berbagai upaya salah satunya adalah dengan melakukan terapi Komplementer yaitu Back Rolling Massage dan konsumsi Glycine Max L.Meril (edamame).Metode : Jenis penelitian quasi eksperimen dengan rancangan Non Equivalent control group design. Populasi adalah seluruh ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Umbulhajo I Kotamadya Yogyakarta dengan sample 60 responden diambil secara purposive sampling, alat ukur yang digunakan timbangan bayi dengan instrument lembar observasi, analisis data bivariate menggunakan ManovaHasil : Rata-rata kenaikan BB tertinggi setelah diberikan intervensi adalah rata-rata BB pada kelompok konsumsi Edamame yaitu sebesar 450 gram/minggu, Terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata BB antara kelompok kontrol dan intervensiKesimpulan: Intervensi yang paling efektif mengoptimalkan produksi ASI adalah konsumsi edamame Kata kunci : Produksi ASI, Back Rolling Massage, Glycine Max L.Meril (edamame)
Perbedaan efektivitas posyandu dalam menanggulangi stunting: studi komparatif antara perkotaan dan pedesaan N, Cornelia Dede Y.; Khasanah, Nur; Damayanti, Santi; Setiawan, I Made Adi; Masela, Angel Sentia
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v16i01.1543

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi stunting masih menjadi masalah besar, dengan perbedaan yang signifikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Posyandu dalam menanggulangi stunting dan mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan Posyandu, peran kader, dan pengetahuan ibu tentang kesehatan anak.Metode: Kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Lokasi Pengambilan data dilakukan di Posyandu Kota Yogyakarta, dan Posyandu Gunung Kidul, pada 60 responden ibu balita dan 10 kader Posyandu. Analisis  data menggunakan Mann-Whitney.Hasil: Analisis bivariate menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam pemanfaatan Posyandu dan peran kader (p-value 0,372 dan 0,139). Namun, terdapat perbedaan signifikan dalam pengetahuan ibu terkait Posyandu (p-value 0,012), dengan ibu di pedesaan memiliki pengetahuan yang lebih baik.Kesimpulan: Tidak ada perbedaan signifikan dalam pemanfaatan Posyandu dan peran kader, namun pengetahuan ibu dalam pencegahan stunting di pedesaan lebih baik dibandingkan perkotaan.
Optimalisasi Kegiatan BKR Melalui Pelatihan Senam Yoga Dan Pembuatan Pizza Sehat Guna Meningkatkan Kualitas Hidup Remaja Khasanah, Nur; Lutfiyati R, Khaula; Riska, Herliana; Rahmi W, Najmatul; Ari, Ferdy
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v10i1.6343

Abstract

Bina Keluarga Remaja (BKR) Karangploso merupakan satu dari sekian banyak program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada remaja, karena masa tersebut merupakan transisi yang sangat krusial dari anak-anak ke usia dewasa. Berbagai permasalahan remaja berdasarkan perkembangan zaman diikuti perubahan pola hidup membuat jenis perilaku dan kebiasaan remaja berubah sehingga meningkatkan risiko berbagai penyakit, terganggunya kesehatan mental dan ketidakberdayaan remaja dalam mempersiapkan masa depannya. Berdasarkan hasil wawancara dalam FGD diperoleh berbagai masalah pada BKR Karangploso diantaranya pola makan remaja yang tidak menyukai sayuran, screen time berlebih, kecemasan dan kesulitan tidur dimalam hari sehingga menurunnya konsentrasi belajar di sekolah. Adapun kendala BKR dalam menanggapi hal tersebut antara lain kesulitan BKR mencari narasumber, kurangnya minat remaja dalam kegiatan BKR. Uraian masalah menjadi urgensi kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja melalui kegiatan edukasi gizi seimbang, senam yoga dan pelatihan pembuatan pizza sehat. Sasaran pengabdian ini adalah anggota BKR yang berjumlah 42 peserta dipilih berdasarkan kreteria remaja usia 11-21 Tahun berikut dengan orang tuanya. Metode pengabdian ini adalah Participatory Action Research (PAR) dan Community Based Research (CBR) dengan tahapan Analisis kebutuhan, perancangan dan penerapan teknologi, tahap penyuluhan, pelatihan dan pendampingan, tahap monitoring dan evaluasi, serta RTL keberlanjutan program. Hasil pengabdian menggambarkan terjadi peningkatan pengetahuan gizi seimbang dari 6,41% menjadi 9,86 setelah penyuluhan, terjadi peningkatan keterampilan senam yoga dan pembuatan pizza sehat berdasarkan hasil observasi. Seluruh peserta sangat antusias mengikuti pelatihan dan hasilnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di rumah maupun dipertemuan BKR selanjutnya. 
KETERKAITAN HARGA DIRI DAN ANSIETAS: STUDI MAHASISWA DI YOGYAKARTA Sabita Hanifa Riyanti; Murdhiono, Wahyu Rochdiat; Khasanah, Nur; Riska, Herliana
Jurnal Keperawatan Malang Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Malang (As You Go)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v10i1.350

Abstract

Background: Students have the potential to experience anxiety in their learning process. Low self-esteem can trigger students' concerns about their academic achievements in the future. Excessive anxiety will also interfere with their learning process so that their academic achievement can decrease. Purpose: This study aims testing the relationship between self-esteem and anxiety levels of students in Yogyakarta Methods: A quantitative approach with cross sectional design. The research sample consisted of 596 students from 11 universities in Yogyakarta which was conducted online using a zoom meeting link for detailed explanations and a google form for filling out the questionnaire. Data were collected using the Rosenberg Self – Esteem Scale (RSES) and the Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21). Result: The results of the analysis show that there is a negative relationship between self-esteem and anxiety levels (p <0.05). The higher a person's self-esteem, the lower their anxiety levels. This finding indicates that self - esteem plays an important role in influencing anxiety levels in students. Implication: The results of this study can be used as a basis for implementing intervention strategies aimed at strengthening self-esteem and reducing anxiety in students.
TRANSFORMASI PENGETAHUAN, PERILAKU DAN PERSEPSI REMAJA TENTANG BAHAYA ROKOK ELEKTRIK MELALUI PENYULUHAN MEDIA VISUAL: STUDI PRA DAN PASCA INTERVENSI Ferdy Ari Ananda, I Wayan; Khasanah, Nur; Rohmah, Khaula Lutfiati; Herliana Riska; Najmatul Rahmi Widadi
Excellent Midwifery Journal Vol. 8 No. 1 (2025): EDISI APRIL
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v8i1.359

Abstract

Background: The long-term use of electronic cigarettes has been shown to cause adverse effects on health. The substances contained in electronic cigarettes have increased the risk of lung diseases. Method: This study employed a quantitative research method with a quasi-experimental design, utilizing purposive sampling that involved 32 adolescents and parents as participants. Data were collected through pre-tests and post-tests regarding knowledge, behavior, and perceptions before and after providing education using visual media. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test. Results: The results indicated that the educational method using visual media was effective in improving knowledge, but there was no improvement in the variables of behavior and perception. Conclusion: The use of the educational method with visual media was only effective in enhancing knowledge, with no increase observed in behavior and perception variables.
PENINGKATAN PERAN GENDER DALAM PEMBENTUKAN SIKAP POSITIF REMAJA TERHADAP SEKSUALITAS SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN Khasanah, Nur; Liliana, Anita; Febriyanita, Anggun
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 2 (2025): November: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v6i2.28073

Abstract

Pernikahan dini masih banyak terjadi di berbagai wilayah, menempatkan Indonesia di peringkat ke-8 secara global dan ke-2 di ASEAN. Di DIY, angka pernikahan dini meningkat tiga kali lipat selama pandemi COVID-19, dengan 84% dari 623 permohonan dispensasi nikah pada 2022 disebabkan oleh Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Kebaruan kegiatan ini yaitu integrasi edukasi pencegahan pernikahan dini dan KTD dengan promosi Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada remaja putri di wilayah rural. Pengabdian yang dilaksanakan pada 5 dan 12 Juni 2024 ini menyasar 30 siswi SMAN 01 Patuk Gunung Kidul, usia 16-18 tahun. Kegiatan meliputi ceramah edukasi tentang peran gender dalam kesehatan reproduksi, pencegahan KTD, kampanye cegah KTD, serta promosi SADARI. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan nilai mean pengetahuan yang signifikan, seperti materi Hormon Cinta dari 50,3 menjadi 98, pengetahuan peran Gender 35,5 meningkat menjadi 78,6, pengetahuan KTD 65,8 meningkat menjadi 89,4, dan SADARI dari 62,5 menjadi 85,8. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan KTD, serta menekankan pentingnya SADARI untuk deteksi dini kanker payudara. Edukasi ini diharapkan memberi dampak positif bagi remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi mereka.Kata Kunci: Gender, Hormon cinta, KTD, SADARI, Remaja.
Gerakan Ibu Hamil Ceria (GICA): Program Edukasi dan Monitoring Kehamilan Terpadu di Wilayah Sambisari, Sengkan, dan Joho, Condongcatur Ratnaningsih, Dwi; Tri Susilani, Amalina; Restu Yuliastri, Tita; Khasanah, Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 5 No 2 (2025): Volume 5, Nomor 2, Oktober 2025
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v5i2.359

Abstract

Program Gerakan Ibu Hamil Ceria (GICA) dilaksanakan sebagai upaya peningkatan kesehatan ibu hamil di wilayah Sambisari, Sengkan, dan Joho yang sebelumnya menunjukkan rendahnya pengetahuan terkait tanda bahaya kehamilan, pencatatan kehamilan yang belum optimal, serta minimnya pendampingan berbasis edukasi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil melalui edukasi komprehensif, monitoring kehamilan terstruktur, dan peningkatan kompetensi kader dalam pendampingan kehamilan. Metode pelaksanaan meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, yang mencakup edukasi kelompok, monitoring status kehamilan, pelatihan kader, serta kelas ibu hamil. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan ibu hamil dengan kenaikan skor rata-rata dari 58% menjadi 86% setelah mengikuti edukasi. Monitoring kehamilan berhasil mengidentifikasi usia kehamilan secara tepat dan menemukan 12% peserta dengan risiko ringan hingga sedang yang kemudian diarahkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kegiatan pelatihan juga meningkatkan keterampilan kader dalam pencatatan dan deteksi risiko, sementara kelas ibu hamil berkontribusi pada peningkatan kesehatan fisik dan emosional peserta. Secara keseluruhan, program ini efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan, kesiapan persalinan, dan kualitas pendampingan kehamilan di tingkat komunitas. Sebagai tindak lanjut, program disarankan untuk dikembangkan dalam bentuk kegiatan berkelanjutan melalui penguatan peran kader, digitalisasi edukasi dan monitoring, serta replikasi ke wilayah lain guna memperluas dampak peningkatan kesehatan maternal
ANALYSIS OF THE IMPACT OF SOCIAL SUPPORT ON DEPRESSION AMONG UNIVERSITY STUDENTS suwolo, anggun eka putri; Murdhiono, Wahyu Rochdiat; Khasanah, Nur; Riska, Herliana
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 16 No. 1 (2025): VOLUME 16 NO.1 TAHUN 2025
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v16i1.1808

Abstract

Depression is one of the mental health disorders that is increasingly experienced by university students. Social support is believed to help reduce the level of depression through providing emotional, informational, and instrumental assistance. This study aims to analyze the relationship between social support and depression in university students in the Special Region of Yogyakarta (DIY). This research design is quantitative with a cross-sectional approach, involving 596 students from 11 universities selected by proportional random sampling. The research instruments included the Oslo Social Support Scale (OSS-3) to measure social support and the Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21) to measure depression levels. Data analysis was conducted using the Spearman Test. The results showed that students' social support scores were included in high social support (mean=9.73), while depression scores were in the low category (mean=4.78). Statistical analysis showed a weak but significant positive relationship between social support and depression (r=-0.221; p=0.000). The regression test shows that if the social support score decreases by 2 points, the depression score will increase by 1 point. It is hoped that the results of this study can be the basis for intervention in increasing social support to prevent depression in college students.