Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Arsitektur Hijau pada Morfologi Permukiman Tepi Sungai Tallo Edward Syarif; Nurmaida Amri
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.6.2.82

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan pola permukiman tepi sungai Tallo dan pengaruhnya terhadap konsep arsitektur hijau. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik analisis synchronic reading yang didukung oleh metode space syntax dan dianalisis berdasarkan konsep arsitektur hijau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola permukiman Tallo awalnya membentuk pola menyebar di atas air, kemudian berkembang menjadi pola memanjang dan pola mengelompok. Pola menyebar dan memanjang dipengaruhi oleh kegiatan masyarakat yang terkait dengan perariran, sedangkan pola mengelompok dipengaruhi oleh sistem kekerabatan dalam masyarakat. Pola memanjang merupakan pola yang susunan ruangnya paling terintegrasi, sedangkan pola menyebar merupakan pola yang paling sesuai dengan konsep arsitektur hijau.Tulisan ini dapat menjadi konsep untuk mengembangkan permukiman di tepian air yang sesuai dengan karakteristik lingkungan dan kondisi sosial masyarakat setempat.
Konfigurasi Ruang Permukiman Tepi Air Mariso dan Tallo Ditinjau dari Aspek Keberlanjutan Edward Syarif
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 4 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.1.1

Abstract

Permukiman Mariso dan Tallo berlokasi di tepian air Makassar. Kedua permukiman ini terbentuk tidak terencana oleh proses reklamasi akibat sosial budaya masyarakat setempat. Proses reklamasi menyebabkan terbentuknya permukiman baru dan mengubah lingkungan tepian air Makassar. Hal ini berdampak pada konfigurasi ruang permukiman, sehingga mempengaruhi aspek keberlanjutan kawasan tepian air. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan konfigurasi ruang permukiman tepi air Mariso dan Tallo, serta pengaruhnya terhadap aspek keberlanjutan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik analisis sinkronik yang didukung oleh metode space syntax dan prinsip-prinsip keberlanjutan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permukiman Mariso berkembang memanjang dari daratan ke arah laut, sedangkan permukiman Tallo berkembang sejajar mengikuti bentuk sungai. Konfigurasi ruang permukiman Mariso membentuk pola menyebar sehingga terbentuk ruang-ruang yang terintegrasi, sedangkan konfigurasi ruang permukiman Tallo membentuk pola tidak menyebar sehingga terbentuk ruang-ruang yang tersegregasi. Konfigurasi ruang permukiman Mariso dan Tallo tidak memperhatikan konsep keberlanjutan dan berdampak pada kerusakan lingkungan tepian air. Konsep keberlanjutan hanya mengalami peningkatan pada aspek ekonomi, sedangkan aspek sosial budaya dan ekologi akan mengalami kemunduran. Tulisan ini dapat menjadi konsep pengembangan permukiman tepian air yang beradaptasi dengan lingkungan, sosial dan budaya setempat.