Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Research Report - Social Science

POLA GAYA HIDUP DALAM KEUANGAN KELUARGA (STUDI KASUS:UNIT KERJA INSTITUSI PENDIDIKAN SWASTA DI BANDUNG) Ridwan S. Sundjaja; Budiana Gomulia; Dharma Putra Sundjaja; Felisca Oriana; Inge Barlian; Meilinda Meilinda; Vera Intanie Dewi
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.945 KB)

Abstract

This research was conducted to determine lifestyle patterns in family finances. This research was conducted in a private educational institution in Bandung. Data collection technique used in this research is survey technique with questionnaires and for data analysis technique that used in this study is descriptive analysis. It has been found that the lifestyle patterns of employees at one of private educational institution in Bandung generally still have a good patterns.This is proved by the monetary sequences of their revenue and expense. Also, the priority selection of their needs and wants in fullfilling their life style is still in control.The result of this research, generally the respondents already have their own house, vehicles, and mobile communication devices like handphone, with purchasing frequency in 1 year mostly less than 2 times.Moreover, the respondents also already have a habit of saving/investing and insurance.T o fill their spare time, respondents prefer to gather with their family, go to mall with frequency in a month 1-4 times and also they do exercise. But, the problem that needs to be taken care of is how to handle their credit card/loans because a lot of respondents have routine spending of paying credit card installment/loans.From this research, also found that there is still a lack of awareness for making simple bookkeeping of their revenue and expense. Therefore to make them literate family finances, they need to follow a counseling and training about family finances. Even, they are suggested to follow the counseling and training with their family members.
BISNIS KELUARGA MODEL PERKEMBANGAN 3 DIMENSI (Beberapa Bisnis Keluarga di Bandung dan sekitarnya) Budiana Gomulia; Erwin Suryadi; Inge Barlian
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.061 KB)

Abstract

Perkembangan Bisnis Keluarga merupakan topik kajian yang luas, meliputi aspek internal dan aspek eksternal dari usaha keluarga. Memahami tahap-tahap perkembangan sebuah usaha berguna untuk melihat “road map” dan menemukan cara pengelolaan yang tepat dalam mengatasi jebakan transisi. Bagaimana perkembangan bisnis keluarga-UKM di Bandung dan sekitarnya , masih memerlukan penggalian baik dalam praktek maupun teorinya. Tahap siklus hidup bisnis keluarga dapat dianalisis pada 3 dimensi (Davis , 1997), yaitu : perkembangan dimensi bisnis , perkembangan dimensi keluarga dan perkembangan dimensi kepemilikan.Perkembangan Bisnis Keluarga (UKM) di Bandung dan sekitarnya dipelajari melalui 45 sampel perusahaan , dengan keterwakilan : ukuran bisnis (yang berkembang dari skala kecil dan menengah), beragam usia bisnis – minimal 8 tahun, dan jenis usaha – dagang dan bukan dagang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptiv - multikasus , sama sekali tidak ditujukan untuk melakukan generalisasi. Wawancara , observasi dan diskusi yang dilakukan melibatkan semua mahasiswa di kelas Manajemen Bisnis Keluarga dalam 3 semester: Genap 2010-2011, Ganjil dan Genap 2011-2012Perkembangan Bisnis Keluarga di Bandung dan sekitarnya , “tampaknya” mampu bertahan dan berlanjut ( Toko Kopi Aroma, Toko Sim sudah dijalankan lebih dari 60 tahun), dan penerusan bisnis dari generasi 1 ke generasi 2 atau generasi 3.Kelihatannya faktor utama yang menyebabkan adanya keberlanjutan tsb adalah komitmen keluarga dan kepercayaan pada keluarga yang masih kuat – hal ini dibaca pada perkembangan dimensi keluarga dan dimensi kepemilikan yang stabil dan tertutup . Sedangkan untuk faktor manajemen dan sistem kerja relatif tidak berkembang, dengan tahap bisnis saat ini berada di tahap dewasa ; yaitu usaha tsb tidak diinginkan berkembang lagi atau sulit untuk dikembangkan lagi . Jadi keadaan bisnis berjalan pada posisi untuk mempertahankan saja yang ada (pelanggan, pasar dan fasilitas fisik)Perubahan paradigma dari pelaku bisnis keluarga di Bandung , pada kelompok usaha di era milinium, tampaknya sudah mulai terjadi yaitu : mereka mulai menyadari pentingnya kompetensi dan profesionalisme (al.lebih terbuka pada peranan bukan keluarga untuk duduk dalam manajemen). Dengan adanya perubahan ini diharapkan ada sumber daya yang lebih baik untuk keberlanjutannya di masa yang akan datang.Upaya membangun desain penelitian Manajemen Bisnis Keluarga yang terintegrasi dengan proses pembelajaran di kelas masih harus diperbaiki - direvisi , sehingga hasil akhir yang diharapkan (membuat sebuah buku yang berbasis praktek dan pengetahuan Bisnis Keluarga (UKM) di Bandung -Jabar ) bukanlah suatu impian tanpa usaha
PENGARUH FAKTOR-FAKTOR KEBIASAAN (HABITUS), MODAL (CAPITAL), DAN PERUBAHAN (CHANGES) SEBAGAI MODEL PERILAKU KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA KEUANGAN PEREMPUAN PELAKU UMKM (SUATU STUDI di UMKM Binaan FE UNPAR –BANDUNG DAN JAKARTA) Arthur Purboyo; Inge Barlian; Elizabeth Tiur Manurung
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.338 KB)

Abstract

Berbagai produk asing tidak dapat dibendung telah menyerbu pasar domestik sekarang. Serbuan tersebut terutama dari barang-barang Cina (Kompas: 2011: 13 Mei h. 38). Fenomena ini telah mengakibatkan munculnya ribuan pengangguran baru. Padahal 90% dunia bisnis Indonesia terdiri dari sektor UMKM (BPS: 2000), dan dari jumlah sektor UMKM tersebut, usaha UMKM yang dikelola oleh perempuan jumlahnya meningkat sangat pesat, hal ini mengindikasikan semakin meningkat pula pemberdayaan perempuan di Indonesia (Kontan: April 2011: h. 11).Berdasarkan analisis kualitatif maka aplikasi teori Bourdieu (1999) dalam penelitian ini dengan tujuan untuk melihat perilaku pengelolaan keuangan oleh perempuan pengelola UMKM, yaitu dari 3 variabel Bourdieu: Habitus, Capital dan Changes, variabel perilaku manakah yang signifikan mempengaruhi performa keuangan UMKM. Variabel dominan akan disosialisasikan kepada perempuan pengelola UMKM lain untuk dianalisis apakah terdapat peningkatan performa keuangannya pada tahun berikutnya, bila perilaku pengelola bertambah baik. Alat analisis statistik akan digunakan sebagai pembanding atas analisis tersebut. UMKM yang diteliti adalah UMKM binaan Unpar.Bila perilaku keuangan perempuan pengelola UMKM bertambah baik, maka performa keuangan usahanya akan meningkat lebih baik, pada gilirannya diharapkan sektor UMKM akan meningkat kesejahteraannya, serta dapat bertahan menghadapi serbuan produk asing.Kata-kata Kunci: Perempuan pengelola usaha, Teori Bourdieu, Perilaku Keuangan, Performa Keuangan.
PENGELOLAAN KEUANGAN OLEH PENGUSAHA PEREMPUAN PADA BEBERAPA BISNIS KREATIF DI BANDUNG (Studi Kasus Pada Bisnis Kreatif : fesyen, kerajinan, dan film) Inge Barlian; Budiana Gomulia; Elvy Maria Manurung
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4553.405 KB)

Abstract

Purpose-This paper presents interviews with several women entrepreneur in Bandung who dedicate herself in creative businesses. These creative businesses give challenges to woman today to take a part, as an entrepreneur beside a woman.Design/methodology/approach – The research use qualitative methods with discource analysis with following step : observation, deep interviews and focus group discussion.Findings – The interviews describe that challenged by the economy doesn’t make women entrepreneur in Bandung stop to create. There are five women who have interviewed, and all of them have passionate, always come with new and bright ideas. All of them got supported by their family. With inadequate financial literacy (management) and improper accounting, they still could manage the mixed sources of fund to great succeed, but they have to fix the problem in the future.Originality/value – This paper gives insights that todays women in Bandung are more empowered and stand equally with their men counterpart.Keywords : women entrepreneur, creative business, financial management.
Peranan Modal Dari Keluarga Pada 3 UKM di Bandung Inge Barlian; Budiana Gomulia; Elvy Maria
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2013)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2844.909 KB)

Abstract

Usaha kecil dan menengah menjadi bagian terbesar dari dunia usaha di Indonesia ,  yang telah  terbukti mampu bertahan selama masa krisis, tahun 1997-1998 dan tahun 2008. Usaha skala kecil dan menengah ini (UKM) memiliki peran penting terhadap perkembangan ekonomi, menyerap jumlah tenaga kerja yang banyak memberikan kontribusi terhadap GDP. Ada suatu fakta yang belum cukup  dipahami , bahwa berdirinya usaha skala kecil dan menengah umumnya dimulai dengan melibatkan anggota keluarga atau tidak langsung  mendapat dukungan dan bantuan keluarga . Penelitian ini difokuskan untuk menemukan   peran  modal  yang diberikan oleh keluarga pada saat pendirian usaha dan dalam perkembangannya,  baik modal yang  berupa uang dan finansial (harta tetap atau harta lancar), maupun yang bersifat nilai-nilai (family capital), dan emosi-waktu-perhatian (psychological capital) , dsb . Penelitian dilaksanakan dengan metode kualitatif yakni Multi Case Studies. Tiga UKM  di Bandung  dipilih sebagai obyek penelitian.  Teknik wawancara dan observasi digunakan saling melengkapi   . Hasil transkrip wawancara dikategorisasi (coding) sesuai tema penelitian. Teori modal Bourdieu (1996) digunakan untuk menganalisis dan untuk mendapatkan pemaknaan dari temuan. Temuan menunjukkan bahwa modal ekonomi bukanlah satu-satunya faktor yang berperan dalam memulai dan mengembangkan usaha dalam 3 kasus ini.  Ada  modal yang lain yaitu modal budaya dan modal sosial yang punya peran penting  terhadap awal dan  kelangsungan usaha. Modal simbolik dapat  dibangun dari   modal budaya  sejalan dengan berjalannya usaha dalam  jangka waktu yang cukup   lama. Kata-kata Kunci : modal ekonomi, modal budaya, modal sosial, modal simbolik
Peran Wirausaha Muda Terhadap Perkembangan Kewirausahaan Kreatif Di Bandung Inge Barlian; Catharina Badra Nawangpalupi; Elvy Maria
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2014)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.109 KB)

Abstract

Dunia memasuki gelombang millennium ketiga yang ditandai dengan era kreatif. Era kreatif mencerminkan meningkatnya kemakmuran dan memunculkan kebutuhan baru untuk mencarikebermaknaan dan pengalaman ketika menggunakan atau mengkonsumsi barang dan jasa. Ekonomi kreatif hadir ditandai dengan berkembangnya kewirausahaan kreatif yangmendukung ekonomi daerah. Banyak penelitian telah dilakukan untuk melihat perkembangan kewirausahaan, namun belum banyak penelitian fokus pada peran wirausaha muda terhadapperkembangan kewirausahaan kreatif.Penelitian dilaksanakan menggunakan metode kualitatif, melalui cara obeservasi mendalam, wawancara mendalam, dan diskusi terfokus di grup. Menggunakan kerangka Moeran tentang enam faktor yang mempengaruhi proses kreatif, hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan dengan keenam faktor tersebut. Di samping itu, temuan-temuan terhadap beberapa wirausaha muda di kota Bandung juga menunjukkan adanya faktor-faktor lain yang cukup berpengaruh terhadap proses kreatif di bisnis yang ditekuni, yang berasal dari karakteristik dan keunikan kota Bandung. Metode kuantitatif menggunakan analisis faktor melalui kuesioner, belum dapat dilangsungkan dalam kegiatan penelitian ini berhubung keterbatasan waktu. Untuk itu disarankan agar penelitian dilanjutkan menggunakan metode kuantitatifKata-kata Kunci : wirausaha muda, industri kreatif, kewirausahaan kreatif.
Keunggulan Kreatif Industri Kreatif Industri Kecil Menengah Fesyen Pada Distro-Distro Di Kota Bandung Inge Barlian; Elvy Maria; Lilian Danil; Dianta Hasri
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1477.314 KB)

Abstract

Distro adalah salah satu sektor industri fesyen yang berkembang di kota Bandung, yang sekaligus masuk ke dalam industri kreatif yang paling menonjol di Indonesia. Banyak penelitian telah dilakukan seputar industri kreatif, termasuk distro, salah satunya yang dilakukan oleh Remi Kanji di tahun 2011. Penelitian terhadap fesyen sebagai industri kreatif melibatkan aspek-aspek pemasaran, profitabilitas, dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun, masih sedikit yang fokus pada penciptaan kreasi dan proses kreatif di dalamnya, yang justru menjadi faktor utama keberlangsungan industri tersebut.Penelitian dilaksanakan menggunakan metode kualitatif, dengan cara observasi dan wawancara mendalam. Lima nara sumber telah diwawancara dan usahanya diobservasi. Kerangka pemikiran Remi Kanji mengenai kelima faktor pendukung perkembangan industri distro di Kota Bandung diafirmasi, di samping faktor-faktor lain yang menjadi pertanyaan utama penelitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kreatif menjadi faktor kunci keberhasilan dan keberlangsungan distro. Di samping itu, temuan-temuan hasil wawancara menunjukkan beberapa hambatan seperti kemampuan manajerial yang buruk, dan ketidakberanian mengambil resiko menjadi faktor utama dalam kegagalan bagi pelaku distro di Kota Bandung.Kata-kata Kunci : kewirausahaan, kreatifitas, distro, Bandung