Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengolahan Rumput Laut dan Ikan Tuna Sebagai Makanan Tambahan Untuk Pencegahan Stunting di Desa Seriwe Kecematan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur Roni Irawan; Rizky Ambar Saputri; Figiana Dita Lestari; Maissy Parwati; Rauhil Inayati; I Dewa Nyoman Aditya Permana; Lidiawati; Yoga Julian Darmawansyah; Marsina; Ahmad Raksun
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 3 (2022): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.426 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i3.2024

Abstract

Masyarakat Desa Seriwire sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan. Desa Seriwe memiliki potensi untuk dijadikan sebagai salah satu daerah yang bergerak di bidang pengolahan Rumput laut dengan memanfaatkan hasil laut tersebut menjadi bronis, jeli, dan dodol. Oleh karena itu, dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini kami memilih untuk mengolah rumput laut dan ikan tuna menjadi makanan tambahan untuk pencegahan stunting dengan mengembangkan salah satu hasil laut. Pembuatan siomay merupakan suatu maknan tradisional yang diolah secara tradisional dengan cara yang sangat sederhana, namun memiliki kandungan protein yang tinggi yang meliputi proses menggoreng, mengepres minyak,dan mencampur bumbu. Siomay Rumput Laut Ikan Tuna ini sangat digemari oleh masyarakat dan memiliki prospek yang luas dan menguntungkan karena bahan baku mudah didapatkan, memiliki rasa yang khas, dan harga pangan terjangkau. Siomay ini dapat dikembangkan untuk makananan tambahanpencegahan stunting melalui media sosial seperti Facebook, dan Instagram. Adapun cara pembuatanya secara langsung atau offline dapat dilakukan dengan cara membagi kelompok praktek masak dan menjelasakan bahan dan cara pembuatannya. Pengolahan makanan yang di olah dari hasil laut diharapkan bisa berkembang agar giji ibu hamil dan bayi tetap tercukupi dan memberikan manfaat  bagi masyarakat.
Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting Di Desa Seriwe Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur Ahmad Raksun; Roni Irawan; Rizky Ambar Saputri; Figiana Dita Lestari; Maissy Parwati; Rauhil Inayati; Dewa Nyoman Aditya Permana; Lidiawati; Yoga Julian Darmawansyah
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 4 (2022): Oktober-Desember 2022
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.105 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i4.2376

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting karena memiliki dampak yang besar terhadap kualitas sumberdaya manusia pada masa kini dan masa yang akan datang. Stunting merupakan luaran status gizi apabila seseorag anak memiliki tinggi atau panjang badan kurang dari -2.0 stndar deviasi dibandingkan dengan rerata poulasi. Pemerintah Negara Republik Indonesia telah meluncurkan program Rencana Aksi Nasional Penanganan stunting pada tingkat nasional dan daerah terutama penanganan stunting ditingkat desa. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta peran serta masyarakat dalam program pencegahan dan deteksi dini stunting pada balita yang diharapkan secara langsung dapat memotivasi masyarakat untuk ikut serta memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan pada anaknya sehingga pertumbuhan dan perkembangannya dapat optimal. Bentuk kegiatan pemberdayaan yang dilakukan adalah penyuluhan penceghanstunting dengan menghadirkan narasumber dari DP3AKBdanPuskesmasJerowaru untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat guna mengajak masyarakat melakukan gerakan pencegahan stunting sejak dini. Selain itu dilakukan juga pengolahan makanan bergizi seimbang menggunakan pangan lokal yaitu rumput laut dan ikan serta penyuluhan tentang stunting pada ibu hamil dan menyusui di setiap posyandu oleh kelompok mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat terlibat secara aktif dalam pelaksanaan kegiatan. Dengan keterlibatan masyarakat ini maka diharapkan menjadi langkah awal dalam pencegahan terjadinya stunting dan menurunkan prosentase stunting di Indonesia khususnya di Desa Seriwe Kecamatan Jerowaru.
Analisis Adaptasi Pelaksanaan MBKM dalam Kurikulum Perguruan Tinggi Akademik di STKIP Taman Siswa Bima (Telaah Studi pada Prodi PGSD, PJKR dan Pendidikan Matematika; Hibah Program Bantuan Prodi Menerapkan Kerja Sama Kurikulum MBKM) Irawan, Roni; Haryati, Tati; Amrin, Amrin; Hidayat, A. Gafar
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 9 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.429 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i9.942

Abstract

Tujuan Penelitian ini yaitu (1) Mendeskripsikan seluruh rangkaian proses pelaksanaan kurikulum MBKM di prodi Matematika, PGSD, dan PJKR; (2) Mengidentifikasi dan mengevaluasi hasil capaian Kurikulum MBKM di prodi matematika PGSD dan PJKR; (3) Menelaah dan merumuskan solusi Hambatan Pelaksanaan MBKM di STKIP Taman Siswa Bima. Metode Penelitian ini adalah kualitatif yang menghasilkan data berupa deskripsi uraian informasi yang bersifat mendalam dan sistematis. Sedangkan teknik pengumpulan data dengan wawancara, Observasi dan Dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yaitu reduksi, penafsiran dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, yaitu; (1) Proses pelaksanaan MBKM di Prodi Pendidikan Matematika, PJKR dan PGSD, mengikuti indikator kerja utama (IKU) sesuai dengan pedoman dan regulasi yang ditetapkan oleh Kemendikbud, dengan mengintegrasikan tiga indikator kerja MBKM, yaitu; Magang/Praktek, kewirausahaan dan Pertukaran Pelajar/Mahasiswa; (2) Hasil capaian pengintegrasian MBKM dalam kurikulum Prodi Pendidikan Matematika, yaitu; buku pedoman Kurikulum MBKM dan mahasiswa perwakilan dari prodi pendidikan matematika, melakukan magang/praktek kerja di BPS Kabupaten Bima, mengajar di sekolah melaui PPL 1 sebahagian lagi terlibat dalam pertukaran pelajar dengan Prodi Matematika kampus IKIP Bojo Negoro Jatim, dan mahasiswa juga terlibat dalam kegiatan wirausaha dibawah pengawasan prodi.
IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI MASYARAKAT (GELMAS) SESUAI PERATURAN BUPATI BIMA NOMOR 35 TAHUN 2019 DI KECAMATAN MONTA KABUPATEN BIMA NUSA TENGGARA BARAT Suparjan, Edy; Zulkifli, Zulkifli; Irawan, Roni
JIPIS Vol. 31 No. 1: April 2022
Publisher : FKIP, UNIVERSITAS ISLAM SYEKH-YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/jipis.v31i1.1904

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan implementasi Program Gerakan Literasi Masyarakat (GELMAS) di Kecamatan Monta Kabupaten Bima yang didasarkan pada Peraturan Bupati Bima Nomor 35 Tahun 2019 Tentang Gerakan Literasi di Kabupaten Bima Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Objek dalam penelitian ini adalah Desa Sakuru. Pemilihan objek tersebut disebabkan pada ketersediaan delapan indikator yang ada pada Peraturan Bupati Bima tersebut dibandingkan dengan 13 desa lain yang ada di kecamatan Monta. Manfaat penelitan ini diantaranya adalah untuk mengetahui pola implementasi gerakan literasi masyarakat di desa Sakuru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kepala Desa, Sekertaris Desa, Kepala Urusan Kesejahteraan, Karang Taruna, Pengurus Perpustakaan Desa dan Tokoh masyarakat. Instrumen penelitian berupa lembar wawancara, lembar observasi, dan alat dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif berupa triangulasi versi Miles Huberman. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa model Implementasi Gerakan Literasi Masyarakat di Desa Sakuru diantaranya adalah; (1) Kegiatan Ceramah dan Kajian Islam oleh Majelis Ta’alim; (2) Kegiatan Marawis Oleh Majelis Ta’alim dan Remaja Masjid; (3) Lomba Bacaan Ayat pendek oleh Majelis Ta’alim dan Remaja Masjid; (4) Pengenalan huruf Hijaiyah; dan (5) Bimbingan Belajar. (6) Lomba Kaligrafi; (7) Lomba Master of Ceremony. Kata Kunci: Implementasi, Literasi, Peraturan Bupati
Implementation Of History Learning In The Independent Learning Curriculum In High Schools Roni Irawan
Council: Education Journal of Social Studies Vol. 2 No. 2 (2024): Council: Education Journal of Social Studies
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/council.v2i2.146

Abstract

This research aims to reveal the implementation of history learning in the independent learning curriculum by looking at the planning of history learning in the independent curriculum, the implementation of history learning in the independent learning curriculum and evaluating the implementation of history learning in the independent learning curriculum. This research uses a qualitative research method with a qualitative descriptive approach, data collection techniques using observation, interviews and documentation, data analysis techniques used using data triangulation, source triangulation, researcher triangulation, method triangulation and theory triangulation while for data validity using data analysis techniques. Based on the research results, it shows that (1) planning history learning in the independent curriculum, schools prepare an operational curriculum which is the basis for understanding learning planning, teachers prepare learning plans, (2). The implementation of history learning in the independent curriculum is different from the 2013 curriculum, history learning uses scientific learning using the discussion method while the independent curriculum uses the differentiation method using a project to strengthen the profile of Pancasila. (3). Evaluation of history learning, students are very active and there are no obstacles except that the learning hours are tight and the history subject in the Ganji semester applies
Peran Pembelajaran Sejarah Dalam Memperkuat Pendidikan Karakter Siswa (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Ambalawi) Irawan, Roni
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 1 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v7i1.2325

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pembelajaran sejarah dalam memperkuat pendidikan karakter siswa. Penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif, tehnik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, untuk validitas data menggunakan trigulasi, sumber, triagulasi, metode dan triangulasi teori. Untuk analisi data dalam penelitian ini menggukan tiga alur kegiatan dengan secara bersamaan yaitu Reduksi Data, Penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil temuan bahwa pembelajaran sejarah memiliki peranan penting untuk memperkuat karakter siswa. Pembelajaran sejarah tidak hanya belajar tentang peristiwa masa lalu, tetapi pembelajaran sejarah akan mengajarkan tentang nilai-nilai yanh terkadung salam peristiwa sejarah, pembelajaran sejarah mengajarkan tentang etika dan moral serta memperkuat nilai karakter bangsa seperti keadilan, kejujuran, keteladanan tokoh-tokoh sejarah, tanggung jawab, toleransi dan nasionalisme dalam menjaga kedaulatan bangsa dan negara.
Reinterpretation of Non-Muslim Leadership Interpretation in Maqashidi Exegesis Lalu Riastata Al Mujaddi; Zainul Ashri; Roni Irawan; Subhan Subhan
Spiritus: Religious Studies and Education Journal Vol. 2 No. 3 (2024): Spiritus: Religious Studies and Education Journal
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/spiritus.v2i3.119

Abstract

This study examines the contentious issue of Muslim-non-Muslim relations, particularly in the context of leadership and friendship. The controversy surrounding this topic stems from apparent contradictions within Quranic verses, which prohibit Muslims from forming close relationships with non-Muslims, while concurrently promoting justice and kindness towards them. Furthermore, divergent interpretations of the term awliya' among Islamic scholars have exacerbated the problem. By employing a maqashidi exegetical framework, this research aims to re-interpret the seemingly contradictory Quranic verses and reconcile the polarized approaches to exegesis. The findings of this study reveal that a chronological analysis of the relevant verses indicates a shift in address from hypocrites and Jews to those who betray God and His Messenger, irrespective of their religious affiliation. From a maqashidi perspective, these verses do not prohibit Muslims from engaging in positive relationships with non-Muslims, but rather serve as a motivation to foster a just and non-treacherous human community. Muslims are, however, prohibited from forming close relationships with treacherous individuals.
Pengembangan Media Roda Putar Kebudayaan (Rotan) untuk Pembelajaran Tematik Tema 7 Sub-Tema 2 Kelas IV SDN Inpres 1 Samili Wulandari, Wulandari; Tati Haryati; Roni Irawan
Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2025): April : Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/morfologi.v3i2.1527

Abstract

This objective is to develop valid, practical and effective Rattan media (cultural wheel) in increasing learning motivation of fourth grade students at SDN Inpres Samili. The type of research used by the researcher is R&D (Research & Development) using the ADIE development model (Analysis, Development, Implementation, and Evaluation). In this development research, the effectiveness test was carried out in class V and the practicality test was carried out on fourth grade students at SDN Inpres Samili as a test of practicality and product effectiveness. The results of the study showed that the validity of the Rattan media (cultural wheel) from 4 media and material validators obtained an average score of 93.87 (very valid). The questionnaire response of limited test students showing the practicality of the Rattan media (cultural wheel) obtained an average score of 93.33 (very practical). Thus, the rattan media learning media in sub-theme 2 can be used as a thematic learning media for fourth grade students at SDN Inpres Samili.
Pengembangan Modul Mitigasi Bencana Berbasis Nilai Ngaha Aina Ngoho Pada Sekolah Menengah Atas Roni Irawan; Sulfahri, Sulfahri; Tati Haryati
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3610

Abstract

Tujuan Penelitian ini yaitu; 1) Mendeskripsikan tahapan pengembangan Modul Mitigasi bencana berbasis nilai ngaha aina ngoho pada Sekolah Menengah Atas; 2) Mengidentifikasi kelayakan dan kepraktisan modul mitigasi bencana berbasis nilai ngaha aina ngoho pada Sekolah Menengah Atas. Metode yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan (R&D) menggunakan model 4 D. modul mitigasi berbasis kearifan lokal ngaha aina ngoho ini, dikembangkan melalui 4 tahapan, yaitu; 1) Pendefinisian; 2) Perancangan; 3) Pengembangan, dan; 4) Penyebaran. Hasil pengembangan modul mitigasi bencana berbasis nilai ngaha aina ngoho dinyatakan sangat valid dan sangat praktis untuk diintegrasikan dalam pembelajaran, karena memperolehan skor rata-rata hasil validasi ahli sebesar 83,33% dan skor rata-rata hasil uji kepraktisan sebesar 81,84%. Apabila rata-rata perolehan skor penilaian >80 atau ≤100, artinya berkategori sangat valid dan sangat praktis. Modul ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang mitigasi bencana, tetapi juga menanamkan nilai kearifan lokal yang penting untuk membentuk sikap tangguh, peduli, dan gotong royong dalam menghadapi ancaman bencana. Nilai penting yang diharapkan dari hasil pengembangan modul ini, yaitu menumbuhkan kesadaran Masyarakat sejak dini untuk memegang teguh nilai ngaha aina ngoho, sebagai filosofi budaya yang menyisyaratkan sikap bijak dalam pemanfaatan hutan dan pegunungan, dan tidak boleh dieksploitasi habis-habisan, demi keberlangsungan ekosistem dan kehidupan generasi mendatang.