Penyalahgunaan narkotika merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang kompleks dan multidimensional karena berdampak pada aspek fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi, baik bagi individu maupun keluarga. Salah satu upaya penanganan yang efektif adalah melalui layanan rehabilitasi. Namun demikian, pemanfaatan layanan rehabilitasi masih relatif rendah, terutama disebabkan oleh kurangnya pengetahuan keluarga, stigma sosial, ketakutan terhadap konsekuensi hukum, serta terbatasnya akses informasi yang tepat. Dalam konteks ini, pendekatan pemasaran sosial menjadi strategi yang relevan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat, khususnya keluarga penyalahguna narkotika, agar lebih aktif dalam mencari layanan rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif berbagai literatur terkait penerapan pendekatan pemasaran sosial dalam meningkatkan perilaku pencarian layanan rehabilitasi pada keluarga penyalahguna narkotika. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2010–2024 yang diperoleh dari basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Proses seleksi literatur dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan pemasaran sosial memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kesadaran, sikap, dan perilaku keluarga terhadap pentingnya rehabilitasi. Strategi yang efektif meliputi kampanye edukasi berbasis bukti, komunikasi interpersonal melalui tokoh masyarakat dan komunitas, pengurangan stigma melalui narasi positif, serta pemanfaatan media digital dan media sosial untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Selain itu, penerapan prinsip bauran pemasaran sosial (product, price, place, promotion) terbukti dapat meningkatkan aksesibilitas dan penerimaan layanan rehabilitasi di masyarakat. Kesimpulannya, pendekatan pemasaran sosial merupakan strategi yang potensial dan efektif dalam meningkatkan perilaku pencarian layanan rehabilitasi pada keluarga penyalahguna narkotika. Implementasi strategi ini secara kontekstual dan berbasis budaya lokal diharapkan dapat mendukung keberhasilan program rehabilitasi serta berkontribusi dalam penurunan prevalensi penyalahgunaan narkotika di masyarakat.