Agnes Stephanie Harahap
Departemen Patologi Anatomik, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Endometriosis Toraks di Diafragma Dextra dengan Manifestasi Nyeri Dada dan Pneumotoraks Tommy Dharmawan; Tania Maharani Chandra; Andon Hestiantoro; Agnes Stephanie Harahap
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 73 No 4 (2023): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.73.4-2023-1169

Abstract

Introduction: Thoracic endometriosis is a rare disease but could lead to morbidity and mortality. Early detection with prompt anamnesis and supporting examination may direct the best therapy and also increase the prognosis of patient.Case report: On this case report, we presented a female patient with right chest pain and shortness of breath on menstruation time.Discussion: From chest X-ray we found right pneumothorax and it led to chest tube placement on the right chest. The anamnesis supported the diagnosis of thoracic endometriosis and furthermore from CT scan we found lesion on the right diaphragm. So, we proceeded with minimal invasive surgery (video assisted thoracoscopic surgery (VATS)). Pathology anatomy examination revealed a true endometriosis lesion.Conclusion: The operation went uneventful and then post operative we gave gonadotropin releasing hormone analog.
Primary Adrenal Insufficiency due to Tuberculosis Infection Pitfalls in Diagnosis and Management Ira Laurentika; Em Yunir; Tri Juli Edi Tarigan; Agnes Stephanie; Robert Shinto; Taufik Agung
‎ InaJEMD - Indonesian Journal of Endocrinology Metabolic and Diabetes Vol. 1 No. 1 (2024): InaJEMD Vol. 1, No. 1
Publisher : PP PERKENI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66266/inajemd.v1i1.6

Abstract

Primary adrenal insufficiency (PAI) is a chronic condition in which both adrenal glands are not able to produce steroid hormones. In this article we reported a-20-year-old male with history of soft tissue tumor in thoracalregion and general hyperpigmentation of skin and mucous. Laboratory findings showed hypocortisolism and adrenal computed tomography (CT) scan showed bilateral enlargement of adrenal with multiple necrotic nodular lesion and calcification, suggesting adrenal metastasis or tuberculosis infection. The interferon gamma release assay (IGRA) and histopathology review of the specimen from soft tissue tumor in thoracal region showed confirmed the diagnosis of adrenal tuberculosis. Antituberculosis drugs were started, and hydrocortisone dose were frequently adjusted. Five months after therapy the patient is clinically improved with a minimal dose of steroid.
Hubungan Subtipe Imunofenotipik Berdasarkan Ekspresi CD56 dan CD16 dengan Ekspresi CD30 dan Ki-67 pada Limfoma Sel NK/T Ekstranodal Tipe Nasal Maris, Stephanie; Kusmardi, Kusmardi; Hardjolukito, Endang SR; Ham, Maria Francisca; Harahap, Agnes Stephanie
Majalah Patologi Indonesia Volume 26 No. 2, Mei 2017
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakangLimfoma sel NK/T ekstranodal tipe nasal (NKTCL; extranodal NK/T-cell lymphoma, nasal type) dapat dikategorikan menjadi beberapa subtipe berdasarkan ekspresi CD56 dan CD16 sesuai dengan pola perkembangan fenotip sel natural killer (NK) normal. Ekspresi CD56 banyak ditemukan pada tahap diferensiasi sel NK yang lebih awal, sedangkan ekspresi CD16 terdapat pada sel NK dengan diferensiasi yang lebih mature. Selain fenotip normal, adanya infeksi virus Epstein-Barr (EBV) sebagai etiologi NKTCL berkaitan dengan fenotip teraktivasi yang ditandai dengan ekspresi CD30, kemudian mengaktifkan jalur sinyal nuclear factor kappa beta (Nf-KB) sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan dan proliferasi sel tumor. Pada penelitian ini diteliti hubungan antara subtipe NKTCL berdasarkan ekspresi CD56 dan CD16 dengan ekspresi CD30 serta indeks proliferasi Ki-67.MetodaPenelitian ini menggunakan metoda potong lintang. Sampel terdiri atas 32 kasus NKTCL di Departemen Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM) periode Januari 2010 sampai April 2016. Dilakukan pulasan imunohistokimia CD16, CD30 dan Ki-67, sedangkan pewarnaan CD56 diambil dari arsip. Selanjutnya dihitung persentasis positivitas pada setiap pulasan tersebut.HasilPositivitas CD56 ditemukan pada semua kasus (100%). Positivitas CD16 sebanyak 16 (50%) kasus, positivitas CD30 sebanyak 17 (53,13%) kasus, dan indeks proliferasi Ki-67 tinggi sebanyak 16 (50%) kasus. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara subtipe NKTCL (CD56+CD16- dan CD56+CD16+) dengan ekspresi CD30 (p=0,723). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara subtipe NKTCL (CD56+CD16- dan CD56+CD16+) dengan indeks proliferasi Ki-67 (p=0,480). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara ekspresi CD30 dengan indeks proliferasi Ki-67 (p=0,723).KesimpulanSubtipe imunofenotipik NKTCL (CD56+CD16- dan CD56+CD16+) tidak berhubungan dengan fenotip teraktivasi (CD30) maupun proliferasi (Ki-67).
Perbedaan Imunoekspresi Caspase-3 antara Diffuse Large B-Cell Lymphoma Subtipe Germinal Center B-Cell-Like dan Non-Germinal Center B-Cell-Like Syahrin, Rosita Alfi; Ham, Maria Francisca; Harahap, Agnes Stephanie; Makes, Benyamin; Hardjolukito, Endang SR
Majalah Patologi Indonesia Vol 27 No.1, Januari 2018
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakangTipe terbanyak dari limfoma non-Hodgkin (LNH) sel B adalah diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL) yang merupakan entitas heterogen. Hans membagi DLBCL menjadi subtipe germinal center B-cell-like (GCB) dan non-germinal center B-cell-like (non-GCB) dengan tehnik pemeriksaan imunohistokimia menggunakan CD10, BCL6 dan MUM1. GCB mempunyai prognosis baik dan non-GCB berprognosis buruk. Caspase-3 adalah protein yang berperan utama dalam mekanisme apoptosis dan dapat mengalami mutasi somatik pada LNH. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan imunoekspresi Caspase-3 pada DLBCL subtipe GCB dan non-GCB yang mungkin berkaitan dengan perbedaan prognosis kedua subtipe tersebut.MetodePemeriksaaan imunoekspresi Caspase-3 pada kasus pasien DLBCL yang terdiri atas subtipe GCB dan non-GCB dilakukan dengan tehnik imunohistokimia. Subjek penelitian berasal dari blok parafin di Departemen Patologi Anatomik FKUI/RSCM dan enam rumah sakit lainnya di Jakarta. Metode penelitian observasional deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Prosedur pulasan imunohistokimia dengan cara Trekavidin biotin dan penilaian dilakukan oleh dua orang peneliti tanpa diketahui jenis subtipe GCB atau non-GCB.HasilDitemukan 41 kasus DLBCL yaitu 18 kasus subtipe GCB dan 23 kasus subtipe non-GCB. Subtipe GCB memberikan hasil positif dengan pulasan Caspase-3 berjumlah 13 kasus (72%) dan negatif berjumlah 5 kasus (28%). Hasil yang didapatkan dari subtipe non-GCB yaitu positif berjumlah 5 kasus (22%) dan negatif berjumlah 18 kasus (78%). Terdapat perbedaan bermakna imunoekspresi Caspase-3 antara DLBCL subtipe GCB dengan subtipe non-GCB (p=0,002). Imunoekspresi Caspase-3 menunjukkan positivitas yang lebih tinggi pada DLBCL subtipe GCB dibandingkan dengan subtipe non-GCB.KesimpulanPenelitian ini menunjukkan bahwa imunoekspresi Caspase-3 pada kedua subtipe DLBCL berbeda secara bermakna, di mana lebih tinggi pada subtipe GCB dibandingkan pada subtipe non-GCB. Hal ini mungkin dapat menjelaskan latar belakang perbedaan prognosis di antara kedua subtipe tersebut.