Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : JURNAL AGROHITA

PENGARUH JENIS BAHAN DAN WAKTU PEMBERIAN MOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI Aditya Surya Hakim; Sutarno Sutarno; Eny Fuskhah
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.5432

Abstract

Cabai merupakan salah satu hasil pertanian yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai penyedap rasa dalam masakan. Permintaan cabai di pasar cukup tinggi, namun jumlah produksi cabai tidak dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Meningkatkan produktivitas cabai dapat dilakukan dengan penggunaan larutan mikroorganisme lokal. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan produksi cabai varietas Gada F1 akibat jenis bahan dan waktu pemberian larutan mikroorganisme lokal (MOL). Penelitian dilaksanakan di Screen house Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP), Universitas Diponegoro, Semarang pada tanggal 6 Juni – 17 November 2020. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 3  dengan 5 ulangan. Faktor pertama berupa perlakuan jenis bahan MOL meliputi M1 = MOL nasi basi, M2 = MOL limbah pepaya, dan M3 = MOL limbah tomat, kemudian waktu pemberian meliputi T1 = pemberian MOL saat tanam, T2 = pemberian MOL 7 hst, dan T3 = pemberian MOL 14 hst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan dan waktu pemberian MOL berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai. Perlakuan jenis bahan MOL darilimbah nasi basi (M1) memberikan hasil nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, waktu panen, dan jumlah buah,  sedangkan waktu pemberian MOL saat tanam (T1) memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, dan jumlah buah.
PENGARUH JENIS BAHAN DAN WAKTU PEMBERIAN MOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI Aditya Surya Hakim; Sutarno Sutarno; Eny Fuskhah
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6803

Abstract

Cabai merupakan salah satu hasil pertanian yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai penyedap rasa dalam masakan. Permintaan cabai di pasar cukup tinggi, namun jumlah produksi cabai tidak dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Meningkatkan produktivitas cabai dapat dilakukan dengan penggunaan larutan mikroorganisme lokal. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan produksi cabai varietas Gada F1 akibat jenis bahan dan waktu pemberian larutan mikroorganisme lokal (MOL). Penelitian dilaksanakan di Screen house Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP), Universitas Diponegoro, Semarang pada tanggal 6 Juni – 17 November 2020. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 3dengan 5 ulangan.Faktor pertama berupa perlakuan jenis bahan MOL meliputi M1 = MOL nasi basi,M2 = MOL limbah pepaya, dan M3 = MOL limbah tomat, kemudian waktu pemberian meliputi T1 = pemberian MOL saat tanam,T2 = pemberian MOL 7 hst, danT3 = pemberian MOL 14 hst.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan dan waktu pemberian MOL berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai. Perlakuan jenis bahan MOL darilimbah nasi basi (M1) memberikan hasil nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, waktu panen, dan jumlah buah,sedangkan waktu pemberian MOL saat tanam (T1) memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, dan jumlah buah.
RESPON PERTUMBUHAN DAN KADAR FLAVONOID SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz and Pav) PADA BERBAGAI KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN INTERVAL PENYIRAMAN Alfiah Diah Ismawati; Karno Karno; Eny Fuskhah
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 3 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i3.6659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh interaksi berbagai komposisi media tanam dan interval penyiraman terhadap pertumbuhan dan kadar flavonoid tanaman sirih merah. Penelitian dilaksanakan pada 1 April hingga 8 Oktober 2021 di Greenhouse Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Faktorial 4x4 dengan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah komposisi media tanam dengan 4 taraf (M0 : Kontrol (tanah + pupuk kandang sapi (1:1)), M1 : tanah + pupuk kandang sapi + pasir (1:1:1), M2 : tanah + pupuk kandang sapi + arang sekam (1:1:1) dan M3 : tanah + pupuk kandang sapi + cocopeat (1:1:1)). Faktor kedua adalah interval penyiraman dengan 4 taraf (P1 : Kontrol (setiap hari disiram), P2 : 2 hari sekali, P3 : 3 hari sekali dan P4 : 4 hari sekali). Parameter penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, berat kering tajuk dan kadar flavonoid daun sirih merah. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dengan taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi media tanam tanah + pupuk kandang sapi + pasir (1:1:1) menghasilkan panjang akar sirih merah terbaik. Interval penyiraman yang semakin lama dapat menurunkan pertumbuhan tinggi tanaman dan luas daun sirih merah namun dapat meningkatkan pertumbuhan panjang akar sirih merah.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SELADA MERAH (Lactuca sativa var. Lollorosa) PADA SISTEM HIDROPONIK RAKIT APUNG AKIBAT PERLAKUAN KONSENTRASI AB MIX DAN PUPUK DAUN ORGANIK Lutfa Awlady; Eny Fuskhah; Endang Dwi Purbayanti
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 3 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i3.6919

Abstract

Tanaman selada merah merupakan salah satu tanaman sayuran yang bernilai ekonomis dan mengandung gizi yang tinggi. Kebutuhan selada merah sebagai bahan pangan mengalami peningkatan. Peningkatan angka konsumsi tersebut belum diimbangi dengan luas lahan. Hidroponik merupakan alternatif budidaya tanaman selain konvensional dengan menggunakan air sebagai media tanamnya. Nutrisi hidroponik yang sering digunakan adalah AB mix. Harga AB mix yang relatif mahal dapat meningkatkan biaya produksi. Penambahan nutrisi dari ekstrak daun kelor yang diaplikasikan melalui daun dapat meningkatkan efisiensi penggunaan AB Mix. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi AB Mix dan pupuk daun organik yang efektif guna memberikan hasil yang terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada merah Lollo Rossa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 4×4 dengan 3 kali ulangan yaitu perlakuan konsentrasi AB Mix (A1 : 2 ml stok A dan 2 ml stok B dalam 1 liter air, A2 : 3,5 ml stok A dan 3,5 ml stok B dalam 1 liter air, A3 : 5 ml stok A dan 5 ml stok B dalam 1 liter air, A4 : 6,5 ml stok A dan 6,5 ml stok B dalam 1 liter air) dan perlakuan konsentrasi pupuk daun organik (B1 : 0 ml/l, B2 : 50 ml/l, B3 : 100 ml/l, B4 : 150 ml/l). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji ANOVA, apabila menunjukan hasil berpengaruh nyata, kemudian dianlisis menggunakan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan nutrisi AB Mix dengan konsentrasi 2 ml/l dapat memberikan hasil yang terbaik dan efisien pada jumlah daun, panjang akar, dan berat akar.
PENGARUH KOMPOS AMPAS TEH DAN BIOCHAR SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PAKCHOY (BRASSICA CHINENSIS L.) DENGAN SISTEM PERTANIAN VERTIKULTUR Rayhan Zahra Fatin; Eny Fuskhah; Rosyida Rosyida
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 4 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i4.7904

Abstract

Pakchoy (Brassica chinensis L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura jenis sayuran yang banyak diminati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Tingginya permintaan pasar tidak sebanding dengan tingkat produksi pakcoy yang tergolong relatif rendah. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa faktor penghambat, salah satunya konversi lahan pertanian dalam skala besar yang berdampak pada kualitas dan kuantitas hasil pertanian. Penggunaan bahan-bahan kimia dalam proses budidaya tanaman dapat menyebabkan kualitas tanah dan hasil produksi cenderung tidak baik. Solusi untuk permasalahan tersebut adalah penggunaan komposisi media tanam organik yang sesuai dengan kebutuhan tanaman dengan menggunakan sistem pertanian vertikultur. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengaruh pemberian kompos ampas teh dan biochar sekam padi terhadap pertumbuhan dan produksi pakchoy. Penelitian dilakukan di greenhouse dan Laboratorium Fisiologi dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro pada Februari – Mei 2022. Rancangan percobaan menggunakan faktorial 4 x 4 dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 3 kelompok. Faktor pertama yaitu dosis kompos ampas teh (0 g, 150 g, 300 g, 450 g). Faktor kedua yaitu dosis biochar sekam padi (0 g, 40 g, 80 g, 120 g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis kompos ampas teh berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan dan dosis biochar sekam padi berpengaruh nyata pada luas daun dan panjang akar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa campuran media tanam kompos ampas teh dengan dosis 150 g dan tanpa biochar sekam padi sudah mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman pakchoy pada sistem vertikultur.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA (ABELMOSCHUS ESCULENTUS (L.) MOENCH) TERHADAP APLIKASI BERBAGAI JENIS PUPUK BOKASHI KOTORAN HEWAN DAN DOSIS HORMON GIBERELIN Nurhuda Ramadhan; Endang Dwi Purbayanti; Eny Fuskhah
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 4 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i4.7902

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi antara berbagai jenis pupuk bokashi kotoran hewan dan dosis hormon giberelin terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman okra. Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 14 April – 22 November 2021 di Greenhouse Blok D, dan analisis laboratorium dilakukan di Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Penelitian menggunakan percobaan faktorial 4 x 3 dengan dasar rancangan acak lengkap (RAL) sebanyak 3 kali ulangan, sehingga terdapat 36 satuan unit percobaan. Faktor pertama pada penelitian ini adalah berbagai jenis pupuk bokashi kotoran hewan dengan 4 taraf perlakuan serta dosis rekomendasi yang sama 15 ton/ha, yaitu bokashi kotoran Ayam (P1), bokashi kotoran sapi (P2), bokashi kotoran kambing (P3), dan bokashi kotoran kelinci (P4). Faktor kedua adalah perlakuan dosis hormon giberelin dengan 3 taraf yaitu dosis 125 ppm (G1), 200 ppm (G2), dan 275 ppm (G3). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, kadar klorofil, jumlah buah per tanaman, diameter buah, panjang buah, berat buah per tanaman berat segar brangkasan tanaman, dan indeks panen. Data yang diperoleh dianalisis ragam dan uji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk bokashi kotoran ayam merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan diameter batang, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman. Sedangkan perlakuan dosis hormon giberelin 275 ppm merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan tinggi tanaman.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) AKIBAT PEMBERIAN NAUNGAN DAN ZAT PENGATUR TUMBUH Dewi Silvia Putri; Eny Fuskhah; Sutarno Sutarno
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 4 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i4.7268

Abstract

Kebutuhan bayam merah mengalami fluktuasi dan produksinya perlu ditingkatkan untuk mencapai kebutuhan. Penggunaan naungan dan pemberian zat pengatur tumbuh giberelin harapannya bisa menjadi salah satu usaha guna meningkatkan pertumbuhan serta produktivitas bayam merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi bayam merah dengan perbedaan intensitas dan dosis zat pengatur tumbuh giberelin. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi (split plot design) pada RAK, dengan perlakuan intensitas naungan (0, 50, 60, dan 70%) sebagai petak utama, dan perlakuan dosis zpt giberelin (0, 100, 200, dan 300 ppm) sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan naungan tidak berpengaruh nyata terhadap diameter batang, panjang akar, dan volume akar, tetapi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan bobot segar tanaman. Pemberian giberelin tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, bobot segar tanaman, panjang akar, dan volume akar tanaman, serta terdapat interaksi antara penggunaan naungan dengan pemberian giberelin pada tanaman. daerah daun. Penggunaan naungan 50% memberikan hasil terbaik dalam hal tinggi tanaman, luas daun, dan berat segar tanaman. Penggunaan naungan 50% dan pemberian giberelin 100 ppm memberikan hasil yang optimal terhadap luas daun tanaman. Disimpulkan bahwa penggunaan intensitas naungan lebih dari 60% pada budidaya bayam merah sangat tidak dianjurkan.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max L. Merr) VARIETAS EDAMAME AKIBAT PEMBERIAN AGENSIA HAYATI Trichoderma sp. DAN KOMPOS GEDEBOG-AZOLLA Silviana Nurul Maziyah; Susilo Budiyanto; Eny Fuskhah
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.7977

Abstract

Kedelai edamame merupakan tanaman yang memiliki prospek tinggi di Indonesia. Produktivitas kedelai edamame dapat ditingkatkan dengan pemberian pupuk organik kompos dan agensia hayati Trichoderma sp. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian agensia hayati Trichoderma sp. dan dosis kompos terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman edamame. Penelitian dilakukan pada bulan September - Januari 2022 di Jepara dan di Greenhouse Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Rancangan menggunakan rancangan faktorial acak lengkap 4x5 dengan 3 kali ulangan. Faktor Pertama adalah perlakuan dosis agensia hayati Trichoderma sp. yang terdiri dari 4 taraf yaitu kontrol (A0), agensi hayati 3,5 ton/ha (A1), agensia hayati 7 ton/ha (A2) dan agensia hayati 10,5 ton/ha (A3). Faktor kedua adalah dosis kompos yang terdiri dari 5 taraf yaitu kontrol (B0), kompos 5 ton/ha (B1), kompos 10 ton/ha (B2), kompos 15 ton/ha (B3), dan kompos 20 ton/ha (B4). Data yang diperoleh dianalisis ragam kemudian dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan dosis agensia hayati trichoderma sp. 3,5 ton/ha mampu meningkatkan berat biji kedelai edamame. Perlakuan kompos gedebog-azolla dosis 15 ton/ha memberikan hasil tertinggi terhadap berat basah tajuk, jumlah polong, dan berat polong kedelai edamame. Interaksi perlakuan tanpa agensia hayati trichoderma sp. dengan dosis kompos 5 ton/ha memberikan hasil tertinggi terhadap jumlah biji kedelai edamame