Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : JET (Journal of Electrical Technology)

Perbaikan Internal Blocking Jaringan Interkoneksi Banyak Tingkat Topologi Omega 8x8 dengan Algoritma Look-Ahead M. Zulfin; Maksum Pinem; Raja Harahap; Fahmi Rinaldi; Muhammad Razali
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 8, No 1 (2023): Edisi Februari
Publisher : JET (Journal of Electrical Technology)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan interkoneksi banyak tingkat (Multistage Interconnection Network/MIN) hingga saat ini digunakan sebagai switching pada sentral-sentral dalam sistem-sistem Telekomunikasi. Disamping itu MIN juga digunakan sebagai switch penghubung antara prosesor dan modul memori pada sistem-sistem Komputer. Penggunaan MIN semakin diminati karena penghematan jumlah crosspoint yang dimilikinya dibandingkan dengan switch matriks konvensional yang jumlah crosspoint-nya lebih banyak. Selain itu MIN mudah dikontrol dan mampu mendukung koneksi input-output dalam skala besar. Namun MIN bersifat internal blocking, sehingga dibutuhkan suatu cara untuk menjadikannya non-blocking atau mengurangi persentase internal blocking yang dimilikinya. Salah satu cara yang dilakukan untuk maksud tersebut adalah menggunakan algoritma. Pada tulisan ini dibahas algoritma Look-Ahead untuk mengurangi internal blocking MIN topologi Omega 8x8. Dari 2 buah contoh yang dianalisis, untuk permutasi dengan koneksi input-output yang uniform tanpa algoritma Look-Ahead diperoleh hasil bahwa internal blocking sebesar 62,5% dan jika menggunakan algoritma Look-Ahead internal blocking turun menjadi menjadi 25%. Sedangkan dengan permutasi yang memiliki koneksi yang non uniform persentase internal blocking-nya menjadi lebih tinggi yaitu sebesar 87,5% jika tanpa algoritma Look-Ahead, sedangkan dengan algoritma Look-Ahead turun menjadi 50%. Jadi algoritma Look-Ahead sangat mengurangi kegagalan koneksi input-output sebuah permutasi atau dengan kata lain mengurangi internal blocking sebuah jaringan MIN secara signifikan.
Rancang Bangun Kapasitor Bank Otomatis Untuk Perbaikan Faktor Daya Pada Motor Induksi Tiga Fasa Berbasis Arduino Uno Raja Harahap; Yacub Merlin Lumban Toruan
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 8, No 2 (2023): Edisi Juni
Publisher : JET (Journal of Electrical Technology)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor induksi merupakan suatu sistem industri andalan modern penggerak listrik, alasan motor induksi ini banyak diminati dan penyebarannyapun sangat luas di pasaran karena biaya murah, sederhana, ketahanan, kemudahan manufaktur, tanpasikat pada motor sangkar dan rasio berat/daya rendah, akan tetapi motor induksi ini terdapat kelemahannya yaitu penyerapan daya reaktif yang merupakan masalahutama dari motor induksi, daya reaktif dalam jaringan listrik harus seimbang, atau tegangan sistem akan turun, peralatan akan rusak akan menurunkan faktor daya. Rendahnya faktor daya akan mengakibatkan penurunan tegangan dan kerugian saluran menjadi terasa sekali. Oleh karena itu, penelitian ini akan merancang sistem kapasitor bank yang otomatis untuk memperbaiki faktor daya pada motor induksi tiga fasa menggunakan Arduino UNO untuk meningkatkan faktor daya sistem, daya reaktif harus disuntikkan ke sumber eksitasi menggunakan bank kapasitor. Hasil penelitian menunjukkan sistem perbaikan faktor daya otomatis ini dapat terintegrasi secara sistematis dengan kompensasi daya reaktif maksimal sekitar 1.952,98 VAR dapat meningkatkan faktor daya yang sebelumya sekitar 0,45 menjadi 0.84. Keberhasilan sistem perbaikan faktor daya dengan persentase kesalahan hasil pengukuran dibawah 5% memiliki keakuratan sekitar 90%.
Sistem Penguatan Medan Magnet Tanpa Sikat Pada Generator Sinkron Armansyah, Armansyah; Husna, Jamilah; Harahap, Raja; Pelawi, Zulfadli
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 10, No 2 (2025): Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v10i2.12217

Abstract

Saat ini kebutuhan energi listrik cukup besar, untuk memenuhi energi listrik tersebut, maka kita memerlukan sumber energi listrik yang dapat mensuplay energi listrik secara kontiniu. Altenator atau generator ac adalah suatu mesin yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Generator ac yang akan dibahas adalah generator yang termasuk jenis mesin serempak (mesin sinkron) dimana frekuensi listrik yang dihasilkannya sebanding dengan jumlah kutub dan putaran yang dimilikinya. Dalam hal pemilihan generator, sistem penguatan (eksitasi) pada medan magnet generator juga menentukan apakah generator itu bisa bekerja secara kontiniu tanpa sering mengalami pemeliharaan atau kerusakan. Sistem penyaluran arus penguat (eksitasi) ke medan magnet generator dapat dilakukan dengan sistem eksitasi pakai sikat dan sistem eksitasi tanpa sikat. Pada penyaluran sistem eksitasi tanpa sikat yaitu arus searah bisa disalurkan langsung ke kumparan medan generator tanpa menggunakan sikat dan cincin geser. Dimana generator ac kecil dipasang pada poros yang sama dengan generator utama yang digunakan sebagai pengeksitasi, pengeksitasi ac mempunyai jangkar yang berputar, keluarannya kemudian disearahkan oleh penyearah dioda silikon yang juga dipasang pada poros utama, keluaran yang telah disearahkan dari pengeksitasi ac diberikan langsung dengan hubungan yang diisolasi sepanjang poros ke medan generator sinkron yang berputar. Jadi sistem eksitasi tanpa sikat tidak mempunyai komutator, cincin slip atau sikat-sikat yang sangat memperbaiki keandalan dan menyederhanakan pemeliharaan mesin
Penggunaan Solar Cell Sebagai Energi Alternatif di Kantor Kepala Desa Lubuk Shaban Pulungan, Fahrul Halim; Harahap, Raja; Husna, Jamilah
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 10, No 1 (2025): Edisi Februari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v10i1.12213

Abstract

Penggunaan Solar Cell sebagai Energi Alternatif di Desa Lubuk Shaban. Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program kerja praktek yang merupakan bagian dari kurikulum di Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara. Kerja praktek ini bertujuan untuk mempelajari dan mengaplikasikan teknologi solar cell sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan serta memberikan solusi terhadap kebutuhan energi di Desa Lubuk Shaban. Desa ini dipilih karena kondisi geografis dan sosialnya yang sangat relevan untuk mengimplementasikan energi terbarukan, terutama dalam mengatasi tantangan ketersediaan listrik di daerah terpencil. Sumber Energi Terbarukan: Energi matahari tersedia secara melimpah dan tidak akan habis. Pengurangan Biaya Energi: Dalam jangka panjang, penggunaan solar sel dapat mengurangi biaya listrik bagi pengguna. Ramah Lingkungan: Penggunaan Solar Cell tidak menghasilkan polusi udara dan suara, serta tidak berkontribusi terhadap pemanasan global.
Sistem Water Level Control (WLC) Sebagai Pengontrolan Pompa Reservoar Alam, Hermansyah; Harahap, Raja; Armansyah, Armansyah
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 10, No 2 (2025): Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v10i2.12219

Abstract

Sembilan puluh persen kebutuhan air PPPG Teknologi Medan disuplay dari air bawah tanah yang dihisap dengan menggunakan pompa aksial dan selanjutnya ditampung pada bak penampung air (reservoar) bawah. Agar air dapat didistribusikan secara merata, air dari bak penampung bawah dipompa dengan pompa sentrifugal ke bak penampung (reservoar) atas yang berfungsi sebagai bak distribusi. Sebagai penggerak mula untuk memutar pompa digunakan motor induksi tiga phasa rotor sangkar. Pemilihan motor induksi tiga phasa sebagai penggerak mula, adalah karena motor jenis ini mempunyai torsi yang besar dan mudah untuk dikendalikan. Agar proses pengisian air pada bak penampung dapat berjalan secara efektif dan efisien, maka sistem pengendalian pompa melalui pengontrolan motor penggerak dirancang secara otomatis, sehingga pompa dapat diatur, pada saat kapan harus mengisi dan pada saat kapan harus berhenti mengisi. Komponen-komponen kontrol yang digunakan untuk mengendalikan bekerja tidaknya motor pompa secara otomatis adalah kontraktor magnit, Thermal Over Load Relay dan Water Level Control Type Solid State.
Studi Keandalan Sistem Distribusi Wilayah PT. PLN ULP Stabat Selama Masa Pandemi Covid-19 Menggunakan Metode Failure Mode Effect Analysis Harahap, Raja; Bimantoro, Bungaran Rio
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 9, No 2 (2024): Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v9i2.9763

Abstract

Pada akhir tahun 2019, Coronavirus SARS-CoV-2 muncul di Wuhan, sebuah kota di proviinsi Hubei China. Virus ini mewabah di kota Wuhan, Tiongkok, dan dengan cepat menyebar pada setiap negara diseluruh dunia. Energi listrik merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama di masa pandemic Covid-19, masyarakat lebih sering berada di rumah, sekolah dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) atau online dan para karyawan bekerja dari rumah (Work From Home) yang tentunya sangat membutuhkan energi listrik, oleh karena itu PLN harus memperhatikan kualitas energi listrik yang disalurkan kepada masyarakat melalui jaringan distribusi. Suatu sistem distribusi tenaga listrik dikatakan andal apabila gangguan dan pemadaman yang terjadi dalam periode waktu tertentu di bawah angka indeks keandalan yang ditetapkan yaitu SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) dan SAIDI (System Average Interruption Duration Index). Selama masa pandemi Covid-19 yaitu tahun 2019 – 2020, nilai kumulatif indeks keandalan SAIFI yaitu sebesar 0,2576, SAIDI sebesar 0,7731, CAIDI sebesar 3,0024, ASAI sebesar 0.00797585, dan ASUI sebesar 0.99202415. Untuk nilai indeks keandalan SAIFI dibawah nilai standar SPLN 68-2:1986 dan IEEE std 1366-2003 yang berarti sesuai dengan standar dan tidak melampaui standar. Nilai indeks keandalan SAIDI dibawah nilai standar SPLN 68-2:1986 dan IEEE std 1366-2003 yang berarti sesuai dengan standar dan tidak melampaui standar, sedangkan nilai indeks keandalan CAIDI dibawah nilai standar SPLN 68-2:1986 yang berarti sesuai dengan standar dan tidak melampaui standar dan diatas nilai standar IEEE std 1366-2003 yang berarti tidak sesuai dengan standar dan melampaui standar.
Analisis Penempatan Transformator Distribusi Berdasarkan Jatuh Tegangan Pada Saluran Distribusi Primer 20 KV Masri, Mahrizal; Pelawi, Zulfadli; Harahap, Raja; Pulungan, Fahrul Halim; Komaini, Ayatullah
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 9, No 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v9i1.9759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis penempatan transformator distribusi berdasarkan jatuh tegangan pada saluran distribusi primer 20 kV. Penempatan transformator distribusi yang tepat sangat penting untuk memastikan distribusi daya listrik yang efisien dan efektif dalam sistem tenaga listrik. Metode analisis yang digunakan melibatkan pemodelan matematis dan simulasi komputer untuk menentukan lokasi optimal penempatan transformator distribusi. Parameter-parameter yang dianalisis meliputi jatuh tegangan, beban saluran, dan karakteristik sistem distribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan transformator distribusi yang optimal dapat mengurangi jatuh tegangan pada saluran distribusi primer, meningkatkan efisiensi distribusi daya, dan mengoptimalkan kinerja sistem tenaga listrik secara keseluruhan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa analisis penempatan transformator distribusi berdasarkan jatuh tegangan pada saluran distribusi primer 20 kV dapat memberikan informasi yang berharga bagi operator sistem tenaga listrik dalam mengoptimalkan penempatan transformator distribusi guna meningkatkan efisiensi dan kinerja sistem.
Analisis Perbandingan Concentrated Winding Dan Toroidal Winding Pada Generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) Tiga Fasa Menggunakan Inti Besi Pada Stator Harahap, Raja; Silaban, Charly P.H.; Dinzi, Riswan; Bukit, Ferry R.A.
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 6, No 3 (2021): JET Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v6i3.4603

Abstract

Kebutuhan energi listrik terus meningkat seiring dengan pertumbuhan industri dan masyarakat dunia. Energi terbarukan menjadi salah satu alternatif untuk menanggulangi peningkatan penggunaan energi listrik tersebut. Belakangan ini perkembangan generator dalam memproduksi energi listrik sudah sangat beragam salah satunya menggunakan generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) yang biasanya dirancang untuk memanfaatkan energi terbarukan dengan kecepatan rendah seperti air dan angin. Generator AFPM pada umumnya menggunakan stator tanpa inti dengan konfigurasi belitan concentrated. Pada pembahasan skripsi ini dibandingkan dua buah stator dengan  menggunakan inti besi yaitu konfigurasi Concentrated Winding dan konfigurasi Toroidal Winding. Generator yang digunakan memiliki spesifikasi rotor dan stator yang sama. Generator yang dirancang dengan tegangan 110 volt frekuensi 50 Hz, dan daya perhitungan sekitar 100 watt. Dari hasil pengujian generator AFPM tiga phasa dengan menjaga konstan frekuensi sebesar 50 Hz pada konfigurasi Concentrated Winding dihasilkan tegangan pengujian tanpa beban sekitar 106,5 volt, tegangan pengujian berbeban sekitar 45,6 volt, dan daya 87,15 watt dengan efisiensi generator 72,61 %. Sementara pada konfigurasi Toroidal Winding dihasilkan tegangan pengujian tanpa beban sekitar 110,6 volt, tegangan pengujian saat berbeban sekitar 42,4 volt, dan daya 77,16 watt dengan efisiensi generator 70,51 %. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa konfigurasi Concentrated Winding lebih baik daripada konfigurasi Toroidal Winding.
Perhitungan Arus Netral, Rugi-Rugi, dan Efisiensi Transformator Distribusi 3 Fasa 20 KV/400V Di PT. PLN (Persero) Rayon Medan Timur Akibat Ketidakseimbangan Beban Siregar, Rizky Syahputra; Harahap, Raja
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 2, No 3 (2017): JET Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v2i3.243

Abstract

Dalam penyaluran energi listrik sering kali dijumpai pembagian beban yang tidak merata pada setiap fasanya. Ketidakseimbangan beban ini disebabkan karena waktu penyalaan beban yang tidak serempak, pengkoneksian yang tidak seimbang pada fasa R, S, T, dan pemasangan beban yang tidak seimbang pada setiap fasanya. Ketidakseimbangan beban ini dapat mengakibatkan timbulnya arus pada kawat netral, rugi-rugi, dan turunnya efisiensi transformator distribusi tersebut. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa ketidakseimbangan beban menyebabkan arus netral, dan rugi-rugi menjadi besar dimana nilai arus netral, rugi-rugi PCu dan PN terbesar 96,6 A, 7,67 kW dan 1,157 kW pada transformator kedua di malam, sedangkan nilai arus netral terkecil sebesar 4,72 A pada transformator pertama di pagi hari untuk rugi-rugi PCu dan PN terkecil sebesar 0,034 kW dan 0,004 kW pada transformator pertama di pagi hari, serta efisiensi dari ketiga transformator tiga fasa distribusi yang diteliti mengalami penerunan, walaupun penurunan efisiensi dari ketiga transformator tersebut tidak terlalu besar, dimana efisiensi tertinggi sebesar 98,183 % pada transformator pertama di pagi hari dan efisiensi terendah sebesar 92,901 % pada transformator ketiga di malam hari.
PENGARUH ENDAPAN POLUTAN GARAM PADA ISOLATOR PIRING TERHADAP ARUS BOCOR Harahap, Raja; Armansyah, Armansyah; Yusmartato, Yusmartato; Iqbal, M.
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 9, No 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v9i1.9760

Abstract

Isolator yang bersih mempunyai tahanan yang sangat besar. Namun bila permukaannya menjadi kotor nilai tahanannya menjadi jauh berkurang. Pengotoran tersebut dapat terjadi karena isolator banyak terpasang di alam terbuka, sehingga bahan-bahan pengotor (polutan) akan mudah menempel pada permukaannya. Bahan-bahan polutan ini berangsur-angsur membentuk suatu lapisan tipis pada permukaan isolator. Untuk isolator-isolator yang terpasang dekat dengan pantai, unsur polutan yang paling berpengaruh terhadap unjuk kerja isolator adalah garam yang terbawa oleh angin. Polutan ini bersifat konduktif terutama pada keadaan cuaca lembab, berkabut atau pada hujan gerimis. Jika cuaca seperti ini terjadi, maka akan terjadi arus bocor melalui polutan tersebut. Adanya arus bocor ini akan memicu terjadinya peluahan parsial pada permukaan isolator.