Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

APLIKASI SISTEM RESIRKULASI MENGGUNAKAN FILTER DALAM PENGELOLAAN KUALITAS AIR BUDIDAYA IKAN LELE Dade Jubaedah; Marsi Marsi; Marini Wijayanti; Yulisman Yulisman; Retno Cahya Mukti; Danang Yonarta; Eka Febri Fitriana
JURNAL AKUAKULTURA Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Akuakultura Universitas Teuku Umar
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/ja.v4i1.2436

Abstract

Pemeliharaan ikan lele yang dilakukan pembudidaya ikan sebagian besar tidak melakukan upaya pengelolaan kualitas air seperti sirkulasi maupun penggantian air (water exchange). Salah satu teknologi untuk menjaga kualitas air media budidaya adalah menggunakan sistem resirkulasi. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengaplikasikan sistem resirkulasi dengan mengunakan filter dalam pengelolaan kualitas air sehingga diperoleh kualitas air yang mendukung bagi budidaya ikan lele. Metode penelitian terdiri dari dua perlakuan yaitu P0: perlakuan non filter dan P1: perlakuan sistem resirkulasi dengan filter. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pengunaan sistem resirkulasi menggunakan filter dapat memperbaiki kualitas air yaitu penurunan kandungan amonia  yaitu dari 2,6 menjadi 0,1 mg/l, pertumbuhan panjang ikan lele sebesar 9,48 cm, pertumbuhan bobot ikan lele sebesar 37,15 g dan kelangsungan hidup sebesar 94%.
PELATIHAN PEMBENIHAN IKAN SELINCAH DI DESA BURAI, KECAMATAN TANJUNG BATU, KABUPATEN OGAN ILIR Danang Yonarta; Mochamad Syaifudin; Mirna Fitrani; Retno Cahya Mukri; Marsi Marsi; Madyasta Anggana Rarassari; Ferdinand Hukama Taqwa; Tanbiyakur Tanbiyaskur
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.2751

Abstract

Desa Burai adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Desa Burai dikelilingi oleh sungai kelekar dan rawa yang kaya akan flora dan fauna. Desa Burai Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan merupakan salah satu dari 50 desa ekowisata terbaik di Indonesia. Permasalahan yang dialami oleh pembudidaya ikan termasuk yang dihadapi oleh kelompok pembudidaya ikan di Desa Burai saat ini belum mampu memproduksi benih ikan Selincah secara mandiri dan kontinue sehingga ketersediaan benih untuk usaha pembesaran budidaya ikan selincah masih mengandalkan dari hasil tangkapan alam. Untuk mengatasi masalah yang timbul dan untuk meningkatkan produksi khususnya pembudidaya ikan selincah maka perlu ditingkatkan usaha budidaya yang lebih intensif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menambahkan atau menyuntikkan hormon ovaprim ke dalam tubuh ikan yang sudah matang gonad untuk meempercepat proses pemijahan sehingga dapat dihasilkan benih ikan selincah yang baik dimana jumlah, mutu dan waktu penyediaannya dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kemampuan teknis pembudidaya ikan dengan transfer teknologi pembenihan ikan selincah secara terkontrol dan meningkatkan produksi benih ikan selincah secara berkelanjutan. Hasil produksi mitra sebelum adanya kegiatan PKM ini hanya mampu menangkap dari alam, sekarang sudah bisa melakukan pemijahan secara mandiri
Different effects of swamp probiotics application frequency as a biofloc-forming agent on the production of catfish (Clarias gariepinus) Mohamad Amin; Retno Cahya Mukti; Ferdinand Hukama Taqwa; Andini Andini; Marsi Marsi; Langgeng Priyanto; Marini Wijayanti
Depik Vol 13, No 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.2.34280

Abstract

Catfish (Clarias gariepinus) that are reared with probiotics as biofloc-forming agent is thought to increase the fish production. Applying swamp probiotics to the water media has never been studied to ensure the flocks' availability in the rearing media. This study aimed to determine the appropriate frequency of probiotics application collected from swamps for biofloc formation to improve the catfish production. This study used a completely randomized design with two treatments and three replications. The treatments were composed of different application frequency of swamp probiotics: (P1) once in 42 days of rearing and (P2) twice in 42 days of rearing. Data on flock volume, total bacterial colonies, absolute growth rate, feed efficiency, survival rate, and water quality were analyzed by T-test with a 95% confidence level. Meanwhile, the flock composition data were analyzed descriptively. The results showed that P2 obtained the best treatment with a floc volume of 68.33 10.41 mL/L, absolute length growth of 8.18 1.03 cm, absolute weight growth of 19.30 3.12 g, feed efficiency of 135.24 7.98%, survival rate of 89.33 6.21%, biomass production of 24639.50 1344.51 g, temperature of 28.85-29.59C, pH of 7.27-7.42, dissolved oxygen (DO) of 3.91-5.72 mg/L, ammonia of 0.45-1.15 mg/L, and total dissolved solids (TDS) of 717.33-885.50 mg/L. Therefore, swamp probiotics should be applied to catfish culture media twice for 42 days of rearing or once every 21 days.Keywords:BioflocCatfishProbiotics from swamp