Trisda Kurniawan
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Tingkat Kemasakan Buah dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Super ACI Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma Cacao L.) Erida Nurahmi; Trisda Kurniawan; T. Mahyu Danil
Jurnal Agrista Vol 17, No 2 (2013): Volume 17 Nomor 2 Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.931 KB)

Abstract

ABSTRAK. Tujuan penelitian ini adalah menentukan tingkat kemasakan buah kakao dan konsentrasi pupuk organik cair Super ACI yang tepat, serta interaksi antara keduanya, untuk menghasilkan bibit kakao yang terbaik. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala sejak Agustus hingga Desember 2011. Unit-unit penelitian disusun berdasarkan rancangan acak kelompok faktorial 3 kali 4 dengan 3 ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis ragam, dan terhadap data yang menunjukkan beda nyata, analisis dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi yang nyata antara tingkat kemasakan buah kakao dan konsentrasi pupuk organik cair super ACI pada semua peubah yang diamati. Konsentrasi pupuk organik cair super ACI juga tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit kakao. Tingkat kemasakan buah kakao yang tepat untuk menghasilkan benih masak fisiologis dengan tingkat vigor tertinggi adalah yang berwarna hijau kekuningan. The Effect of Fruit Maturity Level and Concentration of Liquid Organic Fertilizer Super ACI to Cacao (Theobroma cacao L.) Seedling GrowthABSTRACT. The purposes of this research are to determine the best cacao fruit maturity level and liquid organic fertilizer Super ACI concentration and also their interaction to achieve the best cacao seedlings. The research conducted at Experimental Station of Agriculture Faculty of Syiah Kuala University, from August to December 2011. Units of treatments arranged according to completely randomized block design, 3 by 4 with 3 replications. Data from observation analyzed with analysis of variance and to them showing significant influenced, continued with honestly significant different test at the level of 5%. The result showed that no significant interaction between treatments to all parameters observed. The concentration of liquid organic fertilizer super ACI also don’t has significant influence to cacao seedlings growth. The appropriate cacao fruit maturity level to produce physiologically matured seed with the highest vigor is those with yellowish green in color.
Pengaruh Dosis Mikoriza Gigaspora sp dan Varietas terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L.) Fahmi Hamdani Rumapea; Erita Hayati; Trisda Kurniawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.028 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18336

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis mikoriza Gigaspora sp dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra serta interaksi antara keduanya. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, dari bulan Maret sampai April 2021. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) model faktorial 4x3 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti adalah dosis mikoriza Gigaspora sp yang terdiri atas 4 jenis yaitu 0, 5, 10, dan 15 g/tanaman. Faktor selanjutnya ialah varietas yang terdiri atas 3 jenis yaitu Lucky Five, Greennie, dan Carmine Splendor. Terdapat 12 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan, kemudian terdapat 36 satuan percobaan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dosis mikoriza berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 45 HST, jumlah cabang umur 45 HST, jumlah buah per tanaman, panjang buah, bobot basah tajuk, bobot kering tajuk, dan bobot kering akar. Berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah cabang umur 15 dan 30 HST, diameter buah, bobot buah per buah, bobot buah per tanaman. Perlakuan dosis mikoriza 15 g/tanaman secara umum menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman okra yang terbaik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa varietas berpengaruh nyata dengan jumlah buah per tanaman, bobot buah per buah, bobot buah per tanaman. Varietas Carmine Splendor secara umum cukup baik pada parameter pertumbuhan dan hasil. Terdapat interaksi yang sangat nyata antar dosis mikoriza dan varietas terhadap jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman, namun tidak nyata dengan parameter lainnya. Kombinasi terbaik diperoleh pada dosis mikoriza 15 g/tanaman dengan varietas Carmine Splendor.Effect of Mycorrhizal Gigaspora sp Dossages and Varieties on Growth and Yield of Ochro (Abelmoschus esculentus L.) PlantsAbstract.The objective of this research is to see how different doses of mycorrhizal Gigaspora sp and varieties affect the growth and yield of okra plants, and how they interact. From March to April 2021, this research was conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. A 4x3 factorial randomized block design (RAK) with three replications was employed in this research. The dose of mycorrhizal Gigaspora sp researched, which was classified into four levels: 0, 5, 10, and 15 g/plant. The second factor is the variety of options, which includes three levels: Lucky Five, Greennie, and Carmine Splendor.There were 36 experimental units and there were 12 treatment combinations with three replications. Plant height at 45 DAP, number of branches at 45 DAP, number of fruits per plant, fruit length, canopy wet weight, crown dry weight, and root dry weight were all found to be significantly affected by mycorrhizal dosage. The number of branches aged 15 and 30 DAP, fruit diameter, fruit weight per fruit, and fruit weight per plant were all significantly influenced. Okra plants grew and yielded better after receiving a 15 g/plant mycorrhizal dosage treatment. The quantity of fruits per plant, fruit weight per fruit, and fruit weight per plant were all significantly affected by the variety. In terms of growth and yield characteristics, the Carmine Splendor variety performed admirably. On the quantity of fruits per plant and fruit weight per plant, there was a highly significant interaction between mycorrhizal dosage and variety, but not on the other parameters. With the cultivar Carmine Splendor, the optimal combination was obtained at a mycorrhizal dose of 15 g/plant.
Pengaruh Jenis Media Tanam dan Konsentrasi Rootone-F terhadap Pertumbuhan Setek Tanaman Lada (Piper nigrum L.) Teuku Maulana Affandy; Erida Nurahmi; Trisda Kurniawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.178 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20857

Abstract

Abstrak. Pengaruh jenis media tanam dan konsentrasi Rootone-F terhadap pertumbuhan setek tanaman lada merupakan tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Sektor Timur, Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei-Agustus 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4x3 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti ada 2 yaitu jenis media tanam yang terdiri dari M0 = tanah, M1 = tanah : sekam padi (1:1), M2 = tanah : arang sekam (1:1), M3 = tanah : kompos TKKS (1:1) serta 3 tingkatan konsentrasi Rootone-F yang terdiri atas R0 = 0 ppm (kontrol), R1 = 100 ppm (0,1 ml/L), dan R2 = 200 ppm (0,2 ml/L) dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat interaksi sangat nyata antara pengaruh jenis media tanam dan konsentrasi Rootone-F terhadap pertumbuhan setek tanaman lada pada parameter panjang tunas 90 HST, interaksi yang nyata pada umur 30 dan 60 HST, diameter pangkal batang 30 dan 60 HST serta pada parameter berat berangkasan kering 90 HST.The Effect of Planting Media Type and Rootone-F Concentration on the Growth of Pepper Plant Cutting (Piper nigrum L.)Abstract. The effect of the type of planting medium and the concentration of Rootone-F on the growth of pepper cuttings is the aim of this study. This research was conducted at the Experimental Garden of the Eastern Sector, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh. This research was conducted from May-August 2021. This study used a 4x3 factorial randomized block design (RAK) with 3 replications. There are 2 factors studied, namely the type of planting media consisting of M0 = soil, M1 = soil: rice husk (1:1), M2 = soil: husk charcoal (1:1), M3 = soil: OPEFB compost (1:1 ) and 3 levels of Rootone-F concentration consisting of R0 = 0 ppm (control), R1 = 100 ppm (0.1 ml/L), and R2 = 200 ppm (0.2 ml/L) with 3 replications. The results showed that there was a very significant interaction between the effect of the type of planting medium and the concentration of Rootone-F on the growth of pepper cuttings at shoot length 90 DAP, a significant interaction at 30 and 60 DAP, stem diameter 30 and 60 DAP and parameters dry weight 90 DAP.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Dosis Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma Cacao L.) Khairul Anwar; Trisda Kurniawan; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.603 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20588

Abstract

Abstrak . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK yang tepat terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao serta untuk mengetahui interaksi antar kedua faktor tersebut. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kampung Badak, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues dan Laboratorium Dasar Kampus USK PSDKU Gayo Lues. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4x3 dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan dan 36 unit percobaan. Ada 2 faktor yang diteliti yaitu pengaruh komposisi media tanam dan pupuk NPK. Faktor pertama adalah komposisi media tanam (M) terdiri dari 3 taraf : M 1 = Tanah + Arang Sekam + Limbah Kulit Kopi (2:1:1), M 2= Tanah + Arang Sekam+ Limbah Kulit Kopi (1:1:2), M 3 = Tanah + Arang Sekam + Limbah Kulit Kopi (1:2:1). Faktor kedua adalah pupuk NPK (P) yang terdiri dari 4 taraf : N 0 = 0 g/tanaman (kontrol), N 1 = 2 g/tanaman, N 2 = 4 g/tanaman, N 3= 6 gr/tanaman. Analisis data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 0,05. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter pangkal batang, jumlah daun umur 30, 45, 60, 75 dan 90 HST, bobot basah berangkasan, panjang akar, volume akar dan bobot kering berangkasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap panjang akar 90 HST serta berpengaruh nyata terhadap jumlah helai daun 60 HST. pertumbuhan terbaik bibit kakao yang diamati dari berat kering berangkasan dijumpai pada komposisi media tanam tanah : arang sekam : limbah kulit kopi (1:2:1) Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk NPK berpengaruh sangat nyata terhadap tanaman dan jumlah helai daun umur 30 , 45, 60, 75 dan 90 HST, diameter pangkal batang umur 45, 60, 75 dan 90 HST, berat basah berangkasan, panjang akar, volume akar dan berat kering berangkasan umur 90 HST serta berpengaruh nyata terhadap diameter pangkal batang umur 30 HST. pertumbuhan terbaik bibit kakao ditemukan pada dosis pupuk NPK 6 g/tanaman. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK terhadap panjang umur 90 HST serta interaksi yang nyata terhadap jumlah helai daun umur 90 HST. Panjang akar umur 90 HST terbaik yang ditemukan pada kombinasi media tanam tanah : arang sekam : limbah kulit kopi (2:1:1) dengan dosis pupuk NPK 2 g/tanaman dan jumlah helai daun umur 90 HST terbaik ditemui pada kombinasi media tanam tanah : arang sekam : limbah kulit kopi (1:1:2) dengan dosis pupuk NPK 6 g/tanaman. volume akar dan berat kering berangkasan umur 90 HST serta berpengaruh nyata terhadap diameter pangkal batang umur 30 HST. pertumbuhan terbaik bibit kakao ditemukan pada dosis pupuk NPK 6 g/tanaman. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK terhadap panjang umur 90 HST serta interaksi yang nyata terhadap jumlah helai daun umur 90 HST. Panjang akar umur 90 HST terbaik yang ditemukan pada kombinasi media tanam tanah : arang sekam : limbah kulit kopi (2:1:1) dengan dosis pupuk NPK 2 g/tanaman dan jumlah helai daun umur 90 HST terbaik ditemui pada kombinasi media tanam tanah : arang sekam : limbah kulit kopi (1:1:2) dengan dosis pupuk NPK 6 g/tanaman. volume akar dan berat kering berangkasan umur 90 HST serta berpengaruh nyata terhadap diameter pangkal batang umur 30 HST. pertumbuhan terbaik bibit kakao ditemukan pada dosis pupuk NPK 6 g/tanaman. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK terhadap panjang umur 90 HST serta interaksi yang nyata terhadap jumlah helai daun umur 90 HST. Panjang akar umur 90 HST terbaik yang ditemukan pada kombinasi media tanam tanah : arang sekam : limbah kulit kopi (2:1:1) dengan dosis pupuk NPK 2 g/tanaman dan jumlah helai daun umur 90 HST terbaik ditemui pada kombinasi media tanam tanah : arang sekam : limbah kulit kopi (1:1:2) dengan dosis pupuk NPK 6 g/tanaman. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK terhadap panjang umur 90 HST serta interaksi yang nyata terhadap jumlah helai daun umur 90 HST. Panjang akar umur 90 HST terbaik yang ditemukan pada kombinasi media tanam tanah : arang sekam : limbah kulit kopi (2:1:1) dengan dosis pupuk NPK 2 g/tanaman dan jumlah helai daun umur 90 HST terbaik ditemui pada kombinasi media tanam tanah : arang sekam : limbah kulit kopi (1:1:2) dengan dosis pupuk NPK 6 g/tanaman. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK terhadap panjang umur 90 HST serta interaksi yang nyata terhadap jumlah helai daun umur 90 HST. Panjang akar umur 90 HST terbaik yang ditemukan pada kombinasi media tanam tanah : arang sekam : limbah kulit kopi (2:1:1) dengan dosis pupuk NPK 2 g/tanaman dan jumlah helai daun umur 90 HST terbaik ditemui pada kombinasi media tanam tanah : arang sekam : limbah kulit kopi (1:1:2) dengan dosis pupuk NPK 6 g/tanaman. Effect of Planting Media Composition and NPK Fertilizer Dosage on Cocoa Seed Growth (Theobroma cacao L.)Abstract. This study aims to determine the effect of the composition of the planting medium and the right dose of NPK fertilizer on the growth of cocoa plant seeds and to determine the interaction between these two factors. This research was carried out in Badak Village, Dabun Bracelet District, Gayo Lues Regency and the Basic Laboratory of the USK PSDKU Gayo Lues Campus. This study used a 4x3 factorial randomized block design (RAK) with 3 replications, so there were 12 treatment combinations and 36 experimental units. There are 2 factors studied, namely the influence of the composition of the planting media and NPK fertilizer. The first factor is the influence of the composition of the planting medium (M) consisting of 3 levels: M1= Soil + Husk Charcoal + Coffee Peel Waste (2:1:1), M2=Soil + Husk Charcoal + Coffee Peel Waste (1:1:2 ), M3 = Soil + Husk Charcoal + Coffee Peel Waste (1:2:1). The second factor was NPK fertilizer (P) which consisted of 4 levels: N0 = 0 g/plant (control), N1 = 2 g/plant, N2 = 4 g/plant, N3 = 6 g/plant. Data analysis used ANOVA and continued with the Honest Significant Difference (BNJ) at 0.05 level. Parameters observed were plant height, stem diameter, number of leaves at 30, 45, 60, 75 and 90 DAP, dry weight of stem, root length, volume of root and dry weight of root. The results showed that the composition of the growing media had a very significant effect on root length at 90 DAP and significantly affected the number of leaves at 60 DAP. The best growth of cacao seedlings observed from dry weight was found in the composition of the growing media: soil: husk charcoal: coffee husk waste (1:2:1) The results showed that the dose of NPK fertilizer had a very significant effect on plant height and number of leaves at 30, 45, 60, 75 and 90 DAP, stem diameter at 45, 60, 75 and 90 DAP, dry weight, root length, root volume and dry weight at 90 DAP and significantly affected the diameter of the stem at 30 DAP. The best growth of cocoa seedlings was found at a dose of 6 g/plant of NPK fertilizer. There was a very significant interaction between the composition of the growing media and the dose of NPK fertilizer on root length at 90 DAP and a significant interaction with the number of leaves at 90 DAP. The best root length at 90 DAP was found in the combination of soil: husk charcoal: coffee husk waste (2:1:1) with a dose of NPK fertilizer of 2 g/plant and the best number of leaves at 90 DAP was found in the combination of soil: charcoal. husk : coffee husk waste (1:1:2) with a dose of NPK fertilizer 6 g/plant.
Pengaruh konsentrasi auksin dalam hydropriming benih cabai yang berbeda tingkat kadaluarsa terhadap viabilitas benih Belangie Tuahte Gundala; Trisda Kurniawan; Halimursyadah Halimursyadah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.23 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9378

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi auksin dalam hydropriming dan tingkat kadaluarsa serta interaksi keduanya terhadap viabilitas benih cabai kadaluarsa. Penelitian ini dilaksanakaan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh dari bulan Maret sampai Juni 2018. Unit-unit penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 4x3 dengan 3 ulangan dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur taraf 5% pada hasil uji F yang signifikan. Faktor pertama adalah perendaman dalam larutan auksin dengan konsentrasi : 0, 2, 4, dan 6 g L-1 dan faktor kedua adalah tingkat kadaluarsa dengan 3 taraf yaitu 4, 8 dan 12 bulan. Benih yang telah diperlakukan dikecambahkan dengan metode Uji Diatas Kertas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi auksin berpengaruh sangat nyata terhadap tolok ukur potensi tumbuh maksimum, indeks vigor dan kecepatan tumbuh relatif, berpengaruh nyata pada tolok ukur daya berkecambah dan keserempakan tumbuh. Tingkat Kadaluarsa berpengaruh sangat nyata terhadap tolok ukur potensi tumbuh maksimum dan daya berkecambah. Perlakuan konsentrasi auksin  2 g L-1 dengan tingkat kadaluarsa 4 bulan merupakan kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan tolok ukur potensi tumbuh maksimum (97,33%).The Effect of Auxin Concentrations in Hydropriming and Levels of Expired Chilli Seed to Seed ViabilityAbstract. The purposes of this research were to know the effect of auxin concentrations in hydropriming and levels of seed expired and interaction between them to chilli seed viability. This research was conducted at the Laboratory of Seed Science and Technology Department of Agrotechnology Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh from March to June 2018. Research units were arranged based on factorial Completely Randomized Design 4x3 with 3 replicates, continued with Honesty Significant Different on significant F-test results. The first factor was immersion in auxin solution with concentration: 0, 2, 4, and 6 g L-1 and the second factor was expired level with 3 levels 4, 8 and 12 months. Treated seed were planted on paper test method and in trays added with soil. The results showed that the auxin concentration treatment had a very significant effect on the maximum growth potential, vigor index and relative growth rate, significant effect on germination power and The expiration rate had a very significant effect on the maximum growth potential and germination power. Treatment of 2 g L-1 auksin concentration with 4 month expiration rate was the best treatment combination based on maximum growth potential (97,33%).
Pengaruh Sarcotesta dan Kondisi Simpan Terhadap Viabilitas Benih Pepaya (Carica papaya L.) Khaira Ulvia; Trisda Kurniawan; Hasanuddin Hasanuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.717 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22213

Abstract

Abstrak. Pepaya adalah jenis tanaman yang banyak terdapat di daerah tropis. Penanganan pada benih pepaya perlu dilakukan karena masa simpannya relatif singkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sarcotesta dan kondisi simpan terhadap viabilitas benih pepaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan pola 2 x 3. Faktor pertama yaitu sarcotesta yang terdiri atas 2 taraf : V1 (bersarcotesta) dan V2 (tanpa sarcotesta), faktor kedua yaitu kondisi simpan yang terdiri atas 3 taraf : L1 (28 °C), L2 (10 °C), dan L3 (0 °C), sehingga didapatkan 6 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan, dan diperoleh 18 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarcotesta dan kondisi simpan berpengaruh sangat nyata terhadap parameter viabilitas dan vigor benih. Perlakuan terbaik yaitu pada benih tanpa sarcotesta yang disimpan pada suhu 10 °C yang mampu mempertahankan viabilitas benih pepaya sampai akhir penyimpanan.Effect of Sarcotesta and Storage Contitions on Papaya Seed Viability (Carica papaya L.)Abstract. Papaya is a type of plant that is widely found in the tropics. Handling of papaya seeds needs to be done because the shelf life is relatively short. The purpose of this study was to determine the effect of sarcotesta and storage conditions on the viability of papaya seeds. This study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) with a 2 x 3 pattern. The first factor is sarcotesta which consists of 2 levels: V1 (with sarcotesta) and V2 (without sarcotesta), the second factor is storage conditions consisting of 3 levels: L1 ( 28 °C), L2 (10 °C), and L3 (0 °C), so that 6 treatment combinations were obtained with 3 replications, and 18 experimental units were obtained. The results showed that sarcotesta and storage conditions had a very significant effect on the viability and vigor parameters of the seeds. The best treatment was on seeds without sarcotesta stored at 10 °C which were able to maintain the viability of papaya seeds until the end of storage.
Pengaruh dosis pupuk Guano dan NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) agus maulidani; Trisda Kurniawan; Jumini Jumini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.612 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9207

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk guano dan NPK serta mengetahui nyata tidaknya interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan di Gampong Lamdom, Lueng Bata, Banda Aceh, dari Januari sampai April 2018. Penelitianmenggunakan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial dengan 12 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Penelitian ini terdiri dari 2 faktor yaitu dosis pupuk guano 0, 4, 8, dan 12 ton ha-1 dan dosis pupuk NPK 0, 250, dan 500 kg ha-1. Kombinasi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat dijumpai pada perlakuan dosis pupuk guano 12 ton ha-1 dengan NPK 250 kg ha-1. w:LsdException Locke
Pengaruh Jenis Varietas dan Periode simpan terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Kedelai (Glycine max (L) Merril) Salsabilla Ranting Pertiwi; Trisda Kurniawan; Halimursyadah Halimursyadah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.961 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22382

Abstract

Abstrak. Kedelai (Glycine max (L) Merril) termasuk dalam suku polong-polongan dan sering digunakan sebagai bahan pangan di Indonesia. Kedelai merupakan benih yang cepat mengalami kemunduran, terutama jika disimpan pada ruang terbuka. Benih dengan vigor yang tinggi berarti mampu tumbuh normal dalam kondisi yang ideal ataupun tidak. Penelitian dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih mulai bulan Januari hingga Mei 2022. Rancangan penelitian ialah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 3x5 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah varietas dengan 3 taraf (Anjasmoro, Argomulyo, dan Grobogan). Faktor kedua adalah periode simpan dengan 5 taraf (0,1,2,3 dan 4 bulan). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh varietas dan periode simpan serta interaksi antara keduanya terhadap viabilitas dan vigor benih kedelai. Parameter pada penelitian ini adalah indeks vigor, kecepatan tumbuh relatif dan keserempakan tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan periode simpan 0 bulan pada benih kedelai Argomulyo merupakan perlakuan terbaik pada parameter indeks vigor.The Effect of Variety and Storage Period on Viability and Vigor of Soybean Seeds (Glycine max (L) Merril)Abstract. Soybean (Glycine max (L) Merril) belongs to the legume family and is often used in foodstuffs in Indonesia. Soybean is a seed that quickly deteriorates, especially if stored in open spaces. Seeds with high vigor mean that they are able to grow normally under optimum and sub-optimum conditions. This research was conducted at The Seed Science and Technology Laboratory from January to May 2022. Experiments used a 3x5 Completely Randomized Design (CRD) with 3 replications. The first factor is the variety with 3 levels (Anjasmoro, Argomulyo, and Grobogan). The second factor is the storage period of 5 levels (0,1,2,3 and 4 months). This research aims to determine the impact of variety and storage period and the interaction between them on soybean seed viability and vigor. The parameters in this reseacrh were the vigor index, relative growth rate and simultaneous growth. The results showed that the treatment of 0 months storage period on Argomulyo soybean seed was the best treatment for the vigor parameter.
Pengaruh Dosis Pupuk Urea dan KCl Pada Pertumbuhan Tanaman Pegagan (Centella Asiatica) Sopiyan Syahputra; Trisda Kurniawan; Hasanuddin Hasanuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.742 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20154

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk urea dan dosis pupuk KCl terhadap pertumbuhan tanaman pegagan (Centella asiatica) serta nyata tidaknya interaksi kedua faktor tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di di Rumah Kaca 2 dan Laboratorium Hortikultura Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2020 sampai April 2021. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Faktorial 4x4 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti yaitu dosis pupuk urea (0, 135, 270, dan 405 kg ha-1) dan dosis pupuk KCl (0, 100, 150 dan 200 kg ha-1). Parameter yang diamati yaitu jumlah daun, berat berangkasan kering dan luas daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk urea berpengaruh sangat nyata pada jumlah daun 14, 28, 42, 56, 70, dan 84 HST, berat berangkasan kering dan luas daun tanaman pegagan serta tidak berpengaruh nyata pada parameter jumlah daun 14 HST. Dosis pupuk urea terbaik untuk pertumbuhan tanaman pegagan terdapat pada dosis 405 kg ha-1. Hasil penelitian juga menunjukkan perlakuan dosis pupuk KCl tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati yaitu pada jumlah daun, berat berangkasan kering dan luas daun. Dosis pupuk KCl  terbaik dijumpai pada perlakuan kontrol pada parameter berat berangkasan kering meskipun tidak berbeda nyata dengan perlakuan dosis KCl 100, 150 dan 200 kg ha-1 serta tidak terdapat interaksi antara perlakuan dosis urea dan dosis KCl pada pertumbuhan tanaman pegagan.The Effect of Urea dan KCl Fertilizer Doses on the Growth of Gotu Kola (Centella asiatica)Abstract. This study aims to determine effect of  urea and KCl doses on the growth of gotu kola (Centella asiatica) and whether the interaction between the two factors is significant. This research was conducted in Greenhouse 2 and Horticulture Laboratory of Agrotechnology Study Program, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh. This research was conducted from November 2020 to April 2021. Analysis data used in this study was Randomized Block Design (RBD) 4x4 Factorial pattern with 3 replica. The factors studied were the doses of urea fertilizers (0, 135, 270, and 405 kg ha-1) and doses of KCl fertilizers (0, 100, 150 and 200 kg ha-1). Parameters observed were number of leaves, weight of dry plant and leaf area. The results showed  urea fertilizer dose treatment had very significant effect on number of leaves 14, 28, 42, 56, 70, and 84 DAP, dry weight and leaf area of gotu kola. No significant effect on parameters  number of leaves 14 DAP. Best dose of urea fertilizer for gotu kola growth is 405 kg ha-1. KCl fertilizer dose had no significant effect on all the parameters observed. Best dose of KCl fertilizer was found in the control treatment on dry weight parameters, although it was not significantly different from the treatment with KCl doses of 100, 150 and 200 kg ha-1 and there was no interaction between urea dose and KCl dose treatment on the growth of gotu kola plants. 
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Majemuk terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Arwinsyah putra; Trisda Kurniawan; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.395 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20020

Abstract

Abstrak. Tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu sayuran buah dari family Cucurbitaceae yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia dalam bentuk segar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk majemuk meroke MKP dan beberapa varietas mentimun serta interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Blangtenggulun Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues, yang dilaksanakan pada bulan April 2021 sampai Juli 2021. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah gembor, jangka sorong, meteran, timbangan digital, kertas label, kamera, penggaris, handsprayer, tali rapia, alat tulis, cangkul dan parang. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih mentimun varietas Hercules, varietas Mercy dan varietas Roman, tanah top soil, polybag pembibitan, pupuk kandang, insektisida, pupuk ureadan pupuk majemuk meroke MKP. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4 x 3 dengan 3 kali ulangan, sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Ada dua faktor yang di teliti Faktor pertama yaitu konsentrasi pupuk majemuk Meroke MKP terdiri dari 4 taraf yaitu 0, 2, 4, dan 6 g/liter air dan faktor kedua varietas mentimun terdiri dari 3 taraf yaitu varietas Hercules, varietas Mercy dan varietas Roman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk majemuk meroke MKP  berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, panjang buah, diameter buah dan potensi hasil. Pertumbuhan dan hasil tanaman  mentimun cenderung lebih baik dijumpai pada perlakuan konsentrasi pupuk majemuk meroke MKP  6 g/L air. Selanjutnya hasil penelitian menunjukkan bahwa pada varietas berpengaruh nyata terhadap berat buah per tanaman dan jumlah buah pertanaman, serta berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 7, 14 21 HST, diameter batang umur 7, 14, 21 HST, diameter buah dan panjang buah. Pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun terbaik dijumpai pada varietas Mercy. Terdapat interaksi yang tidak nyata antara konsentrasi pupuk majemuk meroke MKP dengan varietas mentimun terhadap semua peubah.Kata kunci : Pupuk meroke MKP, Varietas, mentimun.Effect of Concentration of Fertilizer on Growth and Yield of Several Cucumber (Cucumis sativus L.) Plants Varieties Abstract. Cucumber (Cucumis sativus L.) is one of the fruit vegetables from the Cucurbitaceae family that is widely consumed by Indonesian people in fresh form. This study aims to determine the effect of compound fertilizer concentration of Meroke MKP and several varieties of cucumber and the interaction between these two factors on the growth and yield of cucumber plants. This research was carried out in Blangtenggulun Village, Blangkejeren District, Gayo Lues Regency, which was carried out from April 2021 to July 2021. The tools used in this study were gembor, caliper, meter, digital scale, label paper, camera, ruler, handsprayer, rapia rope. , stationery, hoes and machetes. The materials used in this study were cucumber seeds of Hercules variety, Mercy variety and Roman variety, top soil, nursery polybag, manure, insecticide, urea fertilizer and Meroke MKP compound fertilizer. This study used a 4 x 3 factorial randomized block design (RAK) with 3 replications, so there were 36 experimental units. There are two factors that are examined. The first factor is the concentration of Meroke MKP compound fertilizer consisting of 4 levels, namely 0, 2, 4, and 6 g/liter of water and the second factor is the cucumber variety consisting of 3 levels, namely the Hercules variety, Mercy variety and Roman variety. The results showed that the concentration of Meroke MKP compound fertilizer had no significant effect on plant height, stem diameter, number of fruits per plant, fruit weight per plant, fruit length, fruit diameter and yield potential. The growth and yield of cucumber plants tended to be better in the treatment with 6 g/L water of Meroke MKP compound fertilizer concentration. Furthermore, the results showed that the variety had a significant effect on fruit weight per plant and number of fruit planted, and had no significant effect on plant height at 7, 14 21 DAP, stem diameter at 7, 14, 21 DAP, fruit diameter and fruit length. The best growth and yield of cucumbers was found in the Mercy variety. There was no significant interaction between the concentration of Meroke MKP compound fertilizer and cucumber varieties on all variables.                    Keywords :MKP meroke fertizer, Varietiest, Cucumber.