Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Gambaran Penerapan Bundle PLABSI oleh Perawat di RSUD Arifin Achmad Alena Sunia Putri G.; Erwin; Novita Kusumarini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.795

Abstract

Peripheral Line Associated Bloodstream Infection (PLABSI) merupakan infeksi aliran darah yang meningkatkan lama rawat inap, biaya, dan risiko komplikasi, sehingga diperlukan pencegahan melalui bundle PLABSI. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan bundle PLABSI oleh perawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan sampel 74 perawat menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, serta dianalisis secara univariat. Hasil menunjukkan penerapan bundle insersi berada pada kategori baik (51,4%), sedangkan bundle maintenance pada kategori sangat baik (78,4%). Sebagian besar indikator menunjukkan kepatuhan tinggi, terutama pada kebersihan tangan dan pengelolaan infus, meskipun beberapa aspek masih perlu ditingkatkan. Disimpulkan bahwa penerapan bundle PLABSI oleh perawat berada pada kategori sangat baik. Rumah sakit disarankan mempertahankan dan meningkatkan kepatuhan melalui audit dan pelatihan berkelanjutan.
GAMBARAN INTERAKSI SOSIAL LANSIA BERDASARKAN KLASIFIKASI HIPERTENSI PADA LANSIA DI MASYARAKAT Siska Afrilya Diartin; Reni Zulfitri; Erwin Erwin
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Juli : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i2.864

Abstract

Interaksi sosial merupakan suatu aktifitas yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari menyangkut hubungan antara individu, antara kelompok, maupun antara individu dengan kelompok. Interaksi dapat terjadi apabila memiliki dua syarat yaitu adanya kontak sosial dan komunikasi. Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah diatas normal sistoliknya 140 mmHg dan diastoliknya lebih dari 90 mmHg. Salah satu resiko terbesar terkena hipertensi adalah lansia. Lansia dengan hipertensi juga berisiko mengalami gangguan interaksi sosial lansia, sehingga dapat menimbulkan kecemasan dan dapat berdampak terhadap kesehatan tentunya berpengaruh terhadap interaksi sosial lansia dengan hipertensi. Metode: penelitian ini menggunakan desain deskriprif, bertujuan untuk mengetahui gambaran interaksi sosial lansia di masyarakat. Sampel penelitian adalah 94 responden menggunakan non probability sample dengan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Hasil: mayoritas responden berusia 62 tahun (63,8%), dengaln sebalgialn besalr berjenis kelalmin perempualn sebalnyalk (75,5%), malyoritals lalnsial tidalk bekerjal sebalnyalk (86,2%) daln malyoritals tingkalt pendidikaln lalnsial SMAl sebalnyalk (43,6%) malyoritals lalnsial bersuku minalng sebalnyalk (38,3%), berdalsalrkaln staltus perkalwinaln malyoritals responden berstaltus menikalh sebalnyalk (54,7%). Berdalsalrkaln tekalnaln dalralh didalpaltkaln malyoritals lalnsial bertekalnaln dalralh deraljalt ll sebalnyalk (53,2%) dengaln lalmal menderital hipertensi malyoritals <5 talhun sebalnyalk (92,6%). Responden lalnsial hipertensi yalng mengallalmi interalksi sosiall malyoritals buruk yalitu sebalnyalk 49 oralng (52,1%), dan responden lalnsial hipertensi yalng mengallalmi interalksi sosiall berdalsalrkaln bentuk malyoritals buruk yalitu sebalnyalk 55 oralng (58,5%). Kesimpulan: Rata – rata lansia mengalami interaksi sosial yang buruk dengan kalsifikasi hipertensi derajat II.