Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Gambaran Penanggulangan Tuberkulosis Paru dengan Strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) Di Puskesmas Kota Pekanbaru Tahun 2022 Doni Imam Sari; Erwin Erwin; Widia Lestari
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 8 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.02 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i8.533

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi menular penyebab 10 kematian di dunia yang menyerang paru-paru. Sejak tahun 1995, Indonesia telah melaksanakan program penanggulangan tuberkulosis dalam upaya kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif untuk menanggulangi TB. Strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) merupakan strategi pengawasan langsung agar proses penyembuhan TB teratasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran lebih mendalam mengenai penanggulangan tuberkulosis paru dengan strategi DOTS di Puskesmas Kota Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif menggunakan desain penelitian studi kasus. Teknik sampling dalam peneltian menggunakan purposive sampling dengan total partisipan sebanyak 10 partisipan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan analisis Colaizzi. Hasil penelitian penanggulangan TB dengan strategi DOTS sebagian besar sudah berjalan terdapat peran pemerintah sebagian besar sudah baik dalam upaya ketersediaan pelatihan, pendanaan dan obat-obatan. Pemeriksaan laboratorium menggunakan alat mikroskopis dan TCM sebagian besar belum maksimal karena tidak seluruh Puskesmas memiliki TCM perlu upaya penyediaan alat TCM. Pengobatan TB Paru sebagian besar dilakukan selama 6 bulan dan PMO sudah berperan baik dalam mengawasi pasien. Upaya ketersediaan obat sebagian besar tersedia di Puskesmas. Pencatatan di lakukan secara online dengan SITB dan offline dengan form register TB sebagian kecil belum maksimal perlu upaya ketersediaan fasilitas dan penambahan SDM. Peneliti menyimpulkan bahwa pelaksanaan strategi DOTS di 10 Puskesmas Kota Pekanbaru sebagian besar sudah baik dalam penanggulangan TB di Puskesmas. Disarankan adanya penguatan bahwa program TB DOTS dapat dilakukan disemua sarana pelayanan kesehatan sehingga dapat menanggulangi TB secara optimal.
IMPLEMENTATION OF PROBLEM BASED LEARNING METHOD IN COMPETENCY BASED CURRICULA WITH STUDENT’S SOFTSKILL IN PSIK UR Ari Pristiana Dewi; Febriana Sabrian; Erwin Erwin
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 1, No 2 (2014): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.754 KB) | DOI: 10.24990/injec.v1i2.59

Abstract

Introduction. Improving the quality of education makes a shift in educational paradigm in Indonesia. Conventional teacher-centered curricula is changing to competency-based curricula (CBC) with focus on student-centered learning. The purpose of this study was to identify relationship between the implementation of Problem-Based Learning (PBL) method in CBC with students’ soft skills. Method. The study design was cross sectional correlation with 97 respondents as the sample. Analysis of the data using univariate and bivariate analysis with the test used was the chi square test. Results. The results of the study showed that there was no relationship in the implementation of PBL method in CBC with students’ soft skills (ρ = 0.646). Discussion. Based on the results, this study suggested to the academic head officer of PSIK UR to be able to evaluate periodically the implementation of CBC in order to achieve quality learning to produce students who can perform both hard skills and soft skills. Keywords: CBC, PBL, softskills, student
Upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pertolongan pertama pada luka dengan perdarahan Erwin Erwin; Hellena Deli; Wan Nishfa Dewi; Yulia Rizka
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 4 (2022): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.4.288-291

Abstract

This activity aims to increase the knowledge and skills of the community regarding the handling of wounds accompanied by bleeding. The methods used are lectures, questions and answers, and demonstrations related to first aid for wounds accompanied by bleeding. The activity is carried out with health cadres and the community in the Maharatu district, Subdistrict Marpoyan Damai. The number of participants who attended was 30 people. Before the material presentation, the respondent filled out a questionnaire, then continued with the provision of materials related to wounds, and the management of bleeding and then accompanied by demonstrations of how to first aid for wounds accompanied by bleeding. After the material presentation, the community was asked to fill out a questionnaire and re-demonstrate how to first aid wounds accompanied by bleeding. The results of this activity indicate that there was an increase in public knowledge regarding first aid for wounds accompanied by bleeding after counseling. Besides that the public could demonstrate first aid for wounds accompanied by bleeding. After this activity, the community has been able to perform first aid on wounds with bleeding independently at home.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Stres Mahasiswa Keperawatan Dalam Menyelesaikan Skripsi Selama Pandemi Covid-19 Almawaddah Rahmah; Sri Wahyuni; Erwin Erwin
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 1 No 2 (2022): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol1.Iss2.312

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kondisi fisik, perilaku, kognisi, emosional, lingkungan fisik dan lingkungan sosial terhadap tingkat stres mahasiswa keperawatan dalam menyelesaikan skripsi selama pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional study. Sampel penelitian berjumlah 60 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur berupa kuesioner Perceived Stress Scale-10 dan kuesioner tidak baku yang dilakukan uji validitas dan reliabilitasnya. Kuesioner tidak baku dengan total sebanyak 33 pertanyaan dan hasil uji validitas dinyatakan semua pertanyaan valid dengan r hitung > r tabel (0,444) dan Cronbach alpha lebih dari 0,6 sehingga dinyatakan reliabel. Penelitian ini menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara kondisi fisik (p-value 0,008), perilaku (p-value 0,041), kognisi (p-value 0,047), emosional (p-value 0,001) dan lingkungan sosial (p-value 0,004) terhadap tingkat stres mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi selama pandemi covid-19. Sedangkan lingkungan fisik (p-value 0,135) tidak memiliki hubungan terhadap tingkat stres mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi selama pandemi covid-19.
Gambaran Intensitas Nyeri, Dampak Aktivitas Belajar, dan Koping Remaja yang Mengalami Dismenore Bethari Karlinda; Oswati Hasanah; Erwin
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v5i2.23310

Abstract

The level of complaints of dysmenorrhea depends on the intensity of the pain felt. Dysmenorrhea can affect daily activities, especially for teenagers, and it will have an impact on their learning activities. Therefore coping is needed to adapt to the changes received due to dysmenorrhea. This study aims to describe the intensity of pain, the impact of learning activities, and the coping of adolescents with dysmenorrhea. This research was conducted at the Faculty of Nursing, the University of Riau using a descriptive method. The sample in this study was 159 respondents with a stratified random sampling technique. The results showed that the majority of respondents were at the age of 19 years (51.6%), the most menarche was at the age of 12 years (40.3%), and most of the respondents experienced dysmenorrhea with moderate pain intensity (71.7%), the majority of respondents experienced the impact of disrupted learning activities (58.5%), and most of the coping done by adolescents were adaptive coping (67.9%). The results of this study are expected to be a source of information for nursing science and research institutions so that they can take appropriate treatment so that dysmenorrhea does not interfere with learning activities and can examine the effect of coping mechanisms on the learning activities of adolescents who experience dysmenorrhea for future researchers.
Self Management Support for Cardiac Catheterization Patients Selvia Feri Marselina; Erwin Erwin; Musfardi Rustam
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 3, No 1 (2024): March 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v3i1.1874

Abstract

Introduction: Cardiac catheterization is an invasive procedure to detect blockages in the coronary arteries. Risk factors can be prevented with self-management support. Self-Management-Support care and support is provided by emphasizing the importance of the patient's central role in managing their own health. Method: This research uses a descriptive design. The research sample was 30 respondents taken based on inclusion criteria using accidental sampling technique. The measuring instrument used is a questionnaire sheet. The analysis used is univariate analysis which aims to describe the frequency distribution to find out the description of Self Management and Support in Cardiac Catheterization Patients. Results: The assessment results for all respondents are in the medium category, namely with a total of 20 respondents (66.7%), Adsive is in the good category, namely with the number 15 respondents (50%), Agree in the good category, namely with a total of 25 respondents (83.3%), Assist in the medium category, namely with a total of 23 respondents (76.7%), and Arrange in the medium category, namely with a total of 15 respondents (50%) . This research suggests that health workers continue to provide self-management support to cardiac catheterization patients to improve patient health.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Pencegahan Dan Pengendalian Healthcare Associated Infections (HAIs) Pada Mahasiswa Profesi Ners Malvino Prana Yuda; Erwin; Novita Kusumarini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.468

Abstract

Healthcare Associated Infections (HAIs) merupakan infeksi yang muncul saat pasien menjalani perawatan di fasilitas kesehatan dan berdampak pada peningkatan morbiditas, mortalitas, serta biaya perawatan. Mahasiswa profesi ners berperan penting dalam pencegahan HAIs. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan mahasiswa dalam pencegahan dan pengendalian HAIs. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional), melibatkan 118 mahasiswa profesi ners di RSUD Arifin Achmad. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi terkait pengetahuan, sikap, pelatihan, supervisi, serta ketersediaan sarana. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan ketersediaan sarana dengan kepatuhan pelaksanaan standar pencegahan dan pengendalian HAIs (p < 0,05). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pelatihan, informasi, serta supervisi keperawatan dengan kepatuhan pelaksanaan standar pencegahan dan pengendalian HAIs (p > 0,05). Tingkat kepatuhan mahasiswa profesi ners dalam pelaksanaan standar pencegahan dan pengendalian HAIs berada pada kategori tinggi yaitu sebesar 76,3%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dan ketersediaan sarana berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan mahasiswa profesi ners terhadap penerapan pencegahan dan pengendalian HAIs.
Gambaran Fatigue pada pasien kanker paru stadium lanjut yang menjalani kemoterapi Muhammad Febriansyah Adithya Winata; Yulia Rizka; Erwin Erwin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55208

Abstract

Pendahuluan: Kanker paru merupakan penyebab utama kematian akibat kanker. Pada stadium lanjut, kemoterapi menjadi terapi utama, namun sering menimbulkan Fatigue yang bersifat menetap dan berdampak pada kondisi fisik, emosional, serta kualitas hidup pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Fatigue pada pasien kanker paru stadium lanjut yang menjalani kemoterapi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 79 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner FACIT–Fatigue Scale yang telah terbukti valid dan reliabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami Fatigue dengan nilai median skor FACIT–Fatigue sebesar 32. Mayoritas responden berada pada kategori Fatigue, dengan karakteristik dominan berusia ≥60 tahun, berjenis kelamin laki-laki, stadium IV, dan jenis kanker NSCLC. Kesimpulan: Fatigue merupakan masalah yang banyak dialami oleh pasien kanker paru stadium lanjut yang menjalani kemoterapi, sehingga diperlukan perhatian khusus dari tenaga kesehatan dalam pengelolaannya.Kata Kunci: Kanker paru, Fatigue, Kemoterapi, Stadium lanjut Background: Lung cancer is a leading cause of cancer-related mortality. In advanced stages, chemotherapy is the main treatment; however, it often causes persistent Fatigue that affects patients’ physical and emotional conditions as well as their quality of life. Objective: This study aimed to describe Fatigue among patients with advanced-stage lung cancer undergoing chemotherapy. Methods: This study employed a descriptive design with a cross-sectional approach. A total of 79 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected using the FACIT–Fatigue Scale questionnaire, which has been proven to be valid and reliable. Results: The results showed that most respondents experienced Fatigue, with a median FACIT–Fatigue score of 32. The majority of respondents were categorized as experiencing Fatigue, predominantly aged ≥60 years, male, in stage IV, and diagnosed with Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC). Conclusion: Fatigue is a common problem among patients with advanced-stage lung cancer undergoing chemotherapy; therefore, special attention from healthcare professionals is required for its management.Keywords: Lung cancer, Fatigue, Chemotherapy, Advanced stage
Efektivitas Intervensi Koping Berpasangan terhadap Kualitas Hidup Pasien Kanker Stadium Awal Erwin Erwin; Nurul Huda; Rismadefi Worferst; Eka Febriyanti; Annisa Annisa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55386

Abstract

Pasien kanker stadium lanjut dan pasangannya berisiko tinggi mengalami gangguan psikologis seperti stres, kecemasan, dan depresi yang berdampak pada rendahnya kualitas hidup. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa hampir 80% pasangan pasien memiliki masalah kesehatan mental dengan penggunaan koping yang terbatas dan bersifat individual. Intervensi dyadic coping terbukti efektif, namun implementasinya sering terkendala oleh keterbatasan akses dan kebutuhan tenaga profesional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas self-directed dyadic coping skill training terhadap stres, kecemasan, depresi, kesehatan mental, dan kualitas hidup pasien kanker stadium lanjut. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimen pre–post test dengan total sampel 70 pasangan pasien yang dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kontrol. Instrumen meliputi DASS-S, DASS-D, DASS-A, dan kuesioner kualitas hidup. Analisis menggunakan uji paired t-test, independent t-test, dan GEE. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada stres (mean 2,47; p<0,001), depresi (1,76; p<0,001), dan kecemasan (1,70; p<0,001), serta peningkatan signifikan pada kesehatan mental (5,94; p<0,001). Kualitas hidup kelompok intervensi meningkat secara signifikan dibandingkan kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa self-directed dyadic coping skill training efektif meningkatkan koping pasangan, memperbaiki kesehatan mental, dan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker stadium lanjut. Kata Kunci: dyadic coping, kanker, kecemasan, depresi, kualitas hidup.
Hubungan pengetahuan cara mengurangi rasa haus dengan kenaikan berat badan interdialitik pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis: Relationship between knowledge on how to reduce thirst and interdialytic weight gain in chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis Apridelia Natasya Putri; Bayhakki; Erwin
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 8 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i1.441

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang progresif dan tidak reversibel, sehingga memerlukan terapi hemodialisis serta pembatasan asupan cairan. Salah satu indikator kepatuhan terhadap pembatasan cairan adalah Interdialytic Weight Gain (IDWG), yang dapat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan pasien tentang pengendalian rasa haus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan pasien mengenai cara mengurangi rasa haus dengan IDWG pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 73 pasien di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi IDWG. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien memiliki pengetahuan baik (44,0%) dan IDWG ringan (41,1%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan pasien dan kategori IDWG (p= 0,001). Temuan ini mengindikasikan pentingnya peningkatan pengetahuan pasien, khususnya terkait pengendalian rasa haus, dalam mendukung kepatuhan terhadap pembatasan cairan pada pasien hemodialisis. Chronic kidney disease (CKD) is a progressive and irreversible decline in kidney function, requiring hemodialysis therapy and fluid intake restriction. One indicator of adherence to fluid restriction is Interdialytic Weight Gain (IDWG), which patients' knowledge of thirst management may influence may influence. This study aimed to examine the relationship between patients' knowledge of how to reduce thirst and IDWG among CKD patients undergoing hemodialysis. A descriptive correlational design with a cross-sectional approach was used. A total of 73 patients were selected from Arifin Achmad General Hospital in Pekanbaru through purposive sampling. Data were collected using a knowledge questionnaire and IDWG observation sheets. The data were analyzed using the Chi-square test. The results showed that most patients had good knowledge (44.0%) and experienced mild IDWG (41.1%). A significant relationship was found between patients' knowledge levels and IDWG categories (p= 0.001). These findings underscore the importance of enhancing patient knowledge, particularly regarding thirst control, to promote adherence to fluid restriction in hemodialysis patients.