Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGALAMAN MENGGUNAKAN INFUS SAAT DIRAWAT DI RUMAH SAKIT Bayhakki Bayhakki; Erwin Erwin; Wasisto Utomo
Idea Nursing Journal Vol 8, No 2 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.706 KB) | DOI: 10.52199/inj.v8i2.8823

Abstract

ABSTRAKSebagian besar pasien yang dirawat di rumah sakit memerlukan infus selama perawatan. Pasien-pasien yang diinfus memiliki persepsi dan pengalaman yang beragam terkait infus yang terpasang di tangan mereka. Infus atau terapi intravena merupakan salah satu tindakan invasif yang dapat menyebabkan berbagai masalah bagi pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali pengalaman mendapatkan infus selama perawatan di rumah sakit. Penelitian ini adalah penelitian fenomenologi yang merekrut 15 orang pasien secara purposive sampling di ruang rawat bedah RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Indonesia. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara mendalam dan dianalisis dengang nemnggunakan metode Colaizzi. Trustworthiness dari penelitian ini dijaga selama penelitian dengan menerapkan credibility, transferability, confirmability, dan dependability. Hasil penelitian menunjukkan ada 4 tema yang muncul: persepsi terkait pasien dan infus, tujuan diinfus, masalah dalam penggunaan infus, dan cara menangani masalah infus. Perawat perlu menjelaskan infus yang diberikan ke pasien secara lengkap dan benar serta memberikan perawatan yang tepat untuk meminimalisir masalah-masalah yang muncul akibat penggunaan infus dalam rangka meningkatkan kualitas asuhan keperawatan untuk pasien yang terpasang terapi infus.Kata kunci: Infus, Pasien, Fenomenologi ABSTRACTMost of hospitalized patients need intravenous therapy or infusion. Patients being infused have various perceptions and experiences related to their infusions. Infusion or intravenous therapy as one of invasive interventions may also cause problems for the patients. Objective of this study was to explore experiences of receiving infusion during hospitalization. This study was phenomenological study which recruited purposively15 patients hospitalized in medical ward of Arifin Achmad General Hospital in Pekanbaru, Indonesia. Data were collected using in-depth interview and analyzed using Colaizzi’s method. Trustworthiness was maintained throughout this study by achieving credibility, transferability, confirmability, and dependability of the study. The results showed that 4 themes emerged from the data: perception regarding patients and infusion, goals of being infused, problems in using infusion, and ways to deal with infusion’s problems. Nurses need to explain infusion therapy given to patients completely and correctly as well as provide appropriate treatment to minimize problems regarding use of infusion in order to enhance quality of nursing care for patients with infusion therapy. Keywords: Infusion, Patients, Phenomenology
BEBAN FAMILY CAREGIVER DALAM MERAWAT PASIEN KANKER STADIUM LANJUT Yulia Rizka; Erwin Erwin; Yesi Hasneli; Nila Putriana
Jurnal Ners Indonesia Vol 12, No 1 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jni.12.1.22-28

Abstract

Tujuan : Family caregiver memberikan perawatan suportif bagi anggota keluarganya yang menderita kanker dan terlibat dalam banyak aspek perawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan beban family caregiver saat merawat pasien kanker stadium lanjut. Metode : A cross-sectional dilakukan dengan purposive sampling dimana data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen yang telah valid, yaitu Caregiver Reaction Assessment (CRA) di Rumah Sakit Umum Daerah di Pekanbaru tahun 2019. Tujuh puluh lima family caregiver terlibat dalam penelitian ini. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan beban family caregiver. Hasil : Analisis univariat menunjukkan bahwa rata-rata usia family caregiver adalah 36 tahun, didominasi oleh perempuan (52%). Sebagian besar family caregiver memiliki pengalaman sebelumnya dalam merawat orang sakit (60%). Mayoritas family caregiver mendampingi pasien kanker selama <12 bulan(56%). Rata-rata beban family caregiver selama merawat pasien kanker adalah 2,25 yang berarti mereka merasa sedikit terbebani. Kesimpulan : Identifikasi dini diperlukan untuk mencegah penurunan kualitas hidup family caregiver.
GAMBARAN FAKTOR RISIKO INSIDEN KANKER OVARIUM DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU Trisia Agusweni; Yulia Irvani Dewi; Erwin Erwin
Jurnal Ners Indonesia Vol 11, No 1 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jni.11.1.36-50

Abstract

Kanker ovarium dikenal sebagai silent killer karena pada stadium awal penyakit ini tidak menunjukkan gejala klinis yang spesifik. Penyebab kanker ovarium belum diketahui secara pasti akan tetapi berbagai faktor risiko diduga memiliki pengaruh terhadap timbulnya kanker ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor resiko terhadap insiden kanker ovarium di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian 88 responden (rekam medik) yang diambil berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat untuk mengetahui gambaran distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan dari 88 responden sebanyak 63 responden (71,6%) tidak memiliki riwayat keluarga dengan kanker, stadium IIIC sebanyak 62 responden (70,5%), usia menarche 5-12 tahun sebanyak 70 responden (79,5%), 36 responden (40,9%) primipara, dan sebanyak 66 responden (75%) tidak ada riwayat memakai alat kontrasepsi, menggunakan alat kontrasepsi pil sebanyak 8 responden (9,1%) yang  lama pemakaian alat kontrasepsi selama 1 tahun sebanyak 7 responden (8%) dan 88 responden (100%) tidak mengkonsumsi obat subur. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan gambaran usia menarche 5-12 tahun, diharapkan kepada orang yang memiliki faktor resiko kanker ovarium untuk melakukan deteksi dini sebagai upaya pencegahan terhadap kanker ovarium.
GAMBARAN PERUBAHAN AKTIVITAS DAN DIET PADA PASIEN POST KATETERISASI JANTUNG Essa Widya Pertiwi; Erwin Erwin; Wan Nishfa Dewi
Jurnal Ners Indonesia Vol 12, No 1 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jni.12.1.29-41

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran perubahan aktivitas dan diet pada pasien post kateterisasi jantung. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitain deskriptif. Metode pengambilan sampel adalah accidental sampling dengan jumlah responden 30 orang. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang telah di uji konten validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan aktivitas sebelum dan setelah melakukan tindakan kateterisasi jantung terkait pola dan intensitas aktivitas serta diet. Sebelum kateteriasasi jantung aktivitas terkait pola aktivitas dasar adalah ketergantungan berat (50%) dan setelah kateteriasi jantung menjadi mandiri (100%). Intensitas aktivitas sebelum dan setelah kateterisasi adalah intensitas rendah dengan persentase sebelum melakukan tindakan kateterisasi jantung (56.7%) dan setelah kateterisasi (100%). Diet makanan berkolesterol sebelum kateterisasi 3-6x/minggu (56,7%) dan setalah kateteriasi jantung 2x/bulan (80%). Konsumsi makanan berserat sebelum dan setelah melakukan kateterisasi jantung adalah 3-6x/minggu dengan persentase sebelum kateterisasi jantung (46,7%) dan setelah kateterisai jantung (73,3%). Konsumsi makanan berprotein nabati sebelum dan setelah kateteriasi jantung adalah 3-6x/minggu dengan persentase sebelum kateterisasi (46,7%) dan setelah kateterisasi (56,7%). Konsumsi makanan bervitamin sebelum kateterisasi adalah 1-2x/minggu (76,7%) dan setelah kateterisasi 3-6x/minggu (60%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk penderita penyakit jantung koroner agar dapat memanajemen aktivitas dan diet sehingga terdapat perubahan dalam aktivitas dan diet tersebut.
PENGARUH SENAM REMATIK TERHADAP INTENSITAS NYERI SENDI PADA PENDERITA OSTEOARTHRITIS Sri Wahyuningsih; Erwin Erwin; Sofiana Nurchayati
Jurnal Ners Indonesia Vol 11, No 1 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jni.11.1.16-24

Abstract

Seiring dengan meningkatnya usia maka akan terjadi perubahan pada tubuh, keadaan demikian dapat berdampak pada sistem moskuloskeletal dan jaringan yang lain yang dapat menyebabkan penyakit osteoarthritis. Salah satu tanda dan gejala yang dapat ditemukan pada osteoarthritis adanya rasa nyeri pada sendi. Terapi alternatif yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa nyeri akibat osteoarthritis yaitu dengan senam rematik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam rematik terhadap intensitas nyeri pada penderita osteoarthritis. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy experiment. Sampel penelitian  berjumlah 34 orang terdiri dari 17 orang kelompok eksperimen dan 17 orang kelompok kontrol yang diambil melalui teknik  purposive sampling dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi yaitu pasien rawat jalan terdiagnosa osteoarthritis tanpa komplikasi, berusia 26-46 tahun. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi tentang skala nyeri pre dan post test. Analisis data dengan univariat dan bivariat menggunakan uji t dependent, uji t independent, dan uji Mann Whitney, diperoleh hasil p value = 0,000 < α (0,05). Didapatkan hasil bahwa senam rematik berpengaruh dalam penurunan intensitas nyeri sendi pada penderita osteoarthritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan salah satu intervensi keperawatan untuk menurunkan intensitas nyeri sendi di masyarakat.
Overview of The Needs of Sustainable Professional Development For Alumni Ners Faculty of Nursing University of Riau Fitriana Fitriana; Yufitriana Amir; Erwin Erwin
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.931 KB) | DOI: 10.21776/ub.jik.2021.009.01.7

Abstract

Continuing professional development is a process that must be carried out by each individual nurse in order to maintain and update the development of health services through setting high standards of professional practice. The purpose of this research was to determine the need for ongoing professional development activities which include training, seminars, workshops, and formal education for alumni of the Faculty of Nursing, Riau University. Design was descriptive quantitative. The research sample was 293 respondents taken using purposive sampling technique. The results showed the need for continuous professional development in the first priority is training (34.8%) with the type of training needed is emergency nursing training or BTCLS (19.8%), and the second highest priority is formal education (25.3%), who continued S2 if given the opportunity (89.4%) of respondents with the desired form of specialist programs namely management nursing (20.5%) and (10, 6%) want to continue with S3 if given the opportunity. The conclusion of this research is the need for continuing professional development especially training and education activities is very important for Nursing alumni of the Faculty of Nursing, University of Riau to improve their professionalism. 
Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Masyarakat Tentang Pertolongan Pertama Pada Fraktur Erwin Erwin; Nurul Huda; Darwin Karim; Hellena Deli
TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Vol 2, No 3 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.162 KB) | DOI: 10.31764/transformasi.v2i3.11039

Abstract

Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pertolongan pertama pada fraktur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah, diskusi tanya jawab, dan praktik. Pada kegiatan ini masyarakat diberikan materi terkait pertolongan pertama pada fraktur, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi. Setelah kegiatan penyuluhan dilakukan, kemudian dilakukan evaluasi dengan memberikan pertanyaan dan diminta untuk melakukan demonstrasi ulang terkait langkah-langkah pertolongan pertama pada patah tulang. Selain mendapatkan penyuluhan, masyarakat juga diberikan leaflet untuk dibawa pulang, sehingga dapat diperagakan saat dirumah.
SELF-MANAGEMENT PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER PASCA KATETERISASI JANTUNG Rizka Ardianti; Erwin Erwin; Widia Lestari
Jurnal Ners Indonesia Vol 13 No 1 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jni.13.1.1-7

Abstract

Self-management pasien penyakit jantung koroner merupakan upaya mengurangi perilaku yang berisiko menimbulkan penyakit dan mempertahankan perawatan serta pengobatan agar penyakit tidak semakin parah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran self-managemenet pasien penyakit jantung koroner pasca kateterisasi jantung. Penelitian ini  menggunakan metode deskriptif dengan jumlah responden 30 orang dan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas responden berumur 46-55 tahun yaitu 15 responden (50%), jenis kelamin responden mayoritas adalah laki-laki yaitu 20 responden (66,7%), status pendidikan responden mayoritas adalah pendidikan menengah yaitu 12 responden (20%), status pekerjaan mayoritas adalah bekerja yaitu 18 responden (60%), dan lama waktu pasca kateterisasi jantung paling banyak di enam bulan terakhir yaitu 9 responden (30%). Hasil self-integration pada responden seluruhnya adalah kategori sedang yaitu 24 responden (80%), self-regulation mayoritas adalah kategori baik yaitu 18 responden (60%), interaction with health professionals and significant other mayoritas adalah kategori baik yaitu 22 responden (73,3%), self-monitoring mayoritas adalah kategori baik 21 responden (70%), selanjutnya Adherence to Recommended Regimen mayoritas adalah kategori baik yaitu 25 responden (83,3%), dan hasil self-management responden mayoritas adalah kategori baik yaitu 16 responden (53,3%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan terhadap penderita penyakit jantung koroner agar melakukan perubahan terhadap integrasi kesehatannya seperti berhenti merokok, menghindari makan tinggi lemak, olahraga jalan kaki minimal 30 menit sehari, dan melakukan menejemen stres.
Gambaran Pola Makan dan Status Gizi Pasien dengan Gangguan Pencernaan di Puskesmas Selama Pandemi COVID-19 Novia Agustina Manurung; Yesi Hasneli N; Erwin Erwin
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 6 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.588 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i6.414

Abstract

Digestive disorders are disorders that occur in the digestive tract. Digestive disorders that are often experienced by people are gastritis and dyspepsia. One of the main contributing factor of digestive disorders is eating habit. The purpose of this study is to describe the dietery habits and nutritional status of patients with digestive disorders at the Simpang Tiga public health center during the COVID-19 pandemic. This study used a descriptive research. The samples of this study were 93 patients with the diagnosis of gastritis and dyspepsia who were taken by purposive sampling technique. The data collection tool used a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The result shows the eating habit of respondences for the types of eating habit much more of deficient are 65 (69,9%), the frequencies of eating much more of irregular are 57 (61,3%), and the amounts of food much more of irregular are 50 (53,8%). The nutritional status of respondences by the BMI classification much more categories as a normal, by the total of 47 (50,5%). The results of this study are to construct health promotion regarding to digestive disorders for the nurses.
Gambaran Upaya Masyarakat Terhadap Pengendalian Demam Berdarah Dengue Hayyum Al Bayhaqqi; Erwin Erwin; Yufitriana Amir
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 8 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.491 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i8.532

Abstract

Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Pengendalian DBD terdiri atas pemberantasan sarang nyamuk, pengendalian vektor, pengendalian gigitan nyamuk dan pengendalian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran upaya masyarakat terhadap pengendalian DBD di Kelurahan Duri Timur, Kecamatan Mandau. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian survei. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan total sampel 91 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang berisi 25 pertanyaan yang telah valid dan reliabel. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa karakteristik umur responden mayoritas adalah umur 15-25 tahun, karakteristik jenis kelamin responden mayoritas adalah perempuan, karakteristik pendidikan responden mayoritas adalah SMA dan karakteristik pekerjaan responden mayoritas adalah pedagang. Kemudian terdapat 56 responden (61,5%) sering melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk, 42 responden (46,2%) jarang melakukan pengendalian vektor, 64 responden (70,3%) sering melakukan pengendalian gigitan nyamuk dan 55 responden (60,4%) sering melakukan pengendalian lingkungan. Kesimpulan: Upaya masyarakat dalam pengendalian DBD sudah sering dilakukan oleh masyarakat Kelurahan Duri Timur, Kecamatan Mandau dan penelitian ini disarankan agar dapat meningkatkan upaya masyarakat dalam pengendalian DBD sehingga dapat lebih optimal dalam pelaksanaan pengendalian DBD di Kelurahan Duri Timur, Kecamatan Mandau.