Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Teknik Pemingsanan Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) menggunakan Ekstrak Daun Senduduk Ungu (Melastoma malabathricum L.): Anesthesia Techniques of Snubnose Pompano (Trachinotus blochii) using Melastoma malabathricum Leaf Extract R. Marwita Sari Putri; Azwin Apriandi; Tri Yulianto; Facrini Anggianti
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 24 No 3 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(3)
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v24i3.37738

Abstract

Snubnose pompano (Trachinotus blochii) is one of the commodities of aquaculture featured in Riau Archipelagic Province. This biota has a selling price that is expensive, so that the necessary transport technology innovative to maintain resale value. Melastoma malabathricum leaf is one of the natural ingredients that are suspected of potential to be used as the material of anesthesia. The purpose of this study is to determine the concentration of crude extract the leaves of Melastoma malabathricum according to anesthesia snubnose pompano and survival rate. Baded on the results of the study, the crude extract Melastoma malabathricum best is at a concentration of 25% with the onset time 40.69 minutes and recovered time 13.34 minutes with a survival rate 100%. The quality of the water after anesthesia still in the verge of reasonable limits where the pH value 6.67, dissolved oxygen 4.5, temperature 28.19ºC and total ammoniac nitrogen 1,59 mg/L.
Gonad Maturity Rate of Gray Eeltailed Catfish with Different hCG Induction Tri Yulianto; Wiwin Kusuma Atmaja Putra; Shavika Miranti; Tri Hardiyanti; Syarifah Fitriana; Fauzanadi Fauzanadi
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v9i1.7077

Abstract

Gray eeltailed catfish is one of the local commodities in the Riau Islands. Domestication and aquaculture has not been done. Reproduction is one of problems in the Aquaculture effort. Gonadal maturity is stage preparation of the prospective parent for spawning process. One of efforts to gonad maturation is hormonal induction. This study purpose to determine effect of various brands hCG hormones on gonad maturity and determine the best hCG hormone brands that can accelerate the maturity of gonad fish crossing optimally. The research design was a completely randomized design with 5 treatments (hCG Polaris hormone, hCG sifation, hCG Chorullon, Oodev and NaCl solvent with 3 replications. The best hCG hormone is the hCG Polaris hormone reaching gonad maturation II. The best Treatment were the Oodev hormone treatment (gonadosomatic index (0.54 ± 0.19%), gonadal maturity level (gonad 3), egg diameter (0.54 ± 0.19 mm)
Tingkat Kematangan Gonad, Gonadosomatik Indeks dan Hepatosomatik Indeks Ikan Sembilang (Plotosus sp.) di Teluk Pulau Bintan wiwin kusuma atmaja putra; Tri . Yulianto; Shavika . Miranti
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1553

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kematangan gonad, nilai gonadosomatik dan hepatosomatik indeks ikan sembilang di Perairan Teluk Pulau Bintan, Propinsi Kepulauan Riau. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan Agustus tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode survei lapang di teluk pulau Bintan dengan jumlah sampel 30 ekor setiap stasiun (total jumlah ikan sebanyak 120 ekor). Parameter penelitian adalah bobot tubuh, panjang, gonadosomatik indeks, hepatosomatik indeks dan tingkat kematangan gonad. Hasil penelitian tingkat kematangan gonad, gonadosomatik, dan hepatosomatik indeks adalah teluk kampong bugis (TKG I-III, 0.21%, 1.45%), Madong (TKG 0-III, 0,75%, 1.33%), Tembeling (TKG I-III, 0,48%, 1,42%), Dompak (TKG 0-II, 0.18%, 1.08%) dan Pengujan (TKG 0-III, V, 0.38%, 1.35%)
Efisiensi dan Rasio Konversi Pakan Ikan dengan berbagai Dosis Papain pada Kerapu Cantang (E. fuscoguttatus >< E. lanceolatus) Wiwin Kusuma Atmaja Putra; Suhaili Suhaili; Tri Yulianto
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 22, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.906 KB) | DOI: 10.22146/jfs.55524

Abstract

Pertumbuhan ikan kerapu cantang pada tahap pendederan berkisar 3-4 bulan, pembesaran di keramba jaring apung berkisar 6-7 bulan maka total waktu dibutuhkan sekitar 9 sampai 1 tahun. Pertumbuhan ikan kerapu akan lebih cepat jika diberi pakan ikan rucah dibandingkan dengan pelet. Tetapi ketersedian ikan rucah tidak pasti sehingga penggunaan pellet mesti dilakukan. Maka untuk meningkatkan pertumbuhan dapat dilakukan penambahan enzim papain agar pencernaan dan penyerapan nutrisi pakan dapat maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pemberian enzim papain dalam meningkatkan nilai efisiensi pakan dan nilai konversi pakan ikan kerapu cantang Epinephelus fuscoguttatus >< E lanceolatus. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober – November 2019 selama 6 minggu (42 hari) di Hatchery Skala Rumah Tangga (HSRT) Koperasi Marin Agri Sejahtera, Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau. Metode yang digunakan ialah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan dimana perlakuan K (tanpa pemberian enzim papain), perlakuan A (dosis enzim papain 2,75%), perlakuan B (dosis enzim papain 3,75%), perlakuan C (enzim papain 4,75%). Analisis data menggunakan One-Way ANOVA dan uji lanjut Tukey menunjukkan bahwa pemberian dosis enzim (4,75%) atau perlakuan C, merupakan hasil terbaik dimana hasil yang didapatkan pada nilai efisiensi pakan (74,73±7,14 %), rasio konversi pakan (1,37±0,14), pertumbuhan bobot mutlak sebesar (19,97±2,81 g) dan kelangsungan hidup (100±0,00 %). Rekomendasi dari penelitian ini adalah penambahan enzim papain dengan dosis 4,75% dapat memberikan keuntungan pertumbuhan, efisiensi pakan, kelangsungan hidup lebih tinggi dan rasio konversi pakan lebih rendah
Tingkat Kematangan Gonad, Gonadosomatik Indeks dan Hepatosomatik Indeks Ikan Sembilang (Plotosus sp.) di Teluk Pulau Bintan wiwin kusuma atmaja putra; Tri . Yulianto; Shavika . Miranti
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.108 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1553

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kematangan gonad, nilai gonadosomatik dan hepatosomatik indeks ikan sembilang di Perairan Teluk Pulau Bintan, Propinsi Kepulauan Riau. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan Agustus tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode survei lapang di teluk pulau Bintan dengan jumlah sampel 30 ekor setiap stasiun (total jumlah ikan sebanyak 120 ekor). Parameter penelitian adalah bobot tubuh, panjang, gonadosomatik indeks, hepatosomatik indeks dan tingkat kematangan gonad. Hasil penelitian tingkat kematangan gonad, gonadosomatik, dan hepatosomatik indeks adalah teluk kampong bugis (TKG I-III, 0.21%, 1.45%), Madong (TKG 0-III, 0,75%, 1.33%), Tembeling (TKG I-III, 0,48%, 1,42%), Dompak (TKG 0-II, 0.18%, 1.08%) dan Pengujan (TKG 0-III, V, 0.38%, 1.35%)
Pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan sembilang (Potosus canius) di Teluk Bintan Kepulauan Riau Tri Yulianto; Wiwin Kusuma Atmadja; Zulpikar Zulpikar; Risma Ariska; Ani Suryanti
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.298 KB) | DOI: 10.13170/depik.9.3.12623

Abstract

One of the economically important fish included in the Plotosidae family is the Sembilang Fish. This study aims to determine the growth patterns and condition factors of the Sembilang fish. The research was conducted in July 2018. The locations of the Sembilang Fish sampling station include Dompak Island Bay, Bugis Village Bay, Madong Bay, Pengujan Bay and Tanjung Uban. The total sample of Sembilang Fish that has been obtained is 150, consisting of 80 males and 70 females. Total length ranges from 19.7-66 cm, with weights ranging from 33.68-960 g. The mode of distribution of the frequency of the fish caught during the study was in the second class interval, namely 25.7-30.7. The relationship between the length and weight of male Sembilang fish is W = 0, 0268L2,5378 and the female is W = 0, 00542L2,3347. The growth pattern of Sembilang fish, both male and female, is negative allometric which shows the length growth is faster than the weight. Fish condition factors obtained during the study ranged from 0.723 to 1.166.Keywords:BintanCondition FactorLength-weight-relationshipPlotosus caniusSembilang fish ABSTRAKSalah satu ikan ekonomis penting yang termasuk dalam famili Plotosidae adalah Ikan Sembilang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan sembilang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2018. Lokasi stasiun pengambilan sampel Ikan Sembilang diantaranya Teluk Pulau Dompak, Teluk Kampung Bugis, Teluk Madong, Teluk Pengujan dan Tanjung Uban. Total sampel Ikan Sembilang berjumlah 150 ekor, terdiri dari 80 ekor jantan dan 70 ekor betina. Ukuran panjang total berkisar antara 19,7-66 cm, dengan berat berkisar antara 33,68-960 g. Modus distribusi frekuensi ikan sembilang yang tertangkap selama penelitian ada pada selang kelas kedua yaitu 25,7-30,7. Hubungan panjang dan bobot Ikan Sembilang jantan adalah W = 0, 0268L2,5378 dan betina adalah W = 0, 00542L2,3347. Pola pertumbuhan Ikan Sembilang baik jantan maupun betina adalah alometrik negatif yang memperlihatkan pertumbuhan panjang lebih cepat daripada bobotnya. Faktor kondisi ikan selama penelitian nilainya berkisar antara 0,723 hingga 1,166.Kata kunci: BintanFaktor kondisiHubungan panjang-bobotPlotosus caniusIkan Sembilang
Pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan sembilang (Potosus canius) di Teluk Bintan Kepulauan Riau Tri Yulianto; Wiwin Kusuma Atmadja; Zulpikar Zulpikar; Risma Ariska; Ani Suryanti
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.3.12623

Abstract

One of the economically important fish included in the Plotosidae family is the Sembilang Fish. This study aims to determine the growth patterns and condition factors of the Sembilang fish. The research was conducted in July 2018. The locations of the Sembilang Fish sampling station include Dompak Island Bay, Bugis Village Bay, Madong Bay, Pengujan Bay and Tanjung Uban. The total sample of Sembilang Fish that has been obtained is 150, consisting of 80 males and 70 females. Total length ranges from 19.7-66 cm, with weights ranging from 33.68-960 g. The mode of distribution of the frequency of the fish caught during the study was in the second class interval, namely 25.7-30.7. The relationship between the length and weight of male Sembilang fish is W = 0, 0268L2,5378 and the female is W = 0, 00542L2,3347. The growth pattern of Sembilang fish, both male and female, is negative allometric which shows the length growth is faster than the weight. Fish condition factors obtained during the study ranged from 0.723 to 1.166.Keywords:BintanCondition FactorLength-weight-relationshipPlotosus caniusSembilang fish ABSTRAKSalah satu ikan ekonomis penting yang termasuk dalam famili Plotosidae adalah Ikan Sembilang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan sembilang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2018. Lokasi stasiun pengambilan sampel Ikan Sembilang diantaranya Teluk Pulau Dompak, Teluk Kampung Bugis, Teluk Madong, Teluk Pengujan dan Tanjung Uban. Total sampel Ikan Sembilang berjumlah 150 ekor, terdiri dari 80 ekor jantan dan 70 ekor betina. Ukuran panjang total berkisar antara 19,7-66 cm, dengan berat berkisar antara 33,68-960 g. Modus distribusi frekuensi ikan sembilang yang tertangkap selama penelitian ada pada selang kelas kedua yaitu 25,7-30,7. Hubungan panjang dan bobot Ikan Sembilang jantan adalah W = 0, 0268L2,5378 dan betina adalah W = 0, 00542L2,3347. Pola pertumbuhan Ikan Sembilang baik jantan maupun betina adalah alometrik negatif yang memperlihatkan pertumbuhan panjang lebih cepat daripada bobotnya. Faktor kondisi ikan selama penelitian nilainya berkisar antara 0,723 hingga 1,166.Kata kunci: BintanFaktor kondisiHubungan panjang-bobotPlotosus caniusIkan Sembilang
Pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan sembilang (Potosus canius) di Teluk Bintan Kepulauan Riau Tri Yulianto; Wiwin Kusuma Atmadja; Zulpikar Zulpikar; Risma Ariska; Ani Suryanti
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.3.12623

Abstract

One of the economically important fish included in the Plotosidae family is the Sembilang Fish. This study aims to determine the growth patterns and condition factors of the Sembilang fish. The research was conducted in July 2018. The locations of the Sembilang Fish sampling station include Dompak Island Bay, Bugis Village Bay, Madong Bay, Pengujan Bay and Tanjung Uban. The total sample of Sembilang Fish that has been obtained is 150, consisting of 80 males and 70 females. Total length ranges from 19.7-66 cm, with weights ranging from 33.68-960 g. The mode of distribution of the frequency of the fish caught during the study was in the second class interval, namely 25.7-30.7. The relationship between the length and weight of male Sembilang fish is W = 0, 0268L2,5378 and the female is W = 0, 00542L2,3347. The growth pattern of Sembilang fish, both male and female, is negative allometric which shows the length growth is faster than the weight. Fish condition factors obtained during the study ranged from 0.723 to 1.166.Keywords:BintanCondition FactorLength-weight-relationshipPlotosus caniusSembilang fish ABSTRAKSalah satu ikan ekonomis penting yang termasuk dalam famili Plotosidae adalah Ikan Sembilang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan sembilang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2018. Lokasi stasiun pengambilan sampel Ikan Sembilang diantaranya Teluk Pulau Dompak, Teluk Kampung Bugis, Teluk Madong, Teluk Pengujan dan Tanjung Uban. Total sampel Ikan Sembilang berjumlah 150 ekor, terdiri dari 80 ekor jantan dan 70 ekor betina. Ukuran panjang total berkisar antara 19,7-66 cm, dengan berat berkisar antara 33,68-960 g. Modus distribusi frekuensi ikan sembilang yang tertangkap selama penelitian ada pada selang kelas kedua yaitu 25,7-30,7. Hubungan panjang dan bobot Ikan Sembilang jantan adalah W = 0, 0268L2,5378 dan betina adalah W = 0, 00542L2,3347. Pola pertumbuhan Ikan Sembilang baik jantan maupun betina adalah alometrik negatif yang memperlihatkan pertumbuhan panjang lebih cepat daripada bobotnya. Faktor kondisi ikan selama penelitian nilainya berkisar antara 0,723 hingga 1,166.Kata kunci: BintanFaktor kondisiHubungan panjang-bobotPlotosus caniusIkan Sembilang