Desi Salwani, Desi
Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala/RSUD Dr. Zainoel Abidin

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : journal of medical science

Hubungan Antara Depresi, Anemia Defisiensi Besi dan Status Nutrisi Terhadap Gangguan Tidur pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis: The Relationship between Depression, Iron Deficiency Anemia and Nutritional Status of Sleep Disorders in Chronic Kidney Disease Patients Who Undergoing Hemodialysis Vera abdullah; Desi Salwani; Diana Erlita; Julia Sari
Journal of Medical Science Vol 6 No 2 (2025): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v6i2.229

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) memengaruhi lebih dari 10% populasi dunia, dengan jumlah lebih dari 800 juta orang. Gangguan tidur sangat sering terjadi pada pasien dialisis, dengan prevalensi keluhan tidur tercatat antara 30–80% kasus. Namun, penelitian mengenai prevalensi kualitas tidur pada pasien hemodialisis masih terbatas. RSUDZA memiliki pusat hemodialisis, namun belum pernah dilakukan penelitian terkait gangguan tidur pada pasien hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran depresi, anemia defisiensi besi, dan status nutrisi pada pasien Penyakit ginjal kronis (PGK)  yang menjalani hemodialisis serta hubungannya dengan kualitas tidur. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan potong lintang. Data karakteristik pasien yang dikumpulkan meliputi nama, umur, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan dan lama dialisis. Kualitas tidur dinilai menggunakan kuesioner dan wawancara dengan menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Skrining depresi dilakukan menggunakan Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) dan penilaian derajat keparahan depresi menggunakan Beck Depression Inventory (BDI). Status nutrisi dinilai dengan pemeriksaan Indeks Massa Tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien hemodialisis berjenis kelamin laki-laki (57%), berusia di atas 45 tahun, dan sebagian besar sudah menjalani hemodialisis selama 2-5 tahun serta memiliki status gizi baik. Sebagian besar pasien memiliki status psikologis yang baik. Semua pasien hemodialisis mengalami anemia, namun hanya sebagian kecil yang mengalami anemia defisiensi besi (31%). Sebanyak 64% pasien yang menjalani hemodialisis mengalami gangguan tidur. Gangguan tidur terutama terjadi pada pasien yang tidak mengalami depresi, tanpa anemia defisiensi besi dan memiliki berat badan normal. Temuan ini menunjukkan bahwa gangguan tidur pada pasien hemodialisis tidak hanya dipengaruhi oleh faktor psikologis dan status nutrisi, tetapi juga kemungkinan terkait dengan berbagai faktor lain seperti perubahan metabolisme akibat uremia, gangguan elektrolit, nyeri, pruritus, dan jadwal dialisis.
Hubungan Adekuasi Hemodialsis dan Kadar Natrium Terminal Prohormone of Brain Natriuretic Peptide (NT-proBNP) dengan Efusi Pleura Transudat pada Penyakit Ginjal Kronik Abdullah; Reza Tandi, Teuku Muhammad; Syukri, Maimun; Salwani, Desi; Cassandra, Amelia
Journal of Medical Science Vol 7 No 1 (2026): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v7i1.228

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) masih menjadi masalah kesehatan global. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan peningkatan prevalensi PGK di Indonesia dari 0,2 menjadi 0,38 % (2013-2018). Hemodialisis (HD) merupakan salah satu modalitas terapi pengganti ginjal pada penyakit ginjal kronik tahap akhir (PGTA). Efusi pleura sering dijumpai pada pasien PGTA yang menjalani HD. Pada PGTA yang belum HD terdapat 3% efusi pleura dan 31,85% yang telah menjalani HD. Mekanisme efusi pleura pada PGTA  dianggap berkaitan erat dengan kondisi kelebihan cairan dan HD yang tidak optimal. N-terminal prohormone-brain natriuretic peptide (NT-proBNP) dianggap dapat mendeteksi kondisi kelebihan cairan dan evaluasi adekuasi HD berkala perlu dilakukan pada pasien HD. Karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana hubungan Adekuasi Hemodialisis dan Kadar NT-proBNP terhadap jenis Efusi Pleura Pada Pasien PGK. Penelitian bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan total sampling mulai 1 April 2024 hingga 31 Juli 2024 yang dilakukan di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini melibatkan pasien efusi pleura yang menjalani HD di RSUZA. Variabel bebas pada penelitian ini adalah Adekuasi HD (Kt/V) dan Kadar NT-proBNP dan variabel terikat Efusi Pleura.  Uji normalitas menggunakan Shapiro wilk. Hubungan antar variabel diuji menggunakan Pearson correlation test bila distribusi data normal atau uji Spearman correlation test distribusi data tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan NT-proBNP memiliki hubungan yang signifikan terhadap Efusi Pleura Transudat dengan nilai p=0,762 di tingkat kepercayaan 99%. Adekuasi HD tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap efusi pleura transudat dengan nilai p= -0,134.