Sugiarto Sugiarto
Dosen Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

STUDI DAMPAK LALU LINTAS KAWASAN AKIBAT PEMBANGUNAN JALAN LAYANG (FLYOVER) SIMPANG SURABAYA DAN JALAN LINTAS BAWAH (UNDERPASS) KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH Dedek Ariansyah; Sugiarto Sugiarto; Sofyan M. Saleh
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Increased vehicle ownership rates in Banda Aceh cause transportation problems, namely congestion. One point with a fairly high level of congestion is the area Simpang Surabaya and Simpang Kuta Alam. The capacity of roads that began to not be able to serve the flow of vehicles through it and due to limited land in the two intersections, the Government of Aceh decided to build a Flyover at Simpang Surabaya and build a Underpass at Simpang Kuta Alam. This development caused congestion and increased loading in several roads around the development area. The purpose of this research is to analyze the impact of traffic caused by the construction of Flyover and Underpass during construction period. This study uses the method of MKJI. The location of this research lies in the road segment that is imposed due to the development of Flyover and Underpass. The data collected are local road geometric, volume and speed data. Volume of peak hours and average space velocity ie On Jalan TM Hasan for 1,951 smps / hour and 30.75 km / h, Jalan T. Hasan Dek for 2,668 smps / hour and 22.50 km / h, and Jalan T. Iskandar for 1,243 smp / hour and 31,16 km / hour. Abstrak: Tingkat kepemilikan kendaraan yang terus bertambah di Kota Banda Aceh menyebabkan permasalahan transportasi yaitu kemacetan. Salah satu titik dengan tingkat kemacetan yang cukup tinggi adalah kawasan Simpang Surabaya dan Simpang Kuta Alam. Kapasitas jalan yang mulai tidak mampu melayani arus kendaraan yang melaluinya dan karena keterbatasan lahan di kedua simpang tersebut, maka Pemerintah Aceh memutuskan untuk membangun Flyover pada Simpang Surabaya dan membangun Underpass pada Simpang Kuta Alam. Pembangunan ini menimbulkan kemacetan dan meningkatnya pembebanan di beberapa ruas jalan di sekitaran kawasan pembangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa dampak lalu lintas yang ditimbulkan akibat pembangunan Flyover dan Underpass pada masa konstruksi. Studi ini menggunakan metode dari MKJI. Lokasi penelitian ini terletak pada ruas jalan yang mengalami pembebanan akibat pembangunan Flyover dan Underpass. Data yang dikumpulkan adalah data geometrik jalan, volume dan kecepatan setempat. Volume jam puncak dan kecepatan rata-rata ruang yaitu Pada Jalan T. M. Hasan sebesar 1.951 smp/jam dan 30,75 km/jam, Jalan T. Hasan Dek sebesar 2.668 smp/jam dan 22,50 km/jam, dan Jalan T. Iskandar sebesar 1.243 smp/jam da 31,16 km/jam.
MODEL ARUS JENUH DASAR PADA SIMPANG BERSINYAL (STUDI KASUS PADA SIMPANG DENGAN LENGAN EFEKTIF SATU DAN DUA LAJUR DI BANDA ACEH) Muntazar Muntazar; Muhammad Isya; Sugiarto Sugiarto
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolated signalized intersection plays an important role in distributing traffic movements at intersection. The main functions of the intersection are not only to reduce potential conflicts of flow (safety) but also to avoid concentrations of flow (breakdowns). An Optimal operation of intersection becomes the main focus of traffic experts as consequence of the worsening traffic condition due to highly private vehicle usage. Using video tape data recorded in Banda Aceh, therefore, this study aims to explore the influence of exogenous variables such as the intersection geometric and the traffic composition on determining base saturation flow rate at medium size signalized intersection. In this study, the concept of non-lane based traffic movement is used to observe interactions and movements among vehicles within traffic. Synchronous linear regression (SLR) approach is further applied to model and calibrate unknown model parameters. Two models are proposed in this study including without and with intercept. Findings from empirical results show that SFR models are So=421W and So=811+292W for the model without and with intercept, respectively. Results from validation further reveals that RMSPE value is about 0.8-2.6% and RMSE approximately 202-337 PCU/hr.Noted that proposedmodels are only valid for medium size intersection with effective legswidth to be varied from 3 to 8m.Abstrak: Simpang memiliki peranan penting dalam menyalurkan pergerakan lalu lintas dari berbagai pertemuan arus pergerakan di persimpangan. Fungsi utama simpang adalah mengurangi potensi konflik (safety) dan mengurangi konsentrasi arus (breakdown). Pengoperasian simpang yang optimal menjadi focus utama para ahli rekayasa lalu lintas seiring dengan memburuknya operasional lalu lintas yang disebabkan tingginya pengguna kendaraan pribadi. Menggunakan video data yang direkam di Banda Aceh, penelitian ini bertujuan mengekplorasi pengaruh variable eksogen seperti layout geometric simpang dan komposisi aliran lalu lintas terhadap arus jenuh dasar pada simpang bersinyal terisolasi. Konsep pergerakan kendaraan perlebar efektif lengan simpang (non-lane based movement) digunakan untuk mengamati interaksi dan pergerakan antar kendaraan. Metode Synchronous linear regression (SLR) digunakan untuk memodelkan dan mengkalibrasi koefisien model. Dua model diusulkan pada penelitian ini, yaitu dengan dan tanpa konstanta intercept. Dari hasil empiris diperoleh So=421W untuk model tanpa intercept dan So=811+292W dengan intercept. Dari hasil validasi menunjukkan RMSPE sebesar 0.8-2.6% dan RMSE sekitar 202-337 SMP/jam. Model ini valid untuk simpang dengan lebar efektif lengan simpang bervariasi dari 3-8m.
KINERJA DAN TINGKAT PELAYANAN SIMPANG BERSINYAL PADA SIMPANG REMI KOTA LANGSA Iqbal Iqbal; Sugiarto Sugiarto; Muhammad Isya
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Simpang Remi is one of the signalized intersection with 4 arms that located in Langsa city. Previously this intersection was a non signalized  intersection, and then made into a signalized intersection. This intersection is connects to a public places such as downtown, schools, offices and others. This study aims to evaluate the performance and Level of Service intersections in the existing conditions. The data used for the primary data are geometric survey of existing intersection in the field, traffic volume data, and speed that is used to input data on VISSIM simulation devices. The method of analysis used in this research is by using MKJI and VISSIM 6.02. The highest peak hour volume is located at North Sudirman Road that is 424 pcu/hour. The performance and level of service at this intersection is by using a methods from MKJI 32 second/pcu while using VISSIM software is 33 second/pcu with LOS produced for the both methods is D. Abstrak: Simpang Remi merupakan simpang bersinyal berlengan 4 di kota Langsa. Simpang ini dulunya merupakan simpang tak bersinyal, lalu kemudian dibuat menjadi simpang bersinyal. Simpang ini menghubungkan ke tempat-tempat umum seperti pusat kota, sekolah, perkantoran dan lain- lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan Level of service simpang bersinyal pada kondisi saat ini. Data yang dipakai untuk data primernya adalah survei geometrik persimpangan yang ada di lapangan, data volume lalu lintas, serta kecepatan yang dipakai untuk menginput data pada perangkat simulasi VISSIM. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan MKJI dan VISSIM 6.02. Volume jam puncak tertinggi terdapat pada Jalan Sudirman Utara yaitu 424 smp/jam. Kinerja dan tingkat pelayanan pada simpang bersinyal adalah dengan metode MKJI 32 det/smp sedangkan dengan menggunakan perangkat lunak VISSIM 33 det/smp dengan LOS yang dihasilkan untuk kedua metode adalah D.
STUDI TINGKAT PELAYANAN SIMPANG TUJUH ULEE KARENG DENGAN MERENCANAKAN BUNDARAN (ROUNDABOUT) MENGGUNAKAN PENDEKATAN METODE SIMULASI VISSIM 6.00-02 Defry Basin; Sugiarto Sugiarto; Renni Anggraini
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Simpang Tujuh Ulee Kareng is the complex intersections wite to consisting of seven roads without the traffic arrangements, so it cause delay an traffic jam . The purpose of this research was to create a traffic engineering of the Simpang Tujuh Ulee Kareng from an invisible intersection into an intersection with a roundabout. There are teo kind of roundabout, roundabout that planned using MKJI and roundabout that have planned by RTBL.  The data collected was road geometric data, traffic volume and spot speed. Traffic volume data was captured by video camera and speed data taken by speedgun tool. This planning captured the peak hour volume (VPH) of the observed volume and simulated to the VISSIM 6.00-22 software. For the MKJI roundabout plan, the average dynamic capacity is 6375 vehc /hour. For the RTBL plan roundabout, the average dynamic capacity is 9563 vehc/hour. At the roundabout of the MKJI plan, the average delay is 2,00 seconds, while the RTBL is 1,39 seconds. For the calculation of Degree of Saturation (DS) is obtained from the division of the flow of the braided portion with the capacity. On the average MKJI DS of 0.40 while the RTBL of 0.30. The Queue Opportunity at the MKJI plan roundabout obtained from the reading of the MKJI chart is 6% -13.5%, while the RTBL queue opportunity is 3.2% -7.8%. Based on the result of the research, it is known that the roundabout planning at Simpang Tujuh Ulee Kareng using roundabout is the right step because it can give the level of service of road A, either planned roundabout based on MKJI or roundabout planned by RTBL. Abstrak: Simpang Tujuh Ulee Kareng merupakan persimpangan dengan jumlah pertemuan ruas jalan yang paling banyak di Kota Banda Aceh tanpa adanya pengaturan lalu lintas, sehingga mengakibatkan terjadi tundaan dan kemacetan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sebuah rekayasa lalu lintas dari simpang tak bersinyal menjadi persimpangan dengan bundaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sebuah rekayasa lalu lintas terhadap Simpang Tujuh Ulee Kareng dari simpang tak bersinyal menjadi sebuah persimpangan dengan bundaran, yaitu bundaran yang akan direncanakan berdasarkan demand kendaraan saat ini menggunakan MKJI dan bundaran yang direncanakan oleh Dinas Cipta Karya bagian Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL). Data yang dikumpulkan adalah data geometrik jalan, volume lalu lintas dan kecepatan setempat. Data awal yang digunakan untuk adalah volume jam puncak (VJP) dari volume yang diamati dan kemudian disimulasikan ke software VISSIM 6.00-22. Untuk bundaran rencana MKJI, kapasitas dinamis rata-rata sebesar 6375 kend/jam. Untuk bundaran rencana RTBL, kapasitas dinamis rata-rata sebesar 9563 kend/jam. Pada bundaran rencana MKJI, tundaan rata-rata sebesar 2,00 detik, sedangkan RTBL 1,39 detik. Untuk perhitungan Derajat Kejenuhan (DS) didapat dari pembagian arus bagian jalinan dengan kapasitas. Pada MKJI DS rata-rata sebesar 0,40, sedangkan RTBL sebesar 0,30. Peluang Antrian pada bundaran rencana MKJI yang didapat dari pembacaan grafik MKJI adalah 6%-13,5%, sedangkan RTBL peluang antrian sebesar 3,2%-7,8%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perencanaan bundaran pada Simpang Tujuh Ulee Kareng menggunakan bundaran adalah langkah yang tepat karena mampu memberikan tingkat pelayanan jalan A, baik itu bundaran yang direncanakan berdasarkan MKJI maupun bundaran yang direncanakan oleh RTBL.
MODEL BANGKITAN PERGERAKAN BERDASARKAN AKTIVITAS MANDATORY DARI KOMPLEK PERUMAHAN DI KABUPATEN ACEH BARAT Ferdiansyah Novriza; Renni Anggraini; Sugiarto Sugiarto
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Meureubo subdistrict is one of subdistricts in West Aceh which are currently experiencing lot of developments. It is because at this time meureubo subdistrict became central of education in West Aceh. The construction of three universities in this subdistrict will impact the growing population density and number of trip in this area. The modelling of trip generation has been performed by individuals in one area that will be needed to know by studying a variety of relationships between the characteristic of movements and the environmental of land use. This research aimed at achieving the modelling movements of generation based on activities in the housing of the Buddhist Tzu Chi and ADB (Asian Development Bank) in the subdistrict of Meureubo in West Aceh Regency by identifying the factors which have influenced the occurrence of movements to the workplace by dwellers of housing. The data were collected by surveys, questionnaires and the formation of the model was collected by using STATA 13 with each of these activities serve as comparison (base outcomes). A discrete model was analyzed by multinomial logit model to get utility and probability of each activity. In this study there are several types of activity were obtained but only 2 dominant is school activity (mandatory) and work activity (mandatory). Based on the results of running from several variables there are 6 variables that meet to the criteria of model, the variables are number of family members (X1), family income (X2), age (X8), travel time (X9), gender (X11) and vehicle used (X12). The probability of events for each activity are reviewed by the utility obtained is P(working) = 44.75%, P(school) = 27.12% and P(other activity) = 28.13%. Abstrak: Kecamatan Meureubo merupakan salah satu dari kecamatan yang berada di Kabupaten Aceh Barat yang saat ini banyak mengalami perkembangan. Hal ini dikarenakan untuk saat ini kawasan tersebut menjadi central pendidikan. Pembangunan tiga buah universitas negeri di kecamatan ini akan berdampak bertambahnya kepadatan penduduk dan jumlah perjalanan di kawasan tersebut. Model bangkitan pergerakan yang akan dilakukan oleh suatu individu disuatu kawasan perlu diketahui bentuknya dengan mempelajari berbagai variasi hubungan antara karakteristik pergerakan dengan lingkungan tata guna lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model bangkitan pergerakan berdasarkan aktivitas pada penghuni komplek perumahan Buddha Tzu Chi dan perumahan ADB (Asian Development Bank) di Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pergerakan oleh penghuni komplek perumahan ke tempat beraktivitas. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dan kuesioner adapun pembentukan model dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak STATA 13 dengan masing-masing aktivitas tersebut dijadikan sebagai pembanding (base outcome). Model berbasis pemilihan diskret dianalisis dengan pendekatan multinomial logit model untuk mendapatkan utilitas dan probabilitas masing-masing aktivitas. Dalam penelitian ini terdapat beberapa jenis aktivitas yang diperoleh namun hanya 2 yang dominan yaitu aktivitas sekolah (mandatory) dan aktivitas bekerja (mandatory). Berdasarkan hasil running dari beberapa variabel yang ada terdapat 6 variabel bebas yang memenuhi kriteria model yang diinginkan variabel tersebut antara lain adalah jumlah anggota keluarga (X1), jumlah pendapatan keluarga (X2), umur (X8), waktu perjalanan (X9), jenis kelamin (X11) dan kendaraan yang digunakan (X12). Adapun nilai probabilitas aktivitas untuk masing-masing aktivitas yang ditinjau berdasarkan utilitas yang didapat adalah P(Bekerja) = 44,75 %, P(Sekolah) = 27,12 % dan P(Aktivitas lain) = 28,13 %.
ANALISIS PRIORITAS PENANGANAN DAN AUDIT KESELAMATAN JALAN PADA SEGMEN RAWAN KECELAKAAN DI KOTA BANDA ACEH DAN ACEH BESAR Fadli Fadli; Muhammad Isya; Sugiarto Sugiarto
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Along with the increase in vehicle ownership resulting transport problems including congestion and traffic safety. According to the Traffic Police of Banda Aceh in 2010-2015 occurred 754 cases of accidents. This study aims to identify accident-prone road segments and determine the location of the accident-prone that need to get priority treatment first, then conducted a road safety audit of the road be given priority handling. Primary data were obtained from observations with field measurements and observations. The secondary data used is the data released by the accident City Police Banda Aceh. The results of the study recommended three roads, the location of priority handling, Jalan Laksamana Malahayati obtained value (SI) = 50, Jalan Banda Aceh-Medan obtained value (SI) = 31, Jalan Lama Blang Bintang obtained value (SI) = 17. The results of the audit safety average percentage of road safety Admiral Malahayati 42%, the average percentage of road safety Banda Aceh-Medan 54% and the average percentage of road safety long Blang Bintang 43%. From the results of this study concluded that Jalan Laksamana Malahayati is the first roads to be prioritized to get treatment first, then that is the way to Medan and Banda Aceh Blang Bintang long way. Abstrak: Seiring dengan meningkatnya kepemilikan kendaraan yang mengakibatkan permasalahan transportasi diantaranya kemacetan dan keselamatan lalu lintas.Menurut Satlantas Polresta Kota Banda Aceh pada tahun 2010-2015 terjadi 754 kasus kecelakaan.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi segmen jalan rawan kecelakaan dan menentukan lokasi rawan kecelakaan yang perlu mendapatkan prioritas penanganan terlebih dahulu, kemudian dilakukan audit keselamatan jalan terhadap jalan yang mendapat prioritas penangan.Data primer diperoleh dari observasi melalui pengukuran dan pengamatan lapangan.Data sekunder yang digunakan adalah data kecelakaan yang dikeluarkan oleh Kepolisian Resor Kota Banda Aceh. Hasil penelitian direkomendasikan 3 ruas jalan yang menjadi lokasi prioritas penanganan,Jalan Laksamana Malahayati didapat nilai (SI) = 50, Jalan Banda Aceh-Medan didapat nilai (SI) = 31, Jalan Blang Bintang Lama didapat nilai (SI) = 17.hasil audit keselamatan persentase rata-rata keselamatan jalan Laksamana Malahayati 42%, persentase rata-rata keselamatan jalan Banda Aceh-Medan 54% dan persentase rata-rata keselamatan jalan Blang Bintang lama 43%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Jalan Laksamana Malahayati merupakan ruas jalan yang pertama yang akan diprioritaskan untuk mendapatkan penanganan terlebih dahulu, selanjutnya yaitu jalan Banda Aceh-Medan dan jalan Blang Bintang lama.
KARAKTERISTIK WISATAWAN DAN PEMILIHAN RUTE PERJALANAN WISATA DI KOTA BANDA ACEH Khairul Khairul; Sugiarto Sugiarto; Safwan Safwan
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Banda Aceh as the capital of Aceh province is a major tourist destination with a wide range of attractions on offer. This is consistent with the Department of Tourism Aceh program in 2017 in Aceh tourism market that is packaged in a branding 'The Light of Aceh'. In supporting the development of Banda Aceh travel necessary to determine an alternate route of travel between attractions as a guide for tourists visiting. Theoretically, the deciding factor is the object of tourist visits and the location (ease of attainment). The influence of these two factors on the development of tourism in an area can be measured by assessing the travel route. The method used in this study is a qualitative method to describe systematically travelers facts or characteristics in making travel route which includes the analysis of visitor and traffic analysis. Furthermore, based on quantitative analysis through the calculation of the duration of travel and the determination of the travel route, then obtained an alternative form of travel route in Banda Aceh City equipped with mapping. The result of the research shows the characteristics of the tourists in doing the travel route which is divided into the characteristics of the visitors (gender, origin, age, occupation, expenses, travel companion, source of information, and vehicle used), visit characteristic (object of tourist destination, Frequency of visits, length of stay, tourist route, and travel time). Determination of travel route based on the results of the analysis there are alternatives of travel routes are divided into 2 groups, which is based on the characteristics of types of attractions (tsunami tourism and cultural tourism) and based on the diversity of tourist attractions located in the city of Banda Aceh.Abstrak: Kota Banda Aceh sebagai ibukota Provinsi Aceh merupakan tujuan utama wisatawan dengan berbagai macam objek wisata yang ditawarkan. Hal ini sesuai dengan program Dinas Pariwisata Aceh tahun 2017 dalam memasarkan pariwisata Aceh yang dikemas dalam sebuah branding “The Light of Aceh”. Dalam menunjang pengembangan wisata Kota Banda Aceh diperlukan penentuan alternatif rute perjalanan antar objek wisata sebagai pedoman bagi wisatawan yang berkunjung. Secara teoritis, penentu kunjungan wisatawan adalah faktor objek dan lokasi (kemudahan pencapaian). Pengaruh kedua faktor tersebut terhadap perkembangan pariwisata suatu wilayah dapat diukur melalui penilaian rute perjalanan wisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik wisatawan dalam melakukan rute perjalanan wisata yang meliputi analisis pengunjung dan analisis kunjungan. Selanjutnya berdasarkan analisis kuantitatif melalui perhitungan lama perjalanan dan penentuan rute perjalanan wisata maka diperoleh bentuk alternatif rute perjalanan wisata di Kota Banda Aceh yang dilengkapi dengan mapping. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik wisatawan dalam melakukan rute perjalanan wisata yang terbagi dalam karakteristik pengunjung (jenis kelamin, asal, umur, pekerjaan, biaya yang dikeluarkan, teman perjalanan, sumber informasi, dan kendaraan yang digunakan), karakteristik kunjungan (objek daerah tujuan wisata, motif, frekuensi kunjungan, lama tinggal wisatawan, rute perjalanan wisatawan, dan waktu tempuh). Penentuan rute perjalanan berdasarakan hasil analisis terdapat alternatif rute perjalanan wisata yang dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu berdasarkan karakteristik jenis objek wisata (wisata tsunami dan wisata budaya) dan berdasarkan dari keragaman jenis objek wisata yang terdapat di Kota Banda Aceh.
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN JALAN W.R. SUPRATMAN AKIBAT AKTIVITAS PARKIR DI PASAR PEUNAYONG, BANDA ACEH Riza Ofansha; Sugiarto Sugiarto; Renni Anggraini
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: W.R. Supratman road was one of the collector road which has an important role in supporting the development of the trade and services sector in the city of Banda Aceh. However, the use of space in the area of trade is not in accordance with the allocation, because it is along the street collectors, so it was resulting friction to the traffic flow and frequent utilization of road section as a place of trade and parking from commerce activities in that area so it reduced the capacity of the roads. This research was conducted to find out if the market activity very influential towards the road level of service at W.R. Supratman road and how the handling scenario of congestion that occurs on W.R. Supratman road due to market activity. Level of service analysis this way used MKJI Methods. The data required, namely the volume of traffic, side friction, travel time, and geometric way. Secondary data was a population and the location of the research obtained from the relevant agencies. Based on the collection and processing of data, obtained of peak traffic volume occurring on Monday, October 17, 2016 at 07.00-08.00 am of 2080 upc/hr with side friction class was very high (1021 event/hr). Actual travel speed on existing conditions was 13.55 km/h and the degree of saturation was 0.97. DS value obtained 0.75; This proves the performance of the way have problems caused by the market activity. Analysis by scenario rearrangement of on-street parking earned DS of 0.58 and is proving to be a better road performance. Application of scenario off-street parking earned DS of 0.53. This proves the applicability of one of the two scenarios generated good road performance, but the application of off-street parking is the best option, because it produces a smaller value than the DS rearrangement of on street parking (0.53 0,58).Abstrak: Jalan W.R. Supratman merupakan salah satu jalan kolektor yang mempunyai peranan penting dalam mendukung perkembangan sektor perdagangan dan jasa di kota Banda Aceh. Namun, penggunaan ruang di kawasan perdagangan tidak sesuai dengan peruntukannya, karena berada di sepanjang jalan kolektor, sehingga menimbulkan hambatan bagi arus lalu lintas dan sering terjadi pemanfaatan ruas jalan sebagai tempat berdagang dan parkir akibat aktifitas perdagangan di kawasan tersebut sehingga mengurangi kapasitas ruas jalan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah aktivitas pasar sangat berpengaruh terhadap tingkat pelayanan jalan di Jalan W.R. Supratman dan bagaimana skenario penanganan kemacetan yang terjadi pada ruas Jalan W.R. Supratman akibat aktivitas pasar. Analisis tingkat pelayanan jalan ini menggunakan metode MKJI. Data yang dibutuhkan yaitu volume lalu-lintas, hambatan samping, waktu tempuh, dan geometrik jalan. Data sekunder berupa jumlah penduduk dan lokasi penelitian yang didapat dari instansi terkait. Berdasarkan pengumpulan dan pengolahan data, didapat volume puncak terjadi di hari Senin, 17 Oktober 2016 pada pukul 07.00-08.00 WIB sebesar 2080 smp/jam dengan kelas hambatan samping sangat tinggi (1021 kej/jam). Kecepatan tempuh aktual pada kondisi eksisting 13,55 km/jam dan derajat kejenuhan sebesar 0,972. Nilai DS yang diperoleh 0,75; ini membuktikan kinerja jalan memiliki masalah yang disebabkan adanya aktivitas pasar dikawasan tersebut. Analisis dengan skenario penataan ulang on-street parking didapat DS sebesar 0,58 dan ini membuktikan kinerja jalan menjadi lebih baik. Penerapan skenario off-street parking diperoleh DS sebesar 0,53. Hal ini membuktikan penerapan salah satu dari dua skenario tersebut menghasilkan kinerja jalan yang baik, namun penerapan pelarangan parkir (off-street parking) merupakan pilihan terbaik, karena menghasilkan nilai DS yang lebih kecil dari penataan ulang on street parking  (0,53 0,58).
ANALISA PROBABILITAS PEMILIHAN MODA ANTARA MOBIL PRIBADI, ANGKUTAN UMUM MINIBUS AC, DAN MINIBUS NON AC (STUDI KASUS B. ACEH-LHOKSEUMAWE) Dewi Suswati; Renni Anggraini; Sugiarto Sugiarto
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Improvement of public transportation in serving society became requirement and inevitability, because it will be impact on the competition between of public transportation intercity. Banda Aceh as the capital connected with other cities in the process of commodity distribution and handles the passengers, one of the cities is Lhokseumawe which located between Banda Aceh and Medan. The purpose of this paper is to analyze modes selection model between private cars and public transport. In this study there are three modes to be review between private cars, minibus with AC and minibus without AC. Data collection done by survey and distributing questionnaires which have been designed on stated preference methods, each mode of transportation to be as base outcome. Model based discrete choice and analyzed by multinomial logit model approach with using software STATA 10. The results showed that value of the utilities on each modes are (0) private cars base outcome: minibus with AC utility = 0,66, and minibus without AC utility = -7,76, (1) minibus with AC base outcome: private cars utility = 1,72, and minibus without AC utility = -7,76, (2) minibus without AC base outcome: private cars utility = 10,23, and minibus with AC utility = 9,23. Probability of transportation elected which be used based on the utilities of each modes are:  P (private car) = 34,11%, P (minibus with AC) = 15,22%, and P (minibus without AC) = 50,68%. Abstrak: Peningkatan moda transportasi umum dalam melayani pergerakan masyarakat menjadi suatu keharusan dan tak terhindarkan, sehingga akan berdampak pada terjadinya kompetisi antar moda angkutan umum penumpang antar kota. Dalam proses distribusi barang dan penumpang Kota Banda Aceh terhubung dengan kota-kota lain, salah satunya adalah Kota Lhokseumawe yang berada diantara Banda Aceh dan Medan. Penelitian ini bertujuan menganalisis besaran kebutuhan setiap moda melalui pembangunan model pemilihan moda antara kendaraan pribadi dan angkutan umum. Dalam penelitian ini terdapat tiga moda yang dikaji, yaitu moda mobil pribadi, minibus AC dan minibus non AC. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah survei dan kuesioner. Kuesioner didesain dengan metode stated preference. Pembangunan model dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak STATA 10 dan masing-masing moda angkutan dijadikan sebagai base outcome (pembanding). Model berbasis model pemilihan diskret dianalisis dengan pendekatan multinomial logit model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai utilitas pada masing-masing moda yaitu untuk base outcome mobil pribadi dengan nilai utilitas minibus AC = 0,66, dan nilai utilitas minibus non AC = -7,76, untuk base outcome minibus AC dengan nilai utilitas mobil pribadi = 1,72, dan nilai utilitas minibus non AC = -7,76, serta untuk base outcome minibus non AC dengan nilai utilitas mobil pribadi = 10,23, dan nilai utilitas minibus AC = 9,23. Diperoleh probabilitas terpilihnya moda transportasi yang akan digunakan berdasarkan utilitas masing-masing moda yaitu sebagai berikut: P(mobil pribadi) = 34,11%, P(minibus AC) = 15,22%, dan P(minibus non AC) = 50,68%.
MODEL BANGKITAN PERGERAKAN PENGGUNA SEPEDA MOTOR BERDASARKAN AKTIVITAS MANDATORY DI KOTA LHOKSEUMAWE Heru Pramanda; Renni Anggraini; Sugiarto Sugiarto
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The increasing population and number of vehicles, especially motorcycles ownership in Lhokseumawe city raises complex traffic problems especially not accompanied by the addition of facilities. The activities influence the movement of the motorcycle. Several factors can affect the movement that is social demographic of individuals or families, accessibility and so on. This study aims to analyze the characteristics of the movement of the motorcycle and the factors that influence to obtain the trip generation model of motorcycle users in Lhokseumawe city. The primary survey conducted with questionnaires in 400 families residing in Lhokseumawe city covers four subdistricts, namely Banda Sakti, Muara Satu, Muara Dua, and Blang Mangat. Modelling the trip generation of motorcycle users for each subdistrict and each activity modelling used multiple linear regression analysis. Calibration parameters used OLS methode (Ordinary Least Square) with the SPSS-19. The results of this study were obtained two (2) groups of movement activity model in Lhokseumawe, namely the mandatory activity which variables that affect the movement of motorcycle users include: age, family income (Rp. 5 million to Rp. 7.5 million) and SIM ownership. Abstrak: Meningkatnya pertumbuhan penduduk dan jumlah kepemilikan kendaraan khususnya sepeda motor di kota Lhokseumawe menimbulkan permasalahan lalu lintas yang kompleks apalagi tidak disertai dengan penambahan fasilitas. Adanya aktivitas menimbulkan pergerakan pengguna sepeda motor. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan yaitu sosial demografi dari individu atau keluarga, aksesibilitas dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pergerakan pengguna sepeda motor dan faktor yang mempengaruhinya sehingga didapatkan model bangkitan pergerakan pengguna sepeda motor di kota Lhokseumawe. Survei primer dilakukan dengan pengisian kuesioner pada 400 KK yang berdomisili di kota Lhokseumawe mencakup 4 kecamatan yaitu Banda Sakti, Muara Satu, Muara Dua, dan Blang Mangat. Pemodelan bangkitan pergerakan pengguna sepeda motor per masing-masing kecamatan dan masing-masing aktivitas digunakan pemodelan analisis regresi linier berganda. Kalibrasi parameter regresi digunakan metode OLS (Ordinary Least Square) dengan bantuan software SPSS-19. Hasil dari penelitian ini diperoleh 2 (dua) kelompok model aktivitas pergerakan di Kota Lhokseumawe yaitu pada aktivitas mandatory, variabel-variabel yang mempengaruhi pergerakan pengguna sepeda motor antara lain : umur, penghasilan keluarga (Rp. 5 juta s/d Rp. 7,5 juta) dan kepemilikan SIM.