Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

SUMUR RESAPAN AIR HUJAN UNTUK PENCEGAHAN BANJIR GENANGAN DI SMA NEGERI UNGGUL ACEH TIMUR Neneng Mardiah Bukit, Ipak; Masthura, Lely; Fahriana, Nina; Salsabila, Shafira; Husein Nst, Said; Akbar Ashafy, Alief
Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (Mardika) Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (MARDIKA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/mardika.v3i1.11594

Abstract

SMA Negeri Unggul Aceh Timur is located on uneven and contoured land with cohesive soil types such as clay and loam. During the rainy season, the school will experience waterlogging that lasts quite a long time. This happens because rainwater does not immediately seep into the ground because the nature of fine-grained cohesive soil tends to have dense particles. For soil conditions like this, it is necessary to make holes to collect rainwater runoff so that it will seep into the ground more quickly, called Rainwater Infiltration Wells (SRAH). The Community Service Activity (PKM) carried out by Lecturers at the Faculty of Science and Technology, Samudra University aims to provide solutions to schools anticipating the occurrence of rainwater inundation thats building rainwater infiltration wells (SRAH). The process of implementing the activity went well and school residents were able to understand the function of rainwater infiltration wells. However, for a fairly large area such as SMA Negeri Unggul Aceh Timur, more infiltration wells are needed to accommodate the water puddles that occur after rain
Pelatihan Pemilahan Sampah Rumah Tangga Dengan Pendekatan 3R Pada Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa Fahriana, Nina; Masthura, Lely; Ardhyan, Muhammad Zacky; Bukit, Ipak Neneng Mardiah; Zulfadhli, Zulfadhli; Nadya, Yusri; Muttaqin, Khairul
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v6i2.1358

Abstract

Mengatasi masalah pengelolaan sampah yang selama ini dilakukan yaitu mengumpulkan sampah, membawanya ke tempat pembuangan sampah, dan membuangnya di TPA tidak menyelesaikan masalah sampah domestik yang berasal dari rumah tangga. Dengan jumlah sampah tertinggi, rumah tangga harus dapat mengurangi volume jumlah sampah yang dibuang di TPS dan TPA. Partisipasi aktif dari masyarakat adalah suatu keharusan dalam pengelolaan sampah. Masyarakat perlu mengetahui cara memilah sampah dan mampu melakukannya. Masalah sampah ini juga dihadapi di desa-desa pada Kecamatan Langsa Kota, oleh karenanya kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan memilah sampah dari jenis organik, anorganik dan B3 agar sampah yang masih bisa dimanfaatkan dengan pendekatan 3R tidak harus dibuang ke TPS/TPA. Metode pelaksanaan pada pengabdian masyarakat dengan memberikan pelatihan dan penguatan kapasitas dengan cara mengedukasi wakil dari 10 desa yang ada di Kecamatan Langsa Kota.Target luaran dari pengabdian ini adalah masyarakat terlatih dalam memilah sampah dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat upaya sehingga jumlah sampah yang dibuang ke TPS menjadi berkurang dengan cara dikumpulkan untuk dijual atau dibuat kreasi yang bernilai ekonomi sehingga meningkatkan pendapatan rumah tangga.
POLA KOORDINASI STAKEHOLDER PADA PENGELOLAAN HUTAN KOTA LANGSA Bukit, Ipak Neneng Mardiah
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 6 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v6i1.11634

Abstract

Abstrak Proyek pengembangan Kawasan hutan kota Langsa melibatkan banyak pihak yang berkepentingan dimana terdapat interaksi dan interdependensi di dalamnya. Pengaturan interaksi antar personel proyek dengan banyak stakeholders seringkali mengalami kesulitan karena adanya batasan yang sulit untuk dilewati karena perbedaan orientasi waktu, bisnis, teknis, dan regulasi pada masing-masing organisasi. Penelititan ini melakukan observasi awal yang menemukan terdapat banyak instansi pemerintah daerah yang terlibat. Hal ini menyebabkan terjadinya gejala dalam operasional proyek antara lain tingkat kunjungan sudah mencapai kejenuhan dan fasilitas wisata yang tidak terawat dan tidak lagi menarik untuk dikunjungi. Paper ini bertujuan untuk mengetahui hubungan interaksi antar stakeholders dalam pengelolaan kawasan hutan kota Langsa. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dari data yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengelola Kawasan hutan kota. Hasil dari penelitian ini berupa pola interaksi berdasarkan hasil analisis interface management system dalam empat aspek utama yaitu finansial, infrastruktur, lingkungan, dan pariwisata. Kata kunci: koordinasi, pola interaksi, stakeholders, interfaces Abstract The Langsa City Forest Area development project involves many stakeholders, where there is interaction and interdependence. Arranging interactions between project personnel and many stakeholders often experiences difficulties because of boundaries that are difficult to cross due to differences in time orientation, business, technical, and regulations in each organization. This study conducted initial observations that found that many local government agencies were involved. This causes symptoms in project operations, including the level of visits that have reached saturation and tourist facilities that are not maintained and are no longer interesting to visit. This paper aims to determine the relationship between interactions between stakeholders in managing the Langsa City Forest Area. The method used is descriptive analysis of data obtained through in-depth interviews with City Forest Area managers. The results of this study are in the form of interaction patterns based on the results of the interface management system analysis in four main aspects, i.e., financial, infrastructure, environment, and tourism. Keywords: coordination, interaction patterns, stakeholders, interfaces
INTERFACE MANAGEMENT PADA INTER-PUBLIC INFRASTRUCTURES SYSTEM RUANG MILIK JALAN Bukit, Ipak Neneng Mardiah; Marzuki, Puti Farida; Tamin, Rizal Zainuddin; Wiratmadja, Iwan Inrawan
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v12i1.30814

Abstract

Abstract: The public right of way is a place for utility infrastructure facilities such as clean water pipes, electicity cable, and telecommunication fiber optic cable involving multi-independent stakeholders. Indonesian cities in general have no utility ducting system along its roads, thus utility facilities are placed in and adjacent to the public right of way as overhead and underground line. Stakeholders activities during operational and maintenance phase of the existing road potentially damage nearby infrastructures, causing repeated repair all over the year, and lead to service disturbance, traffic disruption, and users complaint due to lack of communication skill and lack of stakeholders coordination. This paper describes inter-public infrastructure management using soft system based interface management to reduce the effect of poor communication and coordination amongst stakeholders. Managing interface is conducted within four stages of concept and procedure, namely: interface identification, interface simplification, interface priority, and interface matching. The result of discussion concluded that the road authority needs to pay more attention to user/community complaint toward service disturbance by improving coordination and communication system among stakeholders in order to reduce infrastructure damage.Keywords : coordination, communication, interface management, public infrastructures, soft system.Abstrak: Ruang milik jalan (rumija) menjadi tempat infrastruktur utilitas seperti air bersih, kelistrikan, dan telekomunikasi yang melibatkan multi-stakeholders yang berasal dari organisasi-organisasi yang independen. Kota-kota di Indonesia pada umumnya belum memiliki fasilitas bersama untuk infrastruktur utilitas sehingga diletakkan di sepanjang jalan baik sebagai saluran udara maupun saluran bawah tanah. Kegiatan pekerjaan utilitas terjadi sepanjang masa operasional dan pemeliharaan jalan berpotensi merusak infrastruktur lain yang ada didekatnya, menyebabkan perbaikan terus menerus sepanjang tahun, dan mengakibatkan gangguan pelayanan, kemacetan lalulintas, dan keluhan masyarakat akibat dari lemahnya komunikasi dan koordinasi antar stakeholders. Paper ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan inter-public infrastructure system rumija dengan interface management system berbasis soft system thinking sehingga dampak dari lemahnya komunikasi dan koordinasi dalam interfaces dapat dikurangi. Pengelolaan interface dilakukan dengan empat langkah konsep dan prosedur, yaitu; identifikasi interface, penyederhanaan interface, prioritas interface, dan interface matching. Hasil pembahasan menyimpulkan masalah interface yang harus diberi perhatian lebih yaitu terjadinya keluhan masyarakat terhadap gangguan pelayanan dengan memperbaiki sistem koordinasi dan komunikasi antar stakeholders sehingga kerusakan infrastruktur dapat dikurangi.Kata kunci : interface management, infrastruktur publik, komunikasi, koordinasi, soft system.
MOTORISTS CHANGE BEHAVIOURAL ANALYSIS ON SCHOOL SAFETY ZONE PROJECT (CASE STUDY: SMP NEGERI 9 KOTA LANGSA, ACEH) Bukit, Ipak Neneng Mardiah; Ismida, Yulina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v7i1.7092

Abstract

Abstract: School Safety Zone (ZoSS) is a road area in front of school where vehicles must reduce speed in time basis. The purpose of SSZ is to ensure students safety during school hours, especially when school started and ended. Kota Langsa is one district in Aceh Province where applied city administrative sistem since 2001. It is developing in every sector, including transportation infrastructure. However, the ZoSS is not applied optimally thus, this zone is not well known to the public. This paper aims to study whether the zone will change the street users behavior and vehicles reduce speed when going through the school zone. The research uses Z-score testing method from norm standard distribution for ZoSS application requirements. The test is done in 8 (eight) roads in front school yard with no school zone facilities. Furthermore, one school is selected to develop minimum ZoSS facilities. The evaluation of the street users from both conditions (with and without ZoSS) shows changing from unsafe to safety. That means the ZoSS gives a positive changes to the street users behavior.Keywords : Behavior, Safety, School, Speed, Street Users, ReduceAbstrak: Zona Selamat Sekolah (ZoSS) adalah ruas jalan di depan sekolah yang mengatur kendaraan yang melewatinya harus mengurangi kecepatan berbasis waktu, dan kemudian peraturan itu enjadi aturan etika bagi pengguna jalan. Namun demikian, masih banyak pengendara yang tidak memahami etika tersebut. Kota Langsa adalah salah satu Kota di Provinsi Aceh yang menerapkan sistem Kota Administrasi sejak tahun 2001. Kota ini terus berkembang di berbagai sektor, termasuk dalam pembangunan infrastruktur transportasinya. Akan tetapi ZoSS masih belum diaplikasikan secara optimal sehingga tidak terlalu dikenal oleh masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mempelajari apakah jika ZoSS diterapkan di Kota Langsa ini akan merubah perilaku pengendara yang lewat di depan sekolah dengan mengurangi kecepatan kendaraannya atau tidak. Penelitian ini menggunakan metode uji Z-Score pada standar distribusi normal untuk kebutuhan ZoSS. Uji Z ini dilakukan di 8 wilayah sekolah yang belum terdapat fasilitas ZoSS. Selanjutnya pada salah satu sekolah dilakukan eksperimen dengan membangun fasilitas minimum sementara. Hasil dari evaluasi menunjukkan perubahan perilaku pengguna jalan dari belum selamat menjadi selamat. Artinya fasilitas ZoSS memberikan pengaruh positive terhadap perilaku pengguna jalan.Kata kunci : Perilaku, Pengguna jalan, Selamat, Sekolah, Pengurangan, Kecepatan.
Bimbingan Teknis Perencanaan Perkerasan Jalan pada Kabupaten Aceh Timur Salsabila, Shafira; Bukit, Ipak Neneng Mardiah; Masthura, Lely; Fahriana, Nina; Ardhyan, Muhammad Zacky
Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): SEPTEMBER-DESEMBER
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Islamic University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jak.v5i3.4886

Abstract

Road infrastructure development in rural areas is a key factor in driving economic growth and increasing community accessibility to basic services. Gampong Pante Kera, Simpang Jernih District, East Aceh Regency, is one of the areas that needs to improve the quality of road infrastructure. For this reason, this community service activity was carried out to provide Technical Guidance on Road Paving Planning to village officials and community representatives, so that they have adequate skills in planning and implementing road paving according to local conditions and applicable technical standards. The activity method includes the coordination stage with village officials, technical training on road paving concepts and techniques, preparation of Detailed Engineering Design (DED), 2D perspective design, and preparation of Budget Plan (RAB). In addition, monitoring and evaluation were carried out to ensure that implementation went according to plan. The results of the activity showed that village officials and community representatives had significant improvements in understanding and technical skills, allowing them to be more active and independent in the process of planning and building village roads. With this technical guidance, it is hoped that infrastructure development in Gampong Pante Kera can be carried out effectively, efficiently, and sustainably, to improve the welfare of the local community.