Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Nemui Nyimah

Meningkatkan Nilai Tambah Produk Minuman Kekinian Dengan Zat Warna Alami dari Bunga Telang dan Kayu Secang di DesaLingsuh, Rajabasa, Bandar Lampung Herti Utami; Yuli Darni; Febriningrum, Panca Nugrahini; Azhar; Heri Rustamaji
Nemui Nyimah Vol. 4 No. 1 (2024): Nemui Nyimah Vol.4 No.1 2024
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada produk makanan atau minuman yang dikonsumsi masyarakat kebanyakan ada penambahan pewarna yang memiliki tujuan agar produk tersebut lebih menggugah selera dan menarik. Pada pengabdian ini bekerjasama dengan mitra yang terdiri ibu-ibu PKK dan ibu-ibu rumah tangga di Desa Lingsuh, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung. Pengetahuan mitra masih awam tentang zat warna pada produk makanan atau minuman. Baik pewarna sintetis maupun pewarna alami yang digunakan dalam produk makanan dan minuman masih belum diketahui secara mendetail. Beberapa di antara mitra memiliki usaha jualan minuman yang dalam hal ini mereka belum menggunakan zat warna alami sebagai pewarna dalam produkminuman mereka. Tim Pengabdian memberikan solusi dengan memberikan transfer pengetahuan tentang zat warna alami yang dapat digunakan dalam produk minuman mereka dan nilai tambah jika menggunakan zat warna alami, serta cara pembuatannya danpenggunaannya pada produk minuman yang mereka jual. Pembuatan minuman kekinian dengan menggunakan zat warna alami ini dapat dilakukan dengan cara sederhana dan bahan baku yang mudah didapatkan dan harganya murah. Kegiatan ini diharapkan memiliki dampak pada nilai jual produk minuman mitra dan juga bermanfaat pada konsumen produk mitra, khususnya dalam penggunaan zat warna alami yang bermanfaat bagi Kesehatan. Program yangdilaksanakan dalam pengabdian ini meliputi penyuluhan tentang manfaat zat warna alami pada minuman, praktek pembuatan zat warna alami dari bunga telang dan kayu secang, serta mempraktekkan pembuatan minuman kekinian. Dengan program pengabdian ini mitramendapatkan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat pada saat pelatihan dan praktek serta dapat digunakan pada produk jualan mereka
PELATIHAN PEMBUATAN GULA SEMUT BERBAHAN BAKAR BIOGAS SEBAGAI UPAYA PENGOPTIMALAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA PEDESAAN Damayanti, Sri Ismiyati; Otik Nawansih; Br Ginting, Simparmin; Fajriyanto; Dyah Putri Larassati; Darmansyah; Donny Lesmana; Herti Utami
Nemui Nyimah Vol. 5 No. 1 (2025): Nemui Nyimah Vol. 5 No. 1 2025
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v5i1.165

Abstract

Kegiatan pengabdian bertujuan memperkenalkan dan memberi keterampilan kepada masyarakat terkait produksi gula semut dari nira kelapa berbahan bakar biogas. Target khususnya, masyarakat mampu memasang dan mengoperasikan instalasi kompor biogas industri kecil, serta memiliki keterampilan membuat gula semut dari nira kelapa berbahan bakar biogas. Hal lain yang juga diharapkan adalah berkurangnya jumlah nira yang digunakan untuk produksi tuak karena harga beli nira untuk produksi gula semut akan kompetitif akibat penggunaan biogas “gratis”. Metode yang digunakan adalah : (1) Sosialisasi rencana kegiatan, (2) Pelatihan pemasangan dan pengoperasian instalasi kompor biogas industri kecil, (3) Sosialisasi materi pembuatan gula semut dari nira kelapa mulai dari pemanenan nira hingga pengemasan gula semut yang sesuai standar, (4). Pelatihan dan pendampingan pembuatan gula semut dari nira kelapa serta penyimpanan dan pengemasannya, (5). Evaluasi kegiatan bersama masyarakat. Sasaran kegiatan adalah masyarakat yang mempunyai digester biogas, petani nira kelapa, dan Ibu-Ibu KWT. Lokasi kegiatan di Desa Kediri, Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu, Lampung. Peran mitra pengabdian adalah menyiapkan bahan baku nira, menyiapkan stok biogas pada kapasitas maksimal, dan menyediakan tenaga dan konsumsi saat kegiatan. Seluruh kegiatan pengabdian berlangsung lancar. Masyarakat antusias mengikuti kegiatan. Sinergi yang baik juga terjalin antara tim dosen, mahasiswa, dan warga dari mulai persiapan, uji coba, hingga sosialisasi dan pelatihan pembuatan gula semut. Luaran pengabdian telah tercapai yaitu : (1). iptek yang didiseminasikan dapat dikenal, dipahami, dan masyarakat mempunyai keterampilan terkait iptek tersebut, (2). tersedianya 2 unit instalasi kompor biogas industri kecil, (3). Satu buah video kegiatan yang diupload di Youtube, (4). Satu buah poster kegiatan.