Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUATAN STRATEGI KEAMANAN MANUSIA DI PERBATASAN MOTA AIN (INDONESIA) DENGAN BATUGADE (TIMOR LESTE) Anna Yulia Hartati; Ali Martin; Mario P. Rebelo Soares
Kemudi Vol 6 No 02 (2022): Kemudi: Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.188 KB) | DOI: 10.31629/kemudi.v6i02.3220

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan perbatasan Indonesia –Timor Leste yang masih berorientasi pada keamanan teritorial mengindikasikan bahwa negara memandang keamanan perbatasan sebagai sebuah ancaman dari luar sehingga strategi penguatan state security terus dilakukan, di mana peran militer diperkuat untuk mengawal tapal batas. Padahal, persoalan penting yang sangat membutuhkan penanganan sesegera mungkin adalah masalah keamanan manusia seperti kebutuhan akan kecukupan pangan, bebas dari ancaman penyakit, kebodohan, pelanggaran HAM, dan lain sebagainya. Untuk itu, negara perlu memperkuat keamanan individu sebagai cara untuk mempertebal rasa identitas bangsa dan semangat nasionalisme yang akan berdampak pada kesadaran rakyat untuk menjaga keutuhan, keamanan dan kedaulatan negaranya. Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan pentingnya strategi penguatan human security di perbatasan Indonesia – Timor Leste sebagai cara untuk mewujudkan kepentingan nasional. Dengan menggunakan desain studi kasus dan pendekatan kualitatif, tulisan ini berupaya menjelaskan kondisi keamanan manusia di area perbatasan Mota Ain. Beberapa permasalahan seperti rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat menunjukkan buramnya potret keamanan individu di perbatasan kedua negara. Mendasari argumen ini, ada alternatif strategi yang bisa dilakukan pemerintah yaitu menerapkan strategi penguatan human security dalam pengelolaan perbatasan kedua negara. Jadi,komponen yang berperan dalam memelihara keamanan tidak hanya kaum militer, tetapi juga non militer. Kata kunci: Perbatasan Indonesia-Timor Leste, Pengelolaan perbatasan, Human security.
Kebijakan Amerika Serikat Dalam Menghadapi Pelanggaran Sanksi Internasional Korea Utara Tahun 2021 Asyipha Damayanti Listia; Anna Yulia Hartati; Andi Purwono; Ismiyatun Ismiyatun
SOSIO DIALEKTIKA Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v7i1.6703

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan faktor pendorong Amerika Serikat melakukan kerjasama Trilateral dengan Jepang dan Korea Selatan terhadap pelanggaran Sanksi Internasional Korea Utara tahun 2021. Pengembangan sejata nuklir dan rudal balistik yang dilakukan Korea Utara sepanjang tahun 2020 membuat Amerika Serikat mendorong Kerjasama diplomasi Trilateral bersama dua negara sekutunya  di Asia Timur yaitu Jepang dan Korea Selatan. Hubungan Amerika Serikat dengan Jepang dan Korea Selatan terjalin karena ketiga negara tersebut mempunyai latar belakang sejarah yang saling berkaitan. Jepang merupakan negara yang kalah dalam Perang Dunia II melawan Amerika Serikat dan sekutunya, serta Amerika Serikat merupakan negara yang sangat berpengaruh terhadap terbaginya semenanjung korea menjadi dua negara serta bepengaruh dalam pembentukan negara Korea Selatan. Tindakan self defense yang diklaim korea utara meningkatkan kembali ketegangan di Kawasan asia timur dan mengancam Amerika Serikat sebagai negara hegemoni. Teori yang digunakan penulis adalah teori rational choice yang menyatakan bahwa aktor negara melakukan suatu Tindakan didasarkan atas cost and benefit. Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif dengan studi literatur.  Temuan dalam penelitian ini adalah Amerika Serikat menghentikan pengembangan program nuklir Korea Utara, Pilihan Kebijakan : Sanksi Ekonomi dan Langkah Militer, , Pemasangan sistem pertahanan rudal atau Terminal High-Altitude Defense System (THAAD) dan melakukan Diplomasi Trilateral Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan
DIPLOMASI KOMUNITAS DIASPORA INDONESIA DALAM INDONESIA SUNDAY MARKET DI HO CHI MINH CITY VIETNAM Widya Lestari; Anna Yulia Hartati
Spektrum Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/spektrum.v20i2.8553

Abstract

AbstrakPeran aktor non state dalam diplomasi budaya dapat sangat penting dalam mempromosikan pemahaman, hubungan yang lebih baik, dan kerja sama antara negara-negara. Komunitas Diaspora sebagai aktor non state bisa melengkapi diplomasi jalur pertama untuk mencapai kepentingan nasional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor pendorong Komunitas Diaspora Indonesia dalam penyelenggaraan “Indonesia Sunday Market (ISM)” di Ho Chi Minh City (HCMC). Teori diplomasi budaya dari Miton C. Cummings, dipakai untuk menganalisis fenomena ini. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian deskriptif kualitatif dan pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka atau literatur review. Temuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan rasa mutual understanding (saling pengertian/memahami) antara Masyarakat Vietnam dengan Masyarakat Indonesia dan untuk mempromosikan atau memperkenalkan berbagai produk yang dimiliki oleh Indonesia di Vietnam.Kata kunci : Aktor Non State, Komunitas Diaspora, Diplomasi budayaAbstractThe role of non-state actors in cultural diplomacy can be very important in promoting understanding, better relations and cooperation between countries. Diaspora communities as non-state actors can complement the first line of diplomacy to achieve national interests. The purpose of this study is to determine the driving factors of the Indonesian Diaspora Community in organizing the "Indonesia Sunday Market (ISM)" in Ho Chi Minh City (HCMC). The theory of cultural diplomacy from Miton C. Cummings, is used to analyze this phenomenon. This study used a qualitative descriptive research method and collected data through interviews and literature review or literature review. The findings of this research are to increase the sense of mutual understanding between the Vietnamese and Indonesian people and to promote or introduce various products owned by Indonesia in Vietnam.Keywords: Non-State Actors, Diaspora Community, Cultural Diplomacy
Isu Covid 19 Dalam Konteks Human Security Hartati, Anna Yulia
Laporan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat LAPORAN PENELITIAN
Publisher : Laporan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang isu covid 19 dalam konteks Human Security. Keberadaan Covid 19 saat ini ini masuk sebagai salah satu issue keamanan dari segi kesehatan didalam kerangka human security issue. Adapun dalam membuat kebijakan penanganan masalah tersebut digunakanlah pendekatan kebijakan human security dengan mempertimbangkan beberapa hal: Evidence Base Approach, merupakan suatu pendekatan berbasis bukti pada agenda nasional dan internasional untuk kebijakan kesehatan dan penelitian kesehatan. Dalam hal ini harus didukung oleh bukti yang sahih mulai dari asal mula seseorang terjangkiti, jumlah orang yang berinteraksi dengan korban, jumlah korban dan lain sebagainya. Collaboration Methode, secara khusus bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan tim ketika mereka terlibat dalam pemecahan masalah secara kolaboratif. Bahwa dalam membuat kebijakan terkait masalah kesehatan yang dalam hal ini Covid 19 diperlukan sinergi diantara stakeholder lintas sektoral. Smart-Speed-Solidarity, Smart adalah bersikap, berpikir dan bertindak secara cerdas dalam tindakan yang kita lakukan. Smart terwujud melalui olah rasa melalui intuisi yang tajam, olah rasio melalui kreativitas dan inovasi yang menghasilkan terobosan (breakthrough), dan olah raga melalui aksi-aksi impresif. Speed kecepatan dalam berpikir (fast thinking), kecepatan dalam memutuskan (fast decision), dan kecepatan dalam masuk ke pasar (fast in getting to market) dengan menyingkirkan belitan-belitan birokrasi yang ada. Simplify the complex things. Sederhanakan sesuatu yang rumit agar kita bisa bergerak cepat dan tepat dalam penyampaian kebijakan kepada masyarakat/warga negara. Solidarity adalah kekompakan dan persatuan menuju Indonesia Incorporated yang melibatkan beragam pihak dan stakeholder. Dalam konteks ini dalah tercapainya tujuan yang diharapkan dari sebuah kebijakan utamanya kebijakan dalam menghadapi Covid 19 ini. Governance-Risk-Compliance, merujuk pada strategi yang terkoordinasi untuk mengelola isu-isu, risiko dan kepatuhan terkait dengan suatu kebijakan. Governance secara sederhana merupakan tata kelola yang etis dan efektif oleh level eksekutif dan manajerialnya. Risk, merupakan kemampuan untuk secara efektif dan efisien mengurangi risiko yang dapat menghambat. Complience, merupakan kepatuhan, kesesuaian dengan persyaratan peraturan untuk operasional, penyimpanan data, dan praktik lainnya dalam kebijakan yang akan diimplementasikan. Saat ini, Covid-19 menjadi ancaman serius bagi populasi umat manusia yang ada di muka bumi karena walaupun ia berdimensi keamanan kesehatan, tetapi berdampak pada dimensi keamanan lainnya. Seperti yang telah dijelaskan di atas, dalam studi-studi keamanan (security studies), Covid-19 dapat dimasukkan sebagai ancaman keamanan non-tradisional, atau lebih spesifiknya ancaman keamanan manusia (human security). Dalam konteks studi keamanan, Covid-19 memerlukan peran serta berbagai aktor nasional dan lintas-negara, negara dan aktor-negara dalam upaya penyelesaiannya. Dalam kategori itu, negara perlu bekerja sama dengan berbagai aktor non-negara (baik sipil maupun militer) untuk memastikan kewaspadaan nasionalnya. Atau bahkan Indonesia juga perlu bekerjasama dengan negara-negara lain, termasuk ASEAN.
Oligopoli Media Massa Australia Hartati, Anna Yulia; Wahyuni, Yusmita
Laporan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat LAPORAN PENELITIAN
Publisher : Laporan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang praktek oligopoli media massa Australia. Oligopoli media di Australia berkembang selain karena faktor ekonomi, juga karena faktor politik. Telah diketahui bahwa untuk membentuk suatu media massa membutuhkan dana yang tidak sedikit. Setelah suatu media terbentuk, masih dibutuhkan dana yang tidak kalah besar untuk biaya-biaya produksi ketika menjalankannya. Banyak sekali surat kabar di Australia yang bangkrut karena masalah finansial, seperti Daily Sun and Sunday Sun, Perth’s Western Mail, Brisbane’s Telegraph, Business Daily dan Sydney Mid-week News. Oligopoli ini semakin berkembang karena faktor-faktor politik yang ada seperti pemberian izin membuat televisi ke beberapa perusahaan tertentu saja. Lagipula, sebagai pemain lama raja-raja media di Australia sudah mendapatkan kemapanan yang sangat sulit diganggu, baik dalam konteks ekonomi maupun dalam konteks politik. Dua penguasa media yang paling besar dan terkenal adalah Rupert Murdoch dan Kerry Packer. Tidak hanya raja media di Australia, mereka berdua termasuk penguasa-penguasa media di dunia ini. Murdoch, yang selama puluhan tahun mengembangkan sayap News Corporation miliknya ke berbagai pelosok dunia, adalah pemilik saham di Fox Network, Star TV, Studio 20th Century Fox, surat kabar The Times dan The Sun di London, televisi kabel Fox News, Fox Sport dan lainnya. Di Australia sendiri, Murdoch memiliki 16 televisi lokal. Sementara Kerry Packer memiliki Australian Consolidated Press (ACP) dan Publishing and Broadcasting Limited (PBL). Dalam bidang media, PBL memiliki sembilan jaringan televisi di Australia dan Australian Consolidation Press. PBL memiliki jumlah investasi yang besar dalam berbagai televisi berbayar dan jaringan televisi digital, seperti Foxtel dan Sky News Australia. Australian Consolidation Press sendiri yang didirikan pada tahun 1933 memproduksi lebih dari 60 majalah di Australia seperti Australian Women’s Weekly, Cleo, Harper’s Bazaar, Australian House and Garden dan sebagainya. Praktek oligopoli dalam kepemilikan media massa di Australia tersebut tentu memberikan dampak bagi masyarakat Australia. Yang paling terasa adalah, dengan pilihan yang begitu, mereka tidak bisa memilih sumber informasi lainnya apabila ingin mengetahui isu-isu politik. Selanjutnya, pemilik media dan manajer-manajernya memiliki kesempatan untuk mengintervensi berita yang diturunkan oleh media tersebut. Dan kecenderungan yang ada memang seperti itu. Seringkali mereka bertindak secara langsung untuk memastikan bahwa berita, editorial atau bahkan seluruh liputan berita tersebut merefleksikan sudut pandang tertentu atau melindungi kepentingan tertentu. Sedikit sekali pilihan yang tersedia bagi seorang staff di media yang tidak suka dengan perintah-perintah intervensi dari atasan. Karena praktek oligopoli, mereka tidak dapat bebas keluar-masuk perusahaan karena pada dasarnya kepemilikan media massa di Australia hanya berada di tangan beberapa orang saja. Dampak yang terakhir adalah, bahwa pemilik dapat mengurangi biaya produksi tanpa takut akan kompetisi. Salah satu cara untuk mengurangi biaya produksi yang paling mudah ditempuh adalah dengan cara mengurangi biaya untuk pegawai. Artikel yang ditulis di salah satu surat kabar sering dimuat juga di surat kabar lain yang masih berdiri dalam satu perusahaan yang sama. Implikasinya adalah, sudut pandang yang dapat digunakan masyarakat semakin terbatas apalagi dengan kemungkinan adanya monopoli pemberitaan karena konglomerasi media massa tersebut. Perlu diingat bahwa selain radio dan televisi ABC, semua media massa di Australia adalah media komersial yang dikuasai oleh perusahaan swasta.
KONFLIK ETNIS MYANMAR (STUDI EKSISTENSI ETNIS ROHINGYA DITENGAH TEKANAN PEMERINTAH ) YULIA HARTATI, ANNA
Laporan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat LAPORAN PENELITIAN
Publisher : Laporan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan akar konflik etnis di Myanmar dan apa dampak dari konflik tersebut. Konflik etnis ini melibatkan dua etnis yaitu etnis muslim Rohingya dan Etnis Budha Rakhine. Konflik ini menyebabkan Ribuan orang  mencoba untuk melarikan diri setiap tahun ke Bangladesh, Malaysia dan tempat lain di kawasan itu. Mereka mencoba melarikan diri karena hak-hak mereka yang ditindas karena kerja paksa dan penindasan. Akar permasalahan konflik etnis ini bisa dilihat dari tiga level yaitu level sistemik yang menyatakan sikap pemerintah Myanmar dan adanya konspirasi dengan pihak asing, level Domestik yang menyatakan kondisi pemerintahan Myanmar yang dipimpin oleh junta militer, dan level persepsi yang menyatakan bahwa Etnis Rohingya mirip dengan orang Benggali. Konflik ini menimbulkan gelombang pengungsi besar-besaran dan masalah kemanusiaan dan mengundang reaksi masyarakat internasional serta PBB yang turun tangan membantu penyelesaian konflik etnis yang sedah berlangsung cukup lama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif. Data-data sekunder diperoleh melalui studi dokumenter, yakni melalui majalah, surat kabar, buku-buku dan sumber-sumber lain yang berhubungan dengan topik penelitian ini. Kata kunci: Konflik Etnis, pemerintahan junta, pengungsi
PROPAGANDA NUKLIR KOREA UTARA (STUDI PERLAWANAN KOREA UTARA TERHADAP AMERIKA SERIKAT) YULIA HARTATI, ANNA
Laporan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat LAPORAN PENELITIAN
Publisher : Laporan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tentang kepentingan nasional Korea Utara terkait program nuklirnya. Dimana Korea Utara (Korut) telah menunjukkan diri kepada dunia bahwa mereka adalah negara yang tak boleh dipandan remeh. Kesuksesan uji coba nuklir ketiga pada beberapa waktu lalu membuktikan kalau Pyongyang memiliki serangkaian tujuan yang ingin ditunjukkan kepada dunia internasional. Tujuan itu tidak lagi untuk meneguhkan Korut sebagai bangsa yang tidak dapat didikte oleh negara manapun dan dapat memiliki posisi sejajar dengan negara-negara besar dalam hal senjata nuklir. Terkait Program nuklirnya, Korut mempunyai beberapa kepentingan yaitu untuk menjaga keamanan rezim, untuk self defense, motif ekonomi dan demi mengankat prestise Korut di mata masyarakat internasional pada umumnya dan Amerika Serikat khususnya. Selain kepentingan Korut penelitian ini juga mendeskripsikan bentuk-bentuk perlawanan Korut terhadap Amerika Serikat yaitu melalui video Propaganda, melalui uji coba nuklir dan propaganda melalui musik dan lagu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif. Data-data sekunder diperoleh melalui studi dokumenter, yakni melalui majalah, surat kabar, buku-buku dan sumber-sumber lain yang berhubungan dengan topik penelitian ini. Kata kunci: Kepentingan nasional, Propaganda dan nuklir Korut
ANALISIS KEBIJAKAN WATER ACT MASA PM KEVIN RUDD TERHADAP SISTEM PEMERINTAHAN AUSTRALIA Kinanti, Citra Aftika; Hartati, Anna Yulia
Spektrum Vol 21, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/spektrum.v21i2.11473

Abstract

Isu mengenai lingkungan secara global memberikan pengaruh besar terhadap tatanan beberapa aspek dunia, khususnya bagi sistem pemerintah Australia yang secara tidak langsung terdampak. Dimana, Australia sebagai negara dengan luas wilayah benua yang memiliki ekosistem beragam, secara khusus memioliki regulasi mengenai lingkungan yang beragam. Adapun hal tersebut dapat dilihat antara lain seperti kebijakan “Water Act” pada masa pemerintahan Perdana Metri Kevin Rudd. Dimana, Watre Act dianggap memiliki beberapa kemungkinan sebagai salah satu cara penanganan kondisi dari lingkungan di Australia. Pada masa Kevin Rudd dengan latar belakang partai buruh yang memiliki kecenderungan atas kepentingan lingkungan yang cukup menghasilkan beberapa respon dan langkah mengenai isu lingkungan.
Kepentingan Intervensi Militer Arab Saudi Dalam Konflik Yaman Sejak Tahun 2015 Hadi, Ahmad Sholihul; Amir, Andi Purwono; Hartati, Anna Yulia
SOSIO DIALEKTIKA Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v8i2.10184

Abstract

Pada tahun 2014, pemberontak Houthi berhasil menguasai ibukota Yaman, Sana’a. Hal ini menyebabkan terjadinya instabilitas di Yaman dan membuat negara-negara tetangga Yaman menjadi terganggu, salah satunya Arab Saudi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kepentingan nasional Arab Saudi melakukan intervensi dalam konflik Yaman yang dipimpin oleh Abdur Rabbuh Mansour Hadi, yang sedang berperang melawan pemberontak Houthi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan data skunder sebagai sumbernya dan dilengkapi dengan teori kepentingan nasional yang dikemukakan oleh Donald E. Neuchterlein. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka. Hasil dalam penelitian ini menyebutkan bahwa intervensi militer yang dilakukan oleh Arab terhadap Yaman didorong oleh adanya kepentingan nasional meliputi kepentingan pertahanan, kepentingan ekonomi, kepentingan tatanan dunia, dan kepentingan ideologi.Kata Kunci : Intervensi, Kepentingan Nasional, Kekuatan Regional,  Ideologi
Kepentingan Indonesia Memberikan Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) Bagi Warga Negara Asing Tahun 2018-2021 Arismawati, Indaka Nurita; Hartati, Anna Yulia
Kajian Hubungan Internasional Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/khi.2024.3.1.11136

Abstract

The Indonesian Arts and Culture Scholarship (BSBI) or more popularly known as the Indonesian Art and Culture Scholarship (IACS) is one of the Indonesian government's efforts to carry out public diplomacy with the international community in the field of arts and culture. The purpose of this research is to find out what interests Indonesia has in providing Indonesian Arts and Culture Scholarships (BSBI) for foreign citizens. The BSBI program can be used as an effort by the Indonesian government to protect these things as well as as a means to maintain the quality of the positive image of the Indonesian nation. This research uses qualitative research methods, data samples were obtained from previous research, the official website of the Ministry of Foreign Affairs, diplomacy websites, news, journals and newsletters. From the results of the analysis, it was found that the Indonesian Arts and Culture Scholarship (BSBI) could be used as a tool to promote the interests of Indonesia's image in terms of environmental quality, both in terms of geography, materials and the quality of Indonesian society. Efforts to maintain national protection which can be realized by establishing relations with friendly countries. Boosting the Indonesian economy to invite investors, increasing international trade so that GDP can increase every year. Apart from that, the Indonesian Arts and Culture Scholarship (BSBI) is also an effort to protect culture which is targeted at Indonesian youth as the next generation as well as BSBI participants as a reinforcement of culture maintenance as a form of facility established by Indonesia in the international scope.Keywords: Public Diplomacy, Indonesian Interests, ImageABSTRAKBeasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) atau lebih populer disebut dengan istilah Indonesia Art and Culture Scholarship (IACS) adalah salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk melakukan diplomasi publik dengan masyarakat internasional dalam bisang seni dan budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa kepentingan Indonesia memberikan Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) bagi warga negara asing. Program BSBI bisa dijadikan sebagai upaya pemerintah Indonesia untuk melindungi hal-hal tersebut selain itu juga sebagai sarana untuk mempertahankan kualitas citra positif bangsa Indonesia. Penelitian ini menggunkan metode penelitian kualitatif , pengambilan sample data diperoleh dari penelitian terdahulu, website resmi Kemlu, website diplomasi, berita, jurnal,dan berita. Dari hasil analisis yang didapat bahwa Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) bisa di jadikan sebagai alat untuk mempromosikan kepentingan citra Indonesia dalam kualitas lingkungan baik dilihat dari segi geografis, material, serta kualitas masyarakat Indonesia. Upaya untuk mempertahankan perlindungan nasional yang bisa terwujud karena menjalin hubungan dengan negara sahabat. Mendongkrak ekonomi Indonesia untuk mengundang para investor , meningkatkan perdagangan internasional sehingga GDP setiap tahun bisa meningkat. Selain itu Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) juga sebagai upaya perlindungan kultur yang mana disini di targetkan untuk pemuda Indonesia sebagai generasi penerus serta peserta BSBI sebagai penguat culture maintenance sebagai bentuk fasilitas yang dibentuk oleh Indonesia dalam lingkup internasional.