Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Bayani

FENOMENA CADAR DALAM PROSES HIJRAH (Analisa Hukum dan Presepsi Masyarakat Pengguna Cadar) Ace Somantri
Bayani Vol 1 No 1 (2021): Bayani: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPAIK Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52496/bayaniV.1I.1pp30-42

Abstract

The issue of radicalism and fundamentalism is still in the news aimed at Muslims. The phenomenon of hijrah has become a trend among the Muslim community, Anis Baswedan responded positively as an indication of the awakening of Islam, but there are differences of opinion, according to Ahmad Muzaki that the phenomenon of hijrah must have assistance in order to avoid entering the door of their version of terrorism. One of the phenomena of hijrah is that many Muslim women use the veil / niqob. The formulation of the problem that is used as the limitation of this study is more focused on understanding Islamic law and perceptions of the use of the veil / niqob among the hijrah community. The research method used is through a descriptive qualitative approach. The results showed that there was a diversity of opinions regarding the use of the niqab / veil, giving rise to a diversity of beliefs about the perfection of Muslims (for Muslim women) in believing by using the niqab / veil. Muslim communities who are in the process of hijrah believe that faith is an absolute necessity and must be present in every Muslim. As a consequence of this faith, Muslims are obliged to carry out the stipulated syari'at, including in terms of dress.
Paradigma Baru Al Islam Dan Kemuhammadiyahan; Penguatan Narasi Teknologi Digital Ace Somantri
Bayani Vol 2 No 2 (2022): Bayani: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPAIK Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52496/bayaniV.2I.2pp149-162

Abstract

Spirit ketauhidan umat Islam diberbagai negara terus berupaya untuk bangkit kembali setelah cukup lama peradaban barat melaju pesat membangun paradigma dan peradaban dunia lebih sekularistik. Muhammadiyah lahir atas dasar spirit ketauhidan seorang ulama besar yaitu KH. Ahmad Dahlan. Ketauhidan yang dikembangkan tidak pada dimensi spiritual-ritual semata, melainkan ketauhidan yang berdimensi kemanusiaan. Metode yang digunakan menggunakan pendekatan studi kepustakaan yaitu menggunakan kajian teoritis yang berkaitan dengan konsi nilai dan budaya yang berkembang pada saat ini. Gerakan dakwah social Muhammadiyah harus melakukan revitalisasi gagasan yang lebih kekinian, Islamic technopreneur menjadi tawaran pragmatis dan sekaligus strategis untuk menjawab kebutuhan umat Islam hari ini dan yang akan datang. Covid-19 memaksa umat manusia, termasuk Muhammadiyah mengambil peran secara cepat merespon melalui Muhammadiyah Covid-19 Comand Center. Dampak lain tidak kalah penting, ada pergeseran aktifitas manusia secara verbal menjadi aktifitas virtual. Sementara, keumuman masyarakat belum mempersiapkan diri dengan budaya digital, khususnya institusi pendidikan. Pemahaman al Islam dan kemuhammadiyahan memberi penguatan dengan indikator-indikator yang relevan dengan kebutuhan umat Islam, diantaraya yaitu pertama penguatan kualitas karakater kepribadian unggul, kedua penguatan kualitas komunitas keluarga, ketiga penguatan akselerasi tingkat pendidikan, keempat penguatan jaringan bisnis dan kelima penguatan narasi teknologi digital. Kata Kunci: Ketauhidan, Muhammadiyah, Islamic Technopreneur, Digital