Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Model Discovery Learning Dengan Menggunakan Media Mind Mapping Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dalam Pembelajaran Sejarah Pada Siswa Kelas Xi Sma Negeri 2 Pandeglang Devi Kusuma Wardhani; Agus Rustamana; Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo
Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol 4 No 4 (2022): Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : LPPM Institut Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1134.274 KB) | DOI: 10.47467/reslaj.v4i4.1041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan Berpikir Kritis di siswa dan untuk mengetahui Implementasi Model Discovery Learning dengan media mind mapping terhadap peningkatan berpikir kritis siswa kelas XI SMAN 2 Pandeglang. Metode yg digunakan pada penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan Nonequivalent control group Desaign. Pengambilan sampel pada penelitian ini memakai teknik Purposive Sampling. Sampel pada penelitian ini kelas IPS 6 menjadi kelas Eksperimen dan kelas IPS 5 menjadi kelas kontrol. Berdasarkan penelitian di peroleh adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis antara kelas eksperimen yg memakai model Discovery learning dengan media mind mapping dengan kelas kontrol yg menggunakan model pembelajaran konvensional ceramah serta diskusi N-gain menunjukkan bahwa terdapat nila rata-homogen kelas eksperimen memperoleh yang akan terjadi 0,83 yg masuk kedalam katagori tinggi, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai rata-homogen 0,46 menggunakan katagori rendah sesuai yang akan terjadi uji t’ di peroleh nilai t'hitung = 8,42 serta t'tabel 1,65 menggunakan taraf signifikan ɑ = 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat dampak penggunaan Media Mind Mapping pada menaikkan berpikir kritis kritis siswa di mata pelajaran Sejarah di SMAN 2 Pandeglang. berdasarkan akibat uji t’diperoleh nilai thitung 8,24 dan ttabel 1,999 dengan tafar signifikan ɑ=0,05 maka ada perbedaan berpikir kritis antara siswa kelas Eksperimen yg memakai model pembelajaran Discovery Learning menggunakan media mind mapping dengan siswa kelas kontrol yang memakai model pembelajaran konvensional maka penggunaan model discovery learning dengan media mind mapping dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada sisw kelas XI SMA Negeri 2 Pandeglang. Kata Kunci : Model Pembelajaran Discovery Learning, Media Mind Mapping, Kemampuan berpikir Kritis
Peranan Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Sejarah bagi Generasi Z Kamelia Putri; Osep Ismana; Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo
Jurnal Bima : Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 3 (2024): September : Jurnal Bima : Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan bahasa dan Sastra
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/bima.v2i3.1004

Abstract

Currently is the era of generation Z where this generation is a generation that is interconnected with cyberspace. However, this results in learning in the classroom being adjusted to innovative ways in applying learning concepts to make it fun. History educators or teachers must understand the characteristics of generation Z because the majority of students they face in the classroom are part of generation Z. History educators must innovate to utilize existing gadgets or technology in history learning, so that history learning becomes contextual and fun. The use of the right media and methods in learning history will be able to increase the explosiveness of creativity, innovation, critical thinking, and productivity skills of students in learning history at school, especially in the classroom.
The Effect of Role Playing Learning Model on Students Historical Empathy at SMA Negeri 1 Bayah: Pengaruh Model Pembelajaran Role Playing terhadap Empati Sejarah Siswa di SMA Negeri 1 Bayah Dian Ami Astuti; Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo; Ana Nurhasanah
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 9 No 6 (2025): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA)
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v9i6.5299

Abstract

This study aims to determine the effect of role playing learning model on historical empathy of class XI SMA Negeri 1 Bayah students. The method used was quasi experiment with non equivalent control group design. The research sample consisted of XI-4 (experimental) and XI-6 (control) classes. Data were collected through pre test and post test using historical empathy questionnaire. The results of the independent sample t-test showed a significant difference between the experimental and control groups (p = 0.042), which means that the role playing model is effective in increasing students' historical empathy.
PERAN GURU DALAM MENANAMKAN KESADARAN SEJARAH MELALUI MATERI SEJARAH LOKAL KELAS X SMA DI KABUPATEN SERANG (RAYON BARAT) Muhamad Ade Firman; Yuni Maryuni; Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 9.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana peran guru dalam menanamkan kesadaran sejarah melalui materi sejarah lokal kelas X SMA di Kabupaten Serang (Rayon Barat). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta penyebaran angket. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa guru sejarah telah menerapkan materi sejarah lokal di kelas X sejak tahun 2022 atau lebih tepatnya setelah Kurikulum Merdeka dijalankan. Dalam pelaksanaannya, guru memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran, terutama melalui kompetensi dan kemampuan profesional yang dimiliki, seperti penyusunan modul ajar, pemilihan metode pembelajaran yang variatif, serta pemanfaatan media pembelajaran yang relevan. Upaya tersebut mampu memberikan pengetahuan dan pemahaman sejarah yang lebih kontekstual kepada siswa. Materi sejarah lokal berfungsi sebagai garda terdepan dalam menghubungkan siswa dengan lingkungan sosial dan sejarah di sekitar. Pemanfaatan sejarah lokal dinilai efektif dalam membentuk kesadaran sejarah siswa karena mampu meningkatkan minat dan ketertarikan mereka terhadap pembelajaran sejarah. Ditinjau dari hasil angket yang menunjukkan bahwa antusiasme siswa kelas X4 dengan jumlah yang mengisi dua puluh satu orang di SMAN 1 Pabuaran terhadap materi sejarah lokal berada pada kategori tinggi, dua puluh persen yang menyatakan sangat setuju dan lima puluh sembilan persen setuju. Sementara itu, pemahaman dan kesadaran sejarah siswa menunjukkan tiga puluh tiga persen sangat setuju dan lima puluh lima persen setuju. Pada kelas X6 dengan jumlah yang mengisi dua puluh empat orang di SMAN 1 Padarincang, antusiasme siswa juga tergolong tinggi, dua puluh empat persen sangat setuju dan lima puluh sembilan persen setuju. Adapun tingkat pemahaman dan kesadaran sejarah menunjukkan dua puluh empat persen sangat setuju dan lima puluh sembilan persen setuju. Hasil ini menegaskan bahwa peran guru dalam mengintegrasikan sejarah lokal berkontribusi positif terhadap peningkatan kesadaran sejarah siswa.