Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

METODE EKSPERIMEN Agus Rustamana; Muhamad Ade Firman; Tb. Rafli Zainul Arifin; Suryaningrat, Suryaningrat
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v5i6.4173

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan penjelasan dan gambaran mengenai sebuah metode yang sangat menarik yakni mteode eksperimen, metode ini merupakan sebuah pendekatan penelitian kuantitatif yang biasa digunakan untuk menguji hipotesis, metode eksperimen identik dengan mencari hubungan sebab akibat (kausalitas) antara variabel bebas dengan variabel kontrol, metode eksperimen juga merupakan metode penelitian dengan melakukan sebuah percobaan, untuk mengetahui pengaruh antar variabel, selain itu pada penulisan ini akan membahas tentang langkah-langkah, macam-macam desain pada metode eksperimen, serta kelebihan dan kelemahanya.
PENGARUH SEJARAH KONTROVERSI DALAM MATERI SERANGAN UMUM 1 MARET PADA BUKU TEKS SEJARAH KELAS X KURIKULUM 2013 TERHADAP PEMIKIRAN SISWA Rian Zulfansyah; Muhamad Ade Firman; Putri Wahyuningsih; Rikza Fauzan
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v5i7.4194

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk memberikan pehamaham baru mengenai sejarah serangan umum 1 maret, dengan banyaknya kontroversi yang ada pada pristiwa tersebut tentu memiliki pengaruh serta dampak yang cukup signifikan terhadap pemikiran masyarakat, pelajar dan juga mahasiswa. Kontroversi dalam penulisan sejarah memang hal yang wajar namun kadang kala hal itu memberikan pandangan yang kurang baik, ada sebagain orang yang beranggapan bahwa belajar sejarah tidak ada manfaatnya karena cerita sejarah yang ditulis dan dipelajari banyak kebohong, artinya penulisan sejarah tidak sesuai dengan fakta sesunggihnya. Hal ini tentu memberikan kekhawatiran tersendiri, dalam kajian ini penulis menggali mengenai pengaruh materi serangan umum 1 maret yang ada pada buku teks sejarah, dengan menggunakan metode kajian pustaka melalui tahap pencarian dan juga pengkajian dari berbagai sumber buku, artikel, dan lainnya.
PERAN GURU DALAM MENANAMKAN KESADARAN SEJARAH MELALUI MATERI SEJARAH LOKAL KELAS X SMA DI KABUPATEN SERANG (RAYON BARAT) Muhamad Ade Firman; Yuni Maryuni; Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 9.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana peran guru dalam menanamkan kesadaran sejarah melalui materi sejarah lokal kelas X SMA di Kabupaten Serang (Rayon Barat). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta penyebaran angket. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa guru sejarah telah menerapkan materi sejarah lokal di kelas X sejak tahun 2022 atau lebih tepatnya setelah Kurikulum Merdeka dijalankan. Dalam pelaksanaannya, guru memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran, terutama melalui kompetensi dan kemampuan profesional yang dimiliki, seperti penyusunan modul ajar, pemilihan metode pembelajaran yang variatif, serta pemanfaatan media pembelajaran yang relevan. Upaya tersebut mampu memberikan pengetahuan dan pemahaman sejarah yang lebih kontekstual kepada siswa. Materi sejarah lokal berfungsi sebagai garda terdepan dalam menghubungkan siswa dengan lingkungan sosial dan sejarah di sekitar. Pemanfaatan sejarah lokal dinilai efektif dalam membentuk kesadaran sejarah siswa karena mampu meningkatkan minat dan ketertarikan mereka terhadap pembelajaran sejarah. Ditinjau dari hasil angket yang menunjukkan bahwa antusiasme siswa kelas X4 dengan jumlah yang mengisi dua puluh satu orang di SMAN 1 Pabuaran terhadap materi sejarah lokal berada pada kategori tinggi, dua puluh persen yang menyatakan sangat setuju dan lima puluh sembilan persen setuju. Sementara itu, pemahaman dan kesadaran sejarah siswa menunjukkan tiga puluh tiga persen sangat setuju dan lima puluh lima persen setuju. Pada kelas X6 dengan jumlah yang mengisi dua puluh empat orang di SMAN 1 Padarincang, antusiasme siswa juga tergolong tinggi, dua puluh empat persen sangat setuju dan lima puluh sembilan persen setuju. Adapun tingkat pemahaman dan kesadaran sejarah menunjukkan dua puluh empat persen sangat setuju dan lima puluh sembilan persen setuju. Hasil ini menegaskan bahwa peran guru dalam mengintegrasikan sejarah lokal berkontribusi positif terhadap peningkatan kesadaran sejarah siswa.