Dwi Budi Harto
Fakultas Bahasa Dan Seni Universitas Negeri Semarang, Semarang 50229

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Imajinasi

TATA CARA PENDIRIAN CANDI: PERSPEKTIF NEGARAKERTAGAMA Harto, Dwi Budi
Imajinasi Vol 1, No 2 (2005): Imajinasi
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendirian candi di Indonesia khususnya Jawa sebagian besar masih dalam keadaan ‘kelabu’, hal ini disebabkan terbatasnya data arkeologis yang terkait dengan pendirian dan tata bangun candi. Data lama dan pendapat sebagian besar masyarakat mengatakan bahwa candi adalah makam raja dan kerabatnya, ternyata hal ini tidak benar. Negarakertagama sebagai data arkelogis menduduki urutan kedua (bahkan bisa pertama) tingkat validitasnya bila dikorek datanya terkait dengan tata cara pendiriancandi, maka akan menggambarkan tata cara pendirian candi yaitu pada peristiwa Sradha Agung Sri Rajapatni. Di samping menggunakan kitab Negarakertagama tata cara pendirian candi ini akan didasarkan pula pada data-data lain sebagai acuan pembahasan. Data lain yang digunakan sebagai acuan misalnya seni bangun/arsitektur candi, bahasa rupa relief candi, hasil kajian ikonografis, dan lain-lain. Berdasarkan datadata tersebut terlihat bahwa pendirian candi di Jawa sangat memperhatikan hubungan keselarasan, keserasian, keseimbangan antara makrokosmos dan mikrokosmos yang didasarkan atas sistem religi Hindu. Dengan kata lain, pendirian candi saat itu sangat kosmologis, yang jarang dijumpai pada konsep pembangunan gedung di masa sekarang ini. Kata kunci: Negarakertagama, kosmologi, makrokosmos, mikrokosmos, candi, master plan candi.  
MASA PENDIRIAN CANDI SURAWANA DAN CANDI TIGAWANGI: Analisis Segi Relief dan Inskripsi Harto, Dwi Budi
Imajinasi Vol 5, No 2 (2009): Imajinasi
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candi Surawana dan candi Tigawangi adalah salah dua di antara puluhan candi yang berada di Jawa Timur. Meskipun berada di Kediri kedua candi ini tidak termasuk peninggalan Masa Kediri, tetapi merupakan peninggalan Masa Majapahit. Jika dilacak dari berbagai literatur ternyata angka tahun pendirian dan pendiri kedua candi Masa Klasik Hindu-Budha ini menunjukkan data yang berbeda. Oleh karena itu pelurusan angka tahun pendirian dan pendiri keduacandi perlu dilakukan, yaitu dengan menggunakan pendekatan Historis-Arkeologis. Berdasarkan kajian ini, kitab Negarakertagama sebagai rujukan utama dibantu dengan data Arkeologis lainnya, maka secara interpretatif menunjukkan bahwa candi Surawana didirikan setelah candi Tigawangi. Dimungkinkan tahun pendirian candi Tigawangi ± 1358 M sedangkan candi Surawana antara 1358 M – 1361 M. Keduanya didirikan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk (1351 M – 1389 M). Candi Surawana dan candi Tigawangi kemungkinan merupakan pendharmaan salah dua di antara 4 nenek Hayam Wuruk selain Rajapatni (Gayatri), di antaranya: (1) Sang Prameswari Tri-bhuwana/Indreswari/Tribhuwaneswari; atau (2) Parameswari Mahadewi; atau (3) Prajnyaparamita Jayendradewi.  Pembangunan candi Surawana dipimpin oleh seorang Karaman (pejabat setingkat desa) yang bernama Si Da…. atau si Na…. atas perintah Bhre  Wengker/Wijayarajasa/R. Kudamerta. Sedangkan candi Tigawangi pembukaan tanahnya dilakukan oleh Hayam Wuruk di ladang Watsari di Tigawangi. Kemungkinan pembangunan selanjutnya ditangani oleh Rajasawardhana dari Matahun.Kata Kunci: candi Surawana, candi Tigawangi, angka tahun, pendirian, Negarakertagama.