Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Motivasi Kerja & Kerjasama Tim terhadap Peningkatan Kinerja Karyawan pada BRI KCA. Rivai Dwi Aulia Fitri; Muhammad Yusuf; Hendra Sastrawinata
Jurnal Terapan Ilmu Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Terapan Ilmu Ekonomi, Manajemen dan Bisnis April 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15208176

Abstract

Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder untuk mengukur pengaruh waktu kerjasama dan dorongan kerja terkait dengan kinerja karyawan PT BRI KC A. Rivai. Jumlah sampel populasi adalah 60 orang.  Angket, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data; Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Uji F menunjukkan bahwa kerja sama tim dan motivasi kerja sangat mempengaruhi kinerja karyawan; tersebut juga menunjukkan bahwa keduanya berpengaruh positif dan parsial terhadap kinerja karyawan. Menurut hasil penelitian, persamaan regresi linier berganda ditemukan. Nilai F hitung 23,800 lebih tinggi dari 2,18, dan nilai signifikansi uji F 0,000 lebih rendah dari 0,05. H0 ditolak, dan Ha diterima. Oleh karena itu, ada kesimpulan bahwa waktu kerja sama dan variabel motivasi kerja berkontribusi secara positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan. Variabel motivasi kerja mempengaruhi kinerja karyawan sebesar 56,0 persen. dan waktu kerja , menurut hasil koefisien determinasi (R disesuaikan) sebesar 0,560. 44% dipengaruhi oleh variabel tambahan yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
Metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam Analisis Pengendalian Persediaan Suku Cadang Bengkel Berkat Motor Ronaldo Ikwan Lamhot Silitonga; Muhammad Yusuf; Miskiyah Neneng
Jurnal Terapan Ilmu Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Terapan Ilmu Ekonomi, Manajemen dan Bisnis April 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15208191

Abstract

Penelitian ini berfokus dalam mengkaji Metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam Analisis Pengendalian Persediaan Suku Cadang Bengkel Berkat Motor. Tujuannya untuk mengoptimalkan operasional Bengkel Berkat Motor terutama dalam Persediaan suku cadang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Data diperoleh dari catatan operasional Bengkel Berkat Motor yang kemudian dianalisis menggunakan metode EOQ. Metode EOQ berfokus dalam menghitung persediaan dan Safety Stock pada dua sample yaitu Filter Udara dan Oli Mesin. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Bengkel Berkat Motor perlu melakukan pemesanan 2.564 unit Oli Mesin dan 2.065 unit Filter Udara guna meminimalkan anggaran keseluruhan persediaan. Lalu, dalam pembiayaan efisiensi dan antisipasi kekurangan stok dengan pengelolaan persediaan filter udara senilai Rp 8.152.699. Sedangkan Metode EOQ dalam Safety Stock yang bertujuan untuk mengatasi fluktasi permintaan nilainya adalah 10.434 unit untuk Filter Udara dan 15.652 unit untuk Oli Mesin. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode EOQ optimal digunakan dalam operasional perusahaan. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pengoptimalan metode EOQ dapat diterapkan lebih baik oleh Bengkel Berkat Motor dan perusahaan serupa.
Analisis Tingkat Kesehatan Keuangan PT Bio Farma, Tbk Salsabilah; Neneng Miskiyah; Muhammad Yusuf
Jurnal Terapan Ilmu Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Terapan Ilmu Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Agustus 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17420827

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan menganalisis kinerja keuangan PT Bio Farma, Tbk untuk tahun 2014-2023, menggunakan empat indikator keuangan: profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan rasio aktivitas. Penelitian ini menggunakan data dari laporan keuangan PT Bio Farma, Tbk untuk tahun 2014-2023. Data kuantitatif digunakan. Alat analisis menilai kondisi perusahaan milik negara, diukur dengan pengembalian kepada pemegang saham (ROE), pengembalian atas investasi (ROI), rasio kas, rasio lancar, periode penagihan, perputaran persediaan, perputaran total aset, dan rasio ekuitas terhadap total aset, sesuai dengan Peraturan No. KEP-100/MBU/2002 dari Menteri Badan Usaha Milik Negara. Hasilnya menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan sehat. Perusahaan menerima klasifikasi sehat dengan kategori AAA, AA, dan A. Skor kondisi keuangan perusahaan pada tahun 2014 adalah 96, skor tertinggi yang dimungkinkan, dengan TS>95. Pada tahun 2015, 2016, 2017, 2018, dan 2020-2021, skornya masing-masing adalah 94, 81, 84, 83, 87, dan 90, semuanya dalam rentang 80 < TS <= 95. Sementara itu, pada tahun 2019, 2022, dan 2023, skor totalnya masing-masing adalah 70, 76, dan 77, dengan rentang 65 < TS <= 80. Ini berarti bahwa kondisi keuangan perusahaan tetap baik dari tahun 2014 hingga 2023.
Analisis Rasio Likuiditas dan Solvabilitas untuk Menilai Kinerja Keuangan PT Indofarma Tbk Periode 2019-2023 Anis Mutiya; Muhammad Yusuf; Divianto Divianto
Jurnal Terapan Ilmu Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Terapan Ilmu Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Agustus 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17420862

Abstract

Penelitian ditujukan untuk menilai kinerja keuangan PT Indofarma Tbk selama periode 2019–2023 dengan memanfaatkan rasio likuiditas dan solvabilitas sebagai indikator kinerja keuangan perusahaan. Rasio likuiditas yang dianalisis mencakup cash ratio dan current ratio, sedangkan rasio solvabilitas yang dianalisis adalah rasio total modal sendiri terhadap total aset. Analisis dilakukan atas pedoman Surat Keputusan Menteri BUMN No. Kep-100/MBU/2002 dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, menggunakan data sekunder dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Hasil menunjukkan bahwa likuiditas perusahaan tergolong kurang sehat karena nilai cash ratio dan current ratio tidak memenuhi standar yang ditetapkan selama lima tahun terakhir. Di sisi lain, dari perspektif solvabilitas, perusahaan juga menunjukkan kondisi yang tidak sehat karena rasio total modal sendiri terhadap total aset hanya mencapai standar di 2019. Temuan ini mengindikasikan adanya masalah dalam pengelolaan arus kas, modal kerja, dan struktur permodalan yang perlu segera diperbaiki melalui strategi keuangan yang lebih efektif.