p-Index From 2021 - 2026
1.116
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik ITS
Hesty Anita Kurniawati
Departemen Teknik Perkapalan Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 38 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Desain Self-Propelled Fishing Barge Berbahan Fiberglass Reinforced Polymer (FRP) Ramah Lingkungan Sebagai Alternatif Kapal Kayu Tradisional di Perairan Kepulauan Seribu Kevin Hermanto; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1214.254 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23679

Abstract

Mayoritas masyarakat daerah pesisir Ibukota DKI Jakarta mengandalkan laut sebagai sumber mata pencahariannya. Banyak dari mereka yang berlayar menggunakan kapal milik perusahaan ataupun berlayar menggunakan kapal sendiri. Dengan kondisi kapal yang tersedia di lapangan saat ini berupa kapal kayu tradisional, maka Jurnal ini bermaksud memberikan desain alternatif berupa barge berbahan fiberglass yang memiliki kelebihan spesifik dibandingkan dengan kapal kayu tradisional. Jurnal ini tidak bermaksud membenturkan desain alternatif ini dengan kapal kayu tradisional. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya, sehingga konsumen dipersilahkan memilih salah satu sesuai dengan kebutuhannya. Penentuan payload Bagan Apung ini adalah jumlah produksi ikan per tahun di DKI Jakarta yang didapat dari Badan Pusat Statistik. Lalu data tahunan tersebut dikonversi menjadi data harian, sehingga payload yang digunakan pada Bagan Apung adalah jumlah produksi ikan DKI Jakarta tiap harinya. Setelah itu dilakukan perhitungan perkiraan beban awal untuk membuat model Bagan Apung awal. Setelah itu dilakukan perhitungan teknis, yakni koefisien, hambatan, propulsi dan daya mesin, berat, titik berat, freeboard, trim, dan stabilitas. Setelah dilakukan perhitungan teknis, selanjutnya dilakukan koreksi pada model Bagan Apung untuk memenuhi persyaratan teknis yang telah dihitung, lalu memodelkan ulang Bagan Apung sesuai dengan persyaratan teknis. Ukuran utama yang didapat adalah Lpp = 12.7 m, B = 2.7 m, H = 2 m, T = 0.66 m. Tinggi freeboard minimum sebesar 300 mm, sedangkan freeboard sebenarnya adalah 1.34 m. Kondisi stabilitas Bagan Apung ini memenuhi kriteria Intact Stability (IS) Code untuk Fishing Vessel. Perhitungan ekonomi yang dilakukan adalah biaya pembangunan, biaya operasional, revenue, kelayakan investasi, dan Breakeven Point. Kata Kunci— bagan Apung,  fiberglass, kapal ikan, kepulauan seribu, jakarta, tongkang
Desain Kapal Pengolah Ikan sebagai Bahan Baku Pembuatan Tepung di Perairan Lamongan Muhammad Fajar Indra Afrianta; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.53 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23691

Abstract

Perairan Utara Laut Jawa mempunyai potensi perikanan yang cukup besar. Dari data yang diperoleh dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur tahun 2005-2015 banyak sekali jenis ikan pelagis dan demersal yang memiliki gizi yang tinggi didapatkan dari lokasi ini. Kabupaten Lamongan salah satu penghasil ikan terbesar di Jawa Timur. Akan tetapi, masih sedikit ikan yang diolah. Oleh sebab itu perlu ada pengembangan kapal ikan untuk mendapatkan kapal ikan yang mampu memberi nilai tambah terhadap tangkapan ikan. Cara yang dapat ditempuh adalah dengan menambah fungsi kapal sebagai kapal pengolah ikan sehingga nilai jual hasil tangkapan akan bertambah. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk mendesain sebuah kapal pengolah ikan yang digunakan untuk perairan di Lamongan. Kapal ikan ini akan mengolah hasil tangkapan ikan kurisi yang diperoleh dari para nelayan di atas kapal dengan hasil akhir tepung ikan yang dikemas pada karung. Penentuan kapasitas muatan kapal ikan ditentukan dari hasil tangkapan ikan kurisi per tahun. Kemudian dilakukan perhitungan teknis yang memenuhi regulasi. Ukuran utama yang didapatkan adalah Lpp = 27 m, B = 4.20 m, T = 1.65 m, H = 2.4 m, Cb = 0.71, dan Vs = 7 knot. Dari ukuran utama tersebut kemudian dibuat gambar Rencana Garis dan gambar Rencana Umum. Analisis ekonomis yang dilakukan adalah memperhitungkan biaya pembangunan, biaya operasional, dan BEP.
Desain Self-Propelled Split Hopper Barge (SPSHB) Pengangkut Pasir untuk Landasan Pacu Program Bandara Terapung Kabupaten Buleleng, Bali Aditya Permana Putra; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.079 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23692

Abstract

Bali merupakan destinasi wisatawan domestik maupun mancanegara. Bandara I Gusti Ngurah Rai merupakan pintu gerbang udara dan satu-satunya di Bali. Kepadatan kapasitas Bandara I gusti Ngurah Rai meningkat setiap tahunnya yaitu 74.70 % pada tahun 2015 dan 87.05 % pada tahun 2016. Pemerintah  Bali mempunyai 11 rencana strategis untuk mengatasi masalah tersebut, satu di antaranya adalah pembangunan Bandara Terapung di Kabupaten Buleleng, Bali Utara. Lokasi tersebut dipilih demi terciptanya pemerataan pembangunan antara Bali selatan dan Bali Utara. Pembangunan itu ditafsir membutuhkan material pasir sebanyak 19-20 juta m3 yang diperoleh dari Pulau Lombok. Untuk memindahkan material tersebut dibutuhkan kapal yang didesain khusus. Jenis kapal yang dipilih adalah jenis Self-Propelled Split Hopper Barge (SPSHB) karena  jenis kapal ini memiliki waktu bongkar muatan yang cepat. Metode penelitian yang digunakan untuk mendapatkan ukuran utama SPSHB yang optimum  adalah metode optimization dengan bantuan fitur solver dengan menjadikan biaya pembangunan paling minimum sebagai fungsi objektif serta adanya batasan-batasan dari regulasi dan persyaratan teknis yang berlaku. Dari proses optimisasi, di dapatkan hasil ukuran optimum SPSHB adalah L=58.81 m, B=13.29 m, H=4.65 m, T=3.51 m dengan estimasi biaya pembangunann sebesar 1.979.616,87 USD atau setara dengan Rp.26.560.500.00.
Desain Kapal Penyeberangan Sebagai Sarana Transportasi, Rekreasi, dan Edukasi di Pulau Gili Ketapang, Probolinggo, Jawa Timur Muhammad Sayful Anam; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.244 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23944

Abstract

Konvensi MARPOL 73/78 yang dimandatkan oleh IMO (International Maritime Organization), mempersyaratkan kepada setiap negara yang meratifikasi konvensi ini untuk menyediakan fasilitas pengelolaan limbah minyak di pelabuhan yang bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat buangan limbah minyak dari kapal. Kondisi saat ini hampir semua pelabuhan di Indonesia termasuk pelabuhan-pelabuhan yang berada dalam kawasan Pelabuhan Indonesia III (Persero) tidak mempunyai fasilitas pengelolaan limbah minyak. Untuk mengatasi permasalahan ini diberikan solusi penanganan limbah, khususnya limbah minyak dengan konsep transportasi laut. Penanganan tersebut dengan mengangkut limbah minyak di setiap pelabuhan menggunakan kapal khusus yaitu tongkang pengangkut limbah minyak dengan sistem penggerak sendiri (Self-Propelled Barge). Dengan kapal ini diharapkan semua limbah minyak di kawasan Pelabuhan Indonesia III dapat diangkut untuk dilakukan proses pengolahan. Proses desain Self-Propelled Barge diawali dengan menentukan pola operasi serta mencari ukuran utama yang optimal dari tongkang. Setelah didapatkan ukuran utama yang optimal dan memenuhi persyaratan yang diminta kemudian dilanjutkan dengan pembuatan Rencana Garis dan Rencana Umum. Dari pDesain Kapal Penyeberangan Sebagai Sarana Transportasi, Rekreasi, dan Edukasi di Pulau Gili Ketapang, Probolinggo, Jawa Timu proses desain ini didapatkan ukuran Self-Propelled Barge yang optimal yaitu Lpp = 55.3 m, B = 12,05 m, H = 3.44 m, T = 2.20 m.
Desain Water Bus Sebagai Sarana Penunjang Pariwisata Di Pulau Biawak Kabupaten Indramayu, Jawa Barat Riza Ramdhani Djamie; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1166.779 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23945

Abstract

Kepulauan Biawak terletak di laut jawa di Kabupaten Indramayu Jawa Barat di sebelah utara semenanjung Indramayu seitar 40 kilometer dari pantai utara  Indramayu. Pulau biawak  adalah salah satu tempat pariwisata yang menarik untuk dikunjungi, daratan seluas 120 hektare kaya akan dengan tanaman bakau, pesona laut yang masih ‘perawan’, disini terdapat mercusuar juga yang masih berfungsi yang didirikan sejak zaman Belanda dan terdapat juga ikon pulau ini yaitu hewan varanus salvator atau biawak yang sering kita sebut dan wisata lainnya. Sehingga sekarang banyak wisatawan dari daerah luar Kabupaten Indramayu seperti Jakarta, Cirebon dan bahkan luar Jawa Barat yang menuju Pulau Biawak setiap harinya, sehingga sangat sedikit kapal yang melayani para wisatawan. Hal ini menyebabkan berbagai macam persoalan dalam transportasi angkutan wisata, seperti kapal yang tidak terpenuhi, perjalanan yang sangat lama dan kurangnya keselamatan penumpang menuju Pulau Biawak. Oleh sebab itu diperlukan sarana transportasi laut untuk mengatasi permasalahan tersebut, . Pada Tugas Akhir ini dilakukan analisis teknis dan ekonomis dengan menggunakan kapal pembanding yang diperiksa kembali batasan-batasannya sesuai dengan daerah pelayaran yang mempunyai kedalaman rata-rata 2 meter. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan didapatkan ukuran optimal bis air, yaitu L= 10.4 m, B= 4.7m, H= 1.2 m dan T= 0.3 m. Dari ukuran tersebut kemudian dibuat Lines Plan, General Arrangement dan Safety Plan.
Desain Konsep Self-Propelled Backhoe Dredger untuk Operasi Wilayah Sungai Kalimas Surabaya Fajar Andinuari; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.905 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29418

Abstract

Sungai Kalimas merupakan sungai utama di wilayah Surabaya, Jawa Timur. Selain itu, Sungai Kalimas juga berfungsi sebagai penunjang kehidupan sehari-hari warga Kota Surabaya. Fungsi kalimas sebagai sungai pelayaran kapal-kapal kecil telah lama hilang. Namun sejak Walikota Surabaya Tri Rismaharini memimpin, telah banyak perubahan pada wajah kota Surabaya, khususnya Sungai Kalimas. Bahkan, Walikota tak segan untuk menjadikan Sungai Kalimas sebagai daya tarik wisata Kota Surabaya. Namun di balik itu, karakteristik Sungai Kalimas yang mudah terendap oleh sedimentasi bisa menjadi masalah. Dalam waktu yang berkala, pemerintah melakukan pengerukan jika sungai mulai dangkal. Tetapi, proses pengerukan tersebut kurang begitu efektif karena pada akhirnya hasil keruk diletakkan di bibir sungai sebelum akhirnya dibawa oleh truk menuju tempat pembuangan. Oleh karena itu, dibutuhkan kapal keruk yang benar-benar sesuai dengan karakteristik dan struktur geometris Sungai Kalimas. Kapal keruk yang digunakan adalah jenis Self-Propelled Backhoe Dredger karena sangat cocok dengan struktur geometris sungai. Untuk mendapatkan ukuran utama kapal, maka dilakukan perhitungan analisis teknis dan estimasi biaya pembangunan dengan batasan-batasan yang telah ditentukan. Dari hasil analisis teknis, didapatkan ukuran utama kapal antara lain Lwl = 16,62 m, Lpp = 16,25 m, B = 9,00 m, H = 2,80 m, dan T = 1,78 m dengan estimasi biaya pembangunan sebesar Rp2.800.724.568.
Desain Kapal Amfibi Water School Bus sebagai Sarana Transportasi Pelajar untuk Rute Pelayaran Kepulauan Seribu - Jakarta Utara Rainy Renata Renald Rinaldi; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.372 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29352

Abstract

Pulau Untung Jawa merupakan salah satu wilayah di Kepulauan Seribu yang tidak memiliki SMA sehingga mengharuskan penduduk yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA untuk menyeberang ke Jakarta Utara. Para pelajar dari pulau tersebut menyeberang ke sekolah mereka dengan kapal ojek tradisional yang tidak terjamin keselamatannya atau menginap di wilayah mereka bersekolah. Dengan kapal Amfibi Water School Bus, pelajar dapat diantar menyeberangi laut dan berjalan di darat hingga sampai di depan sekolah dengan selamat. Payload dari Water School Bus ini adalah jumlah pelajar SMA di Pulau Untung Jawa. Setelah didapatkan jumlah payload, kemudian dicari nilai deadweight dan penentuan ukuran utama untuk dilakukan perhitungan teknis yang meliputi perhitungan stabilitas, perhitungan trim, dan perhitungan freeboard dan dilanjutkan dengan mendesain Rencana Garis, Rencana Umum, dan menghitung biaya pembangunannya. Dari desain kapal amfibi Water School Bus dengan payload 59 pelajar SMA beserta 1 orang sopir, didapatkan ukuran utama kapal Lpp: 14.27 m; B: 2.5 m; H: 4 m; T: 1.6 m dengan biaya pembangunan sebesar Rp 2,393,414,848.59.
Desain Floating Theme Park untuk Daerah Wisata Nusa Dua, Bali Agil Fakhriza Daoed; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1205.216 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29278

Abstract

Nusa Dua merupakan sebuah tempat wisata yang memiliki banyak resort besar internasional berbintang 5 di tenggara Bali dan terletak 40 kilometer dari Denpasar, ibukota provinsi Bali. Tercatat lebih dari ratusan ribu mancanegara mengunjungi Nusa Dua tiap tahunnya dan terus meningkat akan tetapi daerah wisata tersebut hanya berpusat pada resort-nya saja. Untuk lebih menarik minat pengunjung maka diperlukan inovasi yang belum ada di Nusa Dua, yaitu The Bay Theme Park (BTP), yakni wahana permainan yang berada di tengah laut (floating barge) perairan Nusa Dua yang merupakan perairan tenang berbentuk seperti tongkang (barge). Payload dari floating barge ini adalah luasan area tiap wahana bermain serta fasilitas umum yang ada di dalamnya yang disesuaikan dengan referensi theme park yang telah ada. Setelah didapatkan jumlah payload kemudian dicari deadweight dan penentuan ukuran utama floating theme park. Ukuran utama yang didapat berdasarkan luasan yang mengacu pada theme park yang telah ada yaitu Surabaya Carnival Park dan Batu Night Spectacular yang disesuaikan dengan rasio perbandingan ukuran utama pada regulasi yang ada maka didapatkan LoA = 150 m, B = 40 m, H = 11 m, T = 8 m dengan jumlah total pengunjung sebanyak 357 (on board) dan 56 crew. Analisis teknis yang dilakukan meliputi perhitungan berat yang menggunakan metode pos perpos, perhitungan stabilitas, perhitungan trim, dan perhitungan freeboard dan akan dilanjutkan dengan mendesain rencana garis, rencana umum, safety plan serta desain model tiga dimensinya dan dilakukan juga analisis ekonomis. Garbage disposal management menggunakan compactor yang diperuntukkan untuk jenis sampah plastik dan sampah non-organic dan menggunakan comminuter untuk sampah yang berasal dari sisa-sisa makanan dan juga bahan-bahan organik. Sewage treatment management menggunakan holding tank serta konfigurasi mooring system yang digunakan adalah spread mooring system dengan biaya total pembangunan VTP sebesar Rp75,813,789,908.03. 
Desain Aquatic Weed and Trash Skimmer Boat dengan Sistem Penggerak Paddle Wheel di Sungai Kalimas Surabaya Arief Ega Pratama; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.139 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.32187

Abstract

Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia memiliki masalah yang cukup serius yaitu banjir setiap tahun yang disebabkan timbunan sampah dan tumbuhan air khususnya di sungai-sungai. Jurnal ini mempunyai tujuan untuk melakukan analisis secara teknis mengenai desain kapal yang cocok untuk karakteristik Sungai Kalimas itu sendiri. Dipilih lambung katamaran dengan conveyor dibagian haluan, buritan dan di ruang muat serta dilengkapi alat pemotong dibagian haluan dikarenakan katamaran memiliki geladak yang luas sehingga dapat mengangkut muatan lebih banyak. Selain itu kapal pembersih ini dirancang dengan sistem penggerak paddle wheel agar dapat bermanuver pada perairan yang cukup dangkal tanpa harus takut terhambat sampah maupun tumbuhan air sehingga cocok untuk kondisi Sungai Kalimas Surabaya. Proses desain kapal dilakukan dengan menentukan payload untuk mendapatkan ukuran utama kapal awal kemudian dilakukan proses optimasi dengan metode 256. Perhitungan teknis menggunakan rules untuk kapal katamaran dengan L < 50 m. Hasil perhitungan teknis diperoleh ukuran utama Kapal Aquatic Weed and Trash Skimmer sebesar Loa = 9.6 m,  Lwl = 9,2 m, B= 6 m, Boa = 8 m, B1 = 1.3 m T = 0.7 m, H = 1.7 m, ,Cb = 0,5 dan VS = 4 knots. Selanjutnya dari ukuran utama yang diperoleh dibuat Gambar Rencana Garis, Gambar Rencana Umum, dan Model 3D serta melakukan analisis biaya pembangunan.  
Desain Amphibious Dredger Untuk Pengerukan Sungai Porong Sidoarjo di Daerah Buangan Lumpur Lapindo Aufa Dzulfikar Majid; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.33 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.32391

Abstract

Kali Porong merupakan terusan sungai Kali Brantas (Floodway) yang berhulu di Kota Mojokerto (Bendung Lengkong Baru), mengalir ke arah timur dan bermuara di Selat Jawa. Sungai ini membatasi Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Pasuruan. Dengan terjadinya bencana Lumpur Sidoarjo pada 30 Mei 2006 dan kemudian pada November 2006 pemerintah menetapkan bahwa Kali Porong sebagai tempat pembuangan Lumpur Sidoarjo menuju ke laut, maka fungsi Kali Porong selain sebagai floodway, juga berfungsi sebagai saluran yang mengalirkan endapan lumpur ke muara. Namun tidak semua endapan lumpur dari buangan Lumpur Lapindo terbawa sampai ke laut. Endapan yang tertinggal dapat menyebabkan pendangkalan Sungai Porong maka perlu dilakukan pengerukan sungai. Tugas Akhir ini mempunyai tujuan untuk melakukan analisis secara teknis mengenai desain kapal yang cocok untuk karakteristik Sungai Porong. Kapal keruk yang digunakan adalah jenis Amphibious Dredger karena sangat cocok dengan struktur geometris sungai. Dipilih kapal jenis tongkang yang mempunyai stabilitas yang baik. Terdiri dari dua kapal yang mempunyai tugas masing-masing, kapal pengangkut muatan yang dilengkapi peralatan amphibi untuk mengangkut sedimen hasil pengerukan dan kapal pengeruk yang dilengkapi backhoe module. Proses desain kapal menentukan payload untuk mendapatkan ukuran utama kapal awal kemudian dilakukan perhitungan analisis teknis menggunakan metode 256 untuk mendapatkan ukuran utama kapal yang paling efektif. Hasil perhitungan teknis diperoleh ukuran utama untuk kapal pengangkut muatan sebesar Lwl = 11,83 m, Lpp = 11,38 m, B = 7,08 m, T = 1,99 m, H = 3,38 m. Lalu untuk kapal pengeruk sebesar Lwl = 8,9 m, Lpp = 8,53 m, B = 4,85 m, T = 1,44 m, H = 2,12 m dengan estimasi biaya pembangunan sebesar Rp2.867.136.313,32.