p-Index From 2021 - 2026
1.116
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik ITS
Hesty Anita Kurniawati
Departemen Teknik Perkapalan Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 38 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Desain Kapal 3-in-1 Multipurpose Container-Passenger-Vehicle dengan Variasi Bangunan Atas Portable sebagai Penunjang Tol Laut di Wilayah Indonesia Timur Anindra Ahmad Farras; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.51 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.33046

Abstract

Sebagai penunjang untuk membantu penyebaran logistik di Indonesia, pemerintah membangun banyak kapal perintis yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Salah satunya adalah kapal perintis yang memiliki muatan 3-in-1 yang mampu membawa tiga muatan berbeda secara langsung untuk meningkatkan pendapaan. Faktanya, kapal-kapal berpelayaran multiport memiliki kekurangan jika terjadi fluktuasi penumpang karena terdapat perbedaan kebutuhan di tiap daerah. Hal tersebut berpengaruh terhadap penurunan pendapatan karena terdapat ruangan yang tidak terisi. Oleh karena itu dibutuhkan kapal dengan modul bangunan atas portable agar dapat mengatur ruangan kapal sesuai yang dibutuhkan. Jika penumpang berkurang ruangan akan diganti oleh kontainer. Kapal tersebut beroperasi di wilayah timur Indonesia pada rute pelayaran Makassar-Bitung-Tertate-Ambon-Sorong-Jayapura untuk memfasilitasi ketersediaan barang di wilayah timur Indonesia. Dalam mendesain kapal dilakukan analisis teknis yang meliputi perhitungan ukuran utama, perhitungan stabilitas, perhitungan trim, dan perhitungan freeboard. Kapal yang didesain memiliki ukuran Panjang antar Garis Tegak (Lpp): 139,8 meter, lebar (B): 24 meter, Tinggi (H): 12,8 meter, dan Sarat (T): 5,95 meter dengan kecepatan: 18 knots. Dengan ukuran tersebut kapal memiliki dua pilihan bangunan atas pada kondisi pertama kapal dapat mengangkut 1400 penumpang, 41 TEUs kontainer, 40 unit mobil dengan panjang kurang dari 5 meter, 12 unit truk atau bus dengan panjang 7 meter sampai 10 meter, dan 322 unit sepeda motor. Sedangkan untuk kondisi kedua kapal dapat mengangkut 1400 penumpang, 41 TEUs kontainer, 40 unit mobil dengan panjang kurang dari 5 meter, 12 unit truk atau bus dengan panjang 7 meter sampai 10 meter, dan 322 unit sepeda motor.
Desain Self-Propelled Barge Sebagai Fasilitas Pengangkut Block untuk Galangan Kapal dari Batam ke Singapura Rakadrian Nugraha Buana; Hesty Anita Kurniawati; Ardi Nugroho Yulianto
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.136 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.33223

Abstract

Salah satu jasa yang disediakan oleh galangan-galangan kapal di Batam dan Singapura adalah layanan pembuatan blok-blok kapal ataupun bangunan offshore  dimana blok tersebut akan difabrikasi di sebuah galangan lalu diantar ke galangan lainnya untuk kemudian dilakukan joint erection. Dalam tugas akhir ini akan dibahas sebuah moda transportasi berbentuk self-propelled barge yang berfungsi untuk mengangkut blok-blok tersebut dengan tujuan meringankan biaya produksi yang disebabkan oleh penyewaan tongkang beserta tugboat.  Analisis teknis yang dibahas yaitu penentuan ukuran utama kapal, koefisien bentuk, hambatan dan propulsi kapal, freeboard, stabilitas kapal, trim, serta prosedur loading dan off-loading. Serta perhitungan ekonomis yang dibahas yaitu perhitungan biaya pembangunan kapal, penentuan harga sewa kapal, break even point, serta perbandingan harga dengan moda transportasi yang sudah ada. Ukuran utama kapal yang didesain yaitu panjang per pendicular (LPP): 89,2 meter, lebar (B): 21,1 meter, sarat (T): 2 meter, dan tinggi (H): 4,3 meter, dengan kecepatan : 10 knots. Kapal ini memiliki kapasitas untuk mengangkut tiga blok bangunan kapal ataupun bangunan offshore  yang memiliki ukuran maksimal luasan tiap blok 20 x 18 meter dan berat maksimal 270 ton. Harga penyewaan self-propelled barge ini adalah Rp.6.700.000.000.
Desain Kapal Pesiar Dengan Hydraulic Platform Untuk Pariwisata Di Pantai Nongsa, Batam Karina Dayusari; Hesty Anita Kurniawati; Ardi Nugroho
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.456 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34809

Abstract

Kota Batam secara geografis mempunyai letak yang sangat strategis, yaitu di jalur pelayaran dunia internasional.Pantai Nongsa memiliki potensi yang sangat besar aktual untuk memberi kontribusi terhadap kemajuan ekonomi Kota Batam maupun daerah sekitarnya. Pantai Nongsa dan Kampung Tua berada di kawasan Nongsa, Pulau Batam. Nongsa adalah daerah di sebelah utara Batam. Untuk lebih menarik minat pengunjung maka diperlukan inovasi yang belum ada di Nongsa, yaitu Kirei Cruise. Adalah kapal wisata yang menawarkan fasilitas berupa platform hidrolik yang dijadikan tambahan sebagai tempat untuk bersantai menikmati pemandangan laut dari jarak yang lebih dekat. Ukuran utama yang didapat berdasarkan kapal yang nantinya membawa penumpang ke Kirei Cruise ini dari serangkaian proses desain yang sudah dilakukan, maka didapatkan LOA = 58 m, B = 12 m, H = 9 m, T = 4,5 m dengan jumlah penumpang sebanyak 24 orang dan 25 crew. Setelah di dapatkan ukuran utama ini, dilanjutkan dengan pembuatan Lines Plan, General Arrangement dan desain 3D.
Desain Deck Cargo Barge sebagai Arena Konser Terapung untuk Daerah Perairan Gili Trawangan - Gili Meno - Gili Air, Lombok. Dwi Andrey Prayogo; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.84 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34876

Abstract

Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki keragaman flora dan fauna yang beraneka ragam. Deck Cargo Barge atau tongkang banyak yang sudah tidak beroperasi dan diparkir dikarenakan sumber daya alam berupa batu bara mulai menipis. Dengan mendesain tongkang sebagai arena konser terapung nantinya bisa menjadi referensi bagi pemilik kapal mengenai alih fungsi tongkang karena berkurangnya sumber daya alam. Dari proses analisis teknis didapatkan ukuran utama yang sesuai untuk arena konser terapung adalah L=96 m, B=24 m, H=6.6 m, T=5 m. Desain safety plan ditambahkan pada The Kahakai Floating Arena (TKFA) adalah 1119 lifejacket, 12 lifebuoy dan 24 liferafts. Garbage disposal management menggunakan compactor yang diperuntukkan untuk sampah non-organic, comminuter dan macerator diperuntukkan untuk sampah organik. Sewage treatment management menggunakan comminuter dan penyediaan holding tank. Konfigurasi mooring system yang digunakan adalah spread mooring system dikombinasi dengan mooring buoy dengan symmetric 8 line (45°) dan mooring line berupa wire rope. Besarnya biaya pembangunan TKFA adalah sebesar Rp 34,356,976,561.92 dengan estimasi PP terjadi pada tahun ke 6 bulan ke 7 operasional serta nilai NPV sebesar Rp 25,306,981,018 dan IRR sebesar 24.73% untuk jangka waktu investasi selama 10 tahun.  
Desain Desalination Production Vessel (DPV) untuk Mengatasi Kekurangan Air Tawar di Pulau Madura Arif Riansyah; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.253 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41879

Abstract

Kekurangan air tawar seakan menjadi hal yang lumrah terjadi di Pulau Madura. Selama ini, kekurangan air ditangani dengan pengiriman truk tangki air dari beberapa daerah. Namun, Kondisi Pulau Madura yang dikelilingi oleh laut dapat juga dimanfaatkan sebagai akses produksi baru penyedian air di seluruh Pulau Madura dengan menggunakan Desalination Production Vessel (DPV). Payload dari DPV didapatkan dari kekurangan air setiap harinya yang diperhitungkan mencapai 40.000 m3, dengan mempertimbangkan sarat di sekitar pantai Pulau Madura maka didapatkan payload DPV sebesar 20.000 m3 dengan jumlah 2 unit DPV dan produksi air tawar harian mencapai 40.000 m3. Setelah itu dilakukan perhitungan teknis berupa perhitungan berat, trim, freeboard, dan stabilitas sehingga didapatkan ukuran utama kapal yang meliputi; Lbp =112,5 m; B = 26 m; H = 11 m; T = 9 m. Tinggi freeboard minimum sebesar 2169,46 mm dengan tonnase kapal mencapai 10.807,43 GT. Perhitungan stabilitas menunjukkan kondisi stabilitas yang memenuhi kriteria stabilitas pada masing-masing load case. Analisis ekonomis yang dilakukan mendapatkan harga optimum senilai Rp.7.500/m3 dengan Total Capital Investment (TCI) yang bernilai Rp. 130.064.292.485,00 dan General Expenses yang bernilai Rp. 23.479.569.494,00 untuk selanjutnya didapatkan nilai Feasibility Investment yang terdiri dari Internal Rates of Return (IRR) = 17,65%, Net Present Value (NPV)= Rp.41.598.492.770,66, PP=9,20 tahun dan Breakeven Point (BEP) mencapai Rp.24.188.411.035,68.
Desain Floating Modern Fishing Industry untuk Pengembangan Sektor Perikanan di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan Muhammad Fudail Andi Palinrungi; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.455 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41922

Abstract

Wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar terdiri dari 130 buah gugus pulau besar dan kecil dengan luas keseluruhan wilayahnya mencapai 10.503,69 km2 yang terdiri dari daratan (1.357,03 km2 atau 12,92%), dan lautan (9.146,66 km2 atau 87,08%. Dengan wilayah laut seluas 87% dari total wilayahnya, Kepulauan Selayar memiliki potensi yang cukup besar di sektor kelautan dan perikanan. Berdasarkan potensi tersebut gagasan Floating Modern Fishing Industry diharapkan dapat menarik peminat calon investor sambil mendukung industri perikanan lokal serta program Pemerintah Indonesia. Ukuran utama yang didapatkan berdasarkan luasan yang mengacu pada pabrik pengolahan ikan yang disesuaikan dengan rasio perbandingan ukuran utama dari kapal pembanding dan regulasi yang ada maka didapatkan LoA = 105 m, B = 22 m, H = 6 m, T = 4.2 m. dengan hasil olahan berupa ikan fillet dan tepung ikan serta terdapatnya budidaya perikanan. Analisis teknis yang dilakukan meliputi perhitungan berat, perhitungan stabilitas, perhitungan trim, dan perhitungan freeboard dan akan dilanjutkan dengan mendesain rencana garis, rencana umum, safety plan serta desain model tiga dimensinya dan dilakukan juga analisis ekonomis. Garbage disposal management menggunakan compactor yang diperuntukkan untuk jenis sampah plastik dan sampah non-organic dan menggunakan comminuter untuk sampah yang berasal dari sisa-sisa makanan dan juga bahan-bahan organik. Sewage treatment management menggunakan holding tank serta konfigurasi mooring system yang digunakan adalah single point mooring system dengan biaya total pembangunan sebesar Rp 90.974.767.520.
Desain Small-Scale LNG Carrier Dengan Combine Cycle Propulsion Plant Untuk Suplai Gas Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) “Flores” Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur Muhammad Sayyid Habibie; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4026.787 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41956

Abstract

Dalam upaya peningkatan rasio elektrifikasi untuk mendukung pembangunan di Labuan Bajo, maka dibangun pembangkit-pembangkit baru salah satunya PLTMG “Flores”. PLTMG “Flores” merupakan pembangkit baru yang bersifat mobile serta dapat dioperasikan menggunakan bahan bakar Liquefied Natural Gas (LNG). Namun, cadangan minyak dan gas bumi di daerah Nusa Tenggara belum banyak diketahui. Dengan adanya rencana pengembangan Blok Masela melalui skema onshore LNG plant di Saumlaki akan membantu dalam pasokan LNG ke Labuan Bajo. Data rasio elektrifikasi yang rendah serta upaya PLN dalam membangun PLTMG “Flores” di Labuan Bajo melalui rencana jangka panjangnya maka diperlukan pembangunan infrastruktur pengantar suplai gas berupa LNG. Namun, letak Labuan Bajo yang cukup jauh dengan daerah pemasok LNG maka dapat dimanfaatkan sarana distribusi gas alam baru menggunakan small-scale LNG carrier. Payload dari small-scale LNG carrier ini berdasarkan konsumsi bahan bakar LNG untuk PLTMG “Flores” per hari. Ukuran utama didasarkan pada penempatan kontainer di ruang muat dan geladak . Combine Cycle Propulsion Plant yang dimaksud dalam penelitian ini adalah  Combine Diesel & Steam Turbine dimana pemilihan mesin diesel dan turbin uap sebagai penggerak berdasarkan perhitungan hambatan dan propulsi Setelah itu dilakukan perhitungan teknis berupa perhitungan berat, freeboard, trim dan stabilitas. Ukuran utama yang memenuhi kriteria teknis dan regulasi adalah Lpp = 111.6 m; B = 22.4 m; H = 12 m; T = 5 m. Tinggi freeboard minimum yang didapatkan yaitu 2104 mm, tonase kotor kapal mencapai 7885 ton dan kondisi stabilitas kapal dihitung serta didapatkan hasil yang memenuhi kriteria. Biaya pembangunan sebesar Rp197,331,715,056.31.
Desain Dual Fuel Self-Propelled Barge (SPB) Pengangkut Crude Palm Oil (CPO) untuk Ekspor Rute Dumai-Singapura Willyam Nainggolan; Hesty Anita Kurniawati; Danu Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.939 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.44808

Abstract

Pada tahun 2017 Kementrian Perdagangan mengeluarkan Permendag Nomor 82/2017 yang mewajibkan penggunaan kapal yang dikuasai oleh perusahaan pelayaran nasional untuk ekspor crude palm oil (CPO). Namun sayangnya kapal dalam negeri belum siap untuk melaksanakan ekspor CPO dikarenakan ekspor CPO selama ini hampir 94% menggunakan kapal asing. Selain permasalahan tersebut, pembatasan emsisi gas buang pada kapal yang diatur oleh IMO melalui MARPOL 73/78 Annex VI terus diperketat secara kontinu. Salah satu regulasi terbaru yang akan diimplementasikan ialah pembatasan emisi sulfur secara global yang akan dikurangi dari 3.5% menjadi 0.5% pada tahun 2020. Maka, dalam tugas akhir ini akan dibahas sebuah moda transportasi berupa self-propelled barge yang menggunakan bahan bakar ganda (dual fuel) untuk mengangkut CPO dari Dumai ke Singapura. Dengan kapal ini diharapkan pengangkutan CPO untuk jarak dekat dengan rute Dumai-Singapura dapat dilakukan dengan lebih efektif & efisien. Analisis teknis yang dibahas yaitu penentuan ukuran utama kapal, koefisien bentuk kapal, hambatan & propulsi kapal, berat & titik berat, trim, freeboard, dan stabilitas kapal. Ukuran utama kapal yang didapatkan dengan menggunakan metode optimisasi ialah Lpp = 74,27 m, B = 13,95 m, H = 5,02 m, dan T = 3.9 m. Analisis ekonomis yang dilakukan yaitu perhitungan biaya pembangunan kapal, biaya operasional kapal, penentuan harga sewa kapal serta perhitungan indikator kelayakan investasi. Harga penyewaan self-propelled barge ini untuk tipe voyage charter adalah Rp 149.440.476 per voyage, sedangkan untuk tipe time charter ialah sebesar Rp 800.000.000 per bulan.
Desain Kapal Pengangkut dan Pengolah Sampah Plastik untuk Kepulauan Seribu Veronika Pathyastri Swastitanaya; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54191

Abstract

Kepulauan Seribu merupakan pulau terluar dari DKI Jakarta yang memiliki masalah serius terkait penumpukan sampah, terutama sampah plastik, di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) pada 11 pulau berpenduduk. Penumpukan sampah plastik tersebut disebabkan oleh fasilitas kapal pengangkut sampah yang kurang memadai. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendesain kapal yang digunakan untuk mengangkut dan mengolah sampah plastik sesuai dengan kondisi perairan Kepulauan Seribu. Kapal ini akan mengangkut dan mengolah sampah yang menumpuk di Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang, dan Pulau Pari. Pada proses pengolahan sampah terdapat tahap pengeringan sampah plastik dan pengolahan sampah plastik menjadi crude oil. Proses desain kapal dimulai dengan menentukan payload dan menentukan luasan yang dibutuhkan dalam kapal. Dari kebutuhan luasan tersebut, dibuat layout awal kapal, sehingga didapatkan ukuran utama awal. Hasil perhitungan teknis diperoleh ukuran utama Kapal Pengangkut dan Pengolah Sampah Plastik sebesar Lpp = 40 m, B = 8 m, T = 2.1 m, H = 5 m, CB = 0.469, Vs = 7 knots. Selanjutnya dari ukuran utama yang diperoleh dibuat Linesplan, General Arrangement, dan Model 3D Kapal. Selain itu, dilakukan juga analisis biaya pembangunan kapal dengan hasil sebesar Rp4.030.557.090,00.
Desain Multi-Purpose Research Vessel (MPRV) dengan Penggerak Tambahan Flettner Rotor Sail untuk Perairan Indonesia Dzaky Zamzam Riyadhi; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56902

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah laut yang sangat luas. Dengan luasnya laut Indonesia, dibutuhkan usaha untuk mengelolanya agar dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh laut Indonesia, yang salah satunya adalah riset kelautan. Mulai tahun 2020, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan memulai sebuah program bernama Foresight Riset Kelautan yang akan menjadi ujung tombang pemerintah dalam melakukan riset-riset kelautan di laut Indonesia yang selama ini terbengkalai. Akan tetapi, saat ini LIPI hanya memiliki dua kapal riset kelautan, yang bahkan dalam kondisi yang memprihatinkan. Untuk memecahkan masalah tersebut, pembuatan kapal riset dengan teknologi terbaru sarana yang efektif dalam meningkatkan kualitas penelitian di bidang kelautan. Hasil dari desain MPRV ini mendapatkan ukuran utama LOA : 96.47 m, LWL :93.6 m, LPP : 90 m, B : 17.5 m, H : 9 m, T : 5.2 m. MPRV diproyeksikan untuk beroperasi di Laut Sulawesi, dengan mempertimbangkan kecepatan angin dan tinggi ombak yang ada. Kapasitas orang didalam kapal adalah 54 orang dengan 24 awak, 24 peneliti, dan 6 technical support. Kapal ini menggunakan dua mesin motor penggerak dengan daya sebesar 1342 kW sebanyak dua buah dan Flettner Rotor Sail dengan dimensi R : 3 m dan H : 18 + 2 m (fondasi) dengan daya mesin sebesar 55kW, putaran maksimum 250 RPM, dan Thrust Flettner Rotor Sail maksimum sebesar 100 kN. Biaya yang dibutuhkan untuk membangun MPRV adalah Rp 75,753,395,934.