Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH CHANGE ORDER TERHADAP BIAYA, MUTU, DAN WAKTU PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG BERTINGKAT Hendy Eka Putra; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8233

Abstract

The implementation of the construction project caused miscommunication, this made the contract became a reference during implementation. In the implementation of construction projects, there are often changes that not according to contract, for example: work volume changes, specifications changes, type or method of work changes, schedules changes , design changes, and others. These changes are commonly known as change orders. There are several things that cause a change order, for example: incompletable contract, design does not fit in the field, unsupportive weather, and others. This research is to determine the effect of change order in the aspects of cost, quality, and time in multi-storey building construction projects. Researchers used data from the responses of respondents consisting of contractors, consultants, and owners. The questionnaire made proposes several aspects of change orders and their effects on cost, quality, and time. Analysis of research data was carried out with the help of the SmartPLS 3.0 application program. The influence of change orders on costs is the lack of costs due to the addition of work items, while on quality is the quality decrease due to additional work volume, and on time is the delay in project completion due to changes in completed work.ABSTRAKPelaksanaan proyek konstruksi menyebabkan terjadi perbedaan pendapat yang disebabkan oleh pihak yang terlibat, hal ini membuat kontrak menjadi sangat penting dan menjadi acuan selama pelaksanaan. Pada pelaksanaan proyek konstruksi sering terjadi perubahan-perubahan yang akhirnya tidak sesuai dengan kontrak sebelumnya contohnya seperti: perubahan volume pekerjaan, perubahan spesifikasi, perubahan jenis atau metode pekerjaan, perubahan jadwal, perubahan design, dan lain-lain. Perubahan ini umum sekali terjadi dalam proyek konstruksi dan lebih sering dikenal sebagai change order.  Ada beberapa hal yang menyebabkan perlunya dilakukan change order, misalnya: kontrak yang dibuat tidak lengkap, design yang ada tidak sesuai dengan kondisi lapangan, cuaca yang tidak mendukung, dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh change order dalam aspek biaya, mutu, dan waktu dalam proyek konstruksi gedung bertingkat. Peneliti menggunakan data dari hasil tanggapan responden yang terdiri dari kontraktor, konsultan, dan pemilik. Kuesioner yang dibuat mengajukan beberapa aspek mengenai change order serta pengaruhnya terhadap biaya, mutu, dan waktu. Analisis data penelitian dilakukan dengan bantuan program aplikasi SmartPLS 3.0. Pengaruh change order terhadap biaya adalah kurangnya biaya akibat penambahan item pekerjaan, sedangkan terhadap mutu adalah menurunnya kualitas bangunan akibat penambahan volume pekerjaan, dan terhadap waktu adalah terjadinya keterlambatan penyelesaian proyek akibat perubahan pekerjaan yang telah selesai.
PRODUKTIVITAS PEKERJA DALAM PEKERJAAN PEMASANGAN DINDING BATA DENGAN METODE CREW BALANCE CHART Eddy Putra; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8352

Abstract

The determination of the magnitude of value of productivity is the first step that must be conducted to determine magnitude of increase productivity that can be applied in construction projects. The determination of value of productivity requires the completeness of data obtained from workers data collection. Data collection displayed in form of Crew Balance Chart to get unproductive time and coefficient of workers based on field conditions in the installation of brick and to increase the productivity of workers on construction project of Residential Houses Cempaka Baru. Methods of data collection using observations in the field, as well as the data processed by using simple math. From the results of the research known to time is unproductive time of workers on the job installation of brick wall construction projects Cempaka Baru on front area is 9,711%, and on back area is 48,737% so it can be called that workers in the front area is quite productive while the workers in back area tend to be not productive. The productivity of workers front area amounted to 0,98 m2/h while productivity in ideal conditions can reach 1,33 m2/h, while that for back area the productivity 1,53 m2/h while productivity ideally 2,25 m2/h.ABSTRAKPenentuan besarnya nilai produktivitas merupakan langkah awal yang harus dilakukan untuk mengetahui besarnya peningkatan produktivitas yang dapat diterapkan dalam proyek konstruksi. Penentuan nilai produktivitas memerlukan kelengkapan data yang didapat dari pendataan pekerja. Pendataan pekerja ini ditampilkan dalam bentuk diagram Crew Balance Chart untuk mendapatkan waktu tidak produktif dan koefisien pekerja berdasarkan kondisi lapangan dalam pekerjaan pemasangan dinding bata serta dapat meningkatan produktivitas pekerja pada proyek konstruksi Rumah Tinggal Cempaka Baru. Metode pengumpulan data dalam crew balance chart menggunakan observasi di lapangan, serta data diolah dengan menggunakan matematika sederhana. Dari hasil penelitian diketahui waktu tidak produktif pekerja pada pekerjaan pemasangan dinding bata proyek konstruksi Cempaka Baru pada area depan 9,711% dan pada area belakang 48,737% sehingga dapat dapat disebut pekerja pada area depan cukup produktif sementara pekerja pada area belakang cenderung tidak produktif. Produktivitas pekerja pada area depan sebesar 0,98 m2/jam sedangkan produktivitas dalam kondisi ideal dapat mencapai 1,33 m2/jam, sementara itu untuk area belakang produktivitasnya sebesar 1,53 m2/jam sedangkan produktivitas idealnya 2,25 m2/jam.
ANALISIS VALUE ENGINEERING PADA PROYEK PERUMAHAN DJAJAKUSUMAH RESIDENCE Hanifah Amelia; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5831

Abstract

Pemilihan material pada konstruksi sebuah bangunan merupakan suatu hal yang sangat penting untuk mencapai perencanaan proyek yang efisien. Terdapat berbagai macam pilihan material mulai dari material komposit sampai dengan material non komposit. Dengan menggunakan value engineering dapat memungkinkan tercapainya perencanaan proyek yang efisien. Pada proyek perumahan djajakusumah residence terdapat beberapa pekerjaan konstruksi. Pekerjaan dinding merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki biaya tertinggi sehingga memiliki kemungkinan untuk dilakukan value engineering. Penelitian ini bertujuan untuk memndapatkan pilihan material terbaik untuk pekerjaan dinding menggunakan value engineering. Alternatif yang terdapat untuk pilihan material dinding dalam penelitian ini adalah bata merah, batako dan m-panel. Material dinding pada desain awal proyek djajakusumah residence adalah bata ringan. Metode yang digunakan untuk pengambilan keputusan dalam penelitian ini dengan membandingkan antara net present value (NPV) dengan value masing-masing alternatif.  Didapatkan hasil perbandingan antara NPV dengan value untuk desain awal bata ringan sebesar 5.34, bata merah sebesar 5.46, batako sebesar 4.87, dan m-panel sesbesar 5.05. Berdasarkan perbandingan tersebut didapatkan bahwa yang tertinggi adalah bata merah dengan hasil perbandingan 5.46 dan biaya konstruksi yang dimiliki bata merah adalah Rp52,942,866,059.83, sehingga menghemat biaya desain awal sebesar Rp 258,762,864.47. Dapat dinyatakan bahwa bata merah merupakan alternatif yang terbaik pada proyek perumahan djajakusumah residence.
PENYEBAB CHANGE ORDER PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG BERTINGKAT Adi Ananias Ardine; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8235

Abstract

The number of high rise building construction projects in Jabodetabek area continues to grow. The main reason is increasing population of the region, so that development in the vertical direction becomes a solution. There are three important criteria in every construction project, namely cost, quality, and time. These criteria must be agreed upon and regulated in the form of a contract. Based on prior research, change orders cannot be avoided in every construction project. Change order can give complex impact and able to harm related parties. To minimize and anticipate the occurrence of change orders, it is necessary to know the factors that can cause changes in a contract. The factors that have been determined from the results of the literature study are compiled into a questionnaire to find out the main causes of change orders. The questionnaire was distributed to owners, contractors and consultants in high rise building projects in Jabodetabek area. PLS-SEM is used as a method for analyzing data in this study with the help of the smartPLS 3.0 program. From the results of the analysis carried out, obtained two factors that have a significant influence on the change order, namely construction factors and administrative factors.  ABSTRAKJumlah proyek konstruksi gedung bertingkat di wilayah Jabodetabek terus bertumbuh. Alasan utama karena kondisi wilayah yang semakin padat, sehingga pengembangan pembangunan ke arah vertikal menjadi solusi. Terdapat tiga kriteria penting yang menjadi fokus dalam setiap proyek konstruksi, yaitu biaya, mutu, dan waktu. Kriteria-kriteria tersebut harus disepakati dan diatur oleh pihak-pihak yang terlibat sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku dalam bentuk kontrak. Berdasarkan penelitian terdahulu, perubahan atau change order merupakan hal yang umum dan tidak dapat dihindari dalam setiap proyek konstruksi. Change order memberikan dampak yang kompleks, sehingga sangat berpengaruh terhadap kinerja suatu proyek konstruksi dan dapat merugikan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Untuk meminimalisir serta mengantisipasi terjadinya change order, maka perlu untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan perubahan dalam suatu kontrak pada proyek konstruksi gedung bertingkat. Faktor-faktor yang sudah ditentukan dari hasil studi literatur disusun menjadi sebuah kuesioner untuk mengetahui penyebab utama dari change order. Penyebaran kuesioner tersebut dilakukan terhadap owner, kontraktor, dan konsultan pada proyek gedung bertingkat di wilayah Jabodetabek. PLS-SEM digunakan sebagai metode untuk menganalisis data pada penelitian ini dengan bantuan program smartPLS 3.0. Dari hasil analisis yang dilakukan, didapat dua faktor yang memiliki nilai pengaruh signifikan terhadap change order, yaitu faktor konstruksi dan faktor administrasi.
STUDI ANALISIS PERSENTASE WASTE BESI BETON DAN FAKTOR PENYEBABNYA PADA BANGUNAN BERTINGKAT RENDAH DI JAKARTA Liem Antonio Geraldi; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, Februari 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i1.7070

Abstract

Waste iron material is often found in a construction project. Of course, by knowing what is the cause of waste iron material, the waste of this material can also be controlled and minimized. This research was conducted on a low rise building project in the Jakarta area and its surroundings which aims to find out what percentage volume of waste that occurs, how much loss, and causes the waste steel material. Analysis determine volume of waste and losses to find the number of concrete steel material requirements, the amount of concrete steel material purchase, and unit price of concrete iron material in a project obtained from drawings, weekly / monthly reports, budget plans, and interviews directly to the construction. To find cause of the waste carried out by distributing questionnaires to construction, the variables related to waste concrete iron such as humans, management professionalism, design and documentation, materials, implementation, and external. The results of the questionnaire will processed using the factor analysis with SPSS program in which of the six variables will be grouped based on the value of the relationship and which group of variables will play a major role in the waste of concrete iron material. AbstrakPemborosan material besi beton merupakan suatu hal yang masih sering dijumpai dalam suatu proyek konstruksi. Tentunya dengan mengetahui apa yang menjadi penyebab dari pemborosan material besi beton, maka pemborosan material ini pun dapat dikontrol dan diminimalisir. Penelitian ini dilakukan pada proyek low rise building di daerah Jakarta dan sekitarnya yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar persentase volume pemborosan yang terjadi, berapa besar kerugian yang diakibatkan, dan apa saja penyebab terjadinya pemborosan dari material besi beton. Analisis yang dilakukan untuk mengetahui besar volume pemborosan dan kerugiannya adalah dengan mencari angka kebutuhan material besi beton, jumlah pembelian material besi beton, dan harga satuan material besi beton dalam suatu proyek yang dapat diperoleh dari gambar kerja, laporan mingguan/bulanan, rencana anggaran biaya, dan wawancara langsung kepada pihak pelaku konstruksi. Untuk mengetahui penyebab pemborosannya akan dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada pelaku konstruksi yang berisikan tentang variabel-variabel yang berhubungan dengan pemborosan material besi beton seperti manusia, profesionalitas menejemen, desain dan dokumentasi, material, pelaksanaan, dan kendala luar. Hasil dari kuesioner akan diolah menggunakan metode analisis faktor dengan bantuan program SPSS dimana dari keenam variabel tersebut akan dikelompokkan berdasarkan nilai keterkaitannya dan akan diperoleh kelompok variabel mana yang berperan besar dalam pemborosan material besi beton tersebut.
PERBANDINGAN INVESTASI DENGAN SEWA ALAT BERAT PADA PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL IBIS RADEN SALEH JAKARTA Geraldy Marcell; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10480

Abstract

The Ibis Raden Saleh Hotel's construction project by PT Andal requires the use of heavy equipment as a supporting factor for development. Heavy equipment reviewed in this study are excavators, dump trucks, and tower cranes. The research carried out wants to consider investment or heavy equipment rental whether it is feasible or not feasible as a decision making. This study's data collection method is the interview method as primary data and documentation as secondary data. Methods of data analysis using financial analysis, namely NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), BCR (Benefit Cost Ratio), and PBP (Payback Period). From the calculation results, the NPV value of investment is - IDR 12,216,701,317.38 and the NPV value for rent is IDR 16,083,224,759.60. The IRR value for investment is 0% and the IRR value for rent is 22.28%. The BCR value for investment is 0.62 and the BCR value for lease is 4.81. The PBP value for investment cannot yet be assessed and the PBP value for the lease is 5.0596 months. From this research, it can be concluded that a feasible activity is heavy equipment rental. ABSTRAKProyek konstruksi Hotel Ibis Raden Saleh oleh PT Andal membutuhkan pemakaian alat berat sebagai salah satu faktor penunjang pembangunan. Alat berat yang ditinjau pada penelitian ini adalah excavator, dump truck, dan tower crane. Penelitian dilakukan untuk mempertimbangkan pemilihan antara investasi atau sewa alat berat menguntungkan atau tidak menguntungkan untuk dilakukan sebagai pengambilan keputusan. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode wawancara sebagai data primer dan dokumentasi sebagai data sekunder. Metode analisis data menggunakan studi analisis finansial yaitu NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), BCR (Benefit Cost Ratio), dan PBP (Payback Period). Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai NPV untuk investasi sebesar – Rp 12,216,701,317.38 (NPV < 0) dan nilai NPV untuk sewa sebesar Rp 16,083,224,759.60 (NPV > 0). Besaran nilai IRR untuk investasi sebesar 0% (IRR < MARR) dan nilai IRR untuk sewa sebesar 22.28%. (IRR > MARR). Besaran nilai BCR untuk investasi sebesar 0.62 (BCR< 1) dan besaran nilai BCR untuk sewa sebesar 4.81 (BCR > 1). Besaran nilai PBP untuk investasi belum dapat dinilai (PBP > umur proyek) dan besaran nilai PBP untuk sewa adalah 5.0596 bulan (PBP < umur proyek). Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan kegiatan yang menguntungkan dilakukan adalah sewa alat berat.
PRODUKTIVITAS PEKERJA DALAM PEKERJAAN PLESTERAN DINDING BATA DENGAN METODE CREW BALANCE CHART Indra Pratama Suharto; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8378

Abstract

The productivity of workers is one of the parameters for the success of a project. With the crew balance chart method, every worker's activity in the field will be displayed, and the results of the observations will be optimized. Observations were made on brick wall plastering in Cempaka Baru residential construction project, which consisted of 2 work groups. The results volume of plastering done by the 1st group, the productivity on the first day was 1.195 m2/hour, and the second day was 3.987 m2/hour, where if the worker was in ideal conditions the volume that could be produced was 1.647 m2/hour on the first day and 6.869 m2/hour on day 2. Whereas in the second group the productivity on the first day was 0.451 m2/hour, and on the second day it was 1.812 m2/hour, where if the worker was in ideal conditions the volume that could be produced was 0.643 m2/hour on the first day and 2.489 m2/hour on the second day. The low productivity of workers caused the contractor to suffer a loss of Rp. 339,782.00 on wall plastering work were observed. ABSTRAKProduktivitas pekerja pada proyek konstruksi merupakan salah satu parameter keberhasilan suatu proyek. Dengan metode crew balance chart akan ditampilkan setiap kegiatan pekerja yang dilapangan, dan dari hasil pengamatan tersebut akan dilakukan optimasi, untuk meningkatkan produktivitas pekerja. Pengamatan dilakukan pada pekerjaan plesteran dinding bata pada proyek pembangunan rumah tinggal Cempaka Baru, yang terdiri dari 2 group kerja. Dari hasil volume plesteran yang dikerjakan group ke-1, produktivitas dihari pertama sebesar 1,195 m2/jam, dan dihari ke-2 sebesar 3,987 m2/jam yang dimana bila pekerja dalam kondisi ideal, volume yang dapat dihasilkan sebesar 1,647 m2/jam dihari pertama dan 6,869 m2/jam dihari ke-2. Sedangkan pada group ke-2 produktivitas dihari pertama sebesar 0,451 m2/jam, dan dihari ke-2 sebesar 1,812 m2/jam, yang dimana bila pekerja dalam kondisi ideal volume yang dapat dihasilkan sebesar 0,643 m2/jam dihari pertama dan 2,489 m2/jam dihari ke-2. Rendahnya produktivitas yang dihasilkan pekerja mengakibatkan kontraktor mengalami kerugian sebesar Rp. 339.782,00 pada pekerjaan plesteran dinding yang diamati.
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA PROYEK SEBELUM DAN SETELAH COVID-19 DI SUMATERA SELATAN (STUDI KASUS PADA PT. SINAR BRAJA MUKTI) Andreas Ronaldo; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil VOLUME 4, NOMOR 3, AGUSTUS 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.12408

Abstract

Pandemi covid-19 telah masuk Indonesia sejak maret 2020 dan tentunya menyebabkan dampak yang sangat besar pada berbagai sektor khususnya konstruksi. Pemerintah telah menerapkan berbagai aturan seperti PSBB, PSBB Transisi, PSBB jilid 2, PPKM mikro dan makro. Serta berbagai aturan lain dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah penyebaran covid. Namun tentunya perekonomian harus tetap berjalan. Sehingga untuk dapat mengetahui besarnya dampak dari covid-19 ini dilakukan perbandingan penjadwalan dengan menggunakan metode probabilistik seperti menggunakan metode monte carlo. Daerah yang dijadikan sasaran untuk penelitian kali ini di sumatera selatan. Pada penelitian ini dilakukan menggunakan simulasi monte carlo yang mana memerlukan durasi optimis, pesimis, dan most likely pada setiap proyek. Proyek yang digunakan adalah 2 proyek yang berlangsung di daerah yang sama dengan kondisi yang berbeda. Yaitu sebelum dan setelah covid-19. Proyek pertama yaitu pembangunan Gedung Arsip (sebelum covid-19) dan Proyek kedua yaitu pembangunan Gedung Laboratorium (setelah covid-19). Simulasi monte carlo ini menggunakan software crystall ball dan distribusi yang digunakan adalah distribusi triangular. setelah dilakukan simulasi, akan dilakukan Analisa perbandingan antara durasi pesimis, optimis, most likely,  durasi simulasi, dan durasi yang terjadi dari ke-2 proyek. Hasil yang didapat pada proyek Gedung Arsip (sebelum covid-19) yaitu: durasi optimis 18 minggu, durasi pesimis 39 minggu, durasi most likely 24 minggu, hasil simulasi 28 minggu, dan pelaksanaan 26 minggu. Pada proyek Gedung Laboratorium (setelah covid-19) didapat hasil yaitu, durasi optimis 18 minggu, pesimis 44 minggu, most likely 25 minggu, hasil simulasi 28 minggu, dan pelaksanaan 28 minggu. Hasil pelaksanaan dari ke-2 proyek berada diantara durasi pesimis dan optimis.
ANALISIS KORELASI FAKTOR PENERAPAN K3 TERHADAP KINERJA WAKTU PADA PROYEK KONSTRUKSI Michael Marlee; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2260

Abstract

Pada pelaksanaan proyek konstruksi, beberapa hal yang tidak diharapkan dan tidak diantisipasi dapat terjadi dan mempengaruhi waktu penyelesaian yang dibutuhkan. Keselamatan dan kesehatan kerja yang tidak diperhatikan dengan baik dalam suatu proyek konstruksi dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hal yang penting bagi perusahaan, karena dampak dari kecelakaan kerja sangatlah merugikan. Pekerja yang mengalami kecelakaan kerja akan mengganggu waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis untuk mengetahui penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yang berhubungan signifikan terhadap kinerja waktu. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan metode Pearson Product Moment untuk melihat hubungan antar variabel yang ditunjukan dengan nilai r. Data diambil dengan menyebarkan kuisioner terhadap pekerja pada proyek konstruksi. Data yang didapat kemudian diolah dengan bantuan program pengolah statistik SPSS. Hasil dari analisis menunjukkan dari 21 variabel penerapan keselamatan dan kesehatan kerja, 16 variabel berkorelasi signifikan terhadap kinerja waktu. Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yang berkorelasi paling tinggi terhadap kinerja waktu yaitu mengatur penempatan prasarana kerja, peralatan, dan bahan.
SOFT SYSTEM METHODOLOGY AND HUMAN RESOURCE MANAGEMENT IN DESIGNING PUBLIC PARK Silia silia Yuslim; Hendrik Sulistio
International Journal on Livable Space Vol. 4 No. 2 (2019): MANAGING AND ACCOMMODATING LIVABILITY
Publisher : Jurusan Arsitektur - FTSP - Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.789 KB) | DOI: 10.25105/livas.v4i2.5991

Abstract

ABSTRACT In DKI Jakarta, the quantity and quality of public parks need to be increased since they are not well cared of as most public spaces which resulted in the absence of visitors. Hypotheses arise that this condition may be related to inaccurate public park management. This paper is an attempt to acquire a conceptual framework related to competency requirements needed in designing public parks that focus on Soft System Methodology and Resource Management. This is a literature study coupled with interviews with those who are involved in the provision and use of public parks. Through Delphi's analysis, it reveales that a successful design of public park entails non-technical competency requirements related to "building relationships" involved with all parties integrated. Keyword: Project Human Resource Management, Public Park Design, Soft System Methodology