Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS BETON RINGAN TANPA AGREGAT KASAR DENGAN PENAMBAHAN POLYMER CONCRETE Zainuri; Gusneli Yanti; Shanti Wahyuni Megasari
Sainstek (e-Journal) Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan nilai kuat tekan beton serta menentukan nilai Faktor Air Semen (FAS) yang sesuai dalam pembuatan beton tanpa agregat kasar dengan penambahan polimer concrete (polcon). Perencanaan campuran beton (mix design) menggunakan metode DoE (Development of Environment). Rancangan benda uji pada penelitian ini dengan menggunakan 3 (tiga) variasi FAS yaitu 0,4; 0,5 dan 0,6 dengan perbandingan air terhadap polcon (dalam liter) sebanyak 0: 1: 100 dan 1 : 200, yang masing-masing variasi sebanyak 3 (tiga) sampel benda uji dan total sampel sebanyak 54 silinder benda uji. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kuat tekan pada keseluruhan benda uji beton tanpa agregat kasar. Kuat tekan beton tertinggi pada benda uji tanpa agregat kasar fas 0,4 dengan penambahan polcon 1:100 yaitu sebesar 584,438 kg/cm, dan peningkatan kuat tekan sebesar 88,789% dibandingkan benda uji beton dengan agregat kasar. Sedangkan kuat tekan beton tertinggi pada benda uji agregat kasar FAS 0,4 dengan penambahan polcon 1:200 yaitu sebesar 317,264 kg/cm2. Hasil kuat tekan dengan nilai FAS memiliki hubungan terbalik yaitu semakin kecil nilai FAS (0,4) maka nilai kuat tekan beton akan semakin tinggi, demikian juga sebaliknya. Sehingga hasil penelitian membuktikan bahwa pembuatan beton tanpa menggunakan agregat kasar dengan penambahan polcon dan FAS terkecil yaitu 0,4 dapat meningkatkan kuat tekan beton.
Experimental Study of Addition of Plastic Waste (PET) to the Shear Strength of Clay Soil Irfan Ardiansah; Zainuri Zainuri; Muthia Anggraini
Civilla : Jurnal Teknik Sipil Universitas Islam Lamongan Vol 7, No 2 (2022): September
Publisher : Litbang Pemas - Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/cvl.v7i2.891

Abstract

Soil is a very important element in the success of a development project and is part of the foundation used. Therefore, stable soil is needed to obtain the required soil bearing capacity. Such as clay has the characteristics of low bearing capacity and large shrinkage. This study aims to determine the increase in the value of the shear strength of clay with the stabilization of PET plastic waste. The purpose of this study is to see the value of the shear strength of clay with variations in the amount of plastic waste 0%, 3.5%, 4%, and 4.5%.  Method used is SNI 3420:2016 for the shear strength test. As a result, the addition of shredded plastic waste can increase the value of the shear strength of the soil.The value of shear strength increased at the percentage of plastic addition of 3.5% of 0.5663 kg/cm2 in the original soil test, the value of shear strength was 0.5271 kg/cm2, an increase of 7.43%. The conclusion is that there is an increase in the value of the shear strength of the soil stabilized by plastic waste at a variation of 3.5% of plastic waste, an increase of 7.43%.
Studi Eksperimental Recycled Concrete Aggregate pada Self Compacting Concrete Shanti Wahyuni Megasari; Gusneli Yanti; Zainuri Zainuri
SAINSTEK Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i1.167

Abstract

Self compacting concrete (SCC) merupakan beton dengan fluiditas yang tinggi, memiliki kemampuan unuk mengalir serta mengisi celah-celah di dalam cetakan sehingga tidak perlu dilakukan proses pemadatan. Recycled concrete aggregate merupakan agregat kasar yang diperoleh dengan memanfaatkan limbah beton yang dipecahkan untuk dijadikan sebagai pengganti material agregat kasar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui nilai kuat tekan pada self compacting concrete dengan memvariasikan nilai faktor air semen (fas) yakni 0,40; 0,45; 0,50; 0,55 dan 0,60. Metode pelaksanaan adalah studi eksperimental di laboratorium dengan menggunakan perbandingan antara recycled concrete aggregate (RCA) dengan normal concrete aggregate (NCA) sebesar 50% : 50% terhadap berat agregat kasar. Bahan tambah berupa MasterGlenium ACE 8595 sebanyak 1,2% dari berat semen. Benda uji berbentuk silinder dengan tinggi 300 mm dan diameter 150 mm. Dari hasil pengujian didapat nilai kuat tekan rata-rata tertinggi pada fas 0,40 dengan slump-flow 650 mm yaitu sebesar 33,272 MPa dan nilai kuat tekan rata – rata terendah pada fas 0,60 dengan slump-flow 760 mm yaitu sebesar 24,130 MPa. Dari hasil analisis hubungan (r) antara fas dengan slump-flow diperoleh sebesar +0,9779, antara fas dengan slump-flow time T-50 atau viscocity diperoleh sebesar -0,9967 dan antara fas dengan kuat tekan SCC diperoleh sebesar -0,9817. Hasil menunjukkan bahwa terjadinya hubungan berbanding lurus yang sangat kuat antara variasi fas dengan slump-flow SCC serta terjadi hubungan berbanding terbalik yang sangat kuat antara variasi fas dengan kuat tekan dan slump-flow time T-50 SCC. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variasi fas sangat berpengaruh terhadap nilai kuat tekan, slump-flow dan slump-flow time T-50 pada self compacting concrete.
Stabilisasi Tanah Lempung Dengan Penambahan Limbah Gypsum Ditinjau Dari Nilai Kuat Geser Fitridawati Soehardi; M. Yusuf Septino; Zainuri Zainuri
SAINSTEK Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i1.190

Abstract

Indonesia has clay land that mostly fills its territory One of these parts of the area is Riau Province. The location of Riau Province which is on the coast and lowlands causes its area to be poor clay soil. Many types of soils with low carrying capacity can be found in banguanan construction, one of which is clay soil. Loamy soils are known to have the property of becoming hard when dry, becoming soft, when wet, with a very large change in size depending on the presence of water. From this explanation, clay soil is not good for infrastructure development on clay soil, so improvements are needed by means of soil stabilization. Soil stabilization is an attempt to change or improve the technical properties of the soil such as: carrying capacity, compressibility, permeability, development potential and sensitivity to changes in moisture content in order to meet certain technical requirements, by adding certain materials to the soil. The purpose of soil stabilization is to increase the carrying capacity of the soil by increasing soil parameters such as, density, shear strength and so on. Direct Shear Test Method This examination is carried out to determine the cohesion values (c) and shear angle (o) of the soil. The results showed that in the addition of a mixture of gypsum waste with levels of 0%, 8%, 10% and 12% the value of direct shear strength (S) increased at a percentage of 12%, namely 0,6826 kg/cm2 compared to the value of direct shear strength on the original soil of 0,5371 kg/cm2, there was an increase of 27,08%. This increase occurs because gypsum contains calcium which binds organic material soils to clay. Gypsum also absorbs more water, making the mixture of waste and soil samples become harder and stronger.
Pendampingan Perencanaan Pembangunan Lanjutan Musholla Al-Amin Kota Pekanbaru Shanti Wahyuni Megasari; Zainuri Zainuri; Gusneli Yanti
FLEKSIBEL: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Edisi Oktober 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/fleksibel.v4i2.15174

Abstract

Musholla Al-Amin merupakan musholla yang dibangun di atas lahan fasilitas umum pada Kota Pekanbaru. Seiring berjalannya waktu, masyarakat yang menggunakan musholla tersebut semakin banyak dan posisi musholla menjadi tidak strategis untuk digunakan masyarakat sekitar. Sehingga posisi musholla lama digunakan sebagai bangunan serbaguna dan Musholla Al-Amin dibangun ulang dan dipindahkan pada posisi tengah daerah perumahan tersebut. Pembangunan Musholla Al-Amin yang baru telah dilaksanakan sejak tahun 2024 secara bertahap dengan dimensi sebesar 100 m2. Namun masih banyak kekurangan atau pekerjaan yang harus diselesaikan pada bangunan musholla tersebut agar masyakarat dapat beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk. Sehingga Ketua Musholla Al-Amin meminta bantuan kepada tim Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi Teknik Sipil untuk dapat bekerjasama kembali dan dapat membantu merencanakan pembangunan tahap lanjut Musholla Al-Amin lengkap dengan rencana anggaran biaya yang dibutuhkan. Waktu pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat selama 4 (empat) bulan dengan pelaksanaan di lokasi Musholla Al-Amin selama 1 (satu) minggu yang dimulai dari pukul 09.00 sampai 15.00 WIB dengan menggunakan metode survey dan perencanaan. Tahapan pelaksanaan pengabdian terdiri dari 5 (lima) tahapan yaitu pelaksanaan survey pendahuluan untuk mengetahui kondisi eksisting bangunan, tahapan pelaksanaan pengukuran pada Musholla Al-Amin, tahapan pembuatan perencanaan atau desain pembangunan lanjutan Musholla Al-Amin, tahapan pembuatan Rencana Anggaran Biaya pembangunan lanjutan Musholla Al-Amin dan tahapan survey kepuasan pada mitra pengabdian kepada masyarakat yaitu pengurus Musholla Al-Amin. Setelah dilaksanakannya Pengabdian Kepada Masyarakat pada Musholla Al-Amin, maka diperoleh gambar rencana dan gambar potongan dari Musholla Al-Amin. Hasil rencana anggaran biaya Pekerjaan Perencanaan pembangunan lanjutan Musholla Al-Amin dengan total biaya sebesar Rp128.500.000.