Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Experimental Study of Addition of Plastic Waste (PET) to the Shear Strength of Clay Soil Irfan Ardiansah; Zainuri Zainuri; Muthia Anggraini
Civilla : Jurnal Teknik Sipil Universitas Islam Lamongan Vol 7, No 2 (2022): September
Publisher : Litbang Pemas - Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/cvl.v7i2.891

Abstract

Soil is a very important element in the success of a development project and is part of the foundation used. Therefore, stable soil is needed to obtain the required soil bearing capacity. Such as clay has the characteristics of low bearing capacity and large shrinkage. This study aims to determine the increase in the value of the shear strength of clay with the stabilization of PET plastic waste. The purpose of this study is to see the value of the shear strength of clay with variations in the amount of plastic waste 0%, 3.5%, 4%, and 4.5%.  Method used is SNI 3420:2016 for the shear strength test. As a result, the addition of shredded plastic waste can increase the value of the shear strength of the soil.The value of shear strength increased at the percentage of plastic addition of 3.5% of 0.5663 kg/cm2 in the original soil test, the value of shear strength was 0.5271 kg/cm2, an increase of 7.43%. The conclusion is that there is an increase in the value of the shear strength of the soil stabilized by plastic waste at a variation of 3.5% of plastic waste, an increase of 7.43%.
Studi Eksperimental Recycled Concrete Aggregate pada Self Compacting Concrete Shanti Wahyuni Megasari; Gusneli Yanti; Zainuri Zainuri
SAINSTEK Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i1.167

Abstract

Self compacting concrete (SCC) merupakan beton dengan fluiditas yang tinggi, memiliki kemampuan unuk mengalir serta mengisi celah-celah di dalam cetakan sehingga tidak perlu dilakukan proses pemadatan. Recycled concrete aggregate merupakan agregat kasar yang diperoleh dengan memanfaatkan limbah beton yang dipecahkan untuk dijadikan sebagai pengganti material agregat kasar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui nilai kuat tekan pada self compacting concrete dengan memvariasikan nilai faktor air semen (fas) yakni 0,40; 0,45; 0,50; 0,55 dan 0,60. Metode pelaksanaan adalah studi eksperimental di laboratorium dengan menggunakan perbandingan antara recycled concrete aggregate (RCA) dengan normal concrete aggregate (NCA) sebesar 50% : 50% terhadap berat agregat kasar. Bahan tambah berupa MasterGlenium ACE 8595 sebanyak 1,2% dari berat semen. Benda uji berbentuk silinder dengan tinggi 300 mm dan diameter 150 mm. Dari hasil pengujian didapat nilai kuat tekan rata-rata tertinggi pada fas 0,40 dengan slump-flow 650 mm yaitu sebesar 33,272 MPa dan nilai kuat tekan rata – rata terendah pada fas 0,60 dengan slump-flow 760 mm yaitu sebesar 24,130 MPa. Dari hasil analisis hubungan (r) antara fas dengan slump-flow diperoleh sebesar +0,9779, antara fas dengan slump-flow time T-50 atau viscocity diperoleh sebesar -0,9967 dan antara fas dengan kuat tekan SCC diperoleh sebesar -0,9817. Hasil menunjukkan bahwa terjadinya hubungan berbanding lurus yang sangat kuat antara variasi fas dengan slump-flow SCC serta terjadi hubungan berbanding terbalik yang sangat kuat antara variasi fas dengan kuat tekan dan slump-flow time T-50 SCC. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variasi fas sangat berpengaruh terhadap nilai kuat tekan, slump-flow dan slump-flow time T-50 pada self compacting concrete.
Stabilisasi Tanah Lempung Dengan Penambahan Limbah Gypsum Ditinjau Dari Nilai Kuat Geser Fitridawati Soehardi; M. Yusuf Septino; Zainuri Zainuri
SAINSTEK Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i1.190

Abstract

Indonesia has clay land that mostly fills its territory One of these parts of the area is Riau Province. The location of Riau Province which is on the coast and lowlands causes its area to be poor clay soil. Many types of soils with low carrying capacity can be found in banguanan construction, one of which is clay soil. Loamy soils are known to have the property of becoming hard when dry, becoming soft, when wet, with a very large change in size depending on the presence of water. From this explanation, clay soil is not good for infrastructure development on clay soil, so improvements are needed by means of soil stabilization. Soil stabilization is an attempt to change or improve the technical properties of the soil such as: carrying capacity, compressibility, permeability, development potential and sensitivity to changes in moisture content in order to meet certain technical requirements, by adding certain materials to the soil. The purpose of soil stabilization is to increase the carrying capacity of the soil by increasing soil parameters such as, density, shear strength and so on. Direct Shear Test Method This examination is carried out to determine the cohesion values (c) and shear angle (o) of the soil. The results showed that in the addition of a mixture of gypsum waste with levels of 0%, 8%, 10% and 12% the value of direct shear strength (S) increased at a percentage of 12%, namely 0,6826 kg/cm2 compared to the value of direct shear strength on the original soil of 0,5371 kg/cm2, there was an increase of 27,08%. This increase occurs because gypsum contains calcium which binds organic material soils to clay. Gypsum also absorbs more water, making the mixture of waste and soil samples become harder and stronger.
Pendampingan Perencanaan Pembangunan Lanjutan Musholla Al-Amin Kota Pekanbaru Shanti Wahyuni Megasari; Zainuri Zainuri; Gusneli Yanti
FLEKSIBEL: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Edisi Oktober 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/fleksibel.v4i2.15174

Abstract

Musholla Al-Amin merupakan musholla yang dibangun di atas lahan fasilitas umum pada Kota Pekanbaru. Seiring berjalannya waktu, masyarakat yang menggunakan musholla tersebut semakin banyak dan posisi musholla menjadi tidak strategis untuk digunakan masyarakat sekitar. Sehingga posisi musholla lama digunakan sebagai bangunan serbaguna dan Musholla Al-Amin dibangun ulang dan dipindahkan pada posisi tengah daerah perumahan tersebut. Pembangunan Musholla Al-Amin yang baru telah dilaksanakan sejak tahun 2024 secara bertahap dengan dimensi sebesar 100 m2. Namun masih banyak kekurangan atau pekerjaan yang harus diselesaikan pada bangunan musholla tersebut agar masyakarat dapat beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk. Sehingga Ketua Musholla Al-Amin meminta bantuan kepada tim Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi Teknik Sipil untuk dapat bekerjasama kembali dan dapat membantu merencanakan pembangunan tahap lanjut Musholla Al-Amin lengkap dengan rencana anggaran biaya yang dibutuhkan. Waktu pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat selama 4 (empat) bulan dengan pelaksanaan di lokasi Musholla Al-Amin selama 1 (satu) minggu yang dimulai dari pukul 09.00 sampai 15.00 WIB dengan menggunakan metode survey dan perencanaan. Tahapan pelaksanaan pengabdian terdiri dari 5 (lima) tahapan yaitu pelaksanaan survey pendahuluan untuk mengetahui kondisi eksisting bangunan, tahapan pelaksanaan pengukuran pada Musholla Al-Amin, tahapan pembuatan perencanaan atau desain pembangunan lanjutan Musholla Al-Amin, tahapan pembuatan Rencana Anggaran Biaya pembangunan lanjutan Musholla Al-Amin dan tahapan survey kepuasan pada mitra pengabdian kepada masyarakat yaitu pengurus Musholla Al-Amin. Setelah dilaksanakannya Pengabdian Kepada Masyarakat pada Musholla Al-Amin, maka diperoleh gambar rencana dan gambar potongan dari Musholla Al-Amin. Hasil rencana anggaran biaya Pekerjaan Perencanaan pembangunan lanjutan Musholla Al-Amin dengan total biaya sebesar Rp128.500.000.
COMPARATIVE ANALYSIS OF BILL OF QUANTITY STRUCTURE GEDUNG LAYANAN TERPADU RSUD BANGKINANG CITY USING CONVENTIONAL METHOD AND TEKLA STRUCTURE APPLICATION Bayu Baskoro; Zainuri; Shanti Wahyuni Megasari
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol. 24 No. 2 (2024): July
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/logic.v24i2.69-78

Abstract

In accordance with PUPR Ministerial Regulation No. 22 of 2018, the use of Building Information Modeling (BIM) must be applied to non simple state buildings with criteria for a building area of more than 2000 m2 and more than 2 floors. Gedung Layanan Terpadu RSUD Kota Bangkinang has an area of 5,040 m2 and has 4 floors but the calculations still use conventional methods. The aim of this study was to analyze the comparison of the bill of quantity (BOQ) of the Gedung Layanan Terpadu RSUD Bangkinang City using conventional methods and the Tekla Structure application. The integrated services building consists of 4 floors, starting from the basement floor, 1st floor, 2nd floor, 3rd floor and roof floor. The research method used was to carry out manual calculations using Microsoft Excel based on the working plans and modeling the building structure using the Tekla Structure application. From the results of the study it can be concluded that the volume of concrete using the conventional method was 3,193.5 m3 while the calculation using the Tekla Structure application was obtained 3,175.5 m3 where there was a difference of 18 m3 or in a percentage of 0,56 % less than the conventional method. For iron volume, there is a difference in iron volume of 2,687.23 kg or 0,45 % less using the Tekla Structure application compared to conventional methods. The conclusion from this study is that the calculation of the bill of quantity using the conventional method is greater than using the Tekla Structure application.
VARIASI PENAMBAHAN SIKACIM PADA BETON POROUS Gusneli Yanti; Zainuri; Shanti Wahyuni Megasari
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.10.1.2617.112-123

Abstract

Pervious concrete is environmentally friendly concrete because it has interconnected cavities that produce a permeable material, allowing it to drain water quickly and reduce runoff so that it is possible to drain water quickly and reduce runoff. This concrete can be applied to parking areas, sidewalks for pedestrians, and others. The purpose of this study was to determine the characteristics of the concrete by observing its compressive strength and porosity. The method used is the experiment with a sample of cylindrical specimens measuring 150 x 300 mm. This study uses coarse aggregate, cement, water, and the percentage variation of the addition of SikaCim Concrete Additive admixture by 0% (control); 0.3%; 0.5%; 0.7% by weight of cement. The water-cement ratio used was 0.25 and 0.30 and the ratio of cement and coarse aggregate was 1:3 and 1:5. The results showed that the compressive strength value of pervious concrete increased along with the smaller the value of the cement and coarse aggregate ratio. The pervious concrete with a water-cement ratio of 0.25 is higher than that of 0.30. There is a relationship between porosity and compressive strength. Compressive strength generally increases with decreasing porosity. The highest average value of compressive strength with variations in the addition of SikaCim of 0.5% and a ratio cement and coarse aggregate of 1:3 and a water-cement ratio of 0.3, with an average compressive strength value of 18.08 MPa, and included in category B which is used for parking areas.
Rekayasa Stabilitas Lereng Dengan Pembuatan Trap Dari Tinjauan Faktor Aman Muhammad Toyeb; Zainuri Zainuri
SAINSTEK Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v14i1.418

Abstract

Stabilitas lereng merupakan aspek penting dalam rekayasa geoteknik, khususnya pada wilayah perbukitan yang rentan terhadap longsor akibat pengaruh beban tanah dan kondisi hidrologi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penerapan trap sebagai sistem rekayasa pengendali longsor terhadap peningkatan stabilitas lereng. Metode yang digunakan adalah analisis keseimbangan batas dengan pendekatan Bishop. Lereng dibagi menjadi 12 irisan dan dianalisis untuk kondisi lereng asli dan dengan trap. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi lereng asli diperoleh faktor keamanan sebesar 1.57, yang menunjukkan kondisi lereng stabil. Namun pada lereng asli ini memiliki potensi kerentanan longsor terhadap perubahan lingkungan karena mendekati syarat teknis 1.5. Setelah penerapan trap pada lereng asli, terjadi penurunan gaya pendorong dari 518,10 kN menjadi 402,85 kN, dan meningkatnya faktor keamanan menjadi 1,81. Peningkatan ini disebabkan oleh berkurangnya massa tanah dizona kritis lereng, sehingga komponen gaya pendorong sepanjang bidang longsor menurun secara signifikan. Selain meningkatkan stabilitas secara mekanis, trap juga berperan dalam mengendalikan aliran permukaan dan mengurangi potensi erosi, sehingga memberikan manfaat tambahan dalam menjaga kestabilan jangka panjang. Dengan demikian, cara trap dapat menjadi alternatif solusi rekayasa yang efektif, ekonomis, dan berwawasan lingkungan dibandingkan metode perkuatan konvensional berbasis beton. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan metode mitigasi longsor yang lebih berkelanjutan, khususnya pada lereng diperbukitan.