Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Kesehatan Berbasis Short Message Service (SMS) Terhadap Self Care Management Pada Pasien Tuberkulosis Di Kabupaten Klungkung: The Effect of SMS-Based Health Education Towards Self-Care Management Experienced by Tuberculosis Patients in Klungkung Regency Ni Putu Ayu Sumertini; Gede Arya Bagus Arisudhana; Putu Wira Kusuma Putra
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 1 No. 1 (2022): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Yayasan Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1300.196 KB) | DOI: 10.55887/nrpm.v1i1.1

Abstract

Latar Belakang: Self care management merupakan kegiatan yang dilakukan individu melalui usaha dari diri sendiri untuk merawat dirinya untuk mengurangi dampak baik secara fisik maupun psikologis menderita TB. Kemampuan pasien untuk melaksanakan self care management, pasien membutuhkan informasi tentang penyakit yang dideritanya serta cara perawatannya dilakukan melalui supportive dan educative nursing yang dirancang dengan tepat sehingga pasien mudah memahami dan mengingat informasi yang disampaikan melalui pemanfaatan teknologi telepon seluler (mobile phone). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan berbasis SMS terhadap self care management pada pasien TB. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif pre eksperimental dengan rancangan one groups pretest-posttest design. Penelitian ini melibatkan 30 responden yang dipilih dengan teknik sampel consecutive sampling. Masing-masing responden menerima layanan pesan singkat sebanyak 2 hari sekali selama 5 minggu. Self care management diukur dengan menggunakan kuesioner sebelum dan setelah intervensi. Hasil: Self care management pada pasien TB sebelum diberikan edukasi kesehatan berbasis media SMS sebanyak 18 orang (60%) dalam kategori kurang, setelah diberikan edukasi kesehatan berbasis media SMS sebanyak 20 orang (66,7%) dalam kategori baik. Terdapat pengaruh edukasi kesehatan berbasis media SMS terhadap self care management pada pasien TB dengan nila p = 0,001. Kesimpulan: Penelitian ini disimpulkan edukasi kesehatan berbasis media Short Message Service (SMS) berpengaruh signifikan terhadap self care management pada pasien TB
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Self Esteem Pada Orang Dengan HIV/AIDS: The Correlation Between Social Support And Self-Esteem Of People With HIV/AIDS Ni Kadek Widyantari Giri; Gede Arya Bagus Arisudhana; Putu Wira Kusuma Putra
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 1 No. 1 (2022): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Yayasan Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.463 KB) | DOI: 10.55887/nrpm.v1i1.2

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan HIV/AIDS menjadikan dampak yang buruk pada psiokososial yaitu self esteem. ODHA sering mengalami stigma dan diskriminasi di masyarakat sehingga membuat ODHA mengalami harga diri rendah (low self esteem). Salah satu penanganan penurunan self esteem adalah memberikan dukungan sosial. Dukungan sosial memberikan motivasi yang positif dan kepercayaan diri yang baik kepada seseorang yang mengalami masalah psikologis. Dukungan sosial ini dapat diberikan oleh keluarga, sahabat atau teman, pasangan hidup maupun masyarakat. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan self esteem pada ODHA. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif kolerasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel ditentukan dengan teknik consecutive sampling dengan besar sampel 55 reponden. Penelitian dilaksanakan 8 minggu. Alat pengumpulan data berupa kuisioner, pada dukungan sosial dapat diukur menggunakan kuesioner Medical Outcome Study Social Support Survey (MOS-SSS) dan self esteem dapat diukur menggunakan kuesioner Rosenberg Self Esteem Scale (RSES) dengan uji analisis Kendall Tau.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil koefisien kolerasi sebesar 0,834 dengan p-value 0,0001 (p kurang dari 0,05) yang berarti ada hubungan dukungan sosial dengan self esteem pada ODHA. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tingginya dukungan sosial maka semakin tinggi pula harga diri terhadap ODHA, demikian sebaliknya. Kesimpulan: Dukungan sosial menjadi salah satu cara untuk meningkatkan harga diri ODHA
Hubungan Quality Of Work Life dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Perawat di RSUD Kabupaten Klungkung: The Correlation between Quality of Work Life and Work Motivation towards Nurse Job Satisfaction at Klungkung Regency Hospital I Ketut Krisna Pramana; Putu Wira Kusuma Putra; Ida Ayu Agung Laksmi
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 1 No. 2 (2022): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Yayasan Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1144.762 KB) | DOI: 10.55887/nrpm.v1i2.16

Abstract

Latar Belakang: Perawat memiliki peran utama sebagai sumber daya kesehatan terbanyak di Rumah Sakit.. Kualitas pelayanan yang baik dapat terwujud ketika kepuasan kerja perawat tinggi. Quality of work life dan motivasi kerja perawat merupakan faktor yang mampu mempengaruhi kepuasan kerja, Quality of work life dan motivasi kerja yang baik akan menghasilkan kepuasan kerja yang baik, sehingga perawat dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada pasien. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan quality of work life dan motivasi kerja perawat dengan kepuasan kerja perawat di RSUD Kabupaten Klungkung. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik sampling menggunakan purposive, dengan jumlah sampel 101 responden. Instrumen menggunakan kuesioner quality of work life, motivasi kerja dan kepuasan kerja. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Analisis hubungan quality of work life dengan kepuasan kerja perawat menunjukkan nilai p= 0.000  dan nilai r = 0.629. Sedangkan, analisis hubungan motivasi kerja dengan kepuasan kerja perawat menununjukan nilai p= 0.000 (p value < 0.05) dan nilai r = 0.669. Kesimpulan: Terdapat hubungan quality of work life dan motivasi kerja dengan kepuasan kerja perawat di RSUD Kabupaten Klungkung.
The Correlation between Tri Hita Karana's Implementation and Life Quality of Heart Failure Patients Ida Ayu Agung Laksmi; Putu Wira Kusuma Putra; Ayu Made Budihartini
Babali Nursing Research Vol 2 No 1 (2021): March
Publisher : Babali Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.857 KB) | DOI: 10.37363/bnr.2021.2140

Abstract

Introduction: The quality of life of patients with heart failure is influenced by several factors, one of which is spiritual factors. Tri Hita Karana (THK) is one of the concepts of the life order of the Balinese people, which basically teaches about maintaining harmony between humans and God (prahyangan), humans and humans (pawongan), humans with the environment (palemahan). This study aimed to determine the relationship between THK implementation on the quality of life of heart failure patients at Regional Hospital of Mangusada. Methods: A cross-sectional design study was used. In total 41 heart failure patients who visited Mangusada Hospital between April to May 2020, selected using a purposive sampling technique. The research instrument used was the attitude and behavior implementation of THK and the Minnesota Living with Heart Failure Questionnaire (MLHFQ). The Spearman rank test was used in this study. Results: There were a significant correlation between Tri Hita Karana's Implementation and Life Quality of Heart Failure Patients in Mangusada Regional Hospital with p-value (0.001), where p < α (0.05). Conclusion: The better the implementation of THK, the better the quality of life for patients with heart failure. The results of this study were expected to be used in providing education to patients by implementing THK to improve the quality of life for patients with heart failure.
STUDI KORELASI ANTARA BMI DENGAN MORTALITAS PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF Ida Ayu Agung Laksmi; Putu Wira Kusuma Putra
Gaster Vol 17 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.367 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v17i1.343

Abstract

Latar Belakang Gagal jantung kongestif (GJK) merupakan masalah kesehatan progresif dengan angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi di negara maju maupun negara berkembang dan kasus gagal jantung menjadi kasus 10 terbesar di RSUD Mangusada. Salah satu kondisi yang memperberat pasien dengan gagal jantung kongestif adalah obesitas. Penentukan tingkat obesitas dapat menggunakan pengukuran antropometri, salah satunya berupa pengukuran Body Mass Index (BMI). Tujuan Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan BMI dengan mortalitas pasien GJK di RSUD Mangusada. Metode Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional study) menggunakan uji analisis korelasi Gamma. Hasil Hasil penelitian menunjukkan p = 0.043 dimana p < (0.05) sehingga Ho gagal ditolak yang berarti bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara BMI dengan mortalitas pasien gagal jantung kongestif. Nilai korelasi 0.198 yang berarti korelasi sangat lemah dan arah korelasinya positif yaitu semakin besar BMI pasien risiko meninggal juga semakin besar. Kesimpulan BMI terbukti memiliki korelasi yang signifikan dengan mortalitas pasien gagal jantung kongestif, sehingga kontrol diet pada pasien GJK sangat diperlukan.
The Smartphone-Based Self Management Education Improves Compliance and Self Efficacy and Reduces Blood Pressure in Hypertension Patients Putra, Putu Wira Kusuma; Suardani, Ni Nyoman; Ariani, Ni Putu Eka; Suarsih, Ni Putu Ayu
Journal of Health Education Vol 7 No 2 (2022): October 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v7i2.59843

Abstract

Background: Obedience to medication and diet, self-efficacy and blood pressure stability are key factors for the success of hypertension treatment. Self management education is an alternative that can be done to increase the knowledge and self-care behavior of people with hypertension. The purpose of this study was to determine the effect of smartphone-based self-management education on self-efficacy, compliance and blood pressure of hypertensive patients.Methods: This study uses a quasi-experimental approach with a nonequivalent approach with a control group design. The sample in this study was hypertensive patients aged 17-59 years, who had a smartphone and did not experience complications. A sample of 60 people was divided into two groups. The instruments used were self-efficacy questionnaire, 8-item Moriskys Medication Obedience Scale and a mercury sphygmomanometer. The data were analyzed using the Mann Whitney test.Results: statistical test analysis showed that there were significant differences in obedience, self-efficacy, and blood pressure in patients with hypertension between the treatment group who received smartphone-based self-management education and the control group. (P value < 0.05). These results indicate that smartphone-based self-management education is effective in increasing compliance and self-efficacy and can reduce blood pressure in patients with hypertensionConclusion: Providing health information by using a smartphone can have a positive impact on people's behavior, it is hoped that regular monitoring of the provision of health information by using smartphone media will increase the public's health status.
Hubungan Tingkat Spiritualitas dengan Self-Efficacy pada Pasien HIV/AIDS di Puskesmas Kuta II: Correlation Between Spirituality with Self-Efficacy On HIV/AIDS Patient in Puskesmas Kuta II I Komang Satria Indrayana; Gede Arya Bagus Arisudhana; Putu Wira Kusuma Putra
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Yayasan Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v2i2.38

Abstract

Latar Belakang: Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) yang baru positif HIV di tahun pertama lebih rentan mengalami gangguan psikologis. Dampak dari respon emosional yang negatif dapat menimbulkan penurunan self-efficacy. Self-efficacy dapat dipengaruhi oleh faktor budaya. Self-efficacy dipengaruhi faktor budaya melalui kepercayaan. Kepercayaan akan hubungan individu dengan Tuhan, lingkungan dan sesama merupakan pengertian dari spiritualitas. Spiritualitas terdiri atas dua dimensi yaitu: sikap spiritual dan kemampuan spiritual, dimana kemampuan spiritual memiliki peran yang paling efektif dalam meningkatkan self-efficacy. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat spiritualitas dengan self-efficacy pada pasien HIV dan AIDS di Puskesmas Kuta II. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional, dan penilaian untuk tingkat spiritualitas menggunakan kuesioner Daily Spiritual Experience Scale (DSES) serta untuk pengukuran self-efficacy menggunakan kuesioner General Self-Efficacy (GSE). Teknik sampling yang dilakukan menggunakan non-probability sampling yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 73 orang. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan hasil uji hipotesis menggunakan Pearson Product Moment mendapatkan nilai p-value = 0,000 atau p-value < 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan tingkat spiritualitas dengan self-efficacy pada pasien HIV dan AIDS di Puskesmas Kuta II. Disarankan kepada pasien dan keluarga agar tetap memperhatikan tingkat spiritalitas dan self-efficacy dalam mengatasi permasalahan dalam kehidupan.
PENGARUH EDUKASI TERSTRUKTUR DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP KEPATUHAN ENAM LANGKAH MENCUCI TANGAN PADA KELUARGA PASIEN RUANG ICU Ni Ketut Mayastuti; Putu Wira Kusuma Putra; Ida Ayu Agung Laksmi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 15, No 2 (2019): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v15i2.295

Abstract

Ruang ICU merupakan ruang intensif dengan prinsip bersih, merawat pasien – pasien kritis yang rentan sekali mengalami infeksi nosokomial/HAIs. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya infeksi silang antara pasien ke keluarganya ataupun sebaliknya adalah dengan mencuci tangan. Untuk meningkatkan kepatuhan mencuci tangan, keluarga pasien perlu diberikan edukasi. Penelitian ini bertujun untuk mengetahui pengaruh edukasi terstruktur dengan media video terhadap kepatuhan enam langkah mencuci tangan pada keluarga pasien di ruang ICU RSUD Kabupaten Klungkung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif desain Quasi Experimental dengan rancangan Pre tes Post test with Control Group Design. Tehnik sampling yang digunakan yaitu Nonprobability sampling dengan sistem Consecutive sampling, jumlah sampel 32 orang pada keluarga pasien ruang ICU RSUD Kabupaten Klungkung yang terbagi atas 16 orang pada kelompok perlakuan dan 16 orang pada kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan secara observasi dengan alat ukur ceklist. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh edukasi terstruktur dengan media video terhadap kepatuhan enam langkah mencuci tangan pada keluarga pasien ruang ICU, Pvalue=0,0001 (P<0,05). Manajemen RSUD Kabupaten Klungkung dapat meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan enam langkah mencuci tangan pada keluarga pasien dengan memberikan edukasi melalui media video. Kata kunci          : Edukasi, media video, kepatuhan, cuci tangan
HUBUNGAN SELF EFFICACY & DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN AKTIVITAS FISIK DM TIPE II I Gusti Ayu Winda Dharmaning Putri; I Putu Artha Wijaya; Putu Wira Kusuma Putra
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah didalam tubuh yang melebihi batas normal. Menteri Kesehatan RI : menyatakan bahwa pencegahan dan pengendalian kasus diabetes yang efektif bisa dilakukan dengan fokus pada faktor risiko dan secara teratur memantau perkembangannya, karena faktor risiko PTM di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu tidak patuh dalam melakukan aktivitas fisik. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan yaitu efikasi diri dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan melakukan manajemen diri (aktivitas fisik) pada penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja UPTD Puskesmas Blahbatuh I. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analisis korelasi dengan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 90 sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga kuesioner yaitu GSES, HDFSS dan kuesioner kepatuhan aktivitas fisik. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat. Hasil uji Rank Spearman didapatkan p value = 0.000 < 0,05, hasil ini menunjukkan ada hubungan self efficacy dengan kepatuhan manajemen diri (aktivitas fisik) pada penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja UPTD Puskesmas Blahbatuh I. Hasil uji Rank Spearman didapatkan p value = 0.002 < 0,05, hasil ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan manajemen diri (aktivitas fisik) pada penderita diabetes melitus Tipe II di wilayah kerja UPTD Puskesmas Blahbatuh I.
PENGARUH PIJAT BBLR TERHADAP ROOTING-SUCKING BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUANG NEONATAL INTENSIF CARE UNIT (NICU) RUMAH SAKIT UMUM BALI ROYAL Sugiartini, Ni Made; Putra, Putu Wira Kusuma; Wijaya, I Putu Artha; Yuntari, Gusti Ayu Krisma
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 2 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i2.3435

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi masalah di bidang kesehatan terutama kesehatan perinatal karena mengalami banyak masalah disebabkan lemahnya reflek mencari putting susu (rooting reflex) dan reflek menghisap (sucking reflex) menyebabkan permasalahan oral feeding. Intervensi dini yang dapat dilakukan untuk menstimulasi rooting reflex dan sucking  yang lemah dengan memberikan stimulasi sejak dini melalui sentuhan-sentuhan lembut seperti pijat bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat BBLR terhadap rooting-sucking bayi dengan berat badan lahir rendah.Jenis penelitian kuantitatif pre eksperimental dengan rancangan One Groups Pretest-Posttest Design. Penelitian ini melibatkan 17 responden yang dipilih dengan teknik sampel purposive sampling. Rooting reflex dan sucking  diukur dengan  mendekatkan jari tangan dan menyentuhkannya ke pipi dan daerah sekitar mulut bayi sebelum dan setelah intervensi.Hasil penelitian menunjukkan reflek rooting-sucking bayi sebelum diberikan pijat BBLR sebagian besar 58,8%  tidak ada  respon, setelah diberikan pijat BBLR sebagian besar yaitu 13 responden (76,5%) terdapat rooting-sucking reflex.  Hasil  uji Paired t test didapatkan nilai p value = 0,001    0,05 hasil ini menunjukkan ada pengaruh pijat BBLR terhadap rooting-sucking bayi dengan berat badan lahir rendah. Penelitian ini disimpulkan  pijat BBLR berpengaruh signifikan terhadap rooting-sucking bayi dengan berat badan lahir rendah.