Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI TERSTRUKTUR DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP KEPATUHAN ENAM LANGKAH MENCUCI TANGAN PADA KELUARGA PASIEN RUANG ICU Ni Ketut Mayastuti; Putu Wira Kusuma Putra; Ida Ayu Agung Laksmi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 15, No 2 (2019): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v15i2.295

Abstract

Ruang ICU merupakan ruang intensif dengan prinsip bersih, merawat pasien – pasien kritis yang rentan sekali mengalami infeksi nosokomial/HAIs. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya infeksi silang antara pasien ke keluarganya ataupun sebaliknya adalah dengan mencuci tangan. Untuk meningkatkan kepatuhan mencuci tangan, keluarga pasien perlu diberikan edukasi. Penelitian ini bertujun untuk mengetahui pengaruh edukasi terstruktur dengan media video terhadap kepatuhan enam langkah mencuci tangan pada keluarga pasien di ruang ICU RSUD Kabupaten Klungkung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif desain Quasi Experimental dengan rancangan Pre tes Post test with Control Group Design. Tehnik sampling yang digunakan yaitu Nonprobability sampling dengan sistem Consecutive sampling, jumlah sampel 32 orang pada keluarga pasien ruang ICU RSUD Kabupaten Klungkung yang terbagi atas 16 orang pada kelompok perlakuan dan 16 orang pada kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan secara observasi dengan alat ukur ceklist. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh edukasi terstruktur dengan media video terhadap kepatuhan enam langkah mencuci tangan pada keluarga pasien ruang ICU, Pvalue=0,0001 (P<0,05). Manajemen RSUD Kabupaten Klungkung dapat meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan enam langkah mencuci tangan pada keluarga pasien dengan memberikan edukasi melalui media video. Kata kunci          : Edukasi, media video, kepatuhan, cuci tangan
HUBUNGAN SELF EFFICACY & DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN AKTIVITAS FISIK DM TIPE II I Gusti Ayu Winda Dharmaning Putri; I Putu Artha Wijaya; Putu Wira Kusuma Putra
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah didalam tubuh yang melebihi batas normal. Menteri Kesehatan RI : menyatakan bahwa pencegahan dan pengendalian kasus diabetes yang efektif bisa dilakukan dengan fokus pada faktor risiko dan secara teratur memantau perkembangannya, karena faktor risiko PTM di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu tidak patuh dalam melakukan aktivitas fisik. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan yaitu efikasi diri dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan melakukan manajemen diri (aktivitas fisik) pada penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja UPTD Puskesmas Blahbatuh I. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analisis korelasi dengan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 90 sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga kuesioner yaitu GSES, HDFSS dan kuesioner kepatuhan aktivitas fisik. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat. Hasil uji Rank Spearman didapatkan p value = 0.000 < 0,05, hasil ini menunjukkan ada hubungan self efficacy dengan kepatuhan manajemen diri (aktivitas fisik) pada penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja UPTD Puskesmas Blahbatuh I. Hasil uji Rank Spearman didapatkan p value = 0.002 < 0,05, hasil ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan manajemen diri (aktivitas fisik) pada penderita diabetes melitus Tipe II di wilayah kerja UPTD Puskesmas Blahbatuh I.
PENGARUH PIJAT BBLR TERHADAP ROOTING-SUCKING BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUANG NEONATAL INTENSIF CARE UNIT (NICU) RUMAH SAKIT UMUM BALI ROYAL Sugiartini, Ni Made; Putra, Putu Wira Kusuma; Wijaya, I Putu Artha; Yuntari, Gusti Ayu Krisma
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 2 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i2.3435

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi masalah di bidang kesehatan terutama kesehatan perinatal karena mengalami banyak masalah disebabkan lemahnya reflek mencari putting susu (rooting reflex) dan reflek menghisap (sucking reflex) menyebabkan permasalahan oral feeding. Intervensi dini yang dapat dilakukan untuk menstimulasi rooting reflex dan sucking  yang lemah dengan memberikan stimulasi sejak dini melalui sentuhan-sentuhan lembut seperti pijat bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat BBLR terhadap rooting-sucking bayi dengan berat badan lahir rendah.Jenis penelitian kuantitatif pre eksperimental dengan rancangan One Groups Pretest-Posttest Design. Penelitian ini melibatkan 17 responden yang dipilih dengan teknik sampel purposive sampling. Rooting reflex dan sucking  diukur dengan  mendekatkan jari tangan dan menyentuhkannya ke pipi dan daerah sekitar mulut bayi sebelum dan setelah intervensi.Hasil penelitian menunjukkan reflek rooting-sucking bayi sebelum diberikan pijat BBLR sebagian besar 58,8%  tidak ada  respon, setelah diberikan pijat BBLR sebagian besar yaitu 13 responden (76,5%) terdapat rooting-sucking reflex.  Hasil  uji Paired t test didapatkan nilai p value = 0,001    0,05 hasil ini menunjukkan ada pengaruh pijat BBLR terhadap rooting-sucking bayi dengan berat badan lahir rendah. Penelitian ini disimpulkan  pijat BBLR berpengaruh signifikan terhadap rooting-sucking bayi dengan berat badan lahir rendah.
PENGARUH THERAPEUTIC EXERCISE WALKING TERHADAP KUALITAS TIDUR LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDA JARA MARA PATI Kasih Anggreni, Komang Apri; Agung Laksmi, Ida Ayu; Kusuma Putra, Putu Wira
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 10 No. 2 (2023): Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jks.v10i1.190

Abstract

Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh therapeutic exercise walking terhadap kualitas tidur lansia di panti sosial tresna werda jara marapati. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimen dengan desain One Group Pre Test Post Test Design dengan jumlah sampel sebanyak 16 responden. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk membandingkan hasil pretest dan posttest. Hasil: Ada perbedaan kualitas tidur lansia setelah diberikan therapeutic exercise walking dengan rata-rata dari hasil pre-test (1,57) dan rata-rata dari hasil post-test (1,29). Hasil statistik didapatkan nilai Z Hitung adalah -2,464 dengan nilai p-value 0,008 (p < 0,05) maka dapat disimpulkan Ha diterima dan H0 ditolak sehingga dapat dikatakan ada  pengaruh therapeutic exercise walking terhadap kualitas tidur lansia di Panti Sosial Werda Jara Mara Pati. Simpulan: ada pengaruh therapeutic exercise walking terhadap kualitas tidur lansia di Panti Sosial Werda Jara Mara Pati.
HUBUNGAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB TENTANG IUD DENGAN KEIKUTSERTAAN MENGGUNAKAN IUD DI PMB BDN. NI WAYAN SUSIANTI, S.S.T.KEB Pasguniari, Ni Kadek Mianti; Mastiningsih, Putu; Yunita Udayani, Ni Putu Mirah; Kusuma Putra, Putu Wira
SAKTI BIDADARI (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri) Vol 7 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/bidadari.2024.7.2.114-120

Abstract

Contraception is a method or tool used with the aim of preventing pregnancy. The decrease in the number of IUD family planning participants over the years can be caused by the participants' lack of knowledge about the advantages of IUD contraception. Knowledge of contraceptive devices is a consideration in determining the contraceptive method used. The quality of family planning services is seen in terms of the availability of health service personnel tools, the high cost of IUD services, and the existence of barriers from husband support in the use of IUD contraceptive devices. The purpose of this study is to determine the Relationship of Family Planning Acceptors' Knowledge About IUD With Participation in Using IUD at PMB Bdn. Ni Wayan Susianti, S.S.T.Keb. This study uses a correlational analytic design with a cross-sectional approach. The sample selection in this study used purposive sampling technique. The sample for this study is 40 acceptors. Data were analyzed using Chi-square test analysis. The results of the analysis using the Chi-square test showed that from 40 respondents, a p-value of 0.001 was obtained. This result indicates that H0 is rejected and Ha is accepted, which means there is a significant relationship between the knowledge of family planning acceptors about IUD and participation in using IUD at PMB Bdn. Ni Wayan Susianti, S.S.T.Keb. Based on the results of this study, it is hoped that family planning acceptors will increase their knowledge about IUD with participation in using IUD.
Pengaruh Pijat Refleksi Telapak Kaki Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi : The Effect of Foot Reflexology on Blood Pressure in Patients with Hypertension Purnami, Ni Putu Enda; Putra, Putu Wira Kusuma; Gandhari, Ni Komang Matalia; Lydiawati, Ni Putu Mirah
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 3 No. 3 (2024): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v3i3.143

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi yang berlangsung dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan kerusakan organ, oleh karena itu tekanan darah harus dikendalikan. Penanganan hipertensi dapat dilakukan dengan cara farmakologis yaitu dengan obat-obat anti hipertensi atau dengan cara non farmakologi. Pijat refleksi menjadi pilihan karena tindakan ini aman bagi pasien karena bukan tindakan invasif dan mudah dilakukan oleh terafis dan perawat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pijat refleksi telapak kaki terhadap  tekanan darah pada penderita hipertensi di Ruang Rawat Inap RSUD Bali Mandara. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre experimental dengan desain pretest-posttest without control group design dengan jumlah sampel 24 yang dipilih dengan cara accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, dan alat pengukur tekanan darah menggunakan Sphygmomanometer kemudian analisis menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil: Ditemukan dari 24 responden yang diteliti tekanan darah systole nilai p = 0,000 dan nilai diastole dengan nilai p-value 0,001  yang menunjukan bahwa p<0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh pijat refleksi telapak kaki terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Ruang Rawat Inap RSUD Bali Mandara.
PENGARUH PEMBERIAN TEKNIK HIPNOTIS LIMA JARI TERHADAP TINGKAT STRES DAN GANGGUAN TIDUR PADA MAHASISWA STIKES BINA USADA BALI Pratiwi, Koming; Putra, Putu Wira Kusuma; Sutresna, I Nyoman
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i1.2527

Abstract

Selama menempuh pendidikan tinggi, tidak jarang mahasiswa menghadapi tekanan akademik yang berdampak pada munculnya stres dan terganggunya pola tidur. Salah satu pendekatan yang berpotensi dalam mengurangi kedua permasalahan tersebut adalah penerapan teknik hipnotis lima jari. Studi ini berfokus pada penelusuran efektivitas teknik tersebut dalam menurunkan tingkat stres serta memperbaiki kualitas tidur mahasiswa STIKES Bina Usada Bali. Penelitian ini dirancang dengan pendekatan pre-eksperimental yang menggunakan metode one group pre-post test design. Melalui teknik purposive sampling, sebanyak 18 mahasiswa semester pertama dari Program Studi Ilmu Keperawatan dipilih sebagai responden, dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Instrumen pengumpulan data terdiri dari Perceived Stress Scale (PSS) untuk mengukur intensitas stres dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai mutu tidur. Sebanyak tiga kali per minggu selama satu bulan, peserta diberikan intervensi berupa hipnotis lima jari selama kurang lebih 10 menit setiap sesinya. Evaluasi data dilakukan dengan menggunakan Uji Wilcoxon guna membandingkan skor sebelum dan sesudah pelaksanaan intervensi. Temuan penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna secara statistik pada kedua variabel. Intervensi ini terbukti menurunkan tingkat stres dengan nilai p-value sebesar 0,002 (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa hipotesis alternatif diterima. Demikian pula, terhadap gangguan tidur, ditemukan p-value sebesar 0,020 (p < 0,05), yang juga menunjukkan efek signifikan. Dari hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa teknik hipnotis lima jari memberikan pengaruh positif terhadap penurunan stres dan perbaikan kualitas tidur pada mahasiswa. Dengan demikian, teknik ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan intervensi keperawatan sebagai upaya promotif dan preventif dalam menangani isu psikologis dan fisiologis yang umum dialami oleh mahasiswa.
Effect Pengaruh Brisk Walking Exercise Terhadap Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Martini, Ni Ketut Sri; Prihandini, Cludia Wuri; putra, Putu wira kusuma
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 10 No 1 (2024): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jurnal.v10i1.196

Abstract

Patients with type 2 diabetes mellitus often have problems with blood glucose instability. One of the treatments to stabilize blood sugar is physical exercise, namely brisk walking exercise. This study aims to determine the effect of brisk walking exercise on blood glucose in patients with type 2 diabetes mellitus at UPTD Puskesmas Mengwi III. The study was conducted with a pre-experimental design with a pre-test and post-test one group design which was carried out from March to April 2024 with a total sample of 15 respondents selected by purposive sampling technique. Data were collected using a glucometer. Data were analyzed using the Paired T Test. The results showed that blood glucose in patients with diabetes mellitus before being given brisk walking exercise with an average of 143.4 mg/dl and a decrease in blood glucose after being given brisk walking exercise with an average of 127 mg/dl. Analysis of the effect of brisk walking exercise on blood glucose in patients with type 2 diabetes mellitus obtained a p value <0.001, so it can be said that there is an effect of brisk walking exercise on blood glucose in patients with type 2 diabetes mellitus at UPTD Puskesmas Mengwi III. The recommendations of this study are expected to be input for nurses to provide complementary therapy, namely brisk walking exercise in lowering blood pressure
HUBUNGAN SELF EFFICACY & DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN AKTIVITAS FISIK DM TIPE II Putri, I Gusti Ayu Winda Dharmaning; Wijaya, I Putu Artha; Putra, Putu Wira Kusuma
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah didalam tubuh yang melebihi batas normal. Menteri Kesehatan RI : menyatakan bahwa pencegahan dan pengendalian kasus diabetes yang efektif bisa dilakukan dengan fokus pada faktor risiko dan secara teratur memantau perkembangannya, karena faktor risiko PTM di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu tidak patuh dalam melakukan aktivitas fisik. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan yaitu efikasi diri dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan melakukan manajemen diri (aktivitas fisik) pada penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja UPTD Puskesmas Blahbatuh I. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analisis korelasi dengan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 90 sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga kuesioner yaitu GSES, HDFSS dan kuesioner kepatuhan aktivitas fisik. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat. Hasil uji Rank Spearman didapatkan p value = 0.000 < 0,05, hasil ini menunjukkan ada hubungan self efficacy dengan kepatuhan manajemen diri (aktivitas fisik) pada penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja UPTD Puskesmas Blahbatuh I. Hasil uji Rank Spearman didapatkan p value = 0.002 < 0,05, hasil ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan manajemen diri (aktivitas fisik) pada penderita diabetes melitus Tipe II di wilayah kerja UPTD Puskesmas Blahbatuh I.
PERBEDAAN KOMPRES ESENSIAL BAWANG MERAH DENGAN KOMPRES AIR HANGAT TERHADAP DISMENORE: The Difference Between Onion Essential Compress and Warm Water Compress against Dysmenorrhea Dwipayani, Luh Ade Dian; Putra, Putu Wira Kusuma; Kio, Alfiery Leda
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 1 (2024): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore merupakan masalah terkait haid yang paling umum dikeluhkan serta menyebabkan wanita tidak bisa beraktivitas secara normal. Upaya mengatasi nyeri dismenore dapat dilakukan dengan cara melakukan teknik distraksi yaitu mengalihkan perhatian melalui pemberian kompres hangat ataupun kompres esensial bawang merah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kompres esensial bawang merah dengan kompres air hangat terhadap disminore pada siswi di SMPN 8 Denpasar. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy experimental design dengan rancangan Nonequvalent Control Group Design. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 26 responden. Instrument menggunakan kuesioner Numeric Rating Scale (NRS). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test dan Mann Whitneu U Test. Hasil statistik Wilcoxon Sign Rank Test pada pada kelompok kompres esensial bawang merah didapatkan nilai Z hitung adalah -3,606 dengan nilai p 0,000 (p-value < 0,05), pada kelompok kompres air hangat didapatkan nilai Z hitung -2,000 dengan nilai p 0,046 (p-value < 0,05) sehingga disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kompres esensial bawang merah dan kompres air hangat terhadap dismenore pada diswi di SMP Negeri 8 Denpasar. hasil statistik Mann Whitney Test pada kelompok kompres esensial bawang merah dan kelompok kompres air hangat didapatkan nilai Z hitung adalah -3,333 dengan nilai p 0,001 (p-value < 0,05), sehingga Ha diterima dan disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh kompres esensial bawang merah dan kompres air hangat terhadap disemore pada siswi.